Selasa, 15 November 2016

Panduan Lengkap Tata Cara Shalat Ied

Assalamualaikum wr wb,

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para teman dan orang-orang yang meniti jalan mereka hingga selesai zaman.

Berikut yaitu panduan ringkas dalam shalat ‘ied, baik shalat ‘Idul Fithri atau pun ‘Idul Adha. Yang kami sarikan dari beberapa penjelasan ulama. Semoga bermanfaat.

----------------------
Hukum Shalat ‘Ied
Menurut pendapat yang lebih kuat, hukum shalat ‘ied yaitu wajib bagi setiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan yang dalam keadaan mukim. Dalil dari hal ini yaitu hadits dari Ummu ‘Athiyah, dia berkata,

أَمَرَنَا – تَعْنِى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- – أَنْ نُخْرِجَ فِى الْعِيدَيْنِ الْعَوَاتِقَ وَذَوَاتِ الْخُدُورِ وَأَمَرَ الْحُيَّضَ أَنْ يَعْتَزِلْنَ مُصَلَّى الْمُسْلِمِينَ.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada kami pada dikala shalat ‘ied (Idul Fithri ataupun Idul Adha) semoga mengeluarkan para gadis (yang gres beranjak dewasa) dan wanita yang dipingit, begitu pula wanita yang sedang haidh. Namun dia memerintahkan pada wanita yang sedang haidh untuk menjauhi daerah shalat.“

Di antara alasan wajibnya shalat ‘ied dikemukakan oleh Shidiq Hasan Khon (murid Asy Syaukani).
  • Pertama: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terus menerus melakukannya.
  • Kedua: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintah kaum muslimin untuk keluar rumah untuk menunaikan shalat ‘ied. Perintah untuk keluar rumah menunjukkan perintah untuk melaksanakan shalat ‘ied itu sendiri bagi orang yang tidak punya udzur. Di sini dikatakan wajib sebab keluar rumah merupakan wasilah (jalan) menuju shalat. Jika wasilahnya saja diwajibkan, maka tujuannya (yaitu shalat) otomatis juga wajib.
  • Ketiga: Ada perintah dalam Al Qur’an yang menunjukkan wajibnya shalat ‘ied yaitu firman Yang Mahakuasa Ta’ala, صَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ “Dirikanlah shalat dan berqurbanlah (an nahr).” (QS. Al Kautsar: 2). Maksud ayat ini yaitu perintah untuk melaksanakan shalat ‘ied.
  • Keempat: Shalat jum’at menjadi gugur bagi orang yang telah melaksanakan shalat ‘ied bila kedua shalat tersebut bertemu pada hari ‘ied. Padahal sesuatu yang wajib hanya boleh digugurkan dengan yang wajib pula. Jika shalat Jum’at itu wajib, demikian halnya dengan shalat ‘ied. –Demikian penjelasan Shidiq Hasan Khon yang kami sarikan-.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, “Pendapat yang menyatakan bahwa hukum shalat ‘ied yaitu wajib bagi setiap muslim lebih berpengaruh daripada yang menyatakan bahwa hukumnya yaitu fardhu kifayah (wajib bagi sebagian orang saja).

Adapun pendapat yang mengatakan bahwa hukum shalat ‘ied yaitu sunnah (dianjurkan, bukan wajib), ini yaitu pendapat yang lemah. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri memerintahkan untuk melaksanakan shalat ini. Lalu dia sendiri dan para khulafaur rosyidin (Abu Bakr, ‘Umar, ‘Utsman, dan ‘Ali, -pen), begitu pula kaum muslimin setelah mereka terus menerus melaksanakan shalat ‘ied. Dan tidak dikenal sama sekali kalau ada di satu negeri Islam ada yang meninggalkan shalat ‘ied.

Shalat ‘ied yaitu salah satu syi’ar Islam yang terbesar. … Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memberi keringanan bagi wanita untuk meninggalkan shalat ‘ied, lantas bagaimana lagi dengan kaum pria?”

-------------------------------------
Waktu Pelaksanaan Shalat ‘Ied
  • Menurut lebih banyak didominasi ulama –ulama Hanafiyah, Malikiyah dan Hambali-, waktu shalat ‘ied dimulai dari matahari setinggi tombak hingga waktu zawal (matahari bergeser ke barat).
  • Ibnul Qayyim mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengakhirkan shalat ‘Idul Fitri dan mempercepat pelaksanaan shalat ‘Idul Adha. Ibnu ‘Umar yang sangat dikenal mencontoh fatwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah keluar menuju lapangan kecuali hingga matahari meninggi.”
Tujuan mengapa shalat ‘Idul Adha dikerjakan lebih awal adalah semoga orang-orang dapat segera menyembelih qurbannya. Sedangkan shalat ‘Idul Fitri agak diundur bertujuan semoga kaum muslimin masih punya kesempatan untuk menunaikan zakat fithri.

--------------------------------------
Tempat Pelaksanaan Shalat ‘Ied
Tempat pelaksanaan shalat ‘ied lebih utama (lebih afdhol) dilakukan di tanah lapang, kecuali bila ada udzur ibarat hujan. Abu Sa’id Al Khudri mengatakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – يَخْرُجُ يَوْمَ الْفِطْرِ وَالأَضْحَى إِلَى الْمُصَلَّى

“Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar pada hari raya ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha menuju tanah lapang.“

An Nawawi mengatakan, “Hadits Abu Sa’id Al Khudri di atas yaitu dalil bagi orang yang menganjurkan bahwa shalat ‘ied sebaiknya dilakukan di tanah lapang dan ini lebih afdhol (lebih utama) daripada melakukannya di masjid. Inilah yang dipraktekkan oleh kaum muslimin di banyak sekali negeri. Adapun penduduk Makkah, maka semenjak masa silam shalat ‘ied mereka selalu dilakukan di Masjidil Haram.”

------------------------------------------------------
Tuntunan Ketika Hendak Keluar Melaksanakan Shalat ‘Ied
Pertama:
  • Dianjurkan untuk mandi sebelum berangkat shalat. Ibnul Qayyim mengatakan, “Terdapat riwayat yang shahih yang menceritakan bahwa Ibnu ‘Umar yang dikenal sangat mencontoh fatwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mandi pada hari ‘ied sebelum berangkat shalat.”
Kedua:
Berhias diri dan memakai pakaian yang terbaik. Ibnul Qayyim mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar ketika shalat ‘Idul Fithri dan ‘Idul Adha dengan pakaiannya yang terbaik.”
Ketiga:
  • Makan sebelum keluar menuju shalat ‘ied khusus untuk shalat ‘Idul Fithri.
Dari ‘Abdullah bin Buraidah, dari ayahnya, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ وَلاَ يَأْكُلُ يَوْمَ الأَضْحَى حَتَّى يَرْجِعَ فَيَأْكُلَ مِنْ أُضْحِيَّتِهِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘ied pada hari Idul Fithri dan dia makan terlebih dahulu. Sedangkan pada hari Idul Adha, dia tidak makan lebih dulu kecuali setelah pulang dari shalat ‘ied gres dia menyantap hasil qurbannya.”

Hikmah dianjurkan makan sebelum berangkat shalat Idul Fithri yaitu semoga tidak disangka bahwa hari tersebut masih hari berpuasa. Sedangkan untuk shalat Idul Adha dianjurkan untuk tidak makan terlebih dahulu yaitu semoga daging qurban mampu segera disembelih dan dinikmati setelah shalat ‘ied.

Keempat:

  • Bertakbir ketika keluar hendak shalat ‘ied.
Dalam suatu riwayat disebutkan,
كَانَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْرُجُ يَوْمَ الفِطْرِ فَيُكَبِّر حَتَّى يَأْتِيَ المُصَلَّى وَحَتَّى يَقْضِيَ الصَّلاَةَ فَإِذَا قَضَى الصَّلاَةَ ؛ قَطَعَ التَّكْبِيْر
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa keluar hendak shalat pada hari raya ‘Idul Fithri, lantas dia bertakbir hingga di lapangan dan hingga shalat hendak dilaksanakan. Ketika shalat hendak dilaksanakan, dia berhenti dari bertakbir.”[15]

Dari Ibnu ‘Umar, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berangkat shalat ‘ied (Idul Fithri dan Idul Adha) bersama Al Fadhl bin ‘Abbas, ‘Abdullah bin’Abbas, ‘Ali, Ja’far, Al Hasan, Al Husain, Usamah bin Zaid, Zaid bin Haritsah, dan Ayman bin Ummi Ayman, mereka mengangkat bunyi membaca tahlil (laa ilaha illallah) dan takbir (Allahu Akbar).”

----------------------------------------------------
Tata cara takbir ketika berangkat shalat ‘ied ke lapangan:
[1] Disyari’atkan dilakukan oleh setiap orang dengan menjahrkan (mengeraskan) bacaan takbir. Ini berdasarkan akad empat ulama madzhab.
[2] Di antara lafazh takbir adalah,

اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

“Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaaha illallah wallahu akbar, Allahu akbar wa lillahil hamd (Allah Maha Besar, Yang Mahakuasa Maha Besar, tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar selain Allah, Yang Mahakuasa Maha Besar, Yang Mahakuasa Maha Besar, segala kebanggaan hanya untuk-Nya)”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa lafazh ini dinukil dari banyak sahabat, bahkan ada riwayat yang menyatakan bahwa lafazh ini marfu’ yaitu hingga pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Syaikhul Islam juga menunjukan bahwa bila seseorang mengucapkan “Allahu Akbar, Allahu akbar, Allahu akbar“, itu juga diperbolehkan.
----------------------------------------------------

Kelima:

Menyuruh wanita dan anak kecil untuk berangkat shalat ‘ied. Dalilnya sebagaimana disebutkan dalam hadits Ummu ‘Athiyah yang pernah kami sebutkan. Namun wanita tetap harus memperhatikan adab-adab ketika keluar rumah, yaitu tidak berhias diri dan tidak memakai harum-haruman.

Sedangkan dalil mengenai anak kecil, Ibnu ‘Abbas –yang ketika itu masih kecil- pernah ditanya, “Apakah engkau pernah menghadiri shalat ‘ied bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?” Ia menjawab, نَعَمْ ، وَلَوْلاَ مَكَانِى مِنَ الصِّغَرِ مَا شَهِدْتُهُ
“Iya, saya menghadirinya. Seandainya bukan sebab kedudukanku yang termasuk sahabat-sahabat junior, tentu saya tidak akan menghadirinya.”

Keenam:
  • Melewati jalan pergi dan pulang yang berbeda.
Dari Jabir, dia mengatakan,

كَانَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا كَانَ يَوْمُ عِيدٍ خَالَفَ الطَّرِيقَ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat ‘ied, dia lewat jalan yang berbeda ketika berangkat dan pulang.“

Ketujuh:
Dianjurkan berjalan kaki hingga ke daerah shalat dan tidak memakai kendaraan kecuali bila ada hajat.

Dari Ibnu ‘Umar, dia mengatakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَخْرُجُ إِلَى الْعِيدِ مَاشِيًا وَيَرْجِعُ مَاشِيًا.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berangkat shalat ‘ied dengan berjalan kaki, begitu pula ketika pulang dengan berjalan kaki.“[22]
Tidak Ada Shalat Sunnah Qobliyah ‘Ied dan Ba’diyah ‘Ied

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- خَرَجَ يَوْمَ أَضْحَى أَوْ فِطْرٍ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَمْ يُصَلِّ قَبْلَهَا وَلاَ بَعْدَهَا
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar pada hari Idul Adha atau Idul Fithri, lalu dia mengerjakan shalat ‘ied dua raka’at, namun dia tidak mengerjakan shalat qobliyah maupun ba’diyah ‘ied.“

-----------------------------------------------------
Tidak Ada Adzan dan Iqomah Ketika Shalat ‘Ied
Dari Jabir bin Samuroh, ia berkata,

صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْعِيدَيْنِ غَيْرَ مَرَّةٍ وَلاَ مَرَّتَيْنِ بِغَيْرِ أَذَانٍ وَلاَ إِقَامَةٍ.

“Aku pernah melaksanakan shalat ‘ied (Idul Fithri dan Idul Adha) bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan hanya sekali atau dua kali, ketika itu tidak ada adzan maupun iqomah.”

Ibnul Qayyim mengatakan, “Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga ke daerah shalat, dia pun mengerjakan shalat ‘ied tanpa ada adzan dan iqomah. Juga ketika itu untuk menyeru jama’ah tidak ada ucapan “Ash Sholaatul Jaam’iah.” Yang termasuk fatwa Nabi yaitu tidak melaksanakan hal-hal semacam tadi.”

Jumlah raka’at shalat Idul Fithri dan Idul Adha adalah dua raka’at.

--------------------------------------------
Adapun tata caranya yaitu sebagai berikut.
Pertama:
  • Memulai dengan takbiratul ihrom, sebagaimana shalat-shalat lainnya.
Kedua:
  • Kemudian bertakbir (takbir zawa-id/tambahan) sebanyak tujuh kali takbir -selain takbiratul ihrom- sebelum memulai membaca Al Fatihah. Boleh mengangkat tangan ketika takbir-takbir tersebut sebagaimana yang dicontohkan oleh Ibnu ‘Umar. Ibnul Qayyim mengatakan, “Ibnu ‘Umar yang dikenal sangat meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengangkat tangannya dalam setiap takbir.”
Ketiga:
  • Di antara takbir-takbir (takbir zawa-id) yang ada tadi tidak ada bacaan dzikir tertentu.
Namun ada sebuah riwayat dari Ibnu Mas’ud, ia mengatakan, “Di antara tiap takbir, hendaklah menyanjung dan memuji Allah.”

Syaikhul Islam mengatakan bahwa sebagian salaf di antara tiap takbir membaca bacaan,
سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ . اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي
“Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar. Allahummaghfirlii war hamnii (Maha suci Allah, segala kebanggaan bagi-Nya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah. Ya Allah, ampunilah saya dan rahmatilah aku).”
Boleh juga membaca bacaan lainnya asalkan di dalamnya berisi kebanggaan pada Yang Mahakuasa Ta’ala.

Keempat:
  • Kemudian membaca Al Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surat lainnya.
Surat yang dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu surat Qaaf pada raka’at pertama dan surat Al Qomar pada raka’at kedua.

Ada riwayat bahwa ‘Umar bin Al Khattab pernah menanyakan pada Waqid Al Laitsiy mengenai surat apa yang dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat ‘Idul Adha dan ‘Idul Fithri. Ia pun menjawab, كَانَ يَقْرَأُ فِيهِمَا بِ (ق وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ) وَ (اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ)
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca “Qaaf, wal qur’anil majiid” (surat Qaaf) dan “Iqtarobatis saa’atu wan syaqqol qomar” (surat Al Qomar).”

Boleh juga membaca surat Al A’laa pada raka’at pertama dan surat Al Ghosiyah pada raka’at kedua.

Dan jika hari ‘ied jatuh pada hari Jum’at, dianjurkan pula membaca surat Al A’laa pada raka’at pertama dan surat Al Ghosiyah pada raka’at kedua, pada shalat ‘ied maupun shalat Jum’at.
Dari An Nu’man bin Basyir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقْرَأُ فِى الْعِيدَيْنِ وَفِى الْجُمُعَةِ بِ (سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى) وَ (هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ) قَالَ وَإِذَا اجْتَمَعَ الْعِيدُ وَالْجُمُعَةُ فِى يَوْمٍ وَاحِدٍ يَقْرَأُ بِهِمَا أَيْضًا فِى الصَّلاَتَيْنِ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca dalam shalat ‘ied maupun shalat Jum’at “Sabbihisma robbikal a’la” (surat Al A’laa) dan “Hal ataka haditsul ghosiyah” (surat Al Ghosiyah).” An Nu’man bin Basyir mengatakan begitu pula ketika hari ‘ied bertepatan dengan hari Jum’at, dia membaca kedua surat tersebut di masing-masing shalat.

Kelima:
  • Setelah membaca surat, kemudian melaksanakan gerakan shalat ibarat biasa (ruku, i’tidal, sujud, dst).
Keenam:
  • Bertakbir ketika bangun untuk mengerjakan raka’at kedua.
Ketujuh:
  • Kemudian bertakbir (takbir zawa-id/tambahan) sebanyak lima kali takbir -selain takbir bangun dari sujud- sebelum memulai membaca Al Fatihah.
Kedelapan:
  • Kemudian membaca surat Al Fatihah dan surat lainnya sebagaimana yang telah disebutkan di atas.
Kesembilan:
  • Mengerjakan gerakan lainnya hingga salam.
---------------------------------
Khutbah Setelah Shalat ‘Ied
Dari Ibnu ‘Umar, ia mengatakan,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ – رضى الله عنهما – يُصَلُّونَ الْعِيدَيْنِ قَبْلَ الْخُطْبَةِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Abu Bakr, begitu pula ‘Umar biasa melaksanakan shalat ‘ied sebelum khutbah.”

Setelah melaksanakan shalat ‘ied, imam berdiri untuk melaksanakan khutbah ‘ied dengan sekali khutbah (bukan dua kali ibarat khutbah Jum’at). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaksanakan khutbah di atas tanah dan tanpa memakai mimbar. Beliau pun memulai khutbah dengan “hamdalah” (ucapan alhamdulillah) sebagaimana khutbah-khutbah dia yang lainnya.

Ibnul Qayyim mengatakan, “Dan tidak diketahui dalam satu hadits pun yang menyebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membuka khutbah ‘iednya dengan bacaan takbir. … Namun dia memang sering mengucapkan takbir di tengah-tengah khutbah. Akan tetapi, hal ini tidak menunjukkan bahwa dia selalu memulai khutbah ‘iednya dengan bacaan takbir.”

Jama’ah boleh memilih mengikuti khutbah ‘ied ataukah tidak?
Dari ‘Abdullah bin As Sa-ib, ia berkata bahwa ia pernah menghadiri shalat ‘ied bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tatkala dia selesai menunaikan shalat, dia bersabda,
إِنَّا نَخْطُبُ فَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَجْلِسَ لِلْخُطْبَةِ فَلْيَجْلِسْ وَمَنْ أَحَبَّ أَنْ يَذْهَبَ فَلْيَذْهَبْ
“Aku dikala ini akan berkhutbah. Siapa yang mau tetap duduk untuk mendengarkan khutbah, silakan ia duduk. Siapa yang ingin pergi, silakan ia pergi.”

--------------------------------
Ucapan Selamat Hari Raya
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menjelaskan, “Adapun wacana ucapan selamat (tah-niah) ketika hari ‘ied ibarat sebagian orang mengatakan pada yang lainnya ketika berjumpa setelah shalat ‘ied, “Taqobbalallahu minna wa minkum wa ahaalallahu ‘alaika” dan semacamnya, maka ibarat ini telah diriwayatkan oleh beberapa teman Nabi.

Mereka biasa mengucapkan semacam itu dan para imam juga menunjukkan keringanan dalam melaksanakan hal ini sebagaimana Imam Ahmad dan lainnya. Akan tetapi, Imam Ahmad mengatakan, “Aku tidak mau mendahului mengucapkan selamat hari raya pada seorang pun.

Namun kalau ada yang mengucapkan selamat padaku, saya akan membalasnya“. Imam Ahmad melaksanakan semacam ini sebab menjawab ucapan selamat yaitu wajib, sedangkan memulai mengucapkannya bukanlah sesuatu yang dianjurkan. Dan sesungguhnya bukan hanya dia yang tidak suka melaksanakan semacam ini. Intinya, barangsiapa yang ingin mengucapkan selamat, maka ia memiliki qudwah (contoh). Dan barangsiapa yang meninggalkannya, ia pun memiliki qudwah (contoh).”

--------------------------------------------
Bila Hari ‘Ied Jatuh pada Hari Jum’at
Bila hari ‘ied jatuh pada hari Jum’at, maka bagi orang yang telah melaksanakan shalat ‘ied, ia punya pilihan untuk menghadiri shalat Jum’at atau tidak. Namun imam masjid dianjurkan untuk tetap melaksanakan shalat Jum’at semoga orang-orang yang punya harapan menunaikan shalat Jum’at mampu hadir, begitu pula orang yang tidak shalat ‘ied mampu turut hadir. Pendapat ini dipilih oleh lebih banyak didominasi ulama Hambali. Dan pendapat ini terdapat riwayat dari ‘Umar, ‘Utsman, ‘Ali, Ibnu ‘Umar, Ibnu ‘Abbas dan Ibnu Az Zubair.

Dalil dari hal ini adalah:
Pertama: Diriwayatkan dari Iyas bin Abi Romlah Asy Syamiy, ia berkata, “Aku pernah menemani Mu’awiyah bin Abi Sufyan dan ia bertanya pada Zaid bin Arqom,
أَشَهِدْتَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- عِيدَيْنِ اجْتَمَعَا فِى يَوْمٍ قَالَ نَعَمْ. قَالَ فَكَيْفَ صَنَعَ قَالَ صَلَّى الْعِيدَ ثُمَّ رَخَّصَ فِى الْجُمُعَةِ فَقَالَ « مَنْ شَاءَ أَنْ يُصَلِّىَ فَلْيُصَلِّ ».
“Apakah engkau pernah menyaksikan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertemu dengan dua ‘ied (hari Idul Fithri atau Idul Adha bertemu dengan hari Jum’at) dalam satu hari?” “Iya”, jawab Zaid. Kemudian Mu’awiyah bertanya lagi, “Apa yang dia lakukan ketika itu?” “Beliau melaksanakan shalat ‘ied dan memberi keringanan untuk meninggalkan shalat Jum’at”, jawab Zaid lagi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang mau shalat Jum’at, maka silakan melaksanakannya.”

Kedua: Dari ‘Atho’, ia berkata, “Ibnu Az Zubair ketika hari ‘ied yang jatuh pada hari Jum’at pernah shalat ‘ied bersama kami di awal siang. Kemudian ketika tiba waktu shalat Jum’at Ibnu Az Zubair tidak keluar, dia hanya shalat sendirian. Tatkala itu Ibnu ‘Abbas berada di Thoif. Ketika Ibnu ‘Abbas tiba, kami pun menceritakan kelakuan Ibnu Az Zubair pada Ibnu ‘Abbas. Ibnu ‘Abbas pun mengatakan, “Ia yaitu orang yang menjalankan sunnah (ajaran Nabi) [ashobas sunnah].” Jika teman mengatakan ashobas sunnah(menjalankan sunnah), itu berarti statusnya marfu’ yaitu menjadi perkataan Nabi.

Diceritakan pula bahwa ‘Umar bin Al Khottob melaksanakan ibarat apa yang dilakukan oleh Ibnu Az Zubair. Begitu pula Ibnu ‘Umar tidak menyalahkan perbuatan Ibnu Az Zubair. Begitu pula ‘Ali bin Abi Tholib pernah mengatakan bahwa siapa yang telah menunaikan shalat ‘ied maka ia boleh tidak menunaikan shalat Jum’at. Dan tidak diketahui ada pendapat teman lain yang menyelisihi pendapat mereka-mereka ini.

----------
Catatan:
Dianjurkan bagi imam masjid semoga tetap mendirikan shalat Jum’at supaya orang yang ingin menghadiri shalat Jum’at atau yang tidak shalat ‘ied mampu menghadirinya.

Dalil dari hal ini yaitu dari An Nu’man bin Basyir, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca dalam shalat ‘ied dan shalat Jum’at “sabbihisma robbikal a’la” dan “hal ataka haditsul ghosiyah”.” An Nu’man bin Basyir mengatakan begitu pula ketika hari ‘ied bertepatan dengan hari Jum’at, dia membaca kedua surat tersebut di masing-masing shalat. Karena imam dianjurkan membaca dua surat tersebut pada shalat Jum’at yang bertepatan dengan hari ‘ied, ini menunjukkan bahwa shalat Jum’at dianjurkan untuk dilaksanakan oleh imam masjid.

Siapa saja yang tidak menghadiri shalat Jum’at dan telah menghadiri shalat ‘ied –baik pria maupun wanita- maka wajib baginya untuk mengerjakan shalat Zhuhur (4 raka’at) sebagai ganti sebab tidak menghadiri shalat Jum’at.

Demikian beberapa penjelasan ringkas mengenai panduan shalat Idul Fithri dan Idul Adha. Semoga bermanfaat.

Segala puji bagi Yang Mahakuasa yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

Diselesaikan di Pangukan, Sleman, di hari yang baik untuk berinfak sholih, 7 Dzulhijah 1430 H.
***
Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal
Artikel www.muslim.or.id

Senin, 14 November 2016

Do'a Saat Berpisah dengan Ramadhan

Assalamualaikum wr wb,

Di balik kebahagiaan kita menjelang satu Syawal, ada aneka macam rasa yang mampu kita rasakan baik itu sedih, rindu hingga berlinang air mata. Bukan sebab tidak bersyukur untuk menyambut hari raya Idul Fitri, namun lebih sebab kesedihan tatkala harus berpisah dengan bulan Ramadhan nan suci ini.

Dan bila saja pertanyaan ini ditanyakan kepada setiap umat Muslim," Maukah Anda berpisah dengan bulan Ramadhan ini???, saya yakin semuanya menjawab ..... tidaaak mauuuuuu!!!. Tapi itulah waktu, setiap ada pertemuan ... ada pula perpisahan. Tinggal bagaimana memaknai perpisahan tersebut.

Yuk, lebih baik kita isi perpisahan dengan Ramadhan yang selalu kita rindukan dengan doa.

----------------------------------------------------
Doa Imam Ali Zainal Abidin (sa), cucu Rasulullah saw, ketika berpisah dengan bulan Ramadhan:

Dengan nama Yang Mahakuasa Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya

1) Ya Allah, wahai Dia yang tidak mengharapkan balasan

2) Wahai Dia yang tidak menyesali pemberian

3) Wahai Dia yang tidak membalas dengan setimpal

4) Anugrah-Mu permulaan, ampunan-Mu kebaikan, siksa-Mu keadilan, ketentuan-Mu sebaik-baik pilihan.

5) Jika Engkau memberi tidak Kaucemari dengan tuntutan. Jika Engkau menahan tidak Kautahan pemberian-Mu dengan kezaliman.

6) Engkau syukuri orang yang bersyukur pada-Mu. Padahal Kauilhamkan padanya
mensyukuri-Mu.

7) Kaubalas orang yang bersyukur pada-Mu. Padahal Kauajarkan padanya memuji-Mu.

8) Kausembunyikan malu orang yang kalau Kaukehendaki Kaudapat mempermalukannya. Kau sangat pemurah kepada orang yang kalau Kaukehendaki Kaudapat menahannya. Keduanya layak Kaupermalukan atau Kautahan. Namun Kautegakkan perbuatan-Mu atas karunia, Kau alirkan kuasa-Mu atas ampunan.

9) Engkau sambut orang yang menentang-Mu dengan santun. Engkau biarkan orang yang berbuat zalim pada dirinya. Engkau tunggu mereka dengan tabah hingga mereka kembali kepada-Mu. Engkau tahan mereka untuk tidak segera bertaubat supaya yang binasa tidak binasa karena-Mu, dan orang yang celaka tidak celaka sebab nikmat-Mu. Tetapi hanya setelah Engkau lama membiarkan mereka dan setelah Kausampaikan rangkaian bukti atas mereka, sebagai kemurahan ampunan-Mu wahai Yang Maha Pemurah, sebagai anugrah kelembutan-Mu wahai Yang Maha Santun.

10) Engkaulah yang membukakan kepada hamba-hamba-Mu pintu menuju maaf-Mu. Engkau namakan pintu itu taubat. Engkau berikan petunjuk dari wahyu-Mu kea rah pintu itu supaya mereka tidak tersesat dari situ. Engkau berfirman: “Bertaubatlah kepada Yang Mahakuasa dengan taubat yang tulus, semoga Tuhanmu akan menghapus kesalahanmu dan memasukkan kau ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai.”

11) Pada hari ketika Yang Mahakuasa tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia, sedangkan cahaya mereka memancar di hadapan mereka dan di sebelah kanan mereka, seraya mereka berkata: Ya Tuhan kami, sempurnakan bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sungguh Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (At-Tahrim, 66: 8)
Apalagi alasan orang yang alpa memasuki rumah itu setelah pintu dibukakan dan petunjuk ditegakkan.

12) Engkaulah yang menahan harga untuk hamba-hamba-Mu. Kauingin mereka berlaba dalam berniaga dengan-Mu dan beruntung berkunjung kepada-Mu. Maka Engkau berfirman Mahamulia dan Mahatinggi nama-Mu: “barangsiapa yang membawa amal yang baik maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya, dan barangsiapa yang membawa perbuatan yang jahat maka ia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya.” (Al-An’am, 6: 160)

13) Engkau berfirman: “Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Yang Mahakuasa ialah serupa dengan benih yang menumbuhkan tujuh bulir. Pada setiap bulir seratus biji. Yang Mahakuasa melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki.” (Al-Baqarah: 261)
Engkau berfirman: “Barangsiapa meminjamkan kepada Yang Mahakuasa pinjaman yang baik, Yang Mahakuasa akan melipat-gandakan baginya berkali-kali lipat.” (Al-Baqarah: 245). Dan ayat-ayat menyerupai itu dalam Al-Qur’an perihal kebaikan yang dilipat-gandakan.

14) Engkau yang menunjuki mereka dengan firman-Mu dan dorongan-Mu yang di dalamnya keberuntungan mereka, yang sekiranya Kaututupkan dari mereka, mata mereka tidak melihatnya, indera pendengaran mereka tidak mendengarnya, khayal mereka tidak menangkapnya. Maka Engkau berfirman: “Ingatlah Aku, Aku pasti mengingatmu. Bersyukurlah pada-Ku dan jangan ingkar.” (Al-Baqarah: 152).
Engkau juga berfirman: “Jika kau bersyukur, niscaya Aku tambahi kamu. Jika kau ingkar, sungguh azab-Ku sangat pedih.” (Ibrahim, 14: 7)

15) Engkau berfirman: Beroalah kau kepada-Ku, akan Aku jawab doamu. Sungguh orang-orang yang sombong dari ibadat kepada-Ku, mereka akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina (Al-Mukmin: 60)
Engkau namakan doa kepada-Mu sebagai ibadah, meninggalkannya kesombongan
Engkau ancam orang yang meninggalkannya masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina.

16) Sehingga
mereka mengingat-Mu sebab karunia-Mu
mereka bersyukur kepada-Mu sebab anugrah-Mu
mereka menyeru-Mu sebab perintah-Mu
mereka beramal sebab karena-Mu
sebab mengharapkan tambahan-Mu
Di situ keselamatan mereka dari murka-Mu
dan kebahagiaan mereka dengan ridha-Mu

17) Sekiranya ada makhluk yang memberikan makhluk lain
seperti Engkau tunjukkan kepada hamba-hamba-Mu
pastilah ia akan disifati dengan kebaikan
akan digambarkan dengan kedermawanan
akan disayangi semua lisan
Bagi-Mu segala pujian
selama masih ada cara untuk memuji-Mu
selama ada kata sanjungan untuk menyanjung-Mu
selama ada makna yang dapat diungkapkan untuk memuji-Mu

18) Wahai Dia yang menampakkan kelayakannya dipuji
dengan kebaikan dan karunia
dan mencurahkan kepada mereka nikmat dan anugrah
Betapa banyaknya nikmat yang Kausebarkan kepada kami
Betapa luasnya anugrah-Mu yang Kau berikan kepada kami
Betapa istimewanya kebaikan yang Kau limpahkan kepada kami

19) Kau tunjuki kami pada agama-Mu yang Kaupilih
pada millah-Mu yang Kauridhai
pada jalan-Mu yang Kau mudahkan
Kau tampakkan kepada kami kedekatan pada-Mu
dan kedatangan pada kemurahan-Mu

20) Ya Allah, di antara pilihan kewajiban itu dan yang paling istimewa dari kewajiban itu Engkau jadikan bulan yang Kauistimewakan ia dari semua bulan, Kaupilih ia dari semua waktu dalam setahun dengan Al-Qur’an dan cahaya yang Kauturunkan di dalamnya, dengan keimanan yang Kautingkatkan di dalamnya, dengan puasa yang Kauwajibkan di dalamnya, dengan qiyamul layl yang Kaugemarkan di dalamnya, dengan malam Al-Qadar yang lebih baik dari seribu bulan yang Kauagungkan di dalamnya.

21) Kemudian Kauistimewakan kami dengan keutamaannya, Kaupilih kami tidak pengikut agama yang lain. Maka kami berpuasa atas perintah-Mu pada waktu siangnya, kami bangkit salat dengan bantuan-Mu pada malam harinya, mempersembahkan diri kami dengan puasa dan salat malamnya kepada kasih-Mu, yang Kautumpahkan kepada kami melalui itu, kami dapat memperoleh pahala-Mu
Engkau Penuh dengan apapun yang diinginkan dari-Mu
Engkau Pemurah dengan apapun yang diminta dari karunia-Mu
Engkau Dekat dengan orang yang berusaha mendekati-Mu

22) Bulan ini telah hadir di tengah-tengah kami dengan kehadiran yang terpuji
Telah menemani kami dengan persahabatan sejati
Telah menguntungkan kami dengan keuntungan terbaik di seluruh alam
Tiba-tiba ia meninggalkan kami pada selesai waktunya, pada ujung jangkanya, pada kesempurnaan bilangannya.

23) Kami ingin mengucapkan selamat tinggal kepadanya
Selamat tinggal kepada ia yang menyedihkan perpisahannya, yang merisaukan dan merindukan kami kepergiannya. Untuknya punya janji, kesepakatan yang dijaga, kesucian yang dipelihara, hak yang dipenuhi.
Kami sampaikan kepadanya: Salam bagimu wahai bulan Yang Mahakuasa yang agung, wahai hari raya para kekasih-Nya.

24) Salam bagimu wahai waktu termulia yang menyertai kami, wahai bulan terbaik di antara semua hari dan saat.

25) Salam bagimu bulan yang di dalamnya keinginan didekatkan, amal disebarkan.

26) Salam bagimu teman yang paling bernilai ketika dijumpai dan paling menyedihkan ketika ditinggalkan, kawan yang ditunggu yang menyedihkan perpisahannya.

27) Salam bagimu kesayangan yang datang membuat gembira dan bahagia, dan meninggalkan kesepian dan dukacita.

28) Salam bagimu tetangga yang bersamanya hati melembut dan dosa berkurang.

29) Salam bagimu yang membantu kami menghadapi setan, yang memudahkan kami jalan-jalan kebaikan.

30) Salam bagimu
Betapa banyaknya orang yang terbebas di dalamnya!
Betapa bahagianya orang yang menjaga kesucianmu karenamu.

31) Salam bagimu, betapa banyak dosa yang kau pupuskan, betapa banyak malu yang kau tutupi!

32) Salam bagimu, betapa panjangnya hari-harimu bagi pendosa, betapa agungnya kau bagi orang beriman!

33) Salam bagimu, bulan yang tidak tertandingi hari-hari mana pun.

34) Salam bagimu, bulan yang sejahtera segalanya.

35) Salam bagimu, duhai yang persahabatannya tidak dibenci, duhai yang pergaulannya tidak tercela.

36) Salam bagimu, sebagaimana kau datang kepada kami membawa berkah, dan kau bersihkan kami dari noda kesalahan.

37) Salam bagimu, duhai yang tidak meninggalkan kebosanan, dan puasanya tidak meninggakan penyakit.

38) Salam bagimu, duhai yang dicari sebelum waktunya, duhai yang ditangisi sebelum kepergiannya.

39) Salam bagimu, betapa banyak kejelekan dipalingkan karenamu, betapa banyak kebaikan dilimpahkan kepada kami karenamu.

40) Salam bagimu dan bagi malam Al-Qadar yang lebih baik dari seribu bulan

41) Salam bagimu, betapa senangnya kami kepadamu kemarin
betapa rindunya kami kepadamu esok!

42) Salam bagimu dan bagi keutamaanmu yang sekarang ditepiskan dari kami, dan bagi keberkahan dilepaskan dari kami.

43) Ya Allah, kami pecinta bulan ini. Dengannya Kau muliakan kami. Telah Kau untungkan kami ketika orang durhaka tidak mengetahui waktunya, ketika orang celaka dijauhkan dari keutamaannya.

44) Engkaulah kekasih, Kauistimewakan kami untuk mengenalnya, Kautunjuki kami pada sunnahnya. Dengan taufik-Mu kami berusaha untuk berpuasa dan salat malam, dengan segala kekurangan telah kami lakukan yang sedikit dari yang banyak.

45) Ya Allah, bagi-Mu segala kebanggaan dengan pengesahan akan keburukan dan kesadaran akan kelalaian. Bagi-Mu dari lubuk hati kami penyesalan yang paling dalam, dari pengecap kami permohonan maaf yang paling tulus. Berilah kami pahala dengan segala kekurangan yang yang menimpa kami di bulan ini pahala yang memberikan pada kemuliaan yang diharapkan, dan memperoleh bermacam kekayaan yang dirindukan.

46) Pastikan bagi kami ampunan-Mu untuk kekurangan kami memenuhi hak-Mu di bulan ini. Dengan sisa umur kami sampaikan kami pada bulan Ramadhan yang akan datang. Jika Engkau sudah sampaikan kami padanya bantulah kami untuk melaksanakan ibadah yang layak untuk-Mu, bimbinglah kami untuk menegakkan ketaatan yang pantas untuk-Mu, berilah kami amal saleh yang memenuhi hak-Mu dalam dua bulan ini: Ramadhan ini dan Ramadhan yang akan datang dari seluruh bulan.

47) Ya Allah, apa saja dosa besar dan kecil yang kami lakukan di bulan ini, atau kedurhakaan yang kami kerjakan, atau kesalahan yang kami tabrak dengan sengaja atau lupa, baik kezaliman pada diri kami atau pelanggaran terhadap kehormatan yang lain, maka sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya. Tutuplah kami dengan penutupan-Mu. Ampuni kami dengan ampunan-Mu.

48) Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Rasulullah dan keluarganya. Selamatkan kami dari bencana berkat bulan Ramadhan. Berkahi kami pada hari raya kami dan ketika berbuka kami. Jadikanlah ia hari yang terbaik yang melewati kami, yang paling dapat menarik ampunan-Mu, yang paling cepat menghapus dosaku. Ampuni dosa-dosa kami yang tampak dan tersembunyi.

49) Ya Allah, dengan berlalunya bulan ini lepaskan kami dari kesalahan kami, dengan keluarnya bulan ini keluarkan kami dari kesalahan kami. Jadikan kami dengan bulan ini, orang yang paling bahagia, orang yang besar memperoleh bagian, orang yang paling tinggi mendapat keuntungan.

50) Ya Allah, barangsiapa memelihara bulan ini dengan sebenarnya, menjaga kehormatannya dengan sebenarnya, menegakkan hukum-hukumnya dengan sebenarnya, menjaga diri dari dosa-dosa dengan sebenarnya, mendekatkan diri kepada-Mu dengan sedekat-dekatnya, yang memastikan ridha-Mu dan mengundang kasih-Mu.
Berilah kami yang menyerupai itu dari kekayaan-Mu. Karuniakan kepada kami yang berlipat-ganda dari anugrah-Mu, sebab anugrah-Mu tidak pernah berkurang bahkan berlipat, khazanah kebaikan-Mu tidak pernah menghilang, dan pemberian-Mu pemberian yang penuh kebahagiaan.

51) Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluaganya, tuliskan bagi kami seumpama pahala orang yang berpuasa dan beribadah kepada-Mu di bulan ini hingga hari kiamat.

52) Ya Allah, kami bertaubat kepada-Mu pada hari fitri kami, yang Kaujadikan bagi kaum mukminin sebagai hari raya dan bahagia, bagi pengikut agama-Mu kawasan berkumpul dan bersama. Kami bertaubat dari setiap dosa yang kami lakukan, dari setiap kesalahan yang kami dahulukan atau getaran jahat yang kami sembunyikan, dengan taubat yang tidak membawa kami kembali pada dosa, dan tidak kembali sesudahnya pada kesalahan; dengan taubat yang lapang dada dan bersih dari syak dan keraguan. Terimalah taubat kami, ridhai kami, teguhkan kami di dalamnya.

53) Ya Allah, berikan kepada kami ketakutan akan akhir yang diancamkan, dan kerinduan pada pahala yang dijanjikan. Sehingga kami dapat menentukan kelezatan yang dari-Mu kami mohonkan, dan penderitaan yang dari-Mu kami minta perlindungan.

54) Jadikan kami di sisi-Mu orang-orang yang bertaubat, yang telah Kaupastikan bagi mereka cinta-Mu, dan Kauterima mereka yang kembali mentaati-Mu, wahai Yang Paling Adil dari segala yang adil.

55) Ya Allah, ampuni juga ayah dan ibu kami dan semua pemeluk agama kami yang terdahulu dan yang kemudian hingga hari kiamat.

56) Ya Allah, sampaikan shalawat kepada Muhammad nabi kami dan keluarganya, menyerupai Kausampaikan shalawat kepada para malaikat muqarrabin. Sampaikan shalawat kepadanya dan keluarganya menyerupai Kausampaikan shalawat kepada para nabi yang diutus. Sampaikan shalawat kepadanya dan keluarganya menyerupai Kausampaikan shalawat kepada hamba-hamba-Mu yang saleh. Dan yang lebih utama dari itu, ya Rabbal ‘alamîn. Dengan shalawat yang kebeekahannya hingga kepada kami, yang manfaatnya menggapai kami, yang alhasil diijabah doa kami.

Engkaulah Yang Paling Pemurah dari siapapun yang diharapkan
Engkau Yang Paling Mencukupi dari siapapun yang diandalkan
Engkaulah Yang Paling Memberi dari siapapun anugrahnya dimohonkan
Dan Engkaulah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.
(Kitab Ash-Shahifah As-Sajjadiyah doa ke 45)

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1431 H
Mohon Maaf Lahir-Batin

Wassalamualaikum wr wb
-----------------------------------------
berguru kepada : Syamsuri Rifai

Minggu, 13 November 2016

Waspadai Polusi Dalam Rumah!

Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

Bila mendengar kata polusi, yang tergambar di ingatan kita yaitu asap-asap pabrik, kendaraan dan pencemaran sungai, laut ... sesuatu yang tejadi di luar rumah kita, duh serem yaa. Tapi sesungguhnya polusi tidak hanya di luar rumah saja lo, polusi juga mampu terjadi di dalam rumah bila kita tidak waspada! Dan bahayanya juga luar biasa lo, apalagi terhadap buah hati kita!

Lalu polusi dalam rumah itu ibarat apa?

Polusi rumah mampu berasal dari:
  • Asap yang dari rokok, kompor, serta sumber api lainnya
  • Gas dari kompor gas, korek api gas
  • Aerosol dari penyemprot, baik antiserangga maupun pengharum ruangan
  • Emisi kimia dari baha karpet sintetis, kain penutup furniture terutama lem karpet dan wallpaper
  • Plastik
  • Poliuretan dari busa sofa, bed cover da lapisan karet
  • Minyak, oli, sabun deterjen
  • Semen beton dan beberapa jenis kerikil bata dinding
  • Bahan kimia dari cat minyak atau materi sintetis

Solusinya?
  • Hindari merokok dalam rumah, alasannya asap rokok tidak hanya beterbangan di udara, tapi juga menempel pada kain dan furniture
  • Buka jendela lebar-lebar setiap pagi untuk menerima udara segar. Akan lebih baik lagi kalau ada dua buah bukaan dalam satu ruang, sehingga mampu diperoleh pergerakan udara silang
  • Gunakan fan penyedot udara di ruang dalam biar udara dapat berganti, terutama untuk ruang tertutup ibarat toilet yang tidak mempunyai jendela. Lalu bersihkan kipas fan secara teratur
  • Tutup semua lubang atau kebocoran yang ada di plafon juga dinding,lantai yang retak. kebocoran dan keretakan dapat menjadikan emisi gas beracun dari dalam tanah maupun material bangunan
  • Saat memasak, bukalah pintu/jendela biar terjadi pergantian udara
  • dan masih banyak lagi yang dapat kita lakukan ...

Nah itu alasannya mengapa kita juga harus WASPADA terhadap polusi dalam rumah!

Semoga bermanfaat ... wasssalam

Sabtu, 12 November 2016

Akhirnya Kutahu Makna Ketupat Lebaran


Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif

Sobat, tahu ngga' bagaimana rasa sayur tanpa garam? waah pasti sudah tahu kan. Begitu juga tradisi Idulfitri di Indonesia tercinta ini, jikalau lebaran tanpa ketupat rasanya sama dengan sayur tanpa garam. Ya, ternyata ketupat atau kupat mempunyai tugas dan makna yang sangat luar biasa!.

Menurut sumber dari Malay Annal (1912) oleh HJ de Graaf:
------------------------------------------
  • Disebutkan, bahwa ketupat atau kupat merupakan simbol perayaan hari raya umat Islam. Ini terjadi pada masa pemerintahan Demak yang dipimpin Raden Fatah pada awal era ke-15.
  • Mengapa janur yang dipilih sebagai pembungkusnya?, De Graaf menduga-duga secara antropologis bahwa hal itu berfungsi sebagai identitas budaya pesisiran alasannya ialah pohon kelapa kebanyakan tumbuh di dataran rendah. Selain itu, warna kuning memberi arti khas untuk membedakan dari warna hijau dari Timur Tengah dan merah dari Asia Timur. (wah ... bener juga pendapat De Graaf ini).

Dari bentuknya:
------------------------------------------
  • Ketupat dibuat dari anyaman janur kuning. Ini menggambarkan jalinan bersahabat silaturrahmi yang bersatu dan saling menguatkan. Bisa jadi ini simbol pentingnya persatuan dan kesatuan! (benar ngga?).

Dari budaya :
------------------------------------------
Budaya Jawa
  • Ketupat, kupat dalam budaya Jawa disebut sebagai “Jarwa dhosok” yang berarti “ngaku lepat”. Makna yang terkandung ialah biar seseorang segera mengakui kesalahannya apabila berbuat salah. Dan ketika lebaran dihidangkan ketupat maksudnya bahwa semua kesalahan dapat lepas dan dimaafkan pada hari tersebut, alasannya ialah ketika hari Idulfitri Idul Fitri ialah hari dimana arti fitri ialah kembali kepada kesucian hati.

Budaya Sunda
  • Ketupat dalam bahasa Sunda juga disebut kupat. Makna yang terkandung ialah biar seseorang jangan suka ngupat, yaitu membicarakan hal-hal buruk pada orang lain alasannya ialah akan membangkitkan amarah.

Dari keterangan di atas, mampu jadi ini yang menyebabkan ketupat atau kupat selalu ada di ketika lebaran. Dan patut disyukuri bahwa dengan adanya tradisi ketupat lebaran ini, paling tidak ketupat atau kupat mampu menjelaskan Hakikat Idul Fitri yang mengajarkan pentingnya silaturrahmi dan menimbulkan insan pemaaf atas semua kesalahan ... alangkah indahnya!!!

Wassalam,

Jumat, 11 November 2016

Usai Sholat Ied


Usai adzan Maghrib maka takbirpun bergema di mana-mana, Allahuakbar Allahuakbar Allahuakbar..Laailahailallahhu Allahhuakbar..Allahuakbar walillahilham hingga menjelang sholat Ied.

Sejak pagi, saya sudah dilipat, dimasukkan ke sebuah tas yang harum sekali aromanya dan di bawa oleh seseorang dengan penuh semangat ke sebuah tanah lapang. Sesampai di sana, sudah banyak juga teman-temanku yang sudah berada di sana. Lalu akupun di dibentangkan dan di selimuti sajadah.

Namun tiba-tiba, saya mencicipi sepasang kaki yang menginjakku kemudian badan yang mendudukiku. Tak berapa kemudian kudengan bunyi takbir dan alunan ayat-ayat suci yang merdu sebagai tanda sholat Ied dimulai.

Selang beberapa waktu, terdengar ucapan salam tanda sholat telah usai dan setelah itu terdengar kembali bunyi ceramah dari khotib. Sama juga ibarat sebelumnya, bunyi ceramah itu kembali tenang tanda sudah usai semuanya.

Namun yang saya heran, kenapa setelah semua usai ... bahkan sajadah yang menyelimutiku pun beranjak pergi bersama orang yang membawaku ke lapangan ini.
Lalu ............................
......... mereka meninggalkan aku,
......... mereka membiarkan aku
......... dan mereka tak peduli saya lagi?
......... atau lupa?

Ah, insan memang sering lupa.
Lupa akan makna atau memang enggan memaknai ?
walau hanya untuk sekedar membawaku pergi lagi
atau menumpuknya bersama temanku yang lain
Mereka lupa atau enggan ?

Tapi tak mengapa kok, saya mengerti!
karena saya hanyalah selembar koran bekas
yang mungkin tak sebanding dengan
ketupat, opor dan sambal goreng???

Minal Aidzin Walfaidzin, Mohon maaf lahir batin ... 1431H

Menyingkap Kecerdasan VISUAL SPASIAL Anak Dengan Mulitiple Intellegences (MI)


Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif

Kecerdasan VISUAL SPASIAL ialah kemampuan memahami, memproses, dan berpikir untuk mencicipi dunia visual secara akurat dan menciptakan kembali banyak sekali kesan visualnya sendiri.

Anak yang mempunyai kecerdasan visual spasial ialah pengamat dunia. Ini disebabkan karena pengaruh otak kanan, yaitu episode dari otak yang mempunyai peran memprose ruang. Contoh : anak berusia 3-4 tahun sudah dapat menghafal jalan

-----------------------------------------------------------

Indikator Kecerdasan VISUAL SPASIAL
  • Tertarik dengan gambar atau bentuk
  • Mudah mengingat letak benda
  • Memiliki imajinasi yang tinggi
  • Mampu membaca peta

Ciri-ciri:
  • Senang menggambar
  • Cepat menghapal
  • Suka mengamati

Contoh Karir:
  • Seniman
  • Wartawan
  • Desainer
  • Arsitek
  • Pematung

Stimulasi yang cocok:
  • Perbanyak acara menggambar
  • Sering diajak untuk memperhatikan lokasi sebuah tempat
  • Berikanlah permainan ibarat rubik
  • Berikan buku-buku yang memiliki gambar yang menarik


Semoga bermanfaat ... wassalam
dari banyak sekali sumber

Kamis, 10 November 2016

Memahami Konsep Dasar Glenn Domain

Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif

Mengenalkan kegiatan belajar, ibarat membaca dan berhitung semenjak usia dini (ada baiknya dimulai semenjak usia 72 bulan atau 4 tahun) akan mempunyai dampak yang sangat baik bagi tumbuh dan kembangnya buah hati Anda. Dan istimewanya, anak akan mencar ilmu lebih banyak dari apa yang Anda ajarkan! Salah satu metode pengajaran yang sudah banyak diterapkan orang bau tanah yakni menggunakan metode Glennn Doman.

Menurut konsep Metode Glenn Doman, pada usia ini, anak sangat tertarik untuk kegiatan mencar ilmu ibarat mengenal membaca dan berhitung.

Ini didasari dari hasil penelitian yang dilakukan dan menerima fakta bahwa :
  • Anak dibawah usia 5 tahun bisa dengan MUDAH menyerap isu dalam jumlah yang luar biasa banyaknya.
  • Anak dibawah usia 4 tahun akan LEBIH MUDAH dan LEBIH EFEKTIF.
  • Anak dibawah usia 3 tahun bahkan JAUH LEBIH MUDAH lagi dan JAUH LEBIH EFEKTIF.
  • Anak dibawah usia 2 tahun merupakan usia yang PALING MUDAH menyerap dan PALING EFEKTIF untuk menyerap Informasi.
---------------------------------------------------------
Juga, menurut Glen Doman," Semakin banyak isu yang diserap seorang Anak dibawah usia 5 tahun, makin banyak pula yang diingatnya."

Ini disebabkan:
  • Anak dibawah usia 5 tahun mempunyai energi yang sangat besar
  • Anak dibawah usia 5 tahun mempunyai harapan mencar ilmu yang tinggi.
  • Anak dibawah usia 5 tahun bisa menangkap isu dengan kecepatan yang luar biasa.
  • Anak dibawah usia 5 tahun mempunyai harapan mencar ilmu yang sangat besar
  • Anak dibawah usia 5 tahun bisa mempelajari suatu bahasa secara utuh dan dapat mencar ilmu bahasa apapun yang diperkenalkan kepadanya.
  • Anak dibawah usia 5 tahun bisa membaca satu atau beberapa bahasa SAMA MUDAHNYA dengan kemampuannya untuk mengerti bahasa lisan.
---------------------------------------------------------
Dan untuk mengajarkan dengan tepat, perlu diketahui beberapa faktor:

Sikap dan Pendekatan Anda
Buat suasana pembelajaran yang menyenangkan dan jangan pernah memulainya bila suasana hati Anda dan suasana hati anak Anda sedang tidak baik.

Minat Belajar Anak
Anak akan mempunyai kesukaan dan ketidaksukaan yang terbentuk sangat kuat. Dan
Anak lebih suka dengan aktivitas kegiatan mencar ilmu membaca sendiri dengan memilih perbendaharaan kata yang ia sukai dan ingin dipelajari.

Waktu Belajar
Diperlukan kecermatan dalam menentukan kapan harus mengakhiri setiap pelajaran. Anda harus dapat memastikan bahwa waktu yang Anda gunakan untuk melaksanakan permainan ini sangat singkat.

Cara Mengajar
Apapun yang Anda ajarkan, baik kata tunggal, kalimat atau sebuah buku, kegembiraan dan semangat Anda yakni kuncinya. Bila Anda semangat, tentunya anak akan terbawa semangat juga.

Konsistensi Belajar
Kegiatan ini perlu dilakukan secara konsisten. Kegiatan yang sering dihentikan berhenti-mulai-berhenti-mulai) tidak akan efektif. Kalaupun terpaksa untuk menghentikan, tidak apa-apa asal tidak dilakukan terlalu sering. Bahkan Anda terkadang harus menghentikannya selama beberapa ahad atau bulan karena kondisi yang tidak memungkinkan. Misalnya gres pindah rumah, bepergian, atau ada keluarga yang sakit, sehingga kegiatan rutin sehari-hari terganggu. Bila Anda telah siap kembali untuk melaksanakan kegiatan secara konsisten, mulailah kembali sempurna dimana Anda berhenti.


Semoga bermanfaat, wassalam
dari segala sumber
picture : www.iahp.org

Rabu, 09 November 2016

Kembangkan Kemampuan Musikal Si Kecil Dengan Bernyanyi Bersama


Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif

Semakin awal seseorang anak diperkenalkan pada musik, potensinya akan semakin besar untuk mencar ilmu dan menyenangi musik. Banyak cara untuk menyebarkan kemampuan musikal buah hati Anda, ibarat menyediakan kemudahan mainan jenis-jenis alat musik, memperdengarkan lagu-lagu anak, dan lainnya.

Namun kalau semua kemudahan untuk itu belum ada atau bahkan tidak ada, ada enggak cara lain? Jangan khawatir, alasannya ada cara yang teruji paling efektif untuk menegmbangkan kemampuan musikal tersebut, yaitu dengan bernyanyi bersama buah hati Anda.

Untuk bernyanyi bersama, tidak harus dilakukan selaras lirik lagu. Anda dapat mengubah kata-kata dari sebuah lagu, alasannya bagia yang paling penting ialah menikmati bernyanyi.

Berikut tips yang efektif (15-18 bulan):
------------------------------------------------------
1. Pilih lagu anak yang sederhana dan Anda ketahui, ibarat :
  • Lihat Kebunku
  • Potong Bebek Angsa
  • Pelangi
  • Tik tik Bunyi Hujan,
  • dll
2. Nyanyikan lagu-lagu itu dan tambahkan peragaannya.

3. Gerakkan tangan anak Anda untuk bertepuk tangan, melambai, bergoyang dan seterusnya.

4. Lakukan gerakannya lebih dulu dan kemudian biarkan anak Anda melakukannya.

5. Nikmati bernyanyi bersama buah hati Anda, kapan pun sepanjang hari, baik sewaktu Anda dalam mobil, sedang menunggu antrian atau sedang duduk di ruang tunggu. Karena, kapan pun merupakan waktu yang cocok utuk bernyanyi.


Selamat mencoba ... wassalam
Brain Games for Kids (Jackie Silberg
gambar : babble.com

Selasa, 08 November 2016

Rahasia dan Keistimewaan Puasa Enam Hari di Bulan Syawal


Assalamualaikum wr wb,

1 Syawal ialah hari kemenangan dan kegembiraan fitri bagi setiap yang beriman. Kemenangan harus disambut dengan tasbih, tahmid, tahlil, dan istighfar.

Ya, karena 1 Syawal bukan hari pembebasan sebebas-bebasnya, melainkan hari pertama kita mulai terjun ke medan pertarungan melawan segala godaan hawa nafsu, setelah sebulan penuh kita berbekal akidah dan kekuatan rohani.

Kita harus bergegas dalam kebaikan-kebaikan ibarat kita dalam suasana Ramadhan. Karena Nabi SAW tidak ingin kita kalah lagi. Itulah belakang layar mengapa kita disunnahkan menambah puasa lagi minimal 6 hari di antara bulan Syawal.

--------------------------------------------------------

Abu Ayyub Al-Anshari radhiallahu ‘anhu meriwayatkan, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْر

“Barangsiapa berpuasa penuh di bulan Ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan Syawal, maka (pahalanya) ibarat ia berpuasa selama satu tahun.” (HR. Muslim).

--------------------------------------------------------

Filosofi pahala puasa 6 hari di bulan Syawal setelah puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan sama dengan puasa setahun, karena setiap hasanah (kebaikan) diganjar sepuluh kali lipatnya.

--------------------------------------------------------

Membiasakan puasa setelah Ramadhan memiliki banyak manfaat, di antaranya:
  • 1. Puasa enam hari di bulan Syawal setelah Ramadhan, merupakan embel-embel dan penyempurna pahala dari puasa setahun penuh.
  • 2. Puasa Syawal dan Sya’ban bagaikan shalat sunnah rawatib, berfungsi sebagai penyempurna dari kekurangan, karena pada hari Kiamat nanti perbuatan-perbuatan fardhu akan disempurnakan (dilengkapi) dengan perbuatan-perbuatan sunnah. Sebagaimana keterangan yang datang dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di aneka macam riwayat. Mayoritas puasa fardhu yang dilakukan kaum muslimin memiliki kekurangan dan ketidaksempurnaan, maka hal itu membutuhkan sesuatu yang menutupi dan menyempurnakannya.
  • 3. Membiasakan puasa setelah Ramadhan menunjukan diterimanya puasa Ramadhan, karena apabila Tuhan Taala mendapatkan amal seorang hamba, pasti Dia menolongnya dalam meningkatkan perbuatan baik setelahnya. Sebagian orang bijak mengatakan: “Pahala amal kebaikan ialah kebaikan yang ada sesudahnya.” Oleh karena itu barangsiapa mengerjakan kebaikan kemudian melanjutkannya dengan kebaikan lain, maka hal itu merupakan tanda atas terkabulnya amal pertama. Demikian pula sebaliknya, jikalau seseorang melaksanakan suatu kebaikan lalu diikuti dengan yang buruk maka hal itu merupakan tanda tertolaknya amal yang pertama.
  • 4. Puasa Ramadhan – sebagaimana disebutkan di muka – dapat mendatangkan maghfirah atas dosa-dosa masa lain. Orang yang berpuasa Ramadhan akan mendapatkan pahalanya pada hari Raya ‘ldul Fitri yang merupakan hari pembagian hadiah, maka membiasakan puasa setelah ‘Idul Fitri merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat ini. Dan sungguh tak ada nikmat yang lebih agung dari pengampunan dosa-dosa.
  • 5. Dan di antara manfaat puasa enam hari bulan Syawal ialah amal-amal yang dikerjakan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Tuhannya pada bulan Ramadhan tidak terputus dengan berlalunya bulan puasa ini, selama ia masih hidup.

Sebaiknya orang yang memiliki utang puasa Ramadhan memulai membayarnya di bulan Syawal, karena hal itu mempercepat proses pembebasan dirinya dari tanggungan utangnya. Kemudian dilanjutkan dengan enam hari puasa Syawal, dengan demikian ia telah melaksanakan puasa Ramadhan dan mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal.

Dan perlu diingat pula bahwa shalat-shalat dan puasa sunnah serta sedekah yang dipergunakan seorang hamba untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Taala pada bulan Ramadhan ialah disyariatkan sepanjang tahun, karena hal itu mengandung aneka macam macam manfaat, di antaranya: ia sebagai embel-embel dari kekurangan yang terdapat pada fardhu, merupakan salah satu faktor yang mendatangkan mahabbah (kecintaan) Tuhan kepada hamba-Nya, alasannya terkabulnya doa, demikian pula sebagai alasannya dihapusnya dosa dan dilipatgandakannya pahala kebaikan dan ditinggikannya kedudukan.

Hanya kepada Tuhan daerah memohon pertolongan, shalawat dan salam biar tercurahkan selalu ke haribaan Nabi, segenap keluarga dan sahabatnya.

Amin. Wallahu a’lam bishshowab.
disarikan dari : dakwatuna.com

Senin, 07 November 2016

Dongeng Rakyat, Telaga Bidadari

Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif

Wah, adik-adik masih pada libur ya? Untuk mengisi liburan coba minta kepda Bunda, ayah, kakak atau siapa saja untuk mendongeng yaa...dan ini ia dongengnya:

TELAGA BIDADARI

Dahulu kala, ada seorang cowok yang ganteng dan gagah. Ia berjulukan Awang Sukma. Awang Sukma mengembara hingga ke tengah hutan belantara. Ia tertegun melihat berbagai kehidupan di dalam hutan. Ia membangun sebuah rumah pohon di sebuah dahan pohon yang sangat besar. Kehidupan di hutan rukun dan damai. Setelah lama tinggal di hutan, Awang Sukma diangkat menjadi penguasa kawasan itu dan bergelar Datu.

Sebulan sekali, Awang Sukma berkeliling kawasan kekuasaannya dan sampailah ia di sebuah telaga yang jernih dan bening. Telaga tersebut terletak di bawah pohon yang rindang dengan buah-buahan yang banyak. Berbagai jenis burung dan serangga hidup dengan riangnya. "Hmm, alangkah indahnya telaga ini. Ternyata hutan ini menyimpan keindahan yang luar biasa," gumam Datu Awang Sukma.

Keesokan harinya, ketika Datu Awang Sukma sedang meniup serulingnya, ia mendengar bunyi riuh rendah di telaga. Di sela-sela tumpukan kerikil yang bercelah, Datu Awang Sukma mengintip ke arah telaga. Betapa terkejutnya Awang Sukma ketika melihat ada 7 orang gadis cantik sedang bermain air. "Mungkinkah mereka itu para bidadari?" pikir Awang Sukma. Tujuh gadis cantik itu tidak sadar jikalau mereka sedang diperhatikan dan tidak menghiraukan selendang mereka yang digunakan untuk terbang, bertebaran di sekitar telaga. Salah satu selendang tersebut terletak di bersahabat Awang Sukma. "Wah, ini kesempatan yang baik untuk mendapatkan selendang di pohon itu," gumam Datu Awang Sukma.

Mendengar bunyi dedaunan, para putri terkejut dan segera mengambil selendang masingmasing. Ketika ketujuh putri tersebut ingin terbang, ternyata ada salah seorang putri yang tidak menemukan pakaiannya. Ia telah ditinggal oleh keenam kakaknya. Saat itu, Datu Awang Sukma segera keluar dari persembunyiannya. "Jangan takut tuan putri, hamba akan menolong asalkan tuan putri sudi tinggal bersama hamba," bujuk Datu Awang Sukma. Putri Bungsu masih ragu mendapatkan uluran tangan Datu Awang Sukma. Namun alasannya tidak ada orang lain maka tidak ada jalan lain untuk Putri Bungsu kecuali mendapatkan derma Awang Sukma.

Datu Awang Sukma sangat mengagumi kecantikan Putri Bungsu. Demikian juga dengan Putri Bungsu. Ia merasa bahagia berada di bersahabat seorang yang ganteng dan gagah perkasa. Akhirnya mereka memutuskan untuk menjadi suami istri. Setahun kemudian lahirlah seorang bayi perempuan yang cantik dan diberi nama Kumalasari. Kehidupan keluarga Datu Awang Sukma sangat bahagia.

Namun, pada suatu hari seekor ayam hitam naik ke atas lumbung dan mengais padi di atas permukaan lumbung. Putri Bungsu berusaha mengusir ayam tersebut. Tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah bumbung bambu yang tergeletak di bekas kaisan ayam. "Apa kirakira isinya ya?" pikir Putri Bungsu. Ketika bumbung dibuka, Putri Bungsu terkejut dan berteriak gembira. "Ini selendangku!, seru Putri Bungsu. Selendang itu pun didekapnya erat-erat. Perasaan kesal dan jengkel tertuju pada suaminya. Tetapi ia pun sangat sayang pada suaminya.

Akhirnya Putri Bungsu membulatkan tekadnya untuk kembali ke kahyangan. "Kini saatnya saya harus kembali!," katanya dalam hati. Putri Bungsu segera mengenakan
selendangnya sambil menggendong bayinya. Datu Awang Sukma terpana melihat kejadian itu. Ia eksklusif mendekat dan minta maaf atas tindakan yang tidak terpuji ialah menyembunyikan selendang Putri Bungsu. Datu Awang Sukma menyadari bahwa perpisahan tidak mampu dielakkan. "Kanda, dinda mohon peliharalah Kumalasari dengan baik," kata Putri Bungsu kepada Datu Awang Sukma." Pandangan Datu AwangSukma menerawang kosong ke angkasa. "Jika anak kita merindukan dinda, ambillah tujuh biji kemiri, dan masukkan ke dalam bakul yang digoncang-goncangkan dan iringilah dengan lantunan seruling. Pasti dinda akan segera datang menemuinya," ujar Putri Bungsu.

Putri Bungsu segera mengenakan selendangnya dan seketika terbang ke kahyangan. Datu Awang Sukma menatap sedih dan bersumpah untuk melarang anak keturunannya memelihara ayam hitam yang ia anggap membawa malapetaka.

-------------------------------------------------------------------
HIKMAH : Jika kita menginginkan sesuatu sebaiknya dengan cara yang baik dan halal. Kita tidak boleh mencuri atau mengambil barang/harta milik orang lain alasannya suatu dikala kita akan mendapatkan balasannya.
-------------------------------------------------------------------
Selamat mendengarkan, wassalam.

Minggu, 06 November 2016

Coba Tebak ... Binatang Apa?

Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

Di suatu kebun binatang, banyak pengunjung yang mengerumuni sebuah kandang. Ternyata sebuah sangkar istimewa, alasannya yaitu di dalam sangkar itu banyak terdapat macam-macam binatang.

Nah, coba adik-adik tebak, binatang apa saja yang ada di dalam sangkar tersebut? Ini ia kandangnya:


Selamat menebak yaa ... wassalam.

8 Gaya Khas Emosi Si Kecil


Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif

Apakah selama ini kita sebagai orang bau tanah sudah mencermati sikap bila si kecil sedang emosi, baik ketika gembira, duka ataupun sikap yang lainnya? Nah, jikalau belum? ada baiknya kita kenali gaya-gaya si kecil bila sedang emosi biar kita bisa meresponnya dengan tepat.
--------------------------------------------------------------

Masa batita ialah periode paling progresif. Ada saja kemajuan yang dialami si kecil setiap hari. Lihat saja, anak bisa berjalan, tumbuh beberapa gigi sekaligus, mulai bicara, tertawa terbahak-bahak, berguru makan sendiri, menolak instruksi, dan juga merajuk. Perkembangan ini meliputi fisik dan emosinya. Namun, tidak semua orangtua siap dengan perkembangan emosional batitanya sehingga sering kali merasa kewalahan.

Mengapa demikian? Karena kunci kesiapan menghadapi perkembangan emosi ialah pemahaman. Inilah yang sering tidak dimiliki orangtua. Ketahuilah, di usia batita anak berkembang ke arah kemandirian. Ia ingin menunjukkan bahwa dirinya mampu. Dukungan dan kesabaran dari orangtua penting untuk membantu anak mencapai peran perkembangan tersebut. Bila yang diberikan ialah atensi negatif, ibarat memarahi, menyalahkan, melarang, dan seterusnya yang berkembang ialah rasa ragu-ragu dan takut, atau sebaliknya.

Nah, dengan memahami 8 gaya emosi khas batita berikut ini orangtua bisa memperlihatkan respons yang tepat.
--------------------------------------------------------------

1. DEMONSTRASI KASIH SAYANG

Anak usia ini senang mengeksplorasi banyak sekali perasaan menyenangkan yang timbul dari kontak fisik. Coba perhatikan setiap kali orangtua membuka tangan, batita pasti akan berlari menghampiri untuk masuk dalam pelukan orangtunya. Bahkan film untuk batita, Teletubbies, mengakibatkan kepingan ini sebagai tema sentralnya, mereka selalu berseru, "Berpelukan..." setiap kali memulai/selesai melaksanakan sesuatu.

Contoh sikap:

  • Batita senang mendapatkan pelukan, ciuman, didekap, disentuh dan sebagainya.
Respons yang tepat:
Orangtua harus menyiapkan diri menyambut ekspresi sayang yang demonstratif ini dengan memperlihatkan respons yang tepat ibarat balas menciumnya, mengungkapkan rasa cinta dengan bahasa verbal, mengucapkan terima kasih setelah dicium, dan sebagainya. Jangan ada penolakan, karena batita akan mengingatnya sebagai memori buruk. Umpamanya, anak memeluk orangtua dari belakang, tapi orangtua meresponsnya dengan penolakan, "Aduh, Naura, tangan kau kotor," ini respons yang tidak tepat.
--------------------------------------------------------------

2. PERHATIAN SECARA PERSONAL
Batita selalu menuntut perhatian secara personal alasannya ialah di usia ini anak sedang berada dalam fase egosentris. Ia ingin semua menjadi miliknya dan hanya untuk dirinya. Sekadar mendapat perhatian sekali atau sambil lalu tentu tak cukup baginya, ia akan berusaha memastikan bahwa orangtua memperlihatkan perhatian padanya.

Contoh sikap:

  • Minta perhatian ketika orangtuanya menelepon sekadar untuk menunjukkan mainan yang sama berkali-kali.
Respons yang tepat:
Berikan perhatian secukupnya. Tunjukkan bahwa orangtua sudah tahu maksudnya dan sekarang sedang mengerjakan hal lain. Kalau ia ingin menunjukkan sesuatu, nanti ada waktunya lagi. "Oh, iya Sayang, bonekanya bagus ya, tapi sekarang Mama telepon dulu. Nanti simpulan telepon gres kita main lagi. Sekarang Adek duduk dulu di sini di sebelah Mama."
--------------------------------------------------------------

3. MOOD GAMPANG BERUBAH
Anak batita sangat moody. Mudah baginya berganti suasana hati dalam waktu sekejap. Di usia ini anak mulai sadar bahwa dirinya ialah individu yang terpisah dari orangtuanya sehingga segala sesuatunya ingin dilakukan sendiri. Sementara di sisi lain kemampuannya masih sangat terbatas. Dua hal ini sering kali membuat suasana hantinya gampang berubah.

Contoh sikap:

  • Belum kering airmata karena menangis minta susu, setelah susunya diberikan, ia bisa tertawa geli.
Respons yang tepat:
Selalu bersikap damai dan senantiasa memperlihatkan jalan keluar atas problem yang sedang dialaminya. Kenali tangisan anak, misalnya karena lapar dan ingin susu, segera berikan. Dengan demikian ia tak menjadi frustrasi karena keinginannya tidak terpenuhi.
--------------------------------------------------------------

4. CAPER ALIAS CARI PERHATIAN
Ini ialah salah satu ekspresi emosi yang khas dimiliki anak batita. Ia senang sekali "pamer" kemampuan. Pahadal sesuai tahapan perkembangannya, ada saja kemampuan gres yang dikuasainya hampir setiap hari. Jadilah anak terlihat senang cari perhatian alias caper.

Contoh sikap:
  • Ia sudah bisa makan sendiri, ia akan menunjukkan pada siapa saja yang datang ke rumah akan kebisaannya yang gres ini. Begitu juga ketika bisa menggambar sesuatu, mengoperasikan mainan barunya dan sebagainya.
Respons yang tepat:
Siapkan diri untuk menjadi penonton yang baik dan jangan pelit pujian. Asah terus kemampuan anak supaya makin sempurna. Berikan pola bagaimana melaksanakan segala sesuatunya dengan benar. Untuk pola di atas, tunjukkan padanya bagaimana menggenggam sendok dengan benar lalu menyuapkannya ke mulut. Sehingga tak sekadar pujian, tapi makin lama kemampuan makannya makin baik: makin banyak yang masuk ke ekspresi dan makin sedikit yang berantakan.
--------------------------------------------------------------

5. SUKA MENYENGAJA
Batita suka menyengaja. Ini dilakukan semata-mata untuk melihat repons sekelilingnya. Bisa juga karena anak belum paham risiko dari perbuatannya, tapi mungkin juga anak sekadar menikmati reaksi yang ditampilkan orangtua.

Contoh sikap:
  • Lantai habis dipel dan masih licin, ia sudah diperingatkan untuk tidak melintasinya, tapi ia malah sengaja mondar-mandir untuk melihat reaksi orangtuanya. Makin heboh reaksi yang ditunjukkan orangtua, makin bersemangatlah ia melakukannya. Tapi mungkin juga anak belum paham jikalau melintasi lantai licin risikonya bisa terpeleset dan jatuh.
Respons yang tepat:
Berikan pemahaman dengan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami anak. Bila perlu, tunjukkan dengan contoh, semisal orangtua akal-akalan jatuh dan mengaduh kesakitan. "Aduh, sakit ya jatuh terpeleset." Orangtua harus mempunyai kesabaran ekstra. Jangan heboh menghadapi kelakuan ini, alasannya ialah bisa jadi yang ditunggu anak ialah respons orangtua. Peringatkan dengan lembut namun tegas bila anak masih terus mengulanginya.
--------------------------------------------------------------

6. MELEMPAR SESUATU SAAT MARAH
Di usia ini anak belum bisa mengendalikan emosinya secara tepat tapi kemampuan motoriknya, terutama melempar benda, sudah bisa dilakukan. Akibatnya ketika marah, ia melempar benda-benda yang ada di sekitarnya. Tak hanya di waktu marah, bila ada kesempatan, anak usia ini suka melempar/menjatuh-jatuhkan benda. Hal ini terkait dengan tahapan perkembangan motoriknya. Sementara terkait dengan kemampuan verbalnya, anak belum bisa mengungkapkan apa yang membuatnya marah. Sekali-dua kali ia melempar benda ketika marah dan orangtua segera memperlihatkan perhatian, maka tiap kali ia mencicipi gejolak emosi yang sama, ia mengulang tindakan tersebut sebagai ungkapan kemarahan.

Contoh sikap:

  • Anak ingin minum susu, sudah berulang merengek tapi belum juga dibuatkan oleh orangtua, akhirnya anak marah dengan melempar botol susunya.
Respons yang tepat:
Yang diharapkan anak ialah pola bagaimana menyalurkan emosi dengan tepat. Ajarkan padanya untuk memberikan keinginannya. Meski kemampuan verbalnya masih terbatas, tapi orangtua bisa membantunya dengan menggunakan bahasa tubuh. Contoh, "Kalau Adek cuma merengek, Mama enggak ngerti maksudnya. Kalau Adek mau susu, berikan saja botol kosong ini ke Mama, nanti Mama buatkan lagi," sambil tunjukkan bagaimana botol kosong itu diberikan pada orangtua. Selain itu latih anak menyalurkan ekspresi emosi dengan tepat, misalnya menggambar, bernyanyi dan sebagainya.
--------------------------------------------------------------

7. KERAS KEPALA
Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, di usia ini anak sedang berada pada fase egosentris. Anak maunya menang sendiri dan keras kepala. Apa yang sudah jadi keinginannya seakan tak terbantahkan. Ini ialah bab dari perkembangan yang wajar, tiap anak pasti mengalaminya.

Contoh sikap:
  • Melihat orangtuanya makan sesuatu, anak memaksa meminta. Padahal sudah dijelaskan jikalau yang dimakan itu pedas, misalnya, tapi tetap saja ia keras kepala. Begitu diberikan secuil, pribadi dilepehnya karena pedas.
Respons yang tepat:
Sesekali biarkan anak mencicipi apa yang diinginkannya selama tidak membahayakan, misalnya rasa pedas ibarat pola di atas, dingin, panas, dan sebagainya. Dengan mencicipi pribadi biasanya anak jadi "kapok". Selain itu latih terus kemampuannya untuk bersosialisasi, berbagi, mengantre, bergiliran dan sebagainya. Latihan-latihan ini bermanfaat untuk mereduksi keras kepalanya.
--------------------------------------------------------------

8. NARSISME
Anak batita "narsis" mengagumi diri sendiri? Jangan salah, anak usia ini selalu merasa dirinya yang paling baik, pintar, cantik/ganteng, disayang dan sebagainya sehingga ia merasa berhak atas segala sesuatu yang ada di dunia ini.

Contoh sikap:
  • Kalau orangtua memperlihatkan kebanggaan atau menunjukkan ekspresi kekaguman pada kakak/adik/anak lain, ia akan marah sebagai ungkapan rasa cemburu.
Respons yang tepat:
Berikan kebanggaan secara wajar, umpamanya dengan tidak mengatakan, "Wah, anak Mama memang paling tampan sedunia." Tunjukkan bahwa di luar dirinya ada juga anak lain yang berhak mendapat pujian. Contoh, "Oh, iya Adek cendekia ya, makannya bisa habis. Ini Mas Rangga juga cendekia karena makannya juga habis." Orangtua yang terlalu sering memuji secara berlebihan akan membuat bibit narsisme makin subur dalam diri anak, sehingga dalam jangka panjang bukan tak mungkin membuatnya kesulitan melihat/menerima kelebihan orang lain.
-------------------------------------------

Semoga bermanfaat ... wassalam

Narasumber:
Evi Sukmaningrum, Psi.,
Fakultas Psikologi Universitas Atma Jaya, Jakarta
Marfuah Panji Astuti (tabloid nakita)

Sabtu, 05 November 2016

Garfield, Kucing Imut Bermata Sayu


Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

Adik² yang maniezz ... tahu enggak siapa Garfield? Tentu ya, beliau yaitu kucing imut, gendut bermata sayu dan menggemaskan. Tetapi tahukah kamu, apa kebiasan Garfield?

Ini beliau kebiasaannya:
---------------------------------------------

Makan Tidur
  • Si kucing berwarna oranye ini hobinya memang makan dan tidur.kalau bangkit tidur eksklusif minum kopi trus makan donat. Makanan favoritnya : lasagna. Setelah makan beliau kembali tidur lagi, lho?
Nonton televisi
  • Hobi lain Garfield yaitu menonton televisi. Kalau sudah menonton ... waah mampu lama trus ketiduran lagi ... duuh!
Enggak Suka Olah Raga
  • Sang pemilik kucing ini, pak John Arbucke sering menyuruhnya olah raga, tapi Garfield enggak pernah mau! Makanya badannya jadi gendut..dut..dut
Anti Diet
  • Satu hal yang paling tidak disuka Garfield yaitu diet. Mana mauuu ... hobinya kan makan?
Musuhnya Odie
  • Ya, Odie yaitu nama anjing pak Jon. Garfield selalu menggangap Odie sebagai saingan. Maklum, awalnya beliau yaitu satu-satunya hewn peliharaan di rumah pak Jon. Akibatnya, Odie sering dijahili Garfield ... kasihan Odie yaa
Anti Tanpa Sebab
  • Enggak tahu apa sebabnya, Garfield jadi nati hari Senin, anti laba-laba, anti kismis dan anti bayam ... memang asing Garfield!

Nah untuk adik² yang maniezz .. kebiasaan-kebiasaan Grafield yang buruk jangan ditiru yaaa, menyerupai : enggak suka olah raga, bermusuhan. Tapi jikalau yang baik ... ya boleh dong.

Sekian dulu wacana si kucing imut, gendut dan menggemaskan juga bermata sayu.
Wassalam

Jumat, 04 November 2016

Kenapa Semut Kalau Bertemu Saling Cium?


Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

Coba deh perhatikan semut yang sedang berjalan? Saat semut berpapasan dengan semut yang lainnya, mereka saling cium? Sebenarnya semut-semut itu tidak saling cium, tetapi mereka saling membaui zat yang ada di badan mereka dengan antena (sungut) mereka.

Bau yang yang ada di badan semut disebut feromon. Dan begitulah cara semut-semut berkomunikasi. Bagi semut, busuk itu bisa menunjukkan informasi, ibarat makanan, gula dan lainnya.

Jika barisan semut yang pulang ke sarang sambil membawa makanan, maka semut-semut yang berada di sarang akan menciumi busuk semut yang gres pulang. Kemudia, semut-semut itu pun bisa mencari letak makanan tersebut.


Bau feromon juga tesebar di jalur yang dilalui semut. Sebab, semut biasanya menjatuhkan feromon di jalurnya. Nah, hal itu pula yang membantu semut lainnya mencari letak makanan.

Semut juga bisa mengenali sobat satu koloninya dari mencium baunya. Selain itu, busuk feromon itu juga menjadi alarm tanda bahaya. jikalau sarang semut dalam bahaya, semut-semut akan memberitahu teman-temannya lewat busuk feromon itu. Subhannallah ... Hebat yaa ...!

Semut juga mempunyai kehebatan lain, ialah selalu kompak dan bisa mengangkat beban yang beratnya lebih dari 200 kali berat badan semut itu sendiri

Wassalam,
sumber : National Geographic

Kamis, 03 November 2016

Adab Sesudah Kita Berdoa


Assalamualaikum wr wb,

Tentunya setiap hari kita tak lupa berdoa untuk memohon segala kebaikan dan manfaat yang terbaik dari Tuhan SWT. Tapi apa yang kita lakukan sesudah berdo'a? selesai dan berlalu begitu saja atau apa?

Menurut riwayat-riwayat hadis dari Ahlul bait Nabi saw budpekerti sesudah berdoa banyak sekali, sebagian yang terpenting adalah:
----------------------------------------------------------
Pertama:
Setiap sesudah berdoa membaca:

  • مَا شَاءَ اللهُ لاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ
  • "Mâ syâallâhu lâ quwwata illâ billâh"
  • artinya: Kehendak Allah, tiada kekuatan kecuali dengan Allah
Kalimat ini memiliki keutamaan yang besar, karena mengandung makna: pengesahan seorang hamba terhadap kehendak Tuhan yang mutlak, keterlepasan dari semua sebab, dan hanya bergantung pada kekuatan Tuhan swt.

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:
“Jika sesudah berdoa seseorang membaca mâ syâallâhu lâ hawla wa lâ quwwata illâ billâh, maka Tuhan azza wa jalla menyatakan: Hamba-Ku telah bertekad dan patuh pada perintah-Ku, penuhi (wahai para malaikat-Ku) hajatnya.” (Al-Kafi 2: 378, hadis ke 1)

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) juga berkata:
“Tidak ada seorang pun yang berdoa lalu mengakhiri doanya dengan membaca mâ syâallâhu lâ hawla wa lâ quwwata illâ billâh, kecuali doanya diijabah oleh Allah.” (Amali Ash-Shaduq: 166, hadis ke 6)
----------------------------------------------------------
Kedua:
Membaca shalawat

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang mempunyai hajat kepada Tuhan azza wa jalla, maka hendaknya ia memulai dengan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya, kemudian mohonlah hajatnya, kemudian akhiri doanya dengan shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, bahwasanya Tuhan azza wa jalla Maha Mulia untuk tidak memperhatikan dan tidak memenuhi hajatnya.” (Al-Kafi 2: 358, hadis ke 16)
----------------------------------------------------------
Ketiga:
Mengusapkan kedua tangan pada wajah dan kepala
Di antara budpekerti sesudah berdoa mengusapkan kedua tangan pada wajah dan kepala.

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata:

“Tidaklah seorang hamba menampakkan tangannya kepada Tuhan Yang Maha Mulia dan Maha Perkasa, kecuali Tuhan azza wa jalla aib menolaknya dengan tangan hampa, sehingga Dia memenuhi tangan itu dari keistimewaan rahmat-Nya yang dikehendaki-Nya. Karenanya, jikalau salah seorang dari kau berdoa, maka jangan kembalikan tangannya sebelum mengusapkan pada wajah dan kepalanya.” (Al-Faqih 1: 213)

Dalam doa-doa Ahlul bait Nabi saw disebutkan:
“Belum pernah kembali tangan yang bermohon hampa dari pemberian-Mu, dan sia-sia dari curahan karunia-Mu.” (Iddatud da`i: 210)
----------------------------------------------------------
Keempat:
Jika doanya telah diijabah maka disunnahkan membaca:

  • اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي بِعِزَّتِهِ تَتَمُّ الصَّالِحَاتُ
  • "Alhamdulillâhil ladzî bi’izzatihi tatammush shâlihât"
  • artinya: Segala puji bagi Tuhan yang keagungan-Nya menyempurnakan semua kebaikan(Biharul Anwar 93: 370, hadis ke 9)
----------------------------------------------------------

Kemudian lakukanlah shalat syukur. (Biharul Anwar 95: 415)
Jika ijabah doanya masih tertunda, maka hendaknya membaca:

  • اَلْحَمْدُ للهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ
  • Alhamdulillâhi ‘alâ kulli hâl
  • artinya:Segala puji bagi Tuhan atas segala keadaan
----------------------------------------------------------

Dan jangan bosan berdoa. (Biharul Anwar 93: 370, hadis ke 9)


Wassalam
berguru kepada: Syamsuri Rifai

Rabu, 02 November 2016

Tingkatkan Konsentrasi Anak Dengan Game Berbisik

Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

Dari aktifitas sehari-hari bersama anak, ternyata mampu merupakan stimulasi yang sangat bermanfaat bagi anak lho, misalnya berbisik. Jika berbisik ini dibuat suatu game, tentunya anak akan tertarik untuk mengikutinya. Yuk kita namakan saja, game 'berbisik.

Ya, dengan game 'berbisik" akan membantu si kecil untuk berguru mengatur suaranya. Dan ini merupakan suatu episode PENTING dari kesadaran anak perihal suara, sebab permainan berbisik ini memerlukan banyak konsentrasi.

Dengan berbisik, anak akan dirangsang untuk berpikir perihal bunyi yang didengarnya. Dan setiap kali berpikir, maka akan terbentuk kekerabatan sel saraf yang gres atau kekerabatan yang sudah ada, akan diperkuat. Semakin banyak kekerabatan saraf yang terbentuk atau diperkuat, semakin mudah anak untuk berkonsentrasi.

-------------------------------------------------------------------

Cara bermain 'berbisik' :
*game ini efektif intu anak berusia 2 tahun
  • Coba bisikkan sesuatu kepada anak Anda. Katakanlah,"Ayo kita tepuk tangan sama-sama".
  • Mintalah anak Anda untuk balik membisikkan sesuatu kepada Anda.
  • Ulangi kembali dengan bunyi yang lebih lembut/pelan.
  • Teruskan untuk saling membisikkan sesuatu hingga anak Anda mengetahui cara membuat suaranya menjadi amat lembut/pelan.
  • Game ini akanlebih seru kalau dilakukan bersama keluarga.
------------------------------------------------------------------
PENTING:
Anak berusia dua tahun amat terpesona dengan bisikan dan amat gembira saat mereka dapat melakukannya.

Selamat mencoba dan bermain, wassalam.

Selasa, 01 November 2016

Tantrum Bukan Monster!

Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif

Sering kita dengar istilah "Tantrum". Definisi tantrum memang banyak sekali, tetapi yang paling mendasar yaitu energi kemarahan anak yang dikeluarkan dengan sangat berlebihan/sangat mahir untuk mencapai tujuannya.

Dalam banyak sekali seminar dan tanya jawab, banyak orang bau tanah merasa capek, lelah dan putus asa jikalau meghadapi anaknya yang mempunyai sikap ini. Bahkan ada pula yang menganggap sikap tantrum ini identik dengan monster ... wah seremm juga ya? Gimana tidak," Kalau sudah maunya dan tidak dituruti ... anak saya pribadi menjerit-jerit, nangis sambil guling-guling dan memukul," kata seorang ibu.

Lalu bagaimana sikap orang bau tanah menghadapi sikap tantrum ini?
Yuk, kita bahas sedikit wacana tantrum ini.
Tantrum biasanya terjadi pada anak yang berusia 4 tahun


Ciri dan kebiasaan sikap tantrum :
  • Menangis berlebihan
  • Berteriak/menjerit dengan keras
  • Memukul, mencubit dan melempar
  • Berguling-guling
  • Membenturkan kepala/tubuh
  • Tubuh menjadi kaku
  • Diam tak beranjak di suatu tempat

Apa yang menjadi penyebabnya?
Sikap tantrum terbentuk dari secara kondisional:
  • Sikap orang bau tanah yang tidak konsisten dalam penerapan disipiln anak-anaknya
  • Sikap orang bau tanah yang cenderung hanya mengkritik tanpa menunjukkan solusi
  • Anak yang terlalu lama mengalami sakit

Solusinya?
  • Bersikap konsisten namun tetap penuh kasih sayang
  • Jangan batasi kebebasan terhadap anak dengan berlebihan
  • Jangan menuntut secra berlebihan kepada anak
  • Hindari bantuan peran diluar kemampuan anak
  • Tidak bersikap adikara terhadap anak
  • Buanglah sikap-sikap keras dan kaku dalam mengasuh dan mendidik anak

Lalu bagaimana sikap orang tua?
  • Bersikap tenang
  • Berikan waktu anak untuk meluapkan sikap itu
  • Cari penyebabnya
  • Berbicara dan bertanya dengan lembut
  • Tidak perlu berdebat
  • Alihkan perhatian anak ke hal lainnya
  • Jagalah anak dari kemungkinan celaka/bahaya
  • Hindari menggunakan hukuman fisik
  • Jangan pernah menyerah

Nah, memang bukan hal yang mudah untuk bisa membantu anak melewati masa-masa penuh tantrum ini. Tapi bukankah memang itu tujuan Tuhan menunjukkan tuga dan amanah ini pada kita? semoga kita sebagai orang bau tanah bisa menikmati proses segala macam tantrum, dari balita, anak, remaja, sampai remaja ... ya kan?

Wassalam

Sudahkah Kita ......


Assalamualaikum wr wb,

Wahai para orang bau tanah yang bijak ....
Maukah kita merenung sesaat?

Sudahkah kita melihat kepada bawah umur kita yang tercinta?
.... yang merupakan amanah dari Tuhan SWT kepada kita!

Sudahkah kita menaburkan kata-kata bijak kepada bawah umur kita?
Sudahkah kita memberi referensi yang baik kepada bawah umur kita?
agar bawah umur kita melaksanakan apa yang kita lakukan.

Sudahkah kita menasehati kepada bawah umur kita?
........ dengan penuh kasih sayang,
........ dengan penuh perhatian,
........ dan tanpa putus asa?

Sudahkah kita menyampaikan kepada bawah umur kita?
........ bahwa mereka berarti bagi kita?

Sudahkah kita mendorong mereka ....
untuk melaksanakan apa yang baik dan benar?

Wahai para orang bau tanah yang bijak ....
Sudahkah kita menanam dan menaburkan semua itu?
taburan yang akan menentukan masa depan bawah umur kita?

Wahai para orang bau tanah yang bijak ....
Sudahkah kita tahu, apa yang kita lakukan ....
..... untuk mendidik mereka, tidaklah sia-sia!
Insya Allah.!

Wassalam