Tampilkan postingan dengan label makanan bayi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makanan bayi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Desember 2017

One Dish Meal untuk Mpasi

Namanya serem banget yak, one dish meal. Tentunya bagi yang tidak tahu, makanan ini kesannya menyeramkan banget ya, susah bikinnya dan kebule-an banget. Padahal one dish meal itu bergotong-royong sederhana sekali. Nah, buat Mpasi bayi, one dish meal bisa jadi andalan kalau si bayi lagi mogok makan, GTM, ribet makan alasannya tidak bisa diam, tidak suka disuapi dan terakhir pengen makan sendiri.

Aha! Cuta sedang mabuk pengen makan sendiri dia. Memang sih, di umurnya yang sudah 15 bulan ini, harusnya beliau sudah mulai bisa makan sendiri. keinginannya untuk menyuapi diri sendiri sudah terlalu besar, padahal skill menyendoknya masih terbatas. Kaprikornus menurut saya, one dish meal bisa menjadi jawaban yang ampuh untuk mengatasi anak yang sedang berguru makan.

Nah, apa itu one dish meal? Jawabannya simple banget. One dish meal yaitu salah satu jenis makanan yang kandungan di dalamnya seimbang antara serat, air dan nutrisi menyerupai karbohidrat, protein, lemak, vitamin serta mineral lainnya dan disajikan dalam satu piring.

Contohnya, makanan pasta (karbohidrat) dengan sayur (serat, vitamin dan mineral) dan daging (protein dan lemak) yang disajikan secara gotong royong tanpa dipisah-pisah, itu sudah termasuk one dish meal. Bentuk konkretnya yaitu spageti (ketahuan emaknya Cuta suka spageti!).



Nah kembali ke duduk perkara Cuta saya. Dia sudah pengen makan sendiri tapi kemampuan menyendoknya masih terbatas alias makanannya beleber ke pipi dan balasannya kebuang percuma. Saya cari-cari solusinya, jawabannya memang one dish meal namun yang bisa dipegang. Kaprikornus perpaduan antara one dish meal dan finger food. Dan ternyata makanan itu bisa berjenis perkedel, nuget yang ditambahkan karbo menyerupai nasi, kroket, sosis, roti dadar isi daging, makaroni scotel yang digoreng dijadikan nuget, martabak dan lainnya.

Saya coba search resep-resepnya di milis Mpasi Rumahan dan ternyata banyak. Namun kendalanya yaitu hampir kebanyakan resep one dish meal plus finger foodnya itu digoreng yang rentan sekali dengan resiko panas dalam. Memang sih ada alternatif lain, dipanggang, namun cara memasak Mpasi dengan memanggang paling cantik dengan menggunakan oven. Masalahnya yaitu aku tidak punya oven. yah, selesailah sudah!

Namun, rasanya masih bisa mengurangi resiko minyak dengan memanggang di teflon. Walau teksturnya mungkin tidak sesempurna oven, namun setidaknya bisa mengurangi minyak berlebihnya.

Nah, bagi mommy yang punya pengalaman menyerupai saya, please sharing dong info resep one dish meal plus finger foodnya? Atau ada yang punya tips memanggang tanpa oven?

Kamis, 07 Desember 2017

Kerang untuk Makanan Bayi

Makanan bayi sehat - Sebagai salah satu makanan laut, kerang tentu memiliki kandungan protein yang tinggi. Protein memiliki manfaat yang indah untuk pertumbuhan anak. Hanya saja, menyerupai halnya udang, tentu kerang tidak mampu diberikan secara sembarangan kepada bayi.

Alergi kerang mampu menjadikan dampak serius bagi kesehatan anak. Faktor utama yang patut dipertimbangkan adalah  riwayat kesehatan keluarga, khususnya mengenai penyakit atopik menyerupai asma dan alergi.

Jadi, kapan bayi boleh makan kerang?
Biasanya, dokter akan menyarankan bayi sampai umur 9 bulan untuk memberi anak makanan berupa jenis ikan (seperti salmon) dan setahun untuk kerang (sama halnya dengan udang dan lobster). Namun pada beberapa kasus, khusus untuk bayi dengan riwayat alergi menyerupai di atas,  kerang sebaiknya gres diberikan dikala anak berumur 3 tahun.

Bagaimana Memperkenalkan Kerang untuk Bayi
Setelah mengetahui kapan belum dewasa mampu makan kerang, langkah berikutnya yakni untuk mengetahui bagaimana memberi makan kerang untuk bayi.

Metode pertama tentunya dengan memperkenalkan kerang hanya satu jenis setiap sekali pemberian. Campur kerang dengan bubur, jangan menyampaikan dalam bentuk finger food.

Perkenalkan kerang dalam keadaan benar-benar matang, bukan setengah mentah menyerupai pada sushi. Kerang mungkin mengandung virus dan basil yang tidak menjadikan dampak bagi orang dewasa, tetapi berbahaya bagi anak-anak.


Seperti teori 4 day wait rules, tunggulah sampai tiga hari sebelum memperkenalkan materi makanan gres pada anak. Rentang waktu ini akan memungkin Ibu untuk melihat reaksi alergi.  Perhatikan pula tanda-tanda alergi yang ditampakkan pada bayi. Apakah mereka memperlihatkan gejala menyerupai diare, muntah, kram perut, ruam dan pembengkakan pada wajah, bibir atau pengecap setelah makan kerang. Hubungi dokter kalau gejala tersebut ditunjukkan oleh anak.

Apa itu Alergi Kerang?
Meskipun kerang termasuk ke dalam seafood, alergi kerang berbeda dengan alergi ikan alasannya secara biologis, kerang dan ikan berbeda.

Ada dua jenis alergi kerang:
•    Krustasea menyerupai lobster, kepiting, atau udang
•    Moluska menyerupai kerang, tiram, mussels, dan clams

Dalam kasus alergi terhadap kerang, sistem kekebalan badan seseorang akan bereaksi berlebihan terhadap protein yang ditemukan dalam kerang. Itu alasannya setiap kali makan kerang, badan akan berpikir ada penyerang yang berbahaya.

Sistem kekebalan badan bekerja keras untuk melawan penjajah dan ini menyebabkan reaksi alergi. Selama proses ini badan melepaskan histamin yang dapat menyebabkan gejala berikut:
•    Penurunan tekanan darah (yang menyebabkan hilangnya kesadaran atau ringan)
•    Pembengkakan
•    bintik-bintik merah
•    hives
•    Mata yang gatal, infeksi atau lembap
•    Diare
•    muntah
•    Sakit perut
•    Sesak tenggorokan
•    bunyi serak
•    Batuk
•    kesulitan bernapas
•    mengi / sesak napas

Setiap bayi yang menyantap kerang dari makanan bayi mereka mungkin mengalami reaksi yang berbeda,tergantung pada jenis kerang yang dikonsumsi.


Rabu, 06 Desember 2017

Makanan untuk Bayi umur 4 – 6 Bulan

Apakah Ibu sedang mencari jenis makanan bayi yang sehat untuk bayi umur 4 bulan?

Meskipun banyak pihak merekomendasikan semoga bayi gres diberi makan mulai umur 6 bulan, tetapi pada beberapa kasus, ada juga yang menunjukkan bayi mereka makanan padat lebih dini mulai dari umur 4 bulan.  Tentu kita tidak mampu sepenuhnya menyalahkan alasannya yaitu mampu jadi sang Ibu sudah berkonsultasi ke dokter.
Sebenarnya, menunggu hingga bayi  berumur sekitar enam bulan untuk memperkenalkan makanan padat dapat membantu untuk melindungi kesehatannya. Hal ini juga mampu mencegah bayi terkena jerawat alasannya yaitu makanna alasannya yaitu di umur itu, sistem kekebalan tubuhnya sudah lebih kuat.

Bayi yang lebih muda akan mendorong makanan keluar dari verbal mereka. Hal ini disebut refleks dorong lidah. Bayi mungkin kehilangan refleks ini sekitar empat bulan, tapi itu tidak sellau berarti ia siap untuk makanan padat. Bayi akan merasa jauh lebih mudah untuk menjaga makanan di mulutnya, dan mengunyahnya, dari usia enam bulan.

Namun, kalau Ibu merasa bayi sudah siap untuk memulai makanan padat sebelum enam bulan, Ibu mampu mulai memperkenalkan sejumlah makanan bayi yang sederhana. Tapi sebaiknya, Ibu konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

baca juga : Kapan Bayi Siap untuk Mpasi Pertamanya?

Jadi kalau Ibu yakin akan memberi bayi mulai umur 4 bulan, berikut daftar makanan yang mampu Ibu berikan.

Sereal
Bisa dimulai dengan sereal beras (bubur tepung beras) dan oatmeal. Sereal ini merupakan materi makanan yang memiliki potensi alergi rendah, sehingga banyak Ibu mulai menunjukkan sereal untuk bayi mereka.

Baca juga : Cara membuat tepung beras untuk Mpasi

Buah-buahan
Baru mampu disajikan mentah setelah berusia 8 bulan, untuk bayi lebih muda, maka sebaiknya diberikan dalam bentuk puree. Khusus untuk bayi 4 bulan, mampu dimulai dengan apel, pir, pisang dan alpukat. Pisang dan alpukat tidak perlu dimasak lagi. Tetapi usahakan memberikannya dalam tekstur sangat halus mendekati cair semoga tidak membuat bayi tersedak.


Sayuran
Ibu juga mampu menunjukkan sayuran, tetapi harus dalam kondisi matang dan tekstur sangat halus. Contoh sayur yang mampu diberikan yaitu ubi jalar, labu. Kukus terlebih dahulu, gres kemudian dihaluskan. Tambahkan ASI atau susu formula untuk membuat teksturnya lembut dan cair.

Baca juga : Puree buah dan sayur

Protein
Belum mampu diberikan protein jenis apa pun.

Produk SUSU
Selain susu formula, jangan berikan bayi umur 4 bulan anda produk susu menyerupai keju ataupun yogurt.






Porsi makan Bayi 4 - 6 bulan
Bayi mungkin hanya akan makan 1/2 sendok makan  untuk pertama kalinya. Jangan paksa bayi untukmenghabiskan makanannya. Porsi akan meningkat saat umurnya lebih tua. Selain itu, penting juga untuk diingat bahwa ASI dan / atau susu formula yang menyediakan untuk total nutrisi bayi di usia ini.

Selasa, 21 November 2017

Memperkenalkan Makanan Padat Pada Bayi

dranak.com

Memperkenalkan Makanan Padat Pada Bayi


Ketika bayi pertama saya berusia 6 bulan  saya mulai memperkenalkan makanan padat diantaranya tepung beras ditambah dengan sayuran yang sudah di blander menggunakan food prosesor pada intinnya makanan bayi mudah di olah dan tidak perlu bumbu penyedap atau yang lainnya karna makanan yang dibuat dengan rasa alami apa adanya jadi wajar kalo bayi untuk pengenalan awal sedikit tidak suka.

Bayi hanya mengenal rasa Susu Asi yang diberikan Ibu dan belom mengenal rasa yang lain untuk melatihnya maka kita sebagai orang renta menunjukkan pola semoga Bayi mau makan makanan yang kita makan,  pada awal memperkenalkan makanan saya mencoba makanan didepan anak saya berulang kali, ketika sang Bayi melihat aktifitas saya yang sedang memakan Bayi pun mulai merespon keinginnannya untuk memakan pada ketika itu kita berikan makan dengan ekspresi senang bahwa makanan ini sangat enak. heheheh.

pada waktu Bayi mencoba makanan pertama kali pasti ada rasa asing dalam dirinya tapi kita sebagai Ayah berikan pola kembali dengan memakan makanan Bayi maka Bayi akan lebih mengerti bahwa ini makanan yang dimakan oleh Ayah dan Ibunya jadi Bayi mau memakannya. lakukan itu setiap Bayi mau makan dan temani makan secara bersamaa, maka Bayi akan mudah mengerti kasih sayang yang diberikan kedua orang tuanya.
  



Umur yang paling baik untuk mengenalkan makanan padat kepada bayi anda yaitu ketika usia 6 bulan. Untuk memenuhi kebutuhannya dalam berkembang, santunan susu saja tidak cukup dan bayi bisa diperkenalkan kepada makanan padat kaya nutrisi. Saat mulai menginjak usia 5 atau 6 bulan, berat tubuh bayi bertambah 2x lipat dari berat badannya ketika lahir, dan akan naik lagi menjadi 3x lipat ketika berusia 12 bulan.


Ibu mungkin akan melihat tanda-tanda berikut pada bayi yang berusia 6 bulan, yang membuktikan ia bisa segera diperkenalkan dengan makanan padat pendamping ASI:
  1. Selalu lapar walau sudah diberi ASI dari kedua payudara atau susu formula(250 ml, 4-5 kali sehari)
  2. Terkadang berdiri ditengah malam, padahal sebelumnya bayi tidur lelap.
  3.  Mulai mengunyah tangan dan memasukkan barang ke dalam mulutnya.

Tahap-tahap mengenalkan makanan padat

Ketika tahap pertama mengenalkan makanan padat, mulailah dengan menunjukkan bubur yang sangat halus sebelum beralih ke bubur yang lebih agresif dan alhasil bisa menyantap makanan keluarga di umur 12 bulan.


Ibu bisa memulai dengan menunjukkan 1 porsi kecil di pagi hari, lalu beri porsi kedua perlahan-lahan setelah 2-3 minggu. Untuk porsi makanan ketiga bisa diperkenalkan 2-3 ahad berikutnya (saat sudah usia menginjak 7 bulan).

Tekstur Makanan

Penting untuk menunjukkan makanan dengan tekstur yang sempurna pada bayi usia 6 bulan sebab jikalau terlalu kental atau kasar, pada tahap awal bayi akan kesulitan dan tidak bisa menelannya, dan bisa jadi tidak mau lagi makan melalui sendok. Sebagai pola pada Usia 6 bulan, ibu bisa menunjukkan bubur beras atau kentang saring yang sangat lembut, lalu perlahan beralih ke bubur pir atau apel.

Bubur Brokoli dan Kentang untuk Bayi

dranak.com

Bubur Brokoli dan Kentang untuk Bayi 0-6 Bulan



Makan Bubur Bayi ini membuatnya sangat mudah, tapi materi baku harus fres jadi kita harus beli hampir setiap hari materi baku makanan olahan untuk membuat Bubur bayi ini.

Nilai gizi per porsi
Energi : 65,7 kkal
Protein : 1,9 g
Lemak : 1,3 g
Karbohidrat : 20,9 g

Bahan :
· 60 gram kentang, kupas dan potong dadu
· 3 kuntum kecil brokoli
· 3 sdm air matang atau ASI

Cara membuat :
1. Kukus kentang dan brokoli sampai empuk
2. Setelah agak dingin, blender sampai lembut.
3. Tuang ke mangkuk bayi, tambahkan air atau ASI untuk mengencerkan, aduk rata
4. Siap untuk dihidangkan

Jumat, 17 November 2017

Bubur Jagun Keju Untuk Bayi dan Anak

Dr Anak.com


Bubur Jagun Keju Untuk Bayi dan Anak

 

 Bahan-Bahan Masakan

  • Jagung, manis, dipipil, diblender dengan sedikit air1/2 buah
  • Susu Cair Sapi, UHT3 sendok makan
  • Keju Cheddar, unsalted; bentuk cube, skip jikalau bukan utk bayi1 buah
  • Keju Cheddar, cheedar; untuk bawah umur atau dewasa, bs lebih banyak1 sendok teh
  • Bawang Putih, dicincang halus1 siung
  • Peterseli (Parsley), dicincang halussecukupnya
  • Minyak Zaitun (Olive Oil), secukupnya
 

 Porsi: 1 orang ,Waktu Masak: 10 menit

 

Langkah 1: siapkan bahan-bahan. kejunya ga terikut difoto, hehe
Langkah 2:

1. tumis bawang putih dengan olive oil hingga harum.

2. masukkan jagung, susu UHT dan keju. didihkan.

3. setelah mendidih, masukkan parsley/peterseli. setelah 1-2 menit, matikan api.

smbr:dapurmasak

 

 Salam 

dr anak


Jumat, 10 November 2017

Makanan Pendamping ASI Pada Bayi

Dokter Anak



Makanan bayi yang paling utama yaitu ASI. Semua gizi dan nutrisi yang diharapkan oleh bayi telah terkandung di dalamnya, khususnya bagi bayi dengan usia di bawah 6 bulan. Kandungan yang kaya akan nutrisi dan gizi ini tidak dapat tergantikan oleh susu forumula, meskipun harganya paling mahal sekalipun. Itulah anugerah yang diberikan oleh Allah kepada kita. Pemberian ASI eklsusive diberikan kepada bayi sampai bayi mencapai usia 6 bulan, artinya selama 6 bulan bayi tidak perlu memerlukan pelengkap pendamping untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Menginjak usia 6 bulan, bayi mulai diperkenalkan pada makanan yang dinamakan makanan pendamping ASI atau disingkat MPASI. Inilah makanan bayi kedua yang menyertai pemberian  ASI. Mengenai menu makanan yang baik untuk dijadikan sebagai makanan pendamping, silahkan baca artikel kami: "Makanan Pendamping Pertama bayi"

Disini kami akan bahas mengenai cara pengenalan yang baik sumbangan makanan pendamping ASI kepada bayi mengingat, organ pencernaan bayi yang belum tepat ibarat orang dewasa, sehingga bila salah menunjukkan pengenalan makanan bayi ini dapat menjadikan gangguan pencernaan pada bayi ibarat terjadinya sembelit atau malah terjadinya perut kembung.

Memberikan makanan pendamping ASI sebaiknya diberikan secara bertahap, baik dilihat dari jenis makanannya, tekstur dan jumlah porsinya. Kekentalan makanan bayi dan jumlah harus diubahsuaikan dengan kesiapan bayi dalam mendapatkan makanan. Dari sisi tekstur makanan, awalnya bayi harus diberi makanan semi padat, sedangkan makanan padat diberikan dikala bayi sudah mulai tumbuh giginya. Porsi makanan juga berangsur muladi dari satu sendok hinga berangsur-angsur bertambah sesuai porsi bayi.

Sebaiknya pengenalan makanan bayi dimulai dari satu jenis makanan, misalnya pisang, alpukat dan pepaya. Kemudian setelah diberi makanan bayi tersebut, perhatikan respond dari bayi itu sendiri, apakah bayi mendapatkan makanan yang diberikan atau tidak. Jika bayi menolak, biasanya dengan cara memuntahkan makanan, jangan dipaksakan, berikan makanan bayi pendamping lainnya. Biasanya bayi lebih menyukai makanan yang rasanya manis, oleh alasannya yaitu itu berikan makanan bayi ibarat buah-buahan pada ujung pengecap dan sayuran pada bab tengah. Utamakan sumbangan sayuran dibanding buah-buahan, alasannya yaitu citarasa sayuran cenderung langu dan kurang dinikmati bayi. Jikalau terus menerus bayi dikenalkan pada rasa manis, ditakutkan bayi tidak akan menyukai sayuran.

Pada usia 6-9 bulan tekstur makanan sebaiknya makanan cair dan lembut ibarat bubur buah, bubur susu atau bubur sayuran yang dihaluskan. Menginjak usia 10-12 bulan, bayi mulai beralih ke makanan kental dan padat, namun tetap harus bertekstur lunak, ibarat aneka nasi tim. Usia 12-24 bulan bayi sudah mulai dikenalkan pada makanan keluarga atau makanan padat namun tetap mempertahankan rasa. Hindari makanan-makanan yang dapat mengganggu organ pencernaan, ibarat makanan terlalu berbumbu tajam, pedas, terlalu asam dan berlemak. Pada masi ini kenalkan finger snack atau makanan yang bisa dipegang ibarat cookies, nugget, atau serpihan sayuran rebus atau buah. Ini penting untuk melatih keterampilan dalam memegang makanan dan merangsang pertumbuhan giginya.
 
Kemudian untuk lebih memahami dan melengkapi pengetahuan mengenai sumbangan atau pengenalanan makanan padat kepadan bayi, mengenalkan menu baru, finger food dan antisipasi terhadap tingkah polah bayi yang gres berguru makan. Mengetahui minuman apa yang boleh dan tidak boleh diberikan kepada bayi. Mengatasi anak picky eaters suka memilih-milih makanan, mengatasi anak tidak mau makan anda bisa mengikuti aktivitas perawatan bayi dr. Eiyta Ardinasari.

Dalam aktivitas ini, selain membahas pengenalan makanan padat kepada bayi, juga di bahas lengkap mengenai perawatan bayi lainnya, ibarat bagaimana meningkatkan kecerdasan bayi, Meningkatkan keterampilan fisik, kreatifitas dan kognitif bayi, cara melaksanakan perawatan bayi yang baik dan benar dari mulai ujung kaki sampai ujung kepala. Selain itu aktivitas ini membantu para orang bau tanah untuk bisa mendeteksi dan mengatasi dilema kesehatan umum yang sering ditemui pada bayi ibarat demam, diare, muntah, sembelit, kejang demam, batuk pilek, dilema ruam popok termasuk dilema di awal masa kelahiran ibarat ikterus, dll. Dan yang lebih penting lagi anda bisa berkonsultasi pribadi dengan dr Eiyta Ardinasari secara pribadi mengenai segala hal seluk beluk perawatan bayi anda, sehigga dengan demikian makin melengkapai mengenai bagaimana cara perawatan bayi yang baik. cukup menarik bukan? untuk lengkapnya silahkan kunjungi website berikut:

Sumber :bindanku
 dranak.com

Sabtu, 21 Januari 2017

Resep Makanan Bayi Usia 7-8 bulan

Resep Makanan Bayi Usia 7-8 bulan

Selain tetap menunjukkan menu makanan bayi umur sebelumnya, di usia 7 bulan ini bayi sudah mampu mulai diperkenalkan dengan makanan yang bertekstur lebih bernafsu (semi padat), yakni nasi tim saring dan kemudian secara bertahap mampu dikenalkan dengan nasi tim tanpa disaring.

Jenis sayur dan buah yang disarankan: asparagus, wortel, bayam, sawi, bit, lobak, brokoli, mangga, blewah, timun suri, peach. Bisa juga ditambahkan ayam, daging sapi giling, hati ayam/sapi, ikan, tahu, tempe, telur ayam kampung.

Berikut ini beberapa pola menu resep kuliner untuk bayi usia 7 bulan yang dapat Bunda coba di rumah

RESEP NASI TIM SARING BROKOLI


Bahan :
20 gr beras
625 cc air
25 gr daging giling
25 gr brokoli buang tangkainya
25 gr tomat dipotong kecil
1 butir kuning telur ayam kampung
10 gr keju parut

CARA MEMBUAT NASI TIM SARING BROKOLI :
Rebus beras, air, dan daging giling hingga menjadi bubur, masukkan brokoli dan, tomat hingga matang.
Masukkan kuning telur dan keju parut sambil diaduk. Setelah hambar haluskan dengan blender atau saringan kawat.

RESEP NASI TIM SARING HATI AYAM


Bahan :
20 gr beras
625 cc air
25 gr hati ayam
25 gr tempe
25 gr tomat dipotong kecil
25 gr daun bayam iris kasar
1 sdt mentega

CARA MEMBUAT NASI TIM SARING HATI AYAM :
Rebus beras, air, hati ayam, dan tempe hingga menjadi bubur, masukkan bayam dan tomat hingga matang.
Masukkan mentega sambil diaduk. Setelah hambar haluskan dengan blender atau saringan kawat.

RESEP NASI TIM SARING AYAM DENGAN WORTEL


Bahan :
20 gr beras
625 cc air
25 gr daging ayam giling
25 gr tempe
25 gr wortel
25 gr tomat dipotong kecil
1 sdt mentega

CARA MEMBUAT NASI TIM SARING AYAM DENGAN WORTEL :
Rebus beras, air, daging ayam giling dan tempe hingga menjadi bubur, masukkan wortel dan tomat hingga matang.
Masukkan mentega sambil diaduk. Setelah hambar haluskan dengan blender atau saringan kawat.

RESEP NASI TIM SARING IKAN


Bahan :
20 gr beras
625 cc air
25 gr ikan (tenggiri/ tuna/ salmon)
30 gr tempe
50 gr labu siam
50 gr tomat dipotong kecil
1 sdt mentega

CARA MEMBUAT NASI TIM SARING IKAN :
Rebus beras, air, ikan, dan tempe hingga menjadi bubur, masukkan labu siam dan tomat hingga matang. 
Masukkan mentega sambil diaduk. Setelah hambar haluskan dengan blender atau saringan kawat.

RESEP NASI TIM SARING DENGAN TERI


Bahan :
20 gr beras
625 cc air
25 gr tempe
25 gr daun bayam
25 gr tomat dipotong kecil
1 sdm teri bubuk
1 sdt mentega

CARA MEMBUAT NASI TIM SARING DENGAN TERI :
Rebus beras, air, dan tempe hingga menjadi bubur, masukkan bayam, tomat dan teri bubuk hingga matang. 
Masukkan mentega sambil diaduk. Setelah hambar haluskan dengan blender atau saringan kawat.
Teri Bubuk : Cuci teri medan lalu sangrai hingga kering dan berwarna kecoklatan. Tumbuk halus teri sangrai, ambil 1 sdm teri, sisanya disimpan dalam kawasan kering tertutup untuk stok.

RESEP NASI TIM CINCANG


Bahan :
500 - 750 ml air
2 sdm beras
50 gr tahu, cincang
25 gr daging giling
50 gr wortel parut
25 gr tomat cincang
2 sdm santan kental

CARA MEMBUAT NASI TIM CINCANG :
Rebus air bersama , tahu dan daging giling. Aduk-aduk dan masukan wortel serta tomat, aduk dan masak hingga sayuran matang & angkat.
Tuang santan, aduk hingga tercampur rata kemudian angkat kemudian tuangkan kedalam mangkuk tahan panas.
Panaskan dandang dan kukus nasi tim hingga airnya habis. Angkat dan sajikan.

Kamis, 19 Januari 2017

Resep Makanan Sehat Untuk Bayi Usia 6 Bulan

Resep Makanan Sehat Untuk Bayi Usia 6 Bulan
img source : resephariini.net
Sejak usia 6 bulan, bayi sebaiknya diberi makanan pendamping ASI (MPASI). Selain alasannya yakni badan bayi Bunda membutuhkan lebih banyak asupan dan zat Gizi dari makanan sehat, memperlihatkan MPASI akan melatihnya untuk mengenal tekstur makanan.

Dalam memperlihatkan makanan untuk pertama kali, disarankan untuk mengenalkan tekstur yang encer terlebih dahulu. Mulailah dengan makanan lunak menyerupai biskuit yang diencerkan pakai air atau susu dan kenalkan juga secara perlahan bubur susu. Kemudian dicoba dikombinasikan dengan sayuran dan buah. Untuk penggunaan susu mampu menggunakan ASI atau Susu Formula.

Berikut ini beberapa pola resep yang dapat Bunda coba untuk bayi usia 6 bulan.

RESEP BUBUR SUSU

Bahan:
3 sdm tepung beras halus; 
200 ml susu formula

CARA MEMBUAT BUBUR SUSU :
Larutkan tepung beras halus dengan susu formula, aduk hingga rata.
Panaskan dengan api kecil sambil diaduk hingga kental dan matang (sampai meletup-letup).
Angkat, lalu aduk-aduk hingga asapnya hilang dan panasnya berkurang.
Tuang ke dalam mangkuk bayi, siap untuk disajikan. 

RESEP BUBUR SUSU KENTANG


Bahan : 
1 buah kentang, rebus lengkap dengan kulitnya 
100 ml susu formula
75 ml air matang
1 sdm tepung beras halus

CARA MEMBUAT BUBUR SUSU KENTANG :
Kupas kentang rebus, kemudian haluskan dengan blender atau food processor. Campur dengan susu formula dan air matang. Tambahkan tepung beras halus, aduk hingga semua materi tercampur rata.
Panaskan dengan api kecil sambil diaduk hingga bubur matang dan kental. Angkat, lalu aduk-aduk hingga asapnya hilang dan panasnya berkurang. Tuang ke dalam mangkuk bayi, siap untuk disajikan.

RESEP BUBUR BUAH


Bahan:
1 sdm tepung beras merah
10 ml air matang
100 ml ASI 
50 gr buah matang - haluskan (dapat menggunakan buah pisang, jeruk, pear, apel, pepaya, alpukat, dll)

CARA MEMBUAT BUBUR BUAH :
Larutkan tepung beras merah ke dalam air, aduk rata. Masak di atas api kecil hingga matang sambil diaduk biar tidak menggumpal.
Masukkan pepaya, masak sejenak. Angkat, lalu aduk-aduk hingga asapnya hilang dan panasnya berkurang.
Setelah hangat (kira-kira 40 derajat), Tuangkan ASI atau susu formula lanjutan yang telah dilarutkan, aduk rata. Tuang ke dalam mangkuk bayi, siap untuk disajikan.

RESEP BUBUR KACANG HIJAU

Bahan : 
100 gr kacang hijau kupas, rendam, tiriskan
250 cc jus apel
1 buah wortel, kupas, potong dadu
400 cc air
10 sdm susu formula 1

CARA MEMBUAT BUBUR KACANG HIJAU : 
Sangrai kacang hijau hingga matang. Haluskan dan ayak.
Rebus wortel dengan air hingga tinggal setengah. Ambil airnya.
Campur kacang hijau abu dengan jus apel dan air rebusan wortel. Aduk hingga rata. Jerang di atas api sedang sambil diaduk hingga mendidih.
Masukkan susu formula 1 sedikit demi sedikit sambil diaduk rata. Angkat. Berikan pada bayi selagi hangat.