Tampilkan postingan dengan label bayi 0-24 bulan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bayi 0-24 bulan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 November 2017

Melatih Bayi Menggunakan Susu Botol

Dr Anak.com

Bagaimana Melatih Bayi Menggunakan Susu Botol

Rasa kecewa bila bayi anda menolak bila diberikan susu botol? Dah coba banyak cara tapi masih tak berhasil?

Jangan risau anda tidak sendiri. Berikut teknik-teknik memiliki kegunaan dari ibu berpengalaman yang boleh anda coba semasa melatih bayi menyusu botol.

  • Digalakkan memberi perahan susu ibu (EBM) kepada bayi. Selain mengelakkan payudara ibu membengkak, EBM terbukti bisa menenangkan bayi serta mengelakkannya dari terkejut akhir perubahan rasa susu.
  • Minta pinjaman orang ketiga. Biarkan si ayah atau pengasuh yang memperkenalkan botol susu kepada bayi. Logiknya, bayi akan lebih sukar untuk mendapatkan botol jikalau ia merasa payudara ibunya ada berdekatan. Pastikan ibu TIDAK BERADA BERSAMA semasa 'bottle-training' kerana bayi anda boleh menghidu bacin ibunya sejauh 10 kaki. Bila ibu tiada di sisi, secara tidak pribadi ia memberi arahan kepada bayi yang " Oh..ini masa untuk minum susu dalam botol" atau pun.. "Eh, apa ni? (hisap..hisap..)..jap2x...oh sedap..sedap".
  • Bereksperimen dengan posisi penyusuan yang berbeza-beza. Seboleh-bolehnya bukan pada posisi ibu menyusukan bayi. Cara yang boleh dicuba yakni dengan menyusukan bayi mengadap ayah/ penjaga (face-to-face).
  • Coba letakkan puting botol di tepi lisan bayi, tunggu sehingga bayi buka lisan dan menghisap puting. Dengan botol MIMIJUMI, peran anda jadi lebih mudah kerana botol ini direka supaya ia kelihatan mirip puting ibu dan susu hanya akan keluar bila bayi mula menghisap.
  • Coba akses pada waktu malam, yakni dikala bayi anda lebih relaks. Bayi akan lebih damai untuk mendapatkan botol berbanding dikala ia dalam keadaan terlalu lapar.
  • Peluk dan tenangkan bayi. Cuba bercakap-cakap dengan bayi, mendodoi dan juga mengusap kepalanya biar bayi lebih relaks. Boleh juga dukung dan bawa bayi berjalan-jalan semasa cuba menyusukan. Tidak perlu jalan tergesa-gesa, cukup hanya berjalan perlahan-lahan bagi mengelakkan bayi muntah. Ia akan buat bayi anda selesa dan mengalih perhatiannya dari payudara ibu.
  • Gunakan botol susu yang ibarat payudara ibu supaya bayi tidak keliru puting.
  • Last but not least - NEVER GIVE UP! Teruskan mencoba, bersabar dan berikan masa untuk bayi mengikuti keadaan dengan btol.
  smbr:

Salam

Dr Anak

Sabtu, 11 November 2017

Imunisasi Ini Wajib Diberikan Pada Bayi Anda Berserta Fungsinya

Dokter Anak



Jakarta, Imunisasi merupakan salah satu upaya yang dilakukan sebagai bentuk pencegahan penyakit. Semua anak, dimulai semenjak usia bayi, berhak menerima pelayanan ini. Sebab bila tidak diimunisasi, banyak efek buruk yang mampu terjadi. Imunisasi apa saja yang wajib diberikan untuk bayi yang berusia di bawah 12 bulan?

Berikut imunisasi yang wajib diberikan pada bayi berusia di bawah 12 bulan, menyerupai dikutip dari buku 'Rahasia Ibu Pintar: Panduan Merawat Bayi Pasca Persalinan Sampai 12 Bulan', yang ditulis oleh Nini Umi Nazwa:

1. BCG (Bacillus Calmette Guerin)
Vaksin ini wajib diberikan yang gunanya mencegah penyakit TB (Tuberkulosis). Vaksin BCG mampu 80 persen efektif mencegah TBC selama jangka waktu 15 tahun. Imunisasi BCG hanya dilakukan sekali, efektifnya dikala bayi berusia 1 bulan. Suntikan ini akan menampakkan 'bisul' kecil di kawasan yang disuntik. Bila tidak, harus dilakukan suntikan ulang.

2. Hepatitis B
Vaksin ini wajib diberikan ke bayi bahkan sebelum ia meninggalkan rumah sakit. Imunisasi ini merupakan langkah efektif untuk mencegah masuknya VHB, ialah virus penyebab penyakit hepatitis B. Vaksin ini diberikan sebanyak 3 kali. Aturannya, bila suntkan ke-1 dilakukan pada usia 1 bulan, jangka waktu suntikan ke-2 antara 1-2 bulan kemudian, sedangkan suntikan ke-3 dilakukan hingga 5 bulan kemudian. 

Vaksin ini melindungi bayi dari virus hepatitis B yang sulit disembuhkan yang mana balita mampu terkena dari ibu yang mengidap hepatitis selama proses persalinan.

3. Polio
Vaksin ini wajib diberikan sebab ancaman polio yang masih ada. Vaksin ini untuk menangkal kelumpuhan akhir virus polio. Vaksin polio pertama diberikan setelah lahir. Kemudian vaksin ini diberikan 3 kali, dikala bayi berumur 2, 4, dan 6 bulan. Pemberian vaksin ini mampu diulang pada usia 18 bulan dan 5 tahun.

4. DPT atau DTP
Vaksin ini wajib diberikan yang merupakan campuran dari tiga vaksin ialah untuk mencegah penyakit difteri (yang menyerang tenggorokan), pertusis (batuk rejan), dan tetanus (infeksi akhir luka yang menyebabkan kejang-kejang)

Vaksin ini diberikan sebanyak 4 kali dan pertama kali dikala bayi berumur lebih dari enam minggu. Lalu dikala bayi berumur 4 dan 6 bulan. Suntikan terakhir biasanya diberikan dikala anak berusia di atas 1 tahun. 

5. Vaksin Campak, Gondong dan Rubela (MMR)
Vaksin MMR melindungi anak dari tiga virus: campak (yang menyebabkan demam tinggi dan ruam tubuh-lebar), gondong (yang menyebabkan rasa sakit wajah, pembengkakan kelenjar liur, dan adakala pembengkakan skrotum pada laki-laki), dan rubella atau campak Jerman (yang dapat menyebabkan keanehan lahir bila infeksi terjadi selama kehamilan).

Vaksin ini pertama diberikan pada anak dikala usia 12 hingga 15 bulan dan pada usia antara 4 dan 6 tahun.

"Imunisasi yang wajib itu misalnya polio, BCG, hepatitis, DPT, dan campak. Imunisasi itu sangat penting, fatal bila tidak diberikan khususnya pada penyakit-penyakit yang berbahaya. Jika tidak diberikan akan lebih besar kerugiannya," ungkap dr Utami Roesli, SpA, MBA, IBCLC, dokter seorang mahir anak RS St Carolus sekaligus ketua Sentra Laktasi Indonesia, dikala dihubungi detikHealth, dan ditulis pada Rabu (8/5/2013)


smbr:detik


dranak.com

Jumat, 10 November 2017

Makanan Pendamping ASI Pada Bayi

Dokter Anak



Makanan bayi yang paling utama yaitu ASI. Semua gizi dan nutrisi yang diharapkan oleh bayi telah terkandung di dalamnya, khususnya bagi bayi dengan usia di bawah 6 bulan. Kandungan yang kaya akan nutrisi dan gizi ini tidak dapat tergantikan oleh susu forumula, meskipun harganya paling mahal sekalipun. Itulah anugerah yang diberikan oleh Allah kepada kita. Pemberian ASI eklsusive diberikan kepada bayi sampai bayi mencapai usia 6 bulan, artinya selama 6 bulan bayi tidak perlu memerlukan pelengkap pendamping untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya.

Menginjak usia 6 bulan, bayi mulai diperkenalkan pada makanan yang dinamakan makanan pendamping ASI atau disingkat MPASI. Inilah makanan bayi kedua yang menyertai pemberian  ASI. Mengenai menu makanan yang baik untuk dijadikan sebagai makanan pendamping, silahkan baca artikel kami: "Makanan Pendamping Pertama bayi"

Disini kami akan bahas mengenai cara pengenalan yang baik sumbangan makanan pendamping ASI kepada bayi mengingat, organ pencernaan bayi yang belum tepat ibarat orang dewasa, sehingga bila salah menunjukkan pengenalan makanan bayi ini dapat menjadikan gangguan pencernaan pada bayi ibarat terjadinya sembelit atau malah terjadinya perut kembung.

Memberikan makanan pendamping ASI sebaiknya diberikan secara bertahap, baik dilihat dari jenis makanannya, tekstur dan jumlah porsinya. Kekentalan makanan bayi dan jumlah harus diubahsuaikan dengan kesiapan bayi dalam mendapatkan makanan. Dari sisi tekstur makanan, awalnya bayi harus diberi makanan semi padat, sedangkan makanan padat diberikan dikala bayi sudah mulai tumbuh giginya. Porsi makanan juga berangsur muladi dari satu sendok hinga berangsur-angsur bertambah sesuai porsi bayi.

Sebaiknya pengenalan makanan bayi dimulai dari satu jenis makanan, misalnya pisang, alpukat dan pepaya. Kemudian setelah diberi makanan bayi tersebut, perhatikan respond dari bayi itu sendiri, apakah bayi mendapatkan makanan yang diberikan atau tidak. Jika bayi menolak, biasanya dengan cara memuntahkan makanan, jangan dipaksakan, berikan makanan bayi pendamping lainnya. Biasanya bayi lebih menyukai makanan yang rasanya manis, oleh alasannya yaitu itu berikan makanan bayi ibarat buah-buahan pada ujung pengecap dan sayuran pada bab tengah. Utamakan sumbangan sayuran dibanding buah-buahan, alasannya yaitu citarasa sayuran cenderung langu dan kurang dinikmati bayi. Jikalau terus menerus bayi dikenalkan pada rasa manis, ditakutkan bayi tidak akan menyukai sayuran.

Pada usia 6-9 bulan tekstur makanan sebaiknya makanan cair dan lembut ibarat bubur buah, bubur susu atau bubur sayuran yang dihaluskan. Menginjak usia 10-12 bulan, bayi mulai beralih ke makanan kental dan padat, namun tetap harus bertekstur lunak, ibarat aneka nasi tim. Usia 12-24 bulan bayi sudah mulai dikenalkan pada makanan keluarga atau makanan padat namun tetap mempertahankan rasa. Hindari makanan-makanan yang dapat mengganggu organ pencernaan, ibarat makanan terlalu berbumbu tajam, pedas, terlalu asam dan berlemak. Pada masi ini kenalkan finger snack atau makanan yang bisa dipegang ibarat cookies, nugget, atau serpihan sayuran rebus atau buah. Ini penting untuk melatih keterampilan dalam memegang makanan dan merangsang pertumbuhan giginya.
 
Kemudian untuk lebih memahami dan melengkapi pengetahuan mengenai sumbangan atau pengenalanan makanan padat kepadan bayi, mengenalkan menu baru, finger food dan antisipasi terhadap tingkah polah bayi yang gres berguru makan. Mengetahui minuman apa yang boleh dan tidak boleh diberikan kepada bayi. Mengatasi anak picky eaters suka memilih-milih makanan, mengatasi anak tidak mau makan anda bisa mengikuti aktivitas perawatan bayi dr. Eiyta Ardinasari.

Dalam aktivitas ini, selain membahas pengenalan makanan padat kepada bayi, juga di bahas lengkap mengenai perawatan bayi lainnya, ibarat bagaimana meningkatkan kecerdasan bayi, Meningkatkan keterampilan fisik, kreatifitas dan kognitif bayi, cara melaksanakan perawatan bayi yang baik dan benar dari mulai ujung kaki sampai ujung kepala. Selain itu aktivitas ini membantu para orang bau tanah untuk bisa mendeteksi dan mengatasi dilema kesehatan umum yang sering ditemui pada bayi ibarat demam, diare, muntah, sembelit, kejang demam, batuk pilek, dilema ruam popok termasuk dilema di awal masa kelahiran ibarat ikterus, dll. Dan yang lebih penting lagi anda bisa berkonsultasi pribadi dengan dr Eiyta Ardinasari secara pribadi mengenai segala hal seluk beluk perawatan bayi anda, sehigga dengan demikian makin melengkapai mengenai bagaimana cara perawatan bayi yang baik. cukup menarik bukan? untuk lengkapnya silahkan kunjungi website berikut:

Sumber :bindanku
 dranak.com

Kamis, 09 November 2017

Studi Mengungkap bahwa 50 Persen Ayah Pura-pura Tidur Saat Bayi Menangis

Dokter Anak



KOMPAS.com — Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa lebih dari separuh ayah, sebanyak 56 persen, berpura-pura tidur ketika bayi mereka menangis pada tengah malam. Tujuannya yakni demi memenuhi waktu tidur sebanyak delapan jam.
Para ayah mengaku dengan jujur bahwa mereka tetap terbaring dengan mata tertutup meskipun bersama-sama mereka terbangun karena tangisan bayi mereka. Penelitian yang dilakukan terhadap 2.000 orangtua ini menguak, sebanyak 56 persen ayah berpura-pura tidur ketika anaknya menangis pada tengah malam dan 44 persen lainnya mengatakan bahwa mereka mengandalkan pasangannya untuk berdiri dan menimang bayi mereka.  
Situasi tersebut disebabkan banyak ayah yang percaya bahwa sekalipun mereka terjaga, itu tak terlalu berpengaruh. Sebab, satu di antara lima ayah mengungkapkan bahwa anak mereka menangis hanya untuk ibu mereka, dan satu di antara sepuluh ayah percaya bahwa pasangan mereka lebih piawai dalam menghadapi situasi anak yang terbangun pada malam hari.
Fakta lainnya, satu di antara lima ayah ternyata menghindari memberi makan anak pada tengah malam, menghadapi anak yang bermasalah dengan mimpi buruk, dan duduk perkara gigi, serta anak yang mengompol. Alasan yang diutarakan para ayah ini terbilang beragam. Beberapa di antaranya yakni harus bekerja esok harinya, bukan giliran mereka menjaga anak, terlalu lelah, dan ada pula yang mengatakan tak mau diganggu ketika tidur.

Ternyata, kasus para ayah yang akal-akalan tidur ini berhasil mengelabui para ibu. Ini terbukti dari penelitian yang menemukan sebanyak 47 persen ayah tanpa malu-malu mengakui "strateginya" ini berhasil karena karenanya sang istri yang selalu bangun. Hanya 14 persen ayah yang mengatakan bahwa taktik ini tidak mempan. Sebab, mereka tidak tega kepada sang istri dan karenanya memilih berdiri untuk menggendong atau menidurkan anak kembali. 

Emma Kenny, psikologis anak dan juru bicara untuk DryNites, mengatakan bahwa bayi terbangun pada tengah malam sudah jadi duduk perkara umum yang menimbulkan orangtua bertengkar.

''Memutuskan siapa yang harus berdiri pada tengah malam sering kali jadi penyebab argumenatsi dari orangtua. Dari bayi mereka lahir hingga usia prasekolah biasanya orangtua paling sering menghadapi duduk perkara mimpi buruk dan anak yang mengompol,'' ujarnya.
Kenny mengatakan, penting sekali bagi orangtua untuk membuatkan peran dan tanggung jawab merawat anak di tengah malam. Untuk mengatasi duduk perkara anak terbangun di tengah malam, Kenny menyarankan orangtua untuk sadar dan peduli dengan kenyamanan anak ketika sedang tertidur. Sebab, ibarat kita ketahui, bayi yang tertidur nyaman berarti orangtua pun bakal terlelap dengan nyaman pula.  

Sumber :
Dailymail

Penulis :
Silvita Agmasari
Editor :
Syafrina Syaaf

dranak.com


ASI Esklusif Tingkatkan Kemampuan Otak Bayi

Dokter Anak

KLIKDOKTER.com - Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Harvard Medical School di Amerika mengaitkan santunan ASI dengan kekuatan mental seorang anak. Studi ini mengungkapkan bahwa ibu yang menawarkan ASI kepada anaknya dalam waktu yang lama dapat memicu perkembangan IQ yang lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang hanya mendapat ASI secara sebentar.
Memang sebelumnya santunan ASI memiliki banyak keuntungan yang telah terbukti ibarat mencegah risiko nanah telinga, nanah paru-paru, dan konstipasi, serta membangun kekerabatan yang akrab antara ibu dan anak, belum ada yang menemukan kekerabatan ASI dengan kecerdasan, kecuali sampai ketika ini.
Penelitian ini tidak mengambarkan secara eksklusif bahwa anak akan menjadi lebih pandai alasannya ialah mendapat ASI namun hanya menemukan hubungan. Oleh alasannya ialah IQ atau kecerdasan seorang anak dipengaruhi oleh banyak hal lain, ibarat lingkungan rumah tinggal, kecerdasan sang ibu untuk membimbing anak serta edukasi, ataupun faktor sosio ekonomi.
Studi ini menunjukkan bahwa DHA (docosahexaenoic acid) merupakan komponen yang bermanfaat dalam perkembangan otak seseorang, namun sangat tergantung pada makanan sang ibu (misalnya konsumsi ikan) ataupun intelegensi sang ibu.

Keutamaan ASI Pada Bayi
Studi ini merupakan studi besar yang mencakup 1,312 ibu dari tahun 1999 sampai 2002. Lalu dilakukan tinjauan ulang pada ketika anak berusia 6 bulan, 3 tahun dan 7 tahun. Peneliitan menemukan bahwa pada anak yang menerima ASI lebih lama dibandingkan anak lain memiliki hasil test bahasa lebih tinggi. Pada usia 7 tahun, terlihat juga bahwa pada belum dewasa yang mendapat ASI dalam waktu lama, mendapat nilai tes kecerdasan yang lebih tinggi. Lama santunan ASI ternyata tidak menunjukkan perbedaan untuk 2 kelompok dalam hal kemampuan menggambar, memori, atau proses berguru ketika usia tujuh tahun.

Walaupun terlihat ada kekerabatan antara lamanya santunan ASI dengan kecerdasan seorang anak namun belum dapat dibuktikan secara 100% oleh karena kecerdasan dipengaruhi oleh banyak faktor lain selain ASI. Walaupun ibarat itu, kita sudah paham manfaat lain dari ASI, dan menganjurkan biar jika memang sanggup menawarkan asi, berikanlah kepada anak Anda!


dranak.com

Hal Penting Ketika Memberikan Anak Susu Formula

Dokter Anak



Semua ibu tentu mengerti bahwa ASI ialah pilihan terbaik bagi bayinya. Kandungan gizi di dalamnya tepat dan tidak tertandingi untuk tumbuh kembang sang bayi. Tapi nyatanya, tidak semua ibu mampu menawarkan ASI pribadi selama 6 bulan sebab banyak sekali keadaan dan kondisi. Hal ini mengharuskan mereka untuk mencari pengganti ASI untuk memenuhi gizi bagi perkembangan dan pertumbuhan bayinya.
Acapkali susu formula dijadikan pengganti untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi, dimana sangat dianjurkan sebelum sumbangan susu formula ke bayi wajib konsultasi terlebih dahulu ke dokter. Selain kandungan gizi dan nutrisinya seakan-akan dengan ASI, susu formula juga mampu berfungsi sebagai pemanis atau pendamping ASI.
Simak beberapa tips dalam menawarkan susu formula yang aman bagi bayi:

Simak beberapa tips dalam menawarkan susu formula yang aman bagi bayi:
1. Jangan Paksa Bayi
Jangan memaksa bayi untuk menghabiskan susu di dalam botol. Beri susu formula dikala bayi menunjukkan gejala lapar dan berhenti dikala ia sudah kenyang. Kebanyakan bayi akan meminum susu formula sekitar 60ml atau 90ml setiap 1 hingga 3 jam setiap hari.
2. Cermati dan Kritis
Baca dengan cermat isyarat di label kemasan untuk mengetahui jumlah air yang pas. Kurang air akan berdampak pada dehidrasi atau diare.
3. Hindari Penggunaan Air Terlampau Banyak
Jangan pula terlalu banyak menambahkan air ke dalam susu formula. Karena dikhawatirkan dapat mengurangi kandungan nutrisi yang ada dalam kadar yang dibutuhkan.
4. Teliti Posisi Bayi
Bila bayi mengalami kesulitan meminum susu formula, beri ia susu sedikit demi sedikit dan perlahan. Selalu posisikan kepala bayi di atas setelah minum susu.
5. Perhatikan Usia Bayi
Jangan memberi susu sapi kepada bayi berusia di bawah satu tahun sembarangan. Konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter seorang andal anak Anda sebelum melaksanakan sumbangan susu formula kepada bayi dibawah usia 1 tahun. Pemberian susu formula kepada bayi usia dibawah 1 tahun hanya dengan indikasi kondisi dari dokter seorang andal anak.
6. Telaten Jenis Susu
Psusu whole milk. Hindari sumbangan susu -
7. Hindari Microwave untuk Susu
Hindari menghangatkan botol susu di dalam microwave.  Microwave hanya mampu memanaskan susu sebagian, memunculkan gumpalan yang mampu melukai pengecap bayi. Namun demikian microwave dapat digunakan untuk memanaskan air dalam cangkir untuk merendam botol susu agar tetap hangat.
8. Higienis. Higienis. Higienis.
Pastikan botol dan dot selalu steril dengan merebus di air mendidih selama 5 menit. Hal ini demi kebersihan dan keamanan bayi dari kuman dan bakteri. Tidak ketinggalan cucilah tangan hingga bersih sebelum menyiapkan susu.
9. Cermati Penyimpanan Susu
Bunda mampu menyimpan cadangan susu formula di dalam lemari pendingin. Baca dengan cermat instruksinya perihal jangka waktu penyimpanan. Biasanya 24 jam untuk susu formula debu dan 48 jam untuk susu formula instan.


Semua ibu tentu mengerti bahwa ASI ialah pilihan terbaik bagi bayinya  Hal Penting Ketika Memberikan Anak Susu Formula
Ditulis oleh:
dr. Dewi Ema Anindia
Anggota Redaksi Medis
Klikdokter.com



dranak.com

Rabu, 08 November 2017

Kegiatan Belajar Usia Balita (0 - 2 tahun)

Dokter Anak




Aneka Kegiatan Belajar Usia Balita (0 - 2 tahun)

Program Kegiatan Rutin Umum:
1. Selalu tatap si kecil dengan pandangan sayang dan penuh cinta.
2. Banyaklah berbicara dengan si kecil, walaupun ia belum bisa (tgt usia anak) memperlihatkan akhir dengan kata-kata.
3. Belai anak dengan sayang.
4. Berikan makanan bergizi, Asi langsung dengan sepenuh hati (tidak dengan disambi pekerjaan lain).
5. Pada ketika melaksanakan acara bersama anak (misal: makan, mandi, bermain dll), selalu libatkan perasaan anda dgn hati senang.
6. Manfaatkan selalu ketika saat anak sedang berminat untuk bermain dan mempelajari sesuatu.
7. Rangsanglah anak untuk berguru mengucapkan kata sebanyak banyaknya. Mulailah dengan kata kata yang sedang menjadi tema dalam jadwal ini. Misal: Air, Udara, Angin, Minum, Haus, dsb.
8. Ajaklah anak berjalan jalan keluar (walau sebentar) , sesering mungkin.
9. Perkenalkan dengan benda benda yang dilihat, sebanyak mungkin.
10. Berikan anak rangsangan melalui perabaan, penciuman,penglihatan, indera pendengaran dari benda benda yang ditemui, baik di rumah maupun diluar rumah.
11. Perhatikan jam tidur anak. Pastikan anak memperoleh istirahat yang cukup dan nyenyak. Jangan biarkan anak begadang mis alasannya yaitu menunggu abinya.
12. Bacakan buku buku anak sesering mungkin, dengan tetap memperhatikan minat anak.
13. Untuk anak dibawah 1,6 tahun rangsanglah untuk mulai mengucapkan kata kata. Banyak-banyaklah berbicara pada anak. Gunakan nada yang lambat dan ucapkan dengan bunyi yang terang dan benar. Untuk anak usia 1,6 tahun keatas, perkayalah kosakata anak dengan banyak berbicara dan bercerita.
14. Latihlah fisik anak semoga tumbuh besar lengan berkuasa , segar dan sehat. Bila cuaca memungkinkan, sesering mungkin ajaklah anak bermain diluar dan menggunakan fisik misalnya berlari lari dikebun, main panjat panjat, perosotan, dsb. Bila udara terlalu dingin, ajaklah anak melaksanakan acara dirumah yang bisa melatih fisik. Misalnya main panjat panjat (bila memungkinkan sediakan akomodasi ini) atau berlompat lompat di matras atau kasur tebal.

Aspek yg ingin dicapai:
1. Menjalin kekerabatan ibu-anak yang lekat.
2. Menanamkan rasa cinta, sayang, rasa percaya dan aman pada anak.
3. Merangsang pertumbuhan anggota tubuh si kecil
4. Merangsang anak untuk berguru berbicara.
5. Anak menerima input sebanyak banyaknya pada ketika kondisi yang sempurna (anak sedang senang dan badannya nyaman).
6. Anak dapat mempelajari kebiasaan kebiasaan rutin (mis: mandi, makan, dll) dengan perasaan senang.
7. Anak menerima input sebanyak mungkin wacana nama nama benda yang ditemui.
8. Anak dapat bereksplorasi dan membuatkan rasa ingin tahunya.
9. Merangsang semoga tubuh anak menerima kesempatan istirahat yang cukup, semoga tubuh dapat bertumbuh kembang dengan baik.
10. Anak tertarik dengan buku dan dapat memperoleh banyak sekali input dari acara membacakan buku tsb.
11. Merangsang kemajuan anak dalam kemampuan berkomunikasi.
12. Melatih fisik anak semoga tumbuh sehat, segar dan kuat.


smbr:fahmi
dranak.com

Selasa, 07 November 2017

Tindakan Preventif yang Harus Dilakukan Orangtua ketika Bayi Mulai Merangkak

Dokter Anak


Salah satu momen terbaik menjadi seorang ibu yakni menyaksikan segala hal yang dilakukan oleh sang buah hati untuk kali pertama. Nah, merangkak merupakan proses awal bayi untuk melangkah berjalan.
Apabila bayi Anda telah mulai merangkak, maka ada beberapa hal yang harus Anda lakukan untuk menunjukkan ruang biar bayi lebih leluasa dan tentu saja menjaga keselamatannya. Ayo simak beberapa kiat berikut ini:
Singkirkan barang berbahaya
Simpan semua barang yang tajam, pecah belah, dan berpotensi membahayakan bayi ketika dirinya tengah merangkak. Selain itu,  tutup semua lubang listrik dengan alat pengaman, dan letakan perabotan berbahaya ibarat benda  tajam ke kawasan yang lebih tinggi. Sebab, bayi gemar meletakkan segala hal yang tergenggam oleh tangannya ke dalam mulut.
Jangan pernah tinggalkan bayi Anda di atas ranjang
Selalu dampingi bayi anda ketika sedang berada di atas ranjang, terutama kalau bangunannya tinggi dan memiliki sudut taja. Saat bayi sedang berguru merangkak, biasanya jadi lebih banyak bergerak dan berusaha mencari permukaan yang lebih datar. Nah, ini mampu berdampak buruk bila si kecil merangkak dan melewati batas ranjang.
Pastikan ranjang bayi Anda aman
Umumnya ranjang bayi dirancang dengan level tinggi yang bertahap dan mampu diatur. Untuk itu, aturlah batas ranjang bayi dengan tinggi yang melebihi bayi Anda dan pastikan untuk mengaturnya dengan kencang serta kokoh.
Jangan terlalu overprotective
Hal yang wajar kalau seorang ibu memiliki kekhawatiran berlebihan ketika bayi sudah mulai merangkak dan aktif bergerak. Namun, jangan melulu memegangi bayi Anda alasannya dapat menghambat perkembangan geraknya. Sebaliknya, damping bayi untuk lebih banyak mengeksplorasi gerak badan dengan cara mengajaknya bermain di luar demi menstimulasi syaraf motorik pada tubuhnya.
Jaga kebersihan lantai
Ketika bayi Anda berguru merangkak, maka Anda tak boleh membiarkan lantai rumah kotor dan berdebu. Tujuannya untuk menghindari si kecil terpapar kuman atau virus yang bertebaran di lantai.  
Bantu bayi berjalan
Tegakkan badan bayi Anda dan pegang kedua tangannya. Bantu beliau untuk berguru berjalan ketika sudah mulai merangkak.

Sumber :
 & Kompas.com
Penulis :
Kontributor Female, Agustina
Editor :
Syafrina Syaaf

 dranak.com

Stimulasi pijat bayi

Dokter Anak



Stimulasi pijat bayi dipercaya dapat mencegah bayi menjadi sering sakit. Namun, stimulasi pijat bayi harus dilakukan dengan benar dan sempurna semoga mendapat hasil yang maksimal.
Dokter seorang andal anak I Gusti Ayu Trisna Windiani mengatakan, stimulasi pijat harus dilakukan ketika bayi dalam keadaan sehat.
“Bayi harus stabil. Jangan pas kenyang, sedang lapar, mengantuk, dan sakit berat. Kalau sakit harus konsultasi dulu ke dokter,” ujar Trisna di Jakarta beberapa waktu lalu.
Untuk mendapat hasil yang efektif, stimulasi pijat baik dilakukan setiap hari sebanyak 2-3 kali. Bisa dilakukan sebelum mandi pagi dan sore, juga sebelum bayi mengantuk di malam hari. Stimulasi pijat juga mampu diberikan ketika memandikan bayi.
Stimulasi pijat ini dilakukan dengan menyentuh bayi mulai dari kepala sampai kaki. Jangan lupa sedikit menggerakkan kaki dan tangannya, serta mengajaknya mengobrol. Makin muda usia bayi, maka makin ringan tekanannya. Stimulasi pijat tidak boleh diberikan berlebihan pada bayi. Sekali pijat memakan waktu sekitar 15 menit.
“Lakukan stimulasi pijat dengan kualitas, tidak berlebih dan kurang. Stimulasi yang pas akan memperlihatkan efek luar biasa,” imbuhnya.
Menurut Trisna, stimulasi pijat sebaiknya dilakukan lansung oleh ibu. Untuk itu, para ibu sebaiknya berguru untuk menerima teknik stimulasi pijat yang benar.

smbr:kompas health

dranak.com

Minggu, 05 November 2017

Posisi Tidur Terbaik Bagi Bayi di Siang dan Malam Hari

Dokter Anak


Layaknya orang dewasa, sebelum pulas tertidur biasanya bayi akan membolak-balikkan tubuhnya untuk mencari posisi tidur yang menurutnya paling nyaman. Mengingat sedang dalam masa pertumbuhan, ada beberapa posisi tidur yang direkomendasikan untuk si kecil.

Menurut dr Marissa TS Pudjiadi SpA, posisi tidur bayi tolong-menolong tidak menjadi problem selama anak dapat tidur dalam waktu yang cukup. Hanya saja, dokter sering menyuruh biar bayi diposisikan tengkurap ketika tidur siang, mengapa?

"Sebenarnya posisi tengkurap tidak menjadikan kesulitan bernapas. Justru posisi ini lebih ramah untuk paru-paru bayi," kata dr Marissa dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Senin (12/5/2014).

Selain itu, pada posisi tengkurap bayi akan mulai melatih otot-otot leher dan punggungnya dengan mengangkat kepala. Hal ini dikatakan dr Marissa sangat alamiah mengingat bayi ingin melihat suasana di sekelilingnya.

Pastinya berbeda ketika bayi berada dalam posisi telentang. Di posisi ini, si kecil otomatis sudah melihat sekelilingnya tanpa perlu usaha menengadah ke atas. Posisi tengkurap juga mampu menjaga kepala bayi sehingga tetap dalam bentuk yang baik.

"Tetapi ingat, ketika tidur malam bayi tetap harus pada posisi terlentang sebab pada ketika semua tertidur dan tidak ada yang menjaga, jikalau hidung bayi tertutup benda, tidak ada yang dapat menolong bayi sehingga ditakutkan terjadi Sudden Infant Death syndrome (SIDS)," lanjut dokter yang praktik di RS Premiere Jatinegara ini.

Meski demikian, dr Marissa menegaskan bukan berarti tidur terlentang selamanya buruk. Sebab, tidur telentang juga memiliki keuntungan yakni mengurangi kemungkinan insiden SIDS. Tidur dalam posisi terlentang juga baik jikalau dilakukan dengan cara bijaksana misalnya menggunakan bantal kepala khusus yang sering disebut "bantal peang".

Fungsi bantal ini yakni untuk menjaga bentuk kepala bayi. Cara lain untuk menjaga bentuk kepala bayi yakni dengan tidur bergantian menghadap kiri dan kanan serta bayi diposisikan tengkurap pada ketika bermain.

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth

 dranak.com