Jumat, 07 Oktober 2016

Pengaruh Musik Terhadap IQ dan EQ Anak

Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif

Penelitian mengambarkan bahwa musik, terutama musik klasik sangat mensugesti perkembangan IQ (Intelegent Quotien) dan EQ (Emotional Quotien). Seorang anak yang semenjak kecil terbiasa mendengarkan musik akan lebih berkembang kecerdasan emosional dan intelegensinya dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik. Yang dimaksud musik di sini ialah musik yang memiliki irama teratur dan nada-nada yang teratur, bukan nada-nada "miring". Tingkat kedisiplinan anak yang sering mendengarkan musik juga lebih baik dibanding dengan anak yang jarang mendengarkan musik.

Grace Sudargo, seorang musisi dan pendidik mengatakan, "Dasar-dasar musik klasik secara umum berasal dari ritme denyut nadi insan sehingga dia berperan besar dalam perkembangan otak, pembentukan jiwa, karakter, bahkan raga manusia".
Penelitian menunjukkan, musik klasik yang mengandung komposisi nada berfluktuasi antara nada tinggi dan nada rendah akan merangsang kuadran C pada otak. Sampai usia 4 tahun, kuadran B dan C pada otak bawah umur akan berkembang sampai 80 % dengan musik.

"Musik sangat mensugesti kehidupan manusia. Musik memiliki 3 bab penting yaitu beat, ritme, dan harmony", demikian kata Ev. Andreas Christanday dalam suatu ceramah musik. "Beat mensugesti tubuh, ritme mensugesti jiwa, sedangkan harmony mensugesti roh". Contoh paling aktual bahwa beat sangat mensugesti badan ialah dalam konser musik rock. Bisa dipastikan tidak ada penonton maupun pemain dalam konser musik rock yang tubuhnya tidak bergerak. Semuanya bergoyang dengan dahsyat, bahkan cenderung lepas kontrol.

Kita masih ingat dengan "head banger", suatu gerakan memutar-mutar kepala mengikuti irama music rock yang kencang. Dan badan itu mengikutinya seakan tanpa rasa lelah. Jika hati kita sedang susah, cobalah mendengarkan musik yang indah, yang memiliki irama (ritme) yang teratur. Perasaan kita akan lebih enak dan enteng. Bahkan di luar negeri, pihak rumah sakit banyak memperdengarkan lagu-lagu mengagumkan untuk membantu penyembuhan para pasiennya.

Itu suatu bukti, bahwa ritme sangat mensugesti jiwa manusia. Sedangkan harmony sangat mensugesti roh. Jika kita menonton film horor, selalu terdengar harmony (melodi) yang menyayat hati, yang membuat bulu kuduk kita berdiri. Dalam ritual-ritual keagamaan juga banyak digunakan harmony yang membawa roh insan masuk ke dalam alam penyembahan. Di dalam meditasi, insan mendengar harmony dari suara-suara alam disekelilingnya. "Musik yang baik bagi kehidupan insan ialah musik yang seimbang antara beat, ritme, dan harmony", ujar Ev. Andreas Christanday.

Seorang andal biofisika telah melaksanakan suatu percobaan ihwal pengaruh musik bagi kehidupan makhluk hidup. Dua tanaman dari jenis dan umur yang sama diletakkan pada daerah yang berbeda. Yang satu diletakkan akrab dengan pengeras bunyi (speaker) yang menyajikan lagu-lagu slow rock dan heavy rock, sedangkan tanaman yang lain diletakkan akrab dengan speaker yang memperdengarkan lagu-lagu yang mengagumkan dan berirama teratur. Dalam beberapa hari terjadi perbedaan yang sangat mencolok. Tanaman yang berada di akrab speaker lagu-lagu rock menjadi layu dan mati, sedangkan tanaman yang berada di akrab speaker lagu-lagu mengagumkan tumbuh segar dan berbunga. Suatu bukti aktual bahwa musik sangat mensugesti kehidupan makhluk hidup.

Alam semesta tercipta dengan musik alam yang sangat indah. Gemuruh ombak di laut, deru angin di gunung, dan rintik hujan merupakan musik alam yang sangat indah. Dan sudah terbukti, bagaimana pengaruh musik alam itu bagi kehidupan manusia.
Wulaningrum Wibisono, S.Psi mengatakan, "Jikalau Anda mencicipi hari ini begitu berat, coba periksa lagi hidup Anda pada hari ini. Jangan-jangan Anda belum mendengarkan musik dan bernyanyi".

Wassalam
intisari : www.angelfire.com

Kamis, 06 Oktober 2016

Apa Pentingnya Stimulasi Dini?


Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

Stimulasi dini yaitu rangsangan yang dilakukan semenjak bayi gres lahir ( yang terbaik semenjak janin usia 6 bulan dalam kandungan ) dilakukan setiap hari , untuk merangsang semua system indera ( indera pendengaran , penglihatan , perabaan , pembau , dan pengecapan) . selain itu perangsangan terhadap gerak motorik berangasan dan halus kaki tangan dan jari – jari , komunikasi , dan merangsang perasaan yang menyenangkan dan pikiran bayi dan balita.

Bentuk rangsangan yang diberikan sangat bervariasi dalam aneka macam bentuk dengan suasana bermain , menyenangkan dan kasih sayang untuk anak , dengan suasana pola asuh yang demokratik (otoritatif), yaitu pengasuh atau ibu harus peka terhadap instruksi , minat , keinginan dan pendapat anak. Memberi tumpuan tanpa memaksa , mendorong keberanian untuk berkreasi , memberi penghargaan dan kebanggaan atas keberhasilan dan perilaku yang baik , memberi koreksi, dan bukan hukuman atau bahaya kalau melaksanakan kesalahan.

Stimulasi dilakukan setiap ada kesempatan berinteraksi dengan anak , setiap hari , terus menerus , sesuai umur dan perkembangan kemampuannya , dilakukan oleh keluarga terutama ibu atau pengganti ibu.


Beberapa stimulasi yang dapat dilakukan:

  • Dapat dilakukan ketika memandikan , menganti popok , menyusui, menyuapi , menggendong , mengajak berjalan – jalan , menonton telivisi , dalam kendaraan , menjelang tidur.
  • Membunyikan aneka macam bunyi atau musik bergantian , menggantung dan menggerakkan benda berwarna mencolok (lingkaran atau kotak – kotak hitam putih ), benda berbunyi pada bayi usia 0 – 3 bulan.
  • Bermain ciluk ba pada bayi 3 – 6 bulan.
  • Memanggil nama , mengajak bersalaman , dan bermain tepuk tangan, membacakan dongeng , meragsang duduk , dan dilatih bangkit berpegangan pada bayi 6 – 9 bulan.
  • Bayi 9 – 12 bulan dirangsang dengan mengulang – ulang menyebut nama – nama anggota keluarga , memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, mengelindingkan bola , dilatih bangkit dan berjalan dengan berpegangan.
  • Menggambar , mencoret – coret , menyusun kubus , bermain puzzle sederhana , bermain boneka , berjalan tanpa berpegangan , naik turun tangga , melepas celana , mengerti dan melaksanakan perintah sederhana , menyebut dan menunjuk benda – benda pada usia 12 – 18 bulan.
  • Usia 18 – 24 bulan , menyebut dan menunjuk bab – bab tubuh, nama – nama binatang dan benda di sekitar rumah , bicara perihal aktivitas sehari – hari ( makan , minum , mandi , main ,dll), bermain bola, melompat , dan memakai celana baju , mencuci tangan.
  • Menyebutkan nama – nama sobat dan warna, berhitung , menyikat gigi , bermain boneka, masak – kuliner , menggambar , bangkit satu kaki , toilet training pada usia 2 – 3 tahun.
  • Perangsangan untuk berbicara dan bercerita , menyanyikan lagu anak – anak , bermain puzzle , angka, halma , congklak , kartu , monopoli , computer.
  • Bermain bersama anak yang lebih bau tanah dan lebih muda, saling mengembangkan kue, meminjamakan mainan, mangalah, berguru bekerja sama.
  • Memancing semoga anak dapat menceritakan perasaan, keinginan ,cita-cita, khayalan pengalamannya.
  • Mengajarkan anak menanam biji sampai tumbuh, memelihara tanaman atau binatang , berwisata dan mengenalkan alam semesta .

Wassalam,
sumber: Dr. SuriViana- www.infoibu.com

Rabu, 05 Oktober 2016

Perilaku Anak Adalah Tujuannya

Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

Setiap anak sebagai makhluk sosial memiliki motivasi dasar akan kebutuhan untuk merasa dimiliki. Anak, menyerupai individu yang lain, mempunyai harapan yang sama untuk diterima. Sikap dan perilaku mereka diarahkan untuk memenuhi harapan ini. Sebagai akibatnya, semua perilaku mereka mempunyai maksud , diarahkan pada tujuan-tujuan yang sangat spesifik.

Sebagian besar orangtua tidak memahami dan memiliki pengetahuan kebutuhan alamiah dasar anak. Tanpa pemahaman dan pengetahuan perihal tujuan masing-masing anak, yaitu tidak mungkin untuk memahami dan mengubah perilaku.

Sebagai contoh, dikala belum dewasa tubruk , kebanyakan orangtua akan menghentikan pertengkaran , berusaha menghakimi pertengkaran tersebut. Kemudian menghukum yang bersalah. Campur tangan orangtua seringkali tidak menghentikan kebiasaan bertengkar sebab tujuan pertengkaran yaitu perhatian orangtua.

Jika orangtua mengabaikan petengkaran dan membiarkan belum dewasa bebas menyelesaikan pertengkarannya, insiden pertengkaran intensitasnya akan berkurang bahkan bisa berhenti sama sekali. Mengapa? Karena tujuan anak untuk mendapat perhatian orangtua tidak membuahkan hasil.

Orangtua tidak akan berhasil mengubah perilaku anak sebelum mereka paham dan memiliki pengetahuan akan tujuan di balik perilaku tersebut.

Apa yang dilakukan anak di rumah, entah itu perilaku yang dapat diterima maupun tidak dapat diterima , menggambarkan cara yang dipilih oleh anak untuk menerima daerah di dalam keluarga.

Anak yang percaya akan kemampuan mereka untuk mendapat daerah dan merasa diterima di dalam keluarga melalui perilaku yang konstruktif dan kooperatif, cenderung tidak menjadi masalah. Mereka dapat menghadapi tuntutan dari setiap situasi yang gres penuh percaya diri, sebab merasa bisa menanggulangi dan menyelesaikan masalahnya sendiri tanpa pemberian orangtua.

Anak-anak yang putus asa/tidak percaya diri jawaban praktek-praktek pemanjaan, perlindungan yang berlebihan, penolakan, hukuman, pembandingan dengan anak lain dan pencarian kesalahan yang dilakukan orangtua akan berpaling pada cara-cara yang tidak dapat diterima dalam berperilaku untuk menerima daerah di dalam keluarga.

Sebagian besar belum dewasa mengalami krisis kepercayaan diri. Akibatnya sebagian besar tumbuh menjadi anak nakal. Oleh sebab itu perlu kerjasama antara orangtua, guru dan masyarakat untuk menumbuhkan kepercayaan diri seorang anak. Supaya mereka bisa membangun karakternya.

Semoga bermanfaat, wassalam,

oleh: Puspita Wulandari
sumber : edukasi.kompasiana.com

Selasa, 04 Oktober 2016

6 Aspek Utama Tumbuh Kembang Anak

Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif

Aspek perkembangan anak dapat terbagi dalam 6 bab besar. Satu sama lain saling mempengaruhi. Jika salah satu aspek terhambat perkembangannya, maka akan menghambat perkembangan kelima aspek lainnya.
Pertumbuhkembangan anak yang optimal jikalau keseluruhan aspek berkembang dengan baik dan sesuai dengan usia. Pola pengasuhan dan tugas orang bau tanah sangat besar dalam hal ini. Dukungan dan pemberian orang bau tanah yaitu dasar yang dapat mengoptimalkan perkembangan seluruh aspek secara optimal.

Apa sajakah 6 aspek tumbuh kembang anak tersebut?

1. Aspek Motorik Kasar
Adalah kemampuan anak untuk mengontrol gerakan badan yang mencakup geraka gerakan otot besar. Perkembangan motorik garang dapat dilihat dari kemampuan anak untuk merangkak, berjalan, berlari, melompat, memanjat, berguling, berenang dan sebagainya.

2. Aspek Motorik Halus
Adalah kemampuan anak untuk mengontrol keluwesan jemari tangan yang dapat dilihat dari kemampuan untuk menyentuh, menjumput, meraih, mencoret, melipat, memasukan benda atau makanan ke dalam lisan dan sebagainya.

3. Aspek Kognitif
Adalah kemampuan anak untuk memproses, menginterpretasikan dan mengkategorikan informas-informasi yang diperolehnya melalui panca indera. Kemampuan ini selanjutnya bermetamorfosis kemampuan berfikir logis yang selanjutnya menentukan apakah anak bisa memahami lingkungannya.

4. Kemampuan Bahasa
Sebagai mahluk sosial, semenjak bayi anak telah bisa berkomunikasi untuk menyatakan perasaan dan keinginannya, yaitu dengan tangisan, tertawa dan mengoceh yang merupakan awal dari perkembangan bahasa. Selanjutnya anak akan berguru untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan bahasa. Kemampuan bahasa selain membantu anak untuk memahami apa yang dikatakan orang-orang disekitarnya, juga untuk dapat dipahami oleh orang lain. Perasaan bisa memahami dan dipahami dapat menumbuhkan rasa percaya diri.

5. Aspek Emosi
Adalah kemampuan anak untuk mengenali banyak sekali hal yang dirasakannya, mengekspresikan perasaan dalam bentuk yang dapat diterima oleh lingkungannya, serta kemampuan untuk mengendalikan dan mengatasi perasaannya. Kematangan emosi tidak terjadi dengan sendirinya tapi secara bertahap dan sangat membutuhkan tugas serta orang bau tanah dan lingkungan sosial.

6. Aspek Sosial
Adalah kemampuan anak untuk beradaptasi dengan lingkungannya, memberi respon pada orang lain dan berbagi. Pengalaman sosial anak hanya dapat tumbuh dan berkembang dari pengalamannya dengan orang-orang terdekat. Pola asuhan dan isyarat orang bau tanah sangat penting dalam perkembangan aspek sosial anak.

Wassalam.

oleh: Fitri Ariyanti dkk
Sumber: Diary tumbuh kembang anak usia 0 – 6 tahun.

Senin, 03 Oktober 2016

Mengubah Perilaku Anak Lewat Film Kesenangannya


Assalamualaikum wr wbm salam cerdas kreatif.

Kalau banyak orang renta sedang berkumpul, sering sekali terdengar saling menceritakan kelebihan hingga keluhan perilaku anaknya. Ada yang sangat senang menggambar, mewarnai, menulis, mencar ilmu membaca, nonton televisi, main game, dll. Banyak sekali. Tidak jarang ketika salah satu sedang memberikan kelebihan anaknya, maka yang lain juga tidak mau ketinggalan mencerikan dengan bumbu yang lebih sedap. Juga kalau salah satu ibu bercerita wacana keluhan dari perilaku anaknya. Yang lain berebut, sehingga seolah keluhannya lebih berat dibanding dengan ibu lainnya. Lho kok.. jadi bahas ngrumpinya maaf ya .. he he

Ngomong-ngomong keluhan orang renta atas anaknya, ternyata kalau digali lebih jauh hal ini ierjadi sangat sering. Dari banyak sekali golongan. Wah sekarang kita tentunya tidak sedang membahas masalah, harus mulai berpindah fokus pada penyelesaian.
Sebut saja Ibu ini dengan Novi. Dengan canggung Novi menceritakan perihal puterinya yang gres satu-satunya. Perilaku puterinya telah membuat lelah berfikir bagaimana menerima solusi.

Berbagai metode sudah dilakukan, namun hasilnya belum juga maksimal. Dengan canggung dan terasa berat, alhasil Novi juga menceritakan. Entah berat alasannya terlalu pesimis menerima solusi atau entah alasannya apa. Putrinya anak yang cerdas. Berbagai mata pelajaran sekolah di kelas 1 SD ketika ini dengan mudahnya bisa diterima. Seperti juga halnya ketika di Play Group dan TK. Memang sudah tampak kecerdasannya. Sangat sering menerima kebanggaan baik dari para guru ataupun orang renta teman-temannya.

Namun pada ketika awal kepindahan lingkungan gres di SD, hal ini menjadi sesuatu yang membuat Novi dan keluarga menjadi berfikir berlipat dari biasanya. Rupanya si Puteri menjadi sangat "manja" ketika di sekolah. Dari mulai harus ditunggui dari semenjak masuk hingga pulang sekolah, sering merasa kehilangan, bahkan bisa menjadi tangis yang histeris ketika mengetahui orang tuanya tidak menunggui di tempat biasanya. Bukan saja orang renta yang harus mencari jalan keluar, para gurupun ikut berfikir keras.

Kegemaran Puteri yang cerdas ini menonton beberapa jenis film. Ada yang sangat disukai walau sudah menonton entah berpuluh kali, tetap saja diputar ulang. Novi diminta memilih salah satu jenis film yang paling favorit diantara yang menjadi langganan untuk ditonton. Selain itu juga melaksanakan pengamatan, pada scene tertentu dari film yang sangat membuat emosi Puteri tersebut memuncak, baik rasa yang sangat senang atau gembira ataupun rasa kaget atau bersedih.

Pertemuan berikutnya dari setiap scene yang bisa membangkitkan emosi tertentu dengan intensitas yang lebih tinggi, diambil cukup 3 yang paling lebih banyak didominasi dari yang ada. Dari scene tersebut, dilakukan pemotongan film ketika ditengah scene yang membuat pick emotion. Dengan salah satu software, edit media ini, diselipkan kata-kata positif berupa nasehat singkat dengan kalimat positif yang isinya, perubahan pada puteri yang dikehendaki. Begitu juga pada scene yang lainnya.

Yang menjadi tujuan utama proses ini adalah, ketika si Puteri sedang dalam emosi yang terbawa oleh film yang ditontonnya, maka dengan fokus yang besar lengan berkuasa pada cuilan yang terjadi, ada kawasan kritis dalam fikiran yang terbuka. Bahasa mudahnya, terbukanya pintu alam bawah sadar. Dan ketika tersebut bisa saja gelombang otak pada posisi Alpha atau Theta. Saat ini digunakan untuk menawarkan kode by pass kepada puteri, dengan media tulisan. mengingat si Puteri sudah sangat arif membaca, maka pesan ini hingga dan bisa difahami dengan baik.

Cara ini juga bisa digunakan kepada bawah umur yang menyukai film baru. Sebelum ditonton, editlah film tersebut dengan memperhatikan kemungkinan besar titik scene yang membuat pick emotion pada anak tersebut. Edit, berikan nasehat atau apapun dengan kalimat positif pendek dan jelas. Berdayakan hobi menonton film anak, untuk memasukkan believe dan hal-hal positif.

Ya trik yang sangat mudah sekali. Sehingga untuk ketika ini, menjadi hal yang bisa dilakukan oleh kita semua di rumah. Sehingga cita-cita dan keinginan dari perilaku anak bisa kita set dengan baik. Mari kita lakukan.... supaya menawarkan manfaat untuk kita semua, amin.

Wassalam,
sumber : sahabat fb

Minggu, 02 Oktober 2016

Masa Sih ... Harus Belajar?


Tahu kan Pa… Ma..., setahun itu 365 hari. Ada 52 hari ahad setahun dimana kita tahu ini yakni hari istirahat. Sehingga hari yang tersisa 313 hari.

Setahun ada 13 hari libur nasional. Berarti tinggal 300 hari. Liburan sekolah setahun paling sedikit 30 hari (bulan puasa kadang kala libur)

Maka hari yang tersisa hanya 270 hari. Ke sekolah mampu menghabiskan waktu 1 jam pergi 1 jam pulang, ini sama dengan 30 hari setahun. Sisa hari menjadi 240 hari.

Umumnya orang perlu 8 jam untuk tidur, berarti 120 hari setahun. Tinggal 120 hari lagi. Anak yang baik pastilah tidak lupa beribadah. Anggaplah 1 – 1 ½ jam sehari berarti setahunnya 25 hari.

Hari yang tersisa 95 hari. Bermain juga baik untuk kesejukan dan kesehatan, sebutlah 1 jam sehari berarti 15 hari setahun.
Tinggal 80 hari lagi.

Makan, minum, jajan katakanlah 1 jam sehari sehingga menjadi 15 hari setahun. Tersisa 65 hari.

Setiap orang pastilah perlu mandi, buang air dan ganti pakaian dan minimal menghabiskan 1 jam sehari berarti 15 hari lagi.
Masih ada 50 hari lagi.

Jangan lupa insan butuh bersosialisasi dengan orang lain katakanlah sehari hanya bicara 1 jam sehingga perlu 15 hari lagi.
Tinggal 35 hari lagi.

Masak sih ga nonton TV sebutlah 1 jam sehari ini juga berarti 15 hari setahun. Tinggal 20 hari. Biasanya ujian 6 hari per semester berarti 12 hari setahun.

Tersisa 8 hari lagi. Setiap orang pasti mampu sakit. Katakanlah 7 hari sakit setahun cukup masuk akal. Tinggallah 1 hari lagi.

Satu hari itu HARI ULANG TAHUNKU Pa.., masak sih belajar?

Sumber : ketawa.com

Membantu si Kecil Senang Belajar di Sekolah


Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

SELAIN orangtua, guru ialah orang yang besar lengan berkuasa signifikan bagi perkembangan si kecil. Sehingga penting bagi Anda memperlihatkan berita yang benar lewat diskusi perihal arti sekolah dan berguru kepada buah hati tercinta.

Dikutip Sheknows, ada beberapa langkah sederhana yang dapat Anda ambil untuk membantu si kecil memiliki kesan nyata terhadap gurunya semenjak awal masuk sekolah. Hubungan nyata dengan guru pasti akan membuat hari demi hari yang dilaluinya di sekolah menjadi lebih menyenangkan. Alhasil, nilai akademiknya mampu memuaskan.

Mencari waktu yang tepat

Cari waktu yang pas untuk diskusi bersama si kecil seputar guru di sekolahnya. Caranya tergantung pada usia anak Anda. Biarkan putra atau putri Anda memulai pembicaraan tanpa menyadarinya.

Dr Elizabeth Berger, psikiater anak dan penulis Raising Kids with Character mengatakan, "Cara terbaik bagi orangtua untuk mengomunikasikan ide-ide mereka ialah ketika si kecil telah menunjukkan ketertarikannya pada suatu subyek, sehingga masukan orangtua mampu dengan mudah diterima.”

"Seorang anak yang secara psikologis diasah untuk siap menghadapi tahun aliran gres mungkin berkomentar seperti, ‘Wah, saya harap guru baruku suka padaku. Saran orangtua bijaksana itu kemudian cenderung menjadi kepastian serta panduan yang berkhasiat untuk menyambut tahun aliran baru," kata Berger.

Kebenaran universal

Kepribadian, perkembangan, dan usia spesifik anak Anda akan menentukan tindakan yang tepat untuknya. Hanya Anda tahu yang terbaik untuknya, tapi ada beberapa kebenaran universal yang dapat Anda bagi bersama si kecil untuk membantunya membuat kesan yang baik perihal sekolah.

"Orangtua harus memperkuat gagasan bahwa sekolah itu ada sehingga anak dapat belajar, dan guru membantu belum dewasa berguru bahkan bila mereka tidak tepat setiap saat," kata Berger.

"Saat memahami bahwa mungkin ada gangguan kecil (anak nakal) di sekolah, orangtua seharusnya mendorong tujuan berguru anak. Ini akan membantu anak untuk betah berguru di dalam kelas," tukasnya.

Tujuan dicapai

Terkadang, belum dewasa merasa minder dengan menganggap bahwa sekolah hanya untuk anak berintelektual tinggi, dan cara menerima kesan dari guru ialah dengan nilai sempurna. Sebagai orangtua, Anda dapat menghilangkan prasangka tersebut dengan motivasi dan berita yang benar.

"Orangtua mampu memperkuat gagasan bahwa guru mencintai anak jenius matematika, tapi tidak setiap anak jenius matematika, jadi guru lebih mencintai seorang anak yang baik, membantu, serta berempati dengan guru dan murid lainnya di dalam kelas," kata Berger.

Rasa hormat

Cara terbaik untuk anak Anda membuat kesan yang baik ialah dengan menunjukkan rasa hormat kepada gurunya. Konsep ini cenderung mudah dikomunikasikan kepada belum dewasa pada banyak sekali tingkatan usia.

"Menjadi murid yang baik butuh upaya keras dan disiplin diri, sangat berbeda dengan menjadi murid yang jenius matematika," kata Berger.

Pada ketika yang sama, biarkan mereka tahu manfaatnya juga. "Dengan menjadi murid yang baik, siswa tidak hanya 'membuat kesan yang baik', tapi secara aktif membantu guru akan berbuah rasa penghargaan," tukasnya.

Wassalam
(ftr)

sumber : okezone.com
foto: gettyimages

Sabtu, 01 Oktober 2016

10 Tips Agar Anak Hobi Membaca


Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

Anak-anak cenderung memilih aktivitas yang menyenangkan dan menggembirakan dibandingkan membaca, padahal membaca yakni aktivitas yang dapat menambah wawasan dan ilmu pada anak nantinya. Tetapi jikalau Anda dapat menciptakan suasana yang menyenangkan dan menggembirakan maka mereka akan bersemangat untuk memulai aktivitas tersebut.

Penulis buku anak terkenal, Peter Corey, menyarankan salah satu kunci sukses supaya suasana aktivitas membaca dapat menyenangkan yakni bacalah bantu-membantu dengan anak Anda. Membaca bersama si kecil yakni aktivitas yang kasatmata dan edukatif, alasannya aktivitas tersebut dapat meningkatkan minat baca anak Anda.

Seperti yang dikutip dari femalefirst, Peter Corey juga menunjukkan tips lainnya untuk Anda meningkatkan minat baca untuk Anak Anda, yaitu:

1. Kegiatan membaca bersama lebih efektif bila dilakukan 10-15 menit setiap harinya. Bila Anda tidak menemukan waktu yang tepat selama satu hari penuh, maka manfaatkanlah waktu sebelum tidur untuk membaca bersama buah hati Anda.

2. Membaca merupakan aktivitas yang menyenangkan, jadi hindari memaksakan anak untuk membaca ketika si kecil lelah dikarenakan banyak kegiatan. Biarkan ia memiliki inisiatif untuk memulai membaca.

3. Setelah aktivitas membaca selesai, sebaiknya gunakan waktu untuk si kecil menunjukkan pendapat, kesan, inspirasi wacana dongeng tersebut dan dengarkan apa yang diutarakannya kemudian diskusikan. Dengan begitu Anda dapat mengetahui apakah ia mengerti isi buku yang ia baca.

4. Gunakanlah kemudahan yang mendukung cerita, menyerupai nikmati setiap gambar pada buku dongeng tersebut. Anak akan lebih mudah menerima pemahaman dengan derma gambar.

5. Selalu memilih dongeng yang sederhana, lucu dan menarik untuk anak. Bila perlu pilihlah buku dongeng yang menjadi tema kesukaannya.

6. Tema dongeng buku belum dewasa sangat beragam. Makara belilah buku tersebut di toko buku bab khusus anak supaya dapat menemukan tema dongeng yang menarik.

7. Sederhanakanlah penggunaan kata-kata yang Anda ucapkan. Hindari membacakan kalimat yang panjang dan sulit dimengeri anak. Bila anak Anda tidak paham dengan alur cerita, maka gunakan bahasa sehari-hari yang lebih mudah dimengerti.

8. Jangan ragu untuk menilai buku dari sampul dan siapa penulisnya. Ini dapat menolong Anda untuk memutuskan apakah buku tersebut layak Anda beli.

9. Jangan khawatir jikalau anak Anda ingin membaca buku yang sama setiap saat. Anak-anak biasanya menikmati aktivitas pengulangan alasannya dapat membantu mereka untuk lebih memahami cerita.

10. Berikanlah kebanggaan kepada anak Anda yang telah berusaha untuk membaca. Biarkan ia tahu apa kesalahannya ketika membaca. Dengan begitu, ia akan semakin tepat dalam membaca. (eya/eya)

Semoga bermanfaat ... wassalam
sumber: www.wolipop.com

Jumat, 30 September 2016

Bagaimana Menjadi Orangtua Yang Positif?


Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

Play Terapist dan psikolog Lembaga Psikologi Terapan UI, Dra Mayke S. Tedjasaputra, MSI, mengatakan, anak akan memiliki kemampuan berpikir jernih, kritis, berbicara dengan bahasa terstruktur dan kreatif jikalau didukung dengan pengasuhan yang sempurna dari orangtuanya.

“Kemampuan ini sering dilupakan sistem pendidikan,” kata Mayke, ketika peluncuran rumah edukasi parenting beberapa waktu lalu.

Bagaimana menjadi orangtua yang positif?
1. Percaya diri dan tumbuhkan kepercayaan kepada anak
Mayke menjelaskan orangtua perlu menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung anak untuk bereksplorasi. Karena dengan menerima kedua hal ini, anak bisa mengawali langkahnya bereksplorasi.Ingat menawarkan kebebasan untuk anak bereksplorsi sama saja dengan merangsang dan menawarkan kebebasan anak untuk bersikap kreatif

Caranya, orangtua perlu percaya diri sehingga tidak mudah khawatir atau cemas dengan apa yang dilakukan anak. Lalu berikan juga kepercayaan dan kesempatan kepada anak untuk mencoba hal gres serta rangsanglah anak untuk menciptakan sesuatu yang gres yang bisa merangsang kreatifitas mereka.

“Orangtua yang takut anaknya sakit lalu membatasi aktivitasnya justru membuat anak tidak berkembang dan fatwa akan terkekang sehingga wangsit kreatif yang adakala muncul dipikiran anak terpendan dan jadinya akan hilang. Orangtua perlu menawarkan daerah bermain yang aman dan nyaman biar anak bisa tumbuh optimal dalam lingkungan fisik dan psikososialnya,” lanjutnya.

2. Menyisihkan waktu bersama (Adakan kebiasaan untuk berkumpul bersama)
Hubungan yang sehat dan lekat dengan anak perlu dibangun dan diupayakan oleh orangtua. Bagaimanapun perhatian dan dukungan positif dari Anda menawarkan rasa percaya diri kepada anak.

Caranya, cari dan ciptakan waktu untuk melaksanakan kegiatan bersama dan berkomunikasi dengan anak. Dengan cara ini anak merasa dicintai. Kepercayaan dirinya tumbuh optimal dengan waktu khusus yang diberikan orangtuanya untuk membangun hubungan.
berikanlah masukan-masukan positif, pendapat dan ajarkan rasa tanggung jawab terhadap anak, ajak anak untuk menyelesaikan persoalan-persoalan kecil dan hargai pendapat mereka contoh…..Ayah lihat kok kamar mandi kita kotor dan wangi ya? kalau menurut adi gimana?perlu dibagi peran donk?adi punya pendapat lain?

3. Jadilah teladan
Salah satu peran orangtua ialah menanamkan nilai positif secara konsisten dengan melaksanakan hal-hal yang mudah di ingat dan dilihat!Jangan sekali-kali konsistensi tersebut kita sabung dengan alasan yang mengada-ada di depan anak. Anak akan tumbuh dengan memahami makna tanggungjawab jikalau orangtua menjalankan peran penanaman nilai dengan tepat.

Caranya, berikan pola dan teladan yang baik bagi anak, berikan rambu wacana apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, dan yang terpenting konsistensi intra dan inter individual.

“Jika orangtua bangkit pagi dengan bermalas-malasan, anak akan mencontoh. Maka, jadilah teladan yang baik,” kata Mayke.

Sedangkan untuk tetap konsisten, pastikan ayah maupun ibunya tidak dipengaruhi emosi dalam menawarkan rambu kepada anak. Jangan membuat anak galau dengan sikap berbeda dari ayah dan atau ibunya, maupun inkonsistensi keduanya dalam menjalankan pengasuhan. Anak akan menjadi galau dan was-was, mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak.

4. Memahami anak
Anak akan tumbuh optimal jikalau menerima pemahaman dan stimulasi yang sesuai dari orangtuanya. Karenanya orangtua perlu mengenali kelebihan dan kekurangan anak.

“Jangan menekan anak untuk diam, misalnya. Anak tiga tahun bisa duduk membisu itu sudah luar biasa, tetapi jangan memaksanya,” kata Mayke.

Stimulasi berupa kebanggaan juga boleh diberikan, tetapi jangan berlebihan. Ungkapkan rasa gembira ketika anak Anda berhasil menghabiskan makanannya atau ketika menerima prestasi di sekolahnya. Namun jangan berhenti di situ, anak pun memerlukan dukungan ketika ia gagal atau bahkan ragu ketika melaksanakan sesuatu. Dorongan dan dukungan positif dari orangtua membantu perkembangan anak.

5. Mampu mengatasi stres
Kunci sukses positif parenting ialah juga kemampuan orangtua mengatasi stres atau tekanan. Kemampuan mengatasi stres akan mensugesti komunikasi dengan si kecil, menjadi lebih positif. Sebisa mungkin stress yang kita alami jangan dibawa pada lingkungan anak dengan cara marah tanpa karena atau sikap-sikap negatif yang dimata anak dianggap sebagai sesuatu yang mereka takuti!

Caranya, orangtua perlu mencar ilmu mengendalikan diri dalam mengatasi emosi. Jika merasa perlu mintalah pertolongan jago atau lakukan saja relaksasi maupun relasi spiritual.

Ketika menghadapi masalah, sebaiknya orangtua perlu fokus pada solusi dan bukan lari dari kenyataan. Termasuk ketika konflik terjadi pada pasangan, maka sebaiknya bangkit komunikasi terbuka antarpasangan. Ciptakan juga komunikasi terbuka dengan orang yang terlibat dalam pengasuhan menyerupai sobat atau orangtua. Selain bisa mencar ilmu dari pengalaman orang lain, Anda juga bisa sekaligus menyatukan pemahaman wacana bagaimana pola asuh di rumah biar mereka bisa memahami dan mengikuti ketika berada di erat buah hati Anda.

6. Terakhir orangtua juga perlu terus mencar ilmu mengenali kelebihan dan kekurangan diri.
Mengembangkan sikap mau mencar ilmu dan mau berkembang menjadi cara untuk mengeksplorasi diri lebih positif sebagai orangtua.sering-seringlah ngobrol dan berkomunikasi dengan anak dan lakukan intropeksi bersama pasangan anda apa kelebihan atau kekurangan masing-masing dalam mendidik anak!

Wassalam,
Sumber: http://pandjiwinoto.co.cc/2010/08/27/tips-menjadi-orang-tua-positif-menciptakan-anak-kreatif/

Kamis, 29 September 2016

Tips Mengajak Si Kecil Berlibur


Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

Paling seru memang mengajak buah hati Anda berwisata. Apalagi jikalau buah hati Anda masih balita, hal sekecil apapun akan menarik perhatiannya. Tapi, membawa si kecil berlibur kadang merepotkan. Ikuti tips berikut biar si kecil tidak rewel di perjalanan.

Pilih Objek Wisata Yang Tepat
Jangan bawa si kecil ke museum yang membosankan. Tapi ajak ke atraksi-atraksi yang hidup, seru, dan memiliki acara yang bisa membuat si kecil bergerak. Misalnya: kebun binatang, taman safari, water park, dan sejenisnya.

Perjalanan Jauh
Umur anak bisa menjadi patokan lamanya waktu terasa bagi si kecil. Jika umur anak Anda 10 tahun, maka lebih dari 10 menit pun menurut beliau sudah terasa sangat lama. Nah, bayangkan jikalau Anda harus membawa si kecil dalam perjalanan jauh menuju kawasan wisata. Karena itu, sebaiknya perkirakan jarak dan lama perjalanan. Pilih kawasan wisata yang tidak memakan waktu tempuh terlalu lama.

Mengantuk
Setelah seharian si kecil beraktivitas, si kecil akan mulai lelah dan mengantuk. Anak Anda bisa rewel jikalau beliau sudah mengantuk tapi tidak diberi kesempatan untuk tidur. Karena itu, pastikan sebelumnya anak Anda cukup menerima tidur. Selain itu, usahakan si kecil pribadi tidur 1 jam setelah makan malam. Makan malam sebaiknya di bawah jam 7 malam. Sediakan pula bantal di kendaraan Anda. Jadi, si kecil bisa tidur di kendaraan beroda empat atau bus selama perjalanan menuju objek wisata.

Lapar dan Haus
Siapkan selalu cemilan kecil untuk mengisi perut di antara jam makan. Selain itu bawa juga beberapa botol air mineral. Makara jikalau sewaktu-waktu si kecil kehausan, Anda tidak repot membeli air minum.

Games Seru
Anak kecil memang cepat bosan. Apalagi ketika masih dalam perjalanan menuju kawasan wisata. Karena itu pastikan Anda membawa mainan kesukaan si kecil biar beliau tetap sibuk bermain. Bisa juga dengan menciptakan permainan seru selama perjalanan. Misalnya menghitung berapa kendaraan beroda empat yang lewat atau menyebutkan warna dari mobil-mobil yang tampak dari jendela mobil.

Selamat berlibur, wassalam.
sumber: http://travel.kompas.com/read/2010/10/25/21534936/Tips.Mengajak.Si.Kecil.Berlibur

Selasa, 27 September 2016

SATU... DUA... TIGA... EMPAT....


Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif

Mengenal bilangan, melatih daya ingat anak. Latihlah tanpa paksaan dan dengan cara menyenangkan.

Dalam sebuah wawancara, fisikawan Prof. Yohanes Surya, menceritakan bahwa putri keduanya, Marie Felicia Surya, sudah bisa melaksanakan penjumlahan, pengurangan, dan perhitungan matematika sederhana lainnya di usia 2 tahun. Kemampuan ini terus berkembang. Di ketika belum dewasa seusianya gres bisa melaksanakan penjumlahan sederhana, Marie sudah bisa menghitung akar suatu angka! Mencengangkan? Tentu saja. Ketika ditanya bagaimana mengajarinya, dengan kalem Pak Yo, panggilan akrabnya, menjawab, "Biasa saja. Seperti belum dewasa lain, aku memulainya dengan mengenalkan angka. Ternyata dia sangat suka."

MANFAAT KENAL BILANGAN
Usia batita yaitu ketika yang sempurna untuk mengenalkan anak pada bilangan dan angka. Jangan khawatir anak akan "pusing" atau menolaknya. Yang penting caranya harus menyenangkan. Banyak manfaat yang didapat anak dengan mengenal bilangan, di antaranya: anak menjadi familiar dengan angka yang akan ditemui di sepanjang kehidupannya, dan selanjutnya lebih mudah memberi pemahaman arti angka. Selain itu, mengenal bilangan bisa menjadi salah satu cara untuk melatih daya ingat anak.

Memang semakin cepat dikenalkan semakin baik. Namun jangan memaksa anak terlalu jauh, misalnya pribadi mengenalkan operasi hitungan tambah dan kurang. Meski ada satu-dua anak yang bisa menguasainya di usia batita, itu yaitu kasus khusus. Yang juga harus diperhatikan yaitu kesiapan fungsi mental anak. Secara umum pada tahap pertama, batita cukup mengenal bilangan 1-10. Setelah kemampuan tersebut dikuasainya, sebaiknya dilanjutkan dengan pemaknaan. Contoh, ketika memegang satu buah apel jelaskan bilangan dan simbol angkanya. Dengan demikian anak bisa mengkoding angka satu dalam bentuk jumlah. Melalui benda faktual anak lebih mudah mencapai pemahaman. Setelah itu, anak boleh dikenalkan dengan angka yang lebih besar, umpamanya hingga 20.

Secara teori, menyerupai halnya membaca dan menulis, kalau anak tidak memiliki gangguan apa pun, dengan sendirinya dia bisa menghafal angka. Meski demikian bukan berarti orangtua tidak perlu menunjukkan stimulasi sama sekali pada anak. Stimulasi diberikan dengan cara-cara yang menyenangkan sehingga anak bisa mengenal bilangan dan angka di usia batita. (Lihat boks: 5 Permainan yang Menyenangkan.) Hindari cara-cara yang memaksa alasannya yaitu akan membuat anak menolak dan menghindari pembelajaran selanjutnya.

Jangan lupa beri santunan untuk setiap kemampuan yang dikuasainya.

Wassalam ..
Marfuah Panji Astuti. Foto: Iman & Ferdi Dok. nakita
Narasumber:
Sani B. Hermawan, Psi.,
Direk

tur Lembaga Psikologi Daya Insani.

Senin, 26 September 2016

PUISI ANAK

Bicara ihwal anak, maka sungguh ia mirip kanvas putih yang siap dilukisi. Orang renta yaitu orang pertama yang akan melukiskan warna warni pada kanvas putih tersebut.

Apa yang kita torehkan, mirip itu pula anak terbentuk. Berikut puisi anak yang mampu dijadikan renungan mendalam bagi orang renta :

Puisi Anak I

Dari Lingkungan Hidupnya Anak-anak Belajar , Dorothy Law Nolte

Jika anak dibesarkan dengan celaan
Ia berguru memaki

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan
Ia berguru menentang

Jika anak dibesarkan dengan cemoohan
Ia berguru rendah diri

Jika anak dibesarkan dengan toleransi
Ia berguru jadi penyabar

Jika anak dibesarkan dengan dorongan
Ia berguru percaya diri

Jika anak dibesarkan dengan pujian
Ia berguru menghargai

Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan
Ia akan terbiasa berpendirian

Dalam puisi anak tersebut, betapa mendidik anak bukanlah peran mudah. Orang renta dituntut untuk berguru terus menerus dalam hal ini.

Meski tidak ada satu carapun yang mengantarkan kita menjadi ibu yang sempurna, namun ada sejuta cara untuk menimbulkan kita ibu yang baik. Salah satu cara dengan memahami dunia anak, mirip yang tertuang pada puisi berikut:


Puisi Anak II

DI TANGAN ANAK-ANAK , Sapardi Djoko Damono

Di tangan anak-anak,
kertas berubah menjadi perahu Sinbad yang tak takluk pada gelombang,
berubah menjadi burung .
yang jeritnya membukakan kelopak-kelopak bunga di hutan;
di verbal anak-anak, kata berubah menjadi Kitab Suci.

Tuan, jangan kauganggu permainanku ini.

Perahu Kertas,
Kumpulan Sajak, 1982.

Begitulah Sapardi memaknai masa anak adala masa bermain. Segalanya menjadi indah, tanpa ingin ada yang mengusiknya. Adapun Gibran, lebih memilih wujud cinta orang renta kepada anaknya, dalam menuliskan puisi anaknya.


Puisi Anak III

Tanya Sang Anak , Khalil Gibran

Konon pada suatu desa terpencil
Terdapat sebuah keluarga
Terdiri dari sang ayah dan ibu
Serta seorang anak gadis muda dan naif!

Pada suatu hari sang anak bertanya pada sang ibu!
Ibu! Mengapa saya dilahirkan wanita?
Sang ibu menjawab,Karena ibu lebih berpengaruh dari ayah!
Sang anak melamun dan berkata,Kenapa jadi begitu?

Sang anak pun bertanya kepada sang ayah!
Ayah! Kenapa ibu lebih berpengaruh dari ayah?
Ayah pun menjawab,Karena ibumu seorang wanita!!!
Sang anak kembali terdiam.

Dan sang anak pun kembali bertanya!
Ayah! Apakah saya lebih berpengaruh dari ayah?
Dan sang ayah pun kembali menjawab,Iya, kau yaitu yang terkuat!
Sang anak kembali melamun dan sesekali mengerut dahinya.

Dan beliau pun kembali melontarkan pertanyaan yang lain.
Ayah! Apakah saya lebih berpengaruh dari ibu?
Ayah kembali menjawab,Iya kaulah yang terhebat dan terkuat!
Kenapa ayah, kenapa saya yang terkuat?
Sang anak pun kembali melontarkan pertanyaan.

Sang ayah pun menjawab dengan perlahan dan penuh kelembutan.
Karena engkau yaitu buah dari cintanya!

Cinta yang dapat membuat semua insan tertunduk dan terdiam.
Cinta yang dapat membuat semua insan buta, tuli serta bisu!

Dan kau yaitu segalanya buat kami.
Kebahagiaanmu yaitu kebahagiaan kami.
Tawamu yaitu tawa kami.
Tangismu yaitu air mata kami.
Dan cintamu yaitu cinta kami.

Dan sang anak pun kembali bertanya!
Apa itu Cinta, Ayah?
Apa itu cinta, Ibu?
Sang ayah dan ibu pun tersenyum!
Dan mereka pun menjawab,Kau, kau yaitu cinta kami sayang..

, Khalil Gibran

sumber: http://www.anneahira.com/

Minggu, 25 September 2016

Doa Awal Tahun


Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

Barangsiapa yang membaca doa awal tahun ini, insya Tuhan dirinya akan terpelihara daripada gangguan dan godaan syaitan di sepanjang tahun tersebut.

Doa Awal Tahun:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلَّمَ، اَللَّهُمَّ أَنْتَ اْلأَبَدِيُّ الْقَدِيْمُ اْلأَوَّلُ وَعَلَى فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ وُجُوْدِكَ الْمُعَوَّلِ وَهَذَا عَامٌ جَدِيْدٌ قَدْ أَقْبَلَ إِلَيْنَا نَسْأَلُكَ الْعِصْمَةَ فِيْهِ مِنَ الشَّيْطَانِ وَأَوْلِيَائِهِ وَجُنُوْدِهِ وَالْعَوْنِ عَلَى هَذِهِ النَّفْسِ اْلأَمَارَةِ بِالسُّوْءِ وَاْلإِشْتِغَالِ بِمَا يُقَرِّبُنِي إِلَيْكَ زُلْفَى يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلأُمِّيِّ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Maksudnya:

Tuhan SWT berselawat ke atas penghulu kami Muhammad SAW, andal keluarga dan sahabat-sahabat baginda dan kesejahteraan ke atas mereka.

Wahai Tuhan, Engkaulah yang kekal abadi, yang qadim. yang awal dan ke atas kelebihanMu yang besar dan kemurahanMu yang melimpah dan ini yaitu tahun gres yang telah muncul di hadapan kami. Kami memohon pemeliharaan dariMu di sepanjang tahun ini dari syaitan dan pembantu-pembantunya dan tentera-tenteranya dan juga perlindungan terhadap diri yang diperintahkan melaksanakan kejahatan dan usaha yang mendekatkanku kepadaMu Wahai Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia.

Wahai Tuhan Yang Maha pengasih dari mereka yang mengasihi dan Tuhan berselawat ke atas penghulu kami Muhammad. Nabi yang ummi dan ke atas andal keluarga dan sahabat-sahabatnya dan kesejahteraan ke atas mereka.

Amiin ya robbal 'alamiin...

Wallohua'laam bishshowab...
Semoga bermanfaat, wassalam.

Sumber: http://www.pro-ibid.com/content/view/58/1/

Sabtu, 24 September 2016

Hal-hal Yang Menyebabkan Bayi Menangis


Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif

Tangisan bayi membuat kita sedih. Memang itulah tujuannya, semoga kita melaksanakan sesuatu untuk membantunya. Bayi menangis karena beliau tidak dapat berbicara. Sebagai insan beliau memiliki kebutuhan dan keinginan, namun beliau tidak dapat mengekspresikannya. Menangis ialah cara bayi berkomunikasi kepada kita bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada dirinya dan beliau memerlukan bantuan. Itu ialah caranya berkata, “tolonglah aku. Ada yang tidak beres di sini.”

Bayi sangat sering menangis di minggu-minggu awal setelah kelahirannya. Setelah itu beliau semakin jarang menangis karena sudah dapat berbuat sesuatu untuk dirinya dan mengekspresikan keinginannya dengan cara lain.

Apa saja yang membuat bayi menangis?

1. Kesakitan

Tangisan bayi yang kesakitan berbeda dengan tangisan lain. Tangisannya mendadak dan melengking, ibarat ketika anak yang lebih besar menangis karena terluka. Tangisan biasanya berlangsung cukup lama diikuti dengan jeda di mana bayi Anda berhenti untuk bernafas. Dia kemudian mengambil nafas dan menangis lagi untuk waktu lama. Cepatlah bertindak untuk menghilangkan penyebab rasa sakitnya.

2. Lapar

Rasa lapar ialah penyebab utama bayi menangis. Bayi gres lahir cepat merasa lapar sehingga sering sekali minta disusui. Bila tiga atau empat jam telah berlalu semenjak terakhir kali beliau menyusui dan beliau menangis, kemungkinan karena merasa lapar. Pemberian susu akan menghentikan tangisnya. Kadangkala bayi juga ingin menyusu meskipun tidak lapar, hanya untuk menerima rasa aman.

Bila bayi menangis keras dan sulit ditenangkan sehingga tidak dapat disusui, tenangkanlah dulu dengan menyenandungkan lagu dan menimang-nimangnya hingga menjadi tenang. Lalu cobalah menunjukkan susu. Dia biasanya akan menyusu dengan lahap. Tangisan kerasnya disebabkan oleh rasa lapar yang sangat.

3. Kelelahan/Mengantuk

Kadangkala, kelelahan membuat bayi menangis dan menjadi rewel. Dia akan terus menangis meskipun pun Anda gendong. Tanda-tanda bayi yang kelelahan ialah penurunan aktivitas, kehilangan minat pada orang dan mainan, menggosok mata, terlihat sayu matanya, dan sering menguap. Jika Anda melihat salah satu tanda itu pada bayi Anda yang menangis, beliau hanya perlu tidur. Waktunya untuk tidur!

Tenangkanlah bayi Anda. Senandungkan lagu dan tepuk-tepuk pantatnya dengan pelan dan berirama. Biasanya bayi akan tertidur dalam beberapa menit.

4. Tidak nyaman

Jika bayi tidak nyaman, misalnya karena terlalu basah, kepanasan, kedinginan, atau tertekan, beliau biasanya akan menangis sambil menggeliatkan badannya, ibarat berusaha menjauhkan sumber ketidaknyamanannya. Cobalah untuk mencari sumber ketidaknyamanannya dan menyingkirkannya.

5. Overstimulasi

Bayi Anda dapat menangis sambil menutup mata atau memalingkan kepala jikalau mendengar bunyi yang terlalu keras atau merasa terganggu oleh banyaknya orang yang berusaha menerima perhatiannya. Bawalah beliau ke kamarnya dan tenangkan dengan menimang-nimang hingga menjadi hening atau tertidur.

6. Penyakit

Ketika bayi Anda sakit, beliau mungkin menangis dengan erangan yang lemah. Itu ialah caranya berkata, “Aku merasa sedih.” Jika bayi Anda terlihat sakit, ukurlah suhu badannya dan konsultasikan dengan dokter keluarga Anda. Anda terutama harus segera memeriksakannya jikalau beliau menolak minum susu, mengalami problem pernafasan, demam, muntah (gumoh), perut kembung, kejang dan gejala lainnya.

7. Kesepian

Selain makan dan tidur, bayi juga memerlukan perhatian dan belaian kasih sayang. Bayi seringkali menangis hanya untuk menerima kehangatan pelukan Anda. Berbeda dengan makan dan tidur, yang merupakan kebutuhan fisik dan dampaknya pribadi terasa jikalau bayi tidak mendapatkannya, kebutuhan emosional tidak berdampak langsung. Kekurangan perhatian dan kasih sayang gres akan berdampak dalam jangka panjang. Bila seorang bayi sering dibiarkan terus berteriak dan menangis tanpa ada yang memerhatikan, beliau akan berkesimpulan bahwa tidak seorang pun peduli dengannya. Pada akhirnya, beliau akan menumbuhkan apatisme untuk meminta pertolongan, yang berdampak buruk bagi hubungannya dengan orang lain. Bila orang renta kadang menanggapi dan kadang tidak, beliau akan menyimpulkan bahwa dunia penuh ketidakpastian dan tidak aman baginya. Hal ini juga akan membuatnya sulit menyebarkan kepribadian yang sehat.

Anak yang kurang menerima kasih sayang dan perhatian dapat menjadi tertutup (introvert) dan menarik diri dari pergaulan.

Perlakuan Anda terhadapnya akan membekas dan menjadi teladan baginya dalam memperlakukan orang lain. Karena itu, jangan biarkan jikalau bayi Anda menangis, meskipun tampaknya “hanya” sekedar ingin mendapat perhatian.

8. Frustrasi

Bayi Anda gres berguru mengontrol tangan, lengan, dan kaki. Dia mungkin berusaha untuk memasukkan jari-jarinya ke mulutnya atau untuk meraih mainan yang sangat menarik, tapi tubuhnya tidak mampu diajak bekerja sama. Dia menangis karena frustrasi tidak dapat melaksanakan apa yang beliau ingin lakukan. Dia hanya membutuhkan sedikit pertolongan Anda untuk melakukannya.

9. Khawatir/Takut

Bayi Anda mungkin menangis ketika digendong seseorang yang belum pernah dilihatnya. Dia merasa khawatir atau takut dan mencoba memberitahu Anda dengan menangis. Bayi Anda membutuhkan waktu untuk mengenal orang itu semoga tidak lagi takut padanya.

10. Bosan

Bayi Anda yang telah duduk di kursinya selama 15 menit ketika Anda asyik berbicara dengan sahabat Anda mungkin merasa bosan. Dia perlu sesuatu yang gres untuk dilihat atau disentuh dan mengungkapkannya dengan menangis. Memberinya mainan atau mengganti posisi duduknya akan membantu menenangkannya.

Wassalam,

intisari : http://majalahkesehatan.com/10-sebab-mengapa-bayi-menangis/
image source

Jumat, 23 September 2016

Mudah Kok Menasehati Anak


Assalamualiakum wr wb, salam cerdas kreatif.
Beberapa orang bau tanah mengeluhkan betapa susahnya menasehati anak-anaknya? Padahal semua itu akan menjadi mudah bila kita sebagai orang bau tanah tahu cara yang sempurna untuk menasehati anak.

Yups ... berikut ini yaitu cara memperlihatkan nasihat yang sempurna pada anak (saya intisarikan dari http://tanggapustaka.com/):

1. Mulai dengan pertanyaan dan bukan pernyataan.
Misalnya anak kita pulang telat dari waktu yang ditentukan. Sebaiknya mulailah dengan pertanyaan, “Eh anak mama… habis dari mana kok gres sampai?” Jangan mulai dengan, “Kamu pulang terlambat, main dulu ya…?!”

2. Jangan paksa apabila anak belum ingin bicara.
Tiap anak memiliki tipe yang berbeda. Ada anak yang ingin eksklusif ditanya dan menjelaskan ketika itu juga. Ada tipe anak yang ingin diam, istirahat bersih-bersih tubuh dulu, gres setelah merasa nyaman mau ditanya. Ada juga anak yang ingin kita duduk di sampingnya, kemudian ia bicara sendiri sebelum ditanya. Hal ini penting sekali untuk diketahui semoga tidak ada yang merasa disakiti antara orangtua dan anak. Jika kita berhasil mengetahui ciri masing-masing anak, pasti kita akan bisa mengajaknya untuk berdialog.

3. Tugas kita yaitu hanya bertanya dan mendengar saja.
Pada ketika anak beranjak dewasa, ubahlah cara mendidiknya. Jangan samakan dengan cara mendidik ketika anak masih di kursi TK atau SD. Kasus terbesar dan sering terjadi antara orangtua dengan anaknya yaitu tidak menyadari bahwa anak sudah beranjak dewasa.

Kondisi anak yang sudah beranjak berakal balig cukup akal cenderung lebih membutuhkan tumpuan asuh yang lebih mengakomodasikan kepentingan anak, menyerupai ingin mengambil keputusan sendiri, bukan mematuhi apa yang diputuskan oleh orangtua. Ini sangat indah alasannya anak akan bisa mengambil keputusan sendiri ketika ia berada jauh dari orangtuanya.
Jadi, peran kita setelah bertanya pada ketika yang sempurna yaitu mendengar dan merespon secara positif. Hal itu untuk menunjukkan bahwa kita tidak hanya mendengar, melainkan “menyimak” dan merespon dengan baik ceritanya.

4. Bersabarlah untuk terus mendengarkan, jangan bicara, berkomentar, atau menasihati hingga anak meminta Anda berbicara.
Mungkin bisa 15 menit, 30 menit, atau 2 jam anak kita bercerita, jangan sekali-kali Anda bosan untuk mendengarkannya. Kapan saatnya boleh berbicara? Saat anak Anda sudah mengeluarkan kalimat, “Oh iya Ma, gimana Ma… menurut Mama bener gak sih aku?” atau “Oh iya Ma, menurut Mama, mestinya saya harus bagaimana…?” atau pertanyaan anak lainnya semoga Anda nemberi pendapat. Apabila anak sudah puas berbicara dan sudah mengeluarkan kalimat semacam itu, indera pendengaran dan hatinya sudah siap dan terbuka lebar untuk mendapatkan masukan dari kita.

5. Sampaikan nasihat dalam bentuk metafora atau dongeng pengalaman masa lalu.
Jangan terpancing untuk memberi nasihat langsung. Akan sangat baik jikalau menggunakan sebuah dongeng yang menggambarkan pengalaman kita atau orang lain yang menyerupai dengan kasus yang dialami oleh anak kita. Ceritakan yang detail tanpa bermaksud untuk menyindir. Kemudian, jelaskan pesan tersirat dari kisah yang Anda ceritakan. Sisipkan nasihat-nasihat Anda yang sesungguhnya dalam pesan tersirat dongeng tersebut semoga anak tidak menyadari bahwa bahwasanya ia sedang dinasihati.

6. Akhiri pembicaraan dengan membiarkan anak menentukan pilihan yang terbaik bagi dirinya.

7. Jangan risaukan pilihan atau keputusan anak.
Anda tidak perlu takut atau risau akan pilihan dan keputusan anak. Jika anak salah dalam memilih atau memutuskan, itu bahwasanya bab dari proses berguru dan pendewasaan mental anak. Ingatlah, peran orangtua yaitu bukan membuat anak tidak pernah melaksanakan kesalahan, melainkan anak bisa berguru dari kesalahannya atau tidak mengulangi kesalahan yang sama yang pernah dibuat oleh orang lain.

Semoga bermanfaat, wassalam

Kamis, 22 September 2016

Mengembangkan EQ (Kecerdasan Emosi) Si Kecil


Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

Tentunya Anda sudah seringkali dan cukup familiar dengan apa yang dikatakan sebagai tentangan terbesar IQ (kecerdasan akal), yaitu EQ (kecerdasan emosi). IQ tinggi yang dimiliki oleh seseorang, tidak akan berkembang dengan baik dalam kehidupan sosialnya apabila tidak didukung juga dengan EQ yang bagus.

Begitu juga halnya dengan buah hati Anda. Jika Anda tidak yakin mengapa EQ menjadi sebegitu pentingnya bagi perkembangan dan kehidupan anak, coba lihat sekeliling Anda. Pernahkah Anda menemui orang yang sebegitu pandainya tetapi dalam kehidupan social ia justru tampak jauh tertinggal. Jangankan sahabat baik ataupun membangun korelasi dan network, untuk berinteraksi dengan orang lain pun sepertinya yakni hal yang absurd baginya. Sayangkan, kepandaiannya menjadi sia-sia belaka.

Sebagai orang tua, toh Anda perlu sadari bahwa kalau si anak cukup cerdas emosinya, maka kemungkinan ia untuk hidup bahagia dan sukses akan terus meningkat. Kami ingin menyebarkan beberapa cara untuk mengembangkan kecerdasan emosi si kecil kesayangan Anda¦

Beri pola teladan
Anak sudah pasti akan memalsukan apa yang dilakukan orang tuanya. Mereka mencontoh cara Anda menghadapi dan menyelesaikan permasalahan, melihat apakah Anda bisa menyadari apa yang Anda rasakan dan menyerupai apa reaksi Anda terhadap perasaan orang lain.

Jangan ragu berkata TIDAK
Tidak semua impian anak harus dipenuhi. Mengucapkan kata tidak atau menolak apa yang diminya olehnya akan membuat ia berguru ntuk mengatasi kekecewaan dan mengontrol emosinya sendiri. Kebiasaan menerima apa yang diinginkannya dengan mudah tidak akan membuatnya bahagia, malah akan membuatnya lemah dan manja. Tapi ingat, jangan berlebihan dan terlalu pelit untuk bilang IYA.

Ajari tanggung jawab
Ajari si kecil untuk bertanggung jawab semenjak dini. Anak yang terbiasa melakukan peran rumah tangga semenjak dini akan cenderung lebih bahagia dan sukses ketika dewasa. Ini dikarenakan ia telah dibiasakan untuk menyadari eksistensi dan perannya yang sangat pentig dalam keluarga. Si kecil juga perlu menerima penghargaan setimpal dengan apa yang sudah susah payah dilakukannya.

Awas pengaruh media
Jangan biarkan buah hati Anda dibesarkan dan diatur oleh media. Biarkan ia bermain dengan bebas, dan jangan biarkan ia menghabiskan lebih banyak waktunya di depan layer televisi atau computer. Justru dengan bermain dengan bebas di luar bersama teman-temannya, ia akan mengembangkan ketrampilannya menyelesaikan problem dan kreativitasnya dengan baik.

Jangan hanya menjadi ‘juri’
Belajarlah untuk mengenali perasaan tanpa harus menunjukkan penilaian. Misalnya, kalau anak menangis, tanyakan padanya mengapa merasa sedih. Ini akan lebih efektif dibanding dengan menyuruhnya berhenti menangis. Justru dengan menekan apa yang dirasakannya malah akan membuat perasaan tersebut terpendam dan mengerak.

Pandangan positif
Apa yang Anda pikirkan yakni apa yang nantinya akan terwujud nyata. Jangan anggap buah hati Anda sebagai masalah. Bila iya, maka keluarga Anda juga akan menemui banyak masalah. Jangan berpikiran negativf bahwa ia yakni sosok yang nakal, alasannya yakni ia akan menjadi menyerupai yang ada dalam pikiran Anda nantinya. Kembangkan kecerdasan si kecil dengan menganggapnya dan berpikiran positif bahwa ia yakni sosok yang luar biasa dan bisa mengatasi masalahnya.

Semoga bermanfaat, wassalam
Sumber: hanyawanita.com

Anak Susah Makan, Boleh Diganti Susu?



KOMPAS.com - Menghadapi balita yang susah makan memang tidak mudah. Padahal, agresi "tutup mulut" yang dilakukannya sering membuat cemas para ibu mengingat pada periode tumbuh kembangnya anak membutuhkan asupan yang bernutrisi. Agar balita tidak kekurangan gizi, para ibu boleh menunjukkan susu yang memang kaya zat gizi.

"Susu dapat digunakan sebagai alternatif perhiasan kebutuhan kalori, vitamin dan proteinnya," kata Ida Ruslita Amir, M. Kes dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) pada Launching Susu Kental Manis Frisian Flag Gold, (14/07/10) di Jakarta.

Setiap orang tidak terkecuali belum dewasa membutuhkan asupan gizi seimbang. "Asupan gizi seimbang terdiri dari makro nutrien, yang meliputi karbohidrat, lemak, protein dan mikro nutrien yang terkandung dalam vitamin dan mineral. Vitamin dan mineral difungsikan sebagai zat pengatur dan anti oksidan," kata Ida.

Orangtua juga mampu menyiasati anak yang susah makan dengan menunjukkan alternatif pengganti. Misalnya kalau anak tidak mau makan nasi, berikan mi atau roti. Bila anak tidak menyukai susu, berikan makanan olahan dari susu, ibarat puding, es krim, atau keju.

Kendati demikian, susu, terutama susu kental manis sebaiknya dikonsumsi anak di atas umur satu tahun alasannya yaitu metabolisme tubuhnya telah dapat mendapatkan makanan selain ASI. Bayi sampai dia berusia satu tahun difokuskan untuk minum ASI.

sumber: http://kesehatan.kompas.com/read/2010/07/15/09134156/Anak.Susah.Makan..Boleh.Diganti.Susu
image: SHUTTERSTOCK

Rabu, 21 September 2016

Mengukur Kemampuan Kreatifitas Anak


indosiar.com - Ketika anak balita Anda jatuh dan bab tubuhnya membentur meja, apa yang harus dilakukan ? Memarahi anak alasannya tidak hati-hati ? Mengatakan meja yang pembangkang kepada anak dan membelanya dengan memukul meja ? Salah-salah meja akan terus menjadi objek dendam anak.

Sebagai orang tua, bila kita salah bertindak dikala menghadapi hal itu, bisa berakibat fatal menjadikan anak lemah mengatasi masalah, atau dalam bahasa psikologi disebut dengan proven solving.
Mengapa ? Karakter anak yang berdikari (mampu membimbing dirinya sendiri) terbentuk semenjak balita. Masa balita yaitu masa anak menangkap dan mengingat perlakuan yang dilihat dan diterimanya. Saat itu, kecerdasan dan kreatif anak berkembang. Jika kita tidak memahami dan memperhatikan, salah-salah sifat anak akan jauh dari kemampuan kecerdasan dan kreatifitas.

Dalam seminar Peran Orang renta Dalam Menstimulasi Anak Cerdas Berkualitas di Rumah Sakit Harapan Kita, psikolog anak Rumah Sakit Harapan Kita Dra Anie Lurfia Perbowo mendeskripsikan kriteria anak cerdas dan kreatif ke dalam beberapa aspek. Yakni :
- Kemampuan umum
- Kreativitas
- Motivasi diri

Peran ketiganya sama penting. Meski seseorang berpotensi intelektual dan berkreativitas tinggi, namun bila dalam menghadapi peran kurang menawarkan motivasi maka yang bersangkutan tak akan berhasil. Sebaliknya, bila berkemampuan dan kreativitasnya dalam taraf sedang namun memiliki motivasi diatas rata-rata, maka dikatakan berpotensi.

Cerdas Versi IQ
Umumnya orang beranggapan hasil tes IQ berkaitan dengan kecerdasan. Anak ber-IQ 130 dianggap berkemampuan luar biasa dalam segala bidang. Jika anak hebat olahraga namun ber-IQ taraf rata-rata, atau anak yang nilai matematikanya jeblok dan IQ-nya taraf rata-rata, maka dianggap anak bodoh.
Pemahaman ibarat itu tak tepat, IQ hanya mengukur kemampuan linguistik dan nalar matematika sedangkan KECERDASAN mengacu pada kemampuan problem solving.

Hasil tes IQ anak perlu dikritisi. Orang renta perlu menanyakan bisakah dan bagaimana cara mengoptimalkannya. Orangtua jangan cepat puas punya anak yang ber-IQ TINGGI lalu lupa untuk terus mendampingi dan menstimulasi anak. Sebaliknya jangan pula bersedih hanya gara-gara anak dinyatakan nilai IQ taraf DIBAWAH RATA-RATA, menganggap anak tak cerdas padahal mungkin saja belum diasah secara maksimal.

Kenyataannya IQ TINGGI tak menjamin yang bersangkutan berhasil dalam kehidupannya kelak, perannya hanya sebesar 20%. Banyak pola yang mengambarkan hal tersebut antara lain orang yang berIQ TINGGI, namun belum tentu bisa berempati atau melaksanakan tindak pidana.
Lantas bagaimana menilai anak memiliki kreatifitas atau tidak, bila kemudian angka yang didapat kurang dari 70 dikala test IQ.

Untuk mengetahui apakah anak kita kemudian bisa menjadi kreatif, Spesialis Anak RS Harapan Kita DR.SC. Utami Munandar lebih memilih anak melaksanakan uji analisa CQ (Creativity Quotient), EQ (Emotional Quotient), SQ (Spiritual Quotient). Secara harfiah, untuk menggambarkan arti kreativitas sesungguhnya. "Arti kreativitas yakni sebagai kemampuan yang mencerminkan kelancaran keluwesan, orisinalitas berfikir dan kemampuan elaborasi (mengembangkan, memerkaya, merinci) suatu gagasan atau CQ (Creativity Quotient).

Banyak kita dapati perlakuan dan tindakan anak dengan banyak sekali polah dan tingkah laku. Sehingga lisan kreativitas anak kerap mengakibatkan efek kurang berkenan bagi orangtua. Orangtua melarang anak merobek-robek kertas alasannya takut rumah jadi kotor, atau berteriak dikala anak main pasir alasannya takut anak terkena kuman. Padahal tiap anak memiliki lisan kreativitas yang berbeda, ada yang terlihat suka mencoret-coret, beraktivitas gerak, berceloteh, melaksanakan eksperimen, dan seterusnya. Berarti penyikapan orangtua ibarat itu menghambat kreativitas anak.

Unsur emosi EQ (Emotional Quotient) dalam kecerdasan yaitu bab berikutnya yang perlu diperhatikan. Kecerdasaan emosi merupakan kemampuan mengidentifikasikan emosi, mengekspresikan perasan, mengendalikan dan menunda ledakan emosi, memahami perasaan orang lain (empati), bisa mengikuti keadaan secara sosial.

SQ (Spiritual Quotient) bukan RQ (Religious Quotient) 

RQ yaitu ketrampilan dalam melaksanakan semua aturan agama yang dianutnya. SQ yaitu kemampuan untuk berbuat sesuatu dengan kata hatinya yang manifenstasinya terlihat dikala berinteraksi dengan sesama; misal bersikap ramah pada siapapun tanpa memandang suku atau agama misalnya.

Jika anak balita memiliki SQ paling tinggi, ia jujur mengungkapkan sesuatu beradsarkan apa yang ada di lubuk hatinya. Bila tak suka, anak balita akan bilang tak suka, tak memanipulasi jawabannya. Sejalan bertambahnya usia, SQ akan menurun, akhirnya orangtua harus terus mengajarkan anak untuk menyebarkan SQ-nya, misal mengajarkan anak bahwa kakak menolong adik bukan alasannya dilandasi kewajibannya sebagai kakak semata, namun dilandasi nilai kasih saying pada adik.

Kemampuan IQ tinggi dengan dibarengi EQ belum cukup bila tidak dibarengi oleh SQ. Misalnya pada kasus mengerjar uang dan jabatan dengan cara mengabaikan apakah intelektual dan emosi yang digunakan telah menyingggung atau merugikan orang lain.

Jika semua unsur tadi sudah terpenuhi apakah kemudian anak sudah bisa dibilang tepat ?

Pakar Sosilog anak DR Howard Gardner dalam riset yang dilakukannya mendapati adanya kecerdasan anak yang majemuk. Dalam kesimpulannya, tidak ada anak terbelakang dan pintar. "Yang ada anak yang menonjol dalam salah satu atau beberapa jenis kecerdasan" ujarnya.
Sikap dan pengetahuan orangtuanyalah yang menentukan apakah potensi kecerdasan anak akan berkembang atau justru padam.(Her/Ijs)

sumber : http://www.indosiar.com/ragam/73517/mengukur-kemampuan-kreatifitas-anak

Selasa, 20 September 2016

Awas! Pasta Gigi Bisa Merusak Otak


Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif

Liputan6.com, Florida: Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peniliti dari Universitas Florida menemukan efek berbahaya dari pasta gigi dan sabun. Penelitian ini menyampaikan bahwa kandungan triclosan dalam pasta gigi, kalau digunakan secara berlebihan dapat menimbulkan kerusakan otak pada janin.

Seperti dilansir Zee News, Rabu (1/12), triclosan yang semenjak 50 tahun lalu dipercaya dapat membunuh bakteri, ternyata dapat menghambat anutan darah ke rahim. Terganggunya anutan darah yang bermuatan oksigen ialah penyebab utama terjadinya kerusakan jaringan otak pada janin.

Dalam penilitian ini, para peneliti melaksanakan tes pada seekor domba dan hasil tes menyampaikan terganggunya hormon estrogen pada anak domba. Hormon esterogen membantu arteri utama tetap terbuka untuk membawa darah yang penuh dengan oksigen ke dalam futus. Jika hormon ini terlalu sedikit, maka arteri itu akan menyempit dan suplai oksigen akan terhambat.

"Penelitian kami menemukan efek berbahaya dari triclosan. Saat ini kami masih belum mengetahui seberapa jauh triclosan dapat menghipnotis kerusakan pada otak janin. Kami merasa perlu untuk melaksanakan penelitian lebih lanjut mengenai kasus ini," kata Pimpinan Penelitian Universitas Florida Profesor Margaret James.

Triclosan selama ini sering digunakan pada campuran pasta gigi, deodoran, sabun basuh tangan sampai cairan pembersih badan dan bahkan mainan anak-anak.

Badan AS yang mengurusi problem makanan dan obat-obatan (Food and Drug Administration), ketika ini melaksanakan penelitian ulang perihal ancaman triclosan. (zeenews/Des/MLA)

Wassalam,
sumber: http://kesehatan.liputan6.com/info/201012/309358/Awas.Pasta.Gigi.Bisa.Merusak.Otak

Senin, 19 September 2016

Lebih Cerdas dan Kreatif dengan Alunan Musik

Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

Musik tidak cuma merupakan materi hiburan yang memanjakan telinga. Alunan bunyi yang berirama ini bisa dimanfaatkan untuk merangsang janin semoga kelak menjadi anak cerdas dan kreatif. Bahkan musik bisa dipakai untuk memutar janin sungsang kembali ke posisi normal.

Sumber : Majalah Intisari Dibandingkan dengan kemampuan rata-rata anak seusianya, anak dari Ny. Ir. Catharina (30) jauh lebih baik. Ketika berusia dua bulan, anaknya sudah bisa tertawa terbahak-bahak. Di usia 3,5 bulan, sudah bisa melepas kacamata kakeknya. Bahkan, ketika umurnya menginjak empat bulan, sudah bisa bersalaman. Semua itu bukan tanpa sebab. Ketika hamil, Ny. Catharina ingat dongeng orang tuanya bahwa musik klasik karya Wolfgang Amadeus Mozart bisa membuat perkembangan otak kepingan kanan janin dalam kandungan menjadi lebih baik sehingga meningkatkan kemampuan afektif si anak. Dari situlah ia lalu berusaha untuk selalu mendengarkan musik klasik.

Dalam perjalanan ke kantornya, musik yang buat banyak orang terasa berat itu terus mengalun dari kaset di dalam mobilnya. Baginya mendengarkan musik klasik bukanlah aktivitas abnormal apalagi membosankan karena kebetulan ia pencinta musik klasik. Ia justru terhibur di tengah-tengah kemacetan lalu lintas ibukota. Kedua kepingan otak harus imbang

Mendengarkan musik klasik sebetulnya merupakan episode dari beberapa stimulasi yang biasanya diberikan oleh ibu hamil kepada janin di dalam kandungannya. Demikian kata Prof. Dr. Utami Munandar dalam seminar "Pengaruh Mendengarkan Musik Klasik terhadap Janin dan Kehamilan", di Jakarta, November silam. Menurut guru besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia itu, stimulasi tersebut meliputi stimulasi fisik-motorik dengan "mengelus-elus" jabang bayi melalui kulit perut sang ibu, stimulasi kognitif dengan berbicara dan bercerita kepada janin, dan stimulasi afektif dengan menyentuh perasaan bayi. Makin sering dan teratur perangsangan diberikan, makin efektif pengaruhnya.

Pada janin, musik akan merangsang perkembangan sel-sel otak. Perangsangan ini sangat penting karena masa tumbuh kembang otak yang paling pesat terjadi semenjak awal kehamilan sampai bayi berusia tiga tahun. Namun, menurut dr. Jimmy Passat, jago saraf dari FKUI-RSCM, dan Isye Widodo, S.Psi, koordinator Parent Education Program RSAB Harapan Kita, Jakarta, intervensi ini haruslah seimbang. Orang bau tanah sebaiknya tidak hanya menstimulasi kemampuan otak kiri, tetapi juga otak kanannya. Oleh para pakar, organ pengontrol pikiran, ucapan, dan emosi ini memang dibedakan atas dua belahan, kiri dan kanan, dengan fungsi berbeda.

Otak kanan berkaitan dengan perkembangan artistik dan kreatif, perasaan, gaya bahasa, irama musik, imajinasi, lamunan, warna, pengenalan diri dan orang lain, sosialisasi, serta pengembangan kepribadian. Sementara otak kiri merupakan daerah untuk melaksanakan fungsi akademik ibarat baca-tulis-hitung, daya ingat (nama, waktu, dan peristiwa), logika, dan analisis. Oleh karena itu, bila stimulasi dilakukan secara seimbang, dibutuhkan anak yang dilahirkan kelak tidak cuma memiliki kemampuan akademik yang baik tetapi juga kreatif. Kalau beliau cerdik matematika, beliau juga bisa berbahasa, menulis, dan mengarang dengan baik.

Sementara itu bagi ibu hamil, musik - terutama yang klasik - bisa membebaskannya dari stres akhir kehamilan. Ini sangat baik sebab, menurut dr. Suharwan Hadisudarmo Sp.OG. MMR, stres yang tidak dikelola dengan baik, akan berdampak buruk bagi ibu yang bersangkutan dan perkembangan janin di rahimnya. Stres pada wanita hamil akan meningkatkan kadar renin angiotensin, yang memang sudah meningkat pada wanita hamil sehingga akan mengurangi sirkulasi rahim-plasenta-janin. Penurunan sirkulasi ini menjadikan pasokan nutrisi dan oksigen kepada janin berkurang. Perkembangan janin pun terhambat.

Hambatan macam ini bisa dihilangkan atau dikurangi bila si ibu mendengarkan musik klasik, terutama karya Mozart. Memang, tidak setiapibu hamil menyukai musik klasik. Namun, jika didengarkan secara berulang-ulang sampai hafal, akan terasa letak indahnya musik klasik ini. Keindahan dan ketenangan inilah yang membuat musik klasik itu istimewa. Cukup 30 menit sehari

Mungkin semua jenis musik, dari yang tradisional sampai modern, bisa pula dimanfaatkan untuk hal yang sama. Namun, sampai ketika ini yang sudah diteliti dan menunjukkan hasil positif gres musik klasik, terutama karya Mozart. Jenis musik ini terbukti efektif dalam menstimulasi perkembangan otak kepingan kanan dari janin. Menurut Suzuki (1987), ibarat dikutip Utami, bila anak dibesarkan dalam suasana musik Mozart semenjak dini, jiwa Mozart yang penuh kasih sayang akan tumbuh juga dalam dirinya. Mendengar alunan musik yang tenang, jantung si janin berdenyut dengan hening pula. Bahkan, setelah dilahirkan mendengarkan musik klasik juga memberi pengaruh baik bagi si bayi.

Sekadar contoh, ibarat diberikan Utami, seorang bayi berusia tiga bulan, yang semenjak lahir sering diputarkan musik klasik, bisa menggerakkan badannya sesuai dengan iramanya. Jika irama makin cepat menuju klimaks, gerakan bayi lebih cepat dan aktif, dan ketika musik berhenti beliau menunjukkan ketidaksenangan. Sementara untuk merangsang kepingan otak kiri yang bertanggung jawab terhadap kemampuan akademik, tambah Isye, musik dengan syair yang mendidik terbukti memberi pengaruh baik. "Saya menggunakan lagu-lagu bawah umur Indonesia. Itu merupakan eksperimen saya sendiri.

Nah, intervensi yang saya gunakan selama ini ternyata ada gunanya. Bayi yang dilahirkan, ketika berusia dua tahun ternyata memiliki kemampuan komunikasi pasif dan aktif ibarat anak usia empat tahun. Contoh lainnya, bayi berusia tiga bulan umumnya belum ada tanda-tanda mengeluarkan kata-kata ''a-e-o''. Tapi bayi yang, ketika masih dalam kandungan, mendapat terapi musik sudah bisa mengeluarkan kata-kata itu, kemampuan berbahasanya lebih cepat," ungkapnya. Isye juga menyatakan, lagu bawah umur yang dipilih untuk terapi cukup dua tiga lagu. Musik bersyair itu misalnya lagu bawah umur ciptaan Ibu Sud atau Ibu Kasur. Menurut dia, Pelangi-Pelangi merupakan lagu paling disukai. "Pada simpulan lagu itu ''kan ada syair ''... ciptaan Tuhan''. Kaprikornus semenjak janin, calon anak ini sudah mengenal kata Tuhan," jelasnya. Stimulasi perkembangan otak janin ini bisa dilakukan semenjak usia kehamilan 18 - 20 minggu.

Menurut Harold I. Kaplan, Benjamin J. Sadock, dan Jack A. Grebb, pada usia itu janin sudah dapat mendengar. Dia juga sudah bisa bereaksi terhadap bunyi dengan memberi respons berupa kontraksi otot, pergerakan, dan perubahan denyut jantung. Bahkan, pada usia itu perkembangan mental emosional janin sudah dapat dipengaruhi musik. Mendengarkannya bisa dilakukan di mana saja. Namun, untuk tujuan terapi sebaiknya dilakukan di daerah khusus untuk terapi dan dipandu oleh pakarnya. "Di daerah terapi ini akan tercipta suasana kebersamaan. Dengan kebersamaan itu, mereka bisa bertukar pengalaman dan sebagainya, sehingga ketika menghadapi persalinan persiapan mental mereka sudah bagus dan rasa percaya dirinya juga bagus," terang Isye. Di samping itu ibu hamil dianjurkan pula mendengarkan musik di rumah secara teratur.

Dalam melaksanakan terapi musik, ibu hamil mesti melalui tahapan relaksasi fisik dan mental sebelum memasuki tahapan stimulasi terhadap janin. "Untuk mencapai rileks fisik saya menunjukkan relaksasi progresif di mana ibu-ibu mengendurkan dan mengencangkan otot-ototnya, mengatur pernapasan dan sebagainya. Setelah secara fisik rileks, gres memasuki relaksasi mental. Dalam relaksasi mental, saya mengucapkan kata-kata yang bersifat sugesti dan menguatkan.

Kaprikornus secara fisik mereka rileks, dan saya membawa mereka ke dalam suasana di mana mereka bisa melupakan semua konflik yang mereka rasakan sebelumnya. Mereka hanya berkonsentrasi untuk terapi. Pada ketika diberi instruksi-instruksi untuk relaksasi, diperdengarkan alunan musik yang bisa membangkitkan perasaan rileks.


Wassalam,
sumber: http://id.shvoong.com/humanities/1640982-anak-cerdas-dan-kreatif-berkat/