Tampilkan postingan dengan label Melahirkan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Melahirkan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Desember 2017

Waspadailah Tanda Bahaya Pasca Melahirkan Ini

Kebanyakan orang menganggap bahwa ancaman hanya terdapat ketika ibu hamil dan ketika melahirkan saja. Padahal, terdapat juga ancaman pada ibu pasca melahirkan, bahkan infeksi setelah persalinan merupakanpenyebab tertinggi Angka Kematian Ibu (AKI) yang disebabkan antara lain perdarahan, infeksi, dan eklamsi.
Sejak persalinan/ melahirkan hingga sekitar 8 ahad (42 hari) setelah melahirkan / pasca persalinan, jalan masuk produksi ibuhamil berproses hingga kembali menyerupai sebelum hamil. Ini disebut dengan masa nifas. Pada rentang waktu ini, ibu akan mencicipi bebrapa perubahan yang sesungguhnya normal. Seperti meningkatnya urin dan peningkatan suhu badan hingga dengan 0,5 derajat celcius (tidak lebih dari 38 derajat celcius).
Kebanyakan orang menganggap bahwa ancaman hanya terdapat ketika ibu hamil dan ketika melahirkan Waspadailah Tanda Bahaya Pasca Melahirkan Ini

Ibu hamil dan keluarga perlu mengetahui gejala apa saja yang tidak normal dan berbahaya bagi ibu hamil. Sehingga problem kesehatan ibu pasca melahirkan ini bisa diketahui lebih dini dan mendapat penanganan yang cepat dan sempurna untuk menghindari komplikasi pasca persalinan semakin berkurang. Jika ibu hamil dan keluarga mendeteksi terdapat tanda-tanda ancaman pada masa nifas berikut ini, segera pergi ke akomodasi kesehatan (Klinik bersalin, Puskesmas atau Rumah Sakit).

Tanda Bahaya Nifas

1. Perdarahan lewat jalan lahir.

Perdarahan terus menerus yang biasanya berbau dan disertai demam ialah salah satu tanda ancaman masa nifas. Pendarahan biasanya terjadi secara cepat (tiba-tiba) dan banyak (tak tertampung oleh 2 pembalut saniter / pembalut ibu melahirkan dalam wakrtu setengah jam)

2. Keluar cairan berbau dari jalan lahir.

Sebagai mana keluarnya darah, keluarnya cairan berbau busuk dari jalan lahir juga ialah tanda ancaman yang mungkin menyampaikan terjadinya infeksi.

3. Demam lebih dari 2 hari.

Demam tinggi (lebih dari 38 derajat celcius) lebih dari 2 hari mungkin juga ialah tanda ancaman yang menyampaikan terjadinya infeksi. Terlebih kalau dua gejala sebelumnya juga ditemukan, ini bisa berarti ibu dalam bahaya.

4. Bengkak di wajah, tangan atau kaki, atau sakit kepala dan kejang.

Jika ibu mengalami nanah di wajah, atau tangan atau kaki, ini juga ialah tanda ancaman nifas yang perlu diwaspadai. Terlebih biasanya gejala ini juga disertai dengan sakit kepala yang terus menerus, nyeri, dan bahkan pada kesudahannya menjadikan kejang.

5. Payudara nanah kemerahan disertai rasa sakit.

Payudara nanah kemerahan disertai rasa sakit merupakan gejala awal infeksi payudara. Beberapa penyebabnya antara lain ialah ibu tidak menyusui bayi dengan asi, lecetnya putting susu karena menyusui, pakaian dalam terlalu ketat, referensi konsumsi ibu yang buruk, kurang istirahat, maupun anemia.

6. Ibu terlihat tertekan (sedih, murung dan menangis)



Ibu terlihat tertekan (sedih, murung dan menangis) ialah ancaman psikologis di masa nifas. Kondisi psikologis ibu di masa nifas memang sangat mungkin mengalami perubahan. Ini mungkin disebabkan oleh kelelahan dan rasa sakit ketika melahirkan yang masih terasa, karena mengurusi bayi, dan hal lainnya. Sehingga ibu mengalami kekurangan istirahat pada siang hari dan sulit tidur dimalam hari.

Selain tanda-tanda tersebut, berikut ini juga ialah tanda pasca persalinan yang mungkin berbahaya:
7. Kehilangan selera makan berkepanjangan.
8. Merasa tidak bisa mengurus diri sendiri atau bayi.
9. Sulit bernafas (sesak/terengah-engah)
10. Rasa sakit dibagian bawah abdomen atau punggung

Kemungkinan penyebab ancaman ibu setelah melahirkan (masa nifas)

Beberapa faktor yang bisa menyebabkan infeksi ibu di masa nifas
  1. Persalinan yang berlangsung lama
  2. Tidak sterilnya alat yang digunakan ketika operasi persalinan
  3. Tertinggalnya plasenta, selaput ketuban atau bekuan darah
  4. Ketuban pecah dini atau ketika pembukaan masih kecil lebih dari 6 jam
  5. Kondisi kesehatan umum, yaitu perdarahan, amenia ketika hamil, malnutrisi, kondisi fisik ibu yang lemah dan lemas, dan infeksi yang terjadi pada ibu selama kehamilan.
  6. Tidak sterilnya alat yang digunakan ketika melaksanakan pemeriksaan dalam, atau terlalu sering melaksanakan pemeriksaan dalam
  7. Infeksi yang didapat dirumah sakit
  8. Hubungan seks menjelang persalinan
  9. Faktor lainnya

Tindakan pencegahan ancaman ibu setelah melahirkan (masa nifas)

Sebagai bentuk pencegahan semoga infeksi selama masa nifas tidak terjadi, sebaiknya ibu dan keluarga melaksanakan hal-hal berikut ini:
  1. Segera bawa ibu ke bidan atau dokter kalau terdapat tanda ancaman sebagaimana dijelaskan sebelumnya.
  2. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan (bidanatau dokter) dengan menggunakan peralatan yang aman, bersih, dan steril sehingga mencegah terjadinya infeksi dan ancaman kesehatan lainnya.
  3. Lakukan pemeriksaan kesehatan ibu dan bayi pasca persalinan sebagaimana ajuan bidan dan dokter.
  4. Konsumsi makanan sehat  yang bergizi dan bervitamin lengkap. Selain itu, perhatikan juga kebutuhan cairan badan dengan banyak minum air putihsetidaknya 3 liter per hari.
  5. Jagalah kebersihan tubuh, terutama pada jalan lahir dan payudara untuk mencegah infeksi yang berasal dari luar.
  6. Suami, keluarga ataupun kerabat hendaknya mendukung ibu baik selama kehamilan, ketika persalinan, maupun sesudah melahirkan dan pada masa nifas dan merawat balita. Selain itu, jangan membebani pikiran ibu dengan problem lainnya yang tidak diperlukan.

Demikianlah artikel berjudul Waspadailah Tanda Bahaya Pasca Persalinan Ini yang menuat gosip mengenai kondisi ibu pasca melahirkan yang tidak normal dan berbahaya, kemungkinan penyebab bahaya, dan tindakan pencegahan terhadap ancaman tersebut. Selanjutnya baca juga artikel berikut:

Cara Menjaga Kesehatan Ibu di Masa Nifas
Pantangan Ibu Selama Nifas
Tanda Penting Pasca Melahirkan

Semoga bisa membantu ibu dan keluarga ataupun kerabat sehingga kalau terdapat tanda-tanda tersebut ibu bisa segera menerima penanganan yang cepat dan terpat dari bidan atau dokter untuk menghindari dampak lain yang lebih serius.

Minggu, 17 Desember 2017

4 Pantangan Ibu Selama Masa Nifas

Perawatan ibu bukan hanya dikala ibu hamil dan berhenti dikala melahirkan, namun juga berlanjut hingga dengan masa nifas selesai. Karena banyak juga problem yang mungkin terjadi pada ibu di masa nifas menyerupai perdarahan, infeksi, eklamsi, dan lainnya. Begitupun pada bayi, dimana pada beberapa kasus terjadi bayi kekurangan gizi alasannya ialah kurang baik dalam perawatan setelah dilahirkan.
Sejak persalinan/ melahirkan hingga sekitar 8 ahad (42 hari) setelah melahirkan / pasca persalinan, kanal produksi ibu hamil berproses hingga kembali menyerupai sebelum hamil. Ini disebut dengan masa nifas. Pada rentang waktu ini, ibu akan mencicipi beberapa perubahan yang tolong-menolong normal. Seperti meningkatnya urin dan peningkatan suhu badan hingga dengan 0,5 derajat celcius (tidak lebih dari 38 derajat celcius). Berikut ini 4 pantangan ibu selama masa nifas yang parentingIDN ambil dari Buku KIA dan sumber lainnya:



Pantangan Ibu Nifas 1; Membuang ASI yang pertama keluar (kolustrum)

Pantangan Ibu Selama Nifas yang pertama ialah membuang kolustrum (ASI yang pertama keluar) alasannya ialah sangat memiliki kegunaan untuk kekebalan badan anak.

Pantangan Ibu Nifas 2; Membersihkan payudara dengan alkohol/povidon iodine/obat merah atau sabun

Membersihkan payudara dengan alkohol/povidon iodine / obat merah atau sabun ialah pantangan bagi ibu selama nifas. Karena pembersih tersebut mampu saja terminum oleh bayi, dan tentunya akan membawa dampak buruk bagi kesehatan dirinya

Pantangan Ibu Nifas 3; Mengikat perut terlalu kencang

Mengikat perut memang disarankan setelah melahirkan, namun jangan terlalu kencang alasannya ialah akan membuat ibu sesak dan mengurangi nafsu makan. Yang pada alhasil akan mensugesti prosuksi asi

Pantangan Ibu Nifas 4; Menempelkan daun-daunan pada kemaluan

Daun-daunan belum tentu steril dan mungkin saja justru mengganggu pemulihan jalan lahir pasca persalinan. Menempelkan daun-daunan pada kemaluan meningkatkan potensi iritasi dan bahkan abuh pada kemaluan.

Itulah 4 Pantangan Ibu Selama Nifas yang wajib dihindari Ibu aar ibu lekas pulih dan perkembangan bayi sempurna. Jangan lupa juga untuk kontrol / memeriksakan diri ke bidan, dokter atau tenaga kesehatan lainnya pada masa nifas ini. Tanyakan pada dokter, bidan dan perawat mengenai kondisi kesehatan ibu nifas. Untuk tahu lebih jauh mengenai apa saja yang harus dijaga Ibu di masa nifas, baca juga artikel berikut:

Cara Menjaga Kesehatan Ibu di Masa Nifas
Tanda Penting Pasca Melahirkan
Waspadailah Tanda Bahaya Pasca Persalinan Ini

Sabtu, 16 Desember 2017

Kenali Tahap 1 Persalinan : Kontraksi dan Pembukaan

Kontraksi dan perubahan serviks (leher rahim) ialah tahapan awal dari proses persalinan. Ini dimulai ketika Ibu mulai mengalami kontraksi yang menimbulkan perubahan progresif pada serviks dan berakhir ketika serviks sepenuhnya melebar. Tahap ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu; persalinan awal, dimana serviks Ibu secara bertahap menipis dan dilatasi (membuka), dan kedua; persalinan aktif, dimana serviks Ibu mulai membesar lebih cepat, dan kontraksi yang lebih lama, lebih kuat, dan lebih cepat bersama-sama. Orang sering menyebut episode terakhir dari persalinan aktif sebagai transisi.
 ialah tahapan awal dari proses persalinan Kenali Tahap 1 Persalinan : Kontraksi dan Pembukaan

Perubahan serviks ini populer disebut dengan “Pembukaan Persalinan”, yaitu satuan Lebar jalan lahir ketika proses persalinan dengan angka 1 hingga 10. Tahap bukaan 1 hingga dengan 5 inilah yang disebut dengan persalinan awal, dimana jalan lahir mulai membuka dan ibu mencicipi perut mulas, nyeri pinggang, keluarnya sedikit darah dari jalan lahir, kram menyerupai menstruasi, kembung, mual, pusing, kontraksi semakin sering, lisan rahim semakin tipis, dan sakit dipinggang episode belakang.

Sementara pada tahap aktif persalinan, ibu harus sudah segera dibawa ke dokter atau bidan. Ini ditIbui dengan terjadinya kontraksi antara tiga hingga lima menit sekali, posisi kepala bayi menyerupai sudah ada di bibir rahim, dan rasa sakit yang tidak bisa lagi ditahan. Berikut ini ialah penjelasan lengkap mengenai Persalinan awal dan Persalinan aktif.

1. Persalinan Awal

Setelah kontraksi yang datang secara relatif teratur dan leher rahim semakin membesar dan menipis, Ibu secara resmi sedang dalam persalinan. Kecuali jikalau kontraksi mulai dan menghilang secara tiba-tiba, dan tidak ada kontraksi yang cukup sering dan teratur, menjadi sulit untuk menentukan dengan sempurna kapan persalinan yang bekerjsama dimulai. Itu sebab kontraksi persalinan dini kadang kala sulit untuk dibedakan dari kontraksi Braxton Hicks yang disebut persalinan palsu.

Catatan: Jika usia kehamilan belum 37 ahad dan Ibu mengalami kontraksi atau tanda-tanda persalinan lainnya, jangan menunggu untuk melihat apakah kontraksi Ibu mengalami kemajuan. Hubungi bidan, dokter atau segera menuju ke klinik atau rumah sakit untuk mengetahui apakah Ibu mengalami persalinan prematur. Jika usia kehamilan setidaknya 37 minggu, bidan atau dokter Ibu mungkin akan memberitahu petunjuk ihwal cara untuk mengetahui kontraksi yang bekerjsama dan kapan harus datang ke klinik atau rumah sakit.

Persalinan Awal. Dengan asumsi usia kehamilan Ibu sudah penuh (37 minggu): Jika Ibu berada di awal persalinan, kontraksi secara bertahap durasinya akan menjadi lebih lama, lebih kuat, dan lebih cepat bersama-sama. Akhirnya kontraksi akan terjadi setiap lima menit dan berlangsung 40 hingga 60 detik setiap ketika mencapai final kontraksi persalinan awal. Beberapa wanita lebih banyak mengalami kontraksi selama fase ini, tetapi kontraksi masih akan cenderung relatif ringan dan berlangsung tidak lebih dari satu menit.

Kadang-kadang kontraksi persalinan awal persalinan cukup menyakitkan, meskipun mereka dapat melebarkan leher rahim Ibu jauh lebih lambat daripada yang diinginkan. Jika persalinan Ibu ialah unik, kontraksi awal mungkin tidak memerlukan perhatian.



Ibu mungkin akan dapat menahan kontraksi persalinan awal dengan berkeliling di sekitar rumah. Ibu bahkan mungkin merasa menyerupai ingin berjalan-jalan singkat, membersihkan rumah, dan sebagainya. Jika Ibu merasa sebaliknya, menyerupai misalnya merasa santai, mandilah dengan air hangat, menonton tv atau dvd, mendengarkan musik, atau tertidur antara kontraksi jikalau Ibu bisa.

Ibu juga dapat mencicipi peningkatan cairan vagina, yang dapat dibarengi dengan bercak darah. Ini ialah hal yang normal, tetapi jikalau Ibu melihat lebih dari bercak darah, pastikan untuk segera ke klinik atau rumah sakit. Termasuk jikalau Ibu mengalami pecahnya air ketuban, bahkan jikalau Ibu tidak / belum mengalami kontraksi.

Kontraksi awal persalinan awal berakhir ketika serviks ialah sekitar 4 sentimeter dan kemajuan Ibu mulai mempercepat.

Mengenai berapa lama kontraksi awal persalinan berlangsung sangat sulit diketahui. Lama persalinan dini cukup bervariasi dan tergantung sebagian besar pada bagaimana kematangan serviks (melebar dan menipis) pada awal persalinan dan seberapa sering dan besar lengan berkuasa kontraksi Ibu.

Pada persalinan pertama, jikalau leher rahim Ibu tidak menipis atau melebar untuk memulai awal persalinan, fase ini dapat berlangsung 6 hingga 12 jam, meskipun bisa lebih lama atau lebih cepat. Jika leher rahim Ibu sudah sangat matang atau ini bukan bayi pertama Ibu, mungkin akan jauh lebih cepat.

Kiat Mengatasi Persalinan Awal

Jangan hanya menunggunya - itu akan menimbulkan stres dan melelahkan. Cobalah untuk menghitung waktu terjadinya kontraksi secara terpola dan apa yang dirasakan. Biasanya ibu akan mengetahui kontraksi menyerupai apa yang berlanjut ke proses persalinan aktif.

Hal terbaik yang bisa dilakukan ialah tetap beristirahat, sebab mungkin persalinan aktif akan berlangsung lama (atau terjad di malam hari). Jika Ibu lelah, cobalah untuk tertidur antara kontraksi.

Minum banyak cairan sangat membantu untuk mengatasi dehidrasi. Buang air kecil lah dengan sering, bahkan jikalau tidak mencicipi kebelet. Kandung kemih yang penuh dapat membuat rahim lebih sulit berkontraksi secara efisien, dan kandung kemih yang kosong menyisakan ruang lebih untuk bayi Ibu untuk turun.

Jika merasa cemas, Ibu mungkin ingin mencoba beberapa latihan relaksasi atau melaksanakan sesuatu untuk mengalihkan perhatian - menyerupai menonton film atau membaca buku.

2. Tahap persalinan aktif

Persalinan aktif ialah ketika terjadi secara besar lengan berkuasa dan berkesinambungan. Kontraksi menjadi semakin intens - lebih sering, lebih lama, dan lebih besar lengan berkuasa - dan Ibu akan tidak lagi dapat menahannya. Serviks berdilatasi lebih cepat, hingga itu sepenuhnya melebar pada 10 sentimeter. (Bagian terakhir dari persalinan aktif, ketika serviks berdilatasi 8-10 cm, disebut transisi). Menjelang final persalinan aktif bayi Ibu mungkin mulai turun, meskipun ia mungkin sudah mulai turun awal atau ia mungkin tidak mulai hingga tahap berikutnya.

Sebagai aturan umum, setelah kontraksi mulai menyakitkan (masing-masing berlangsung sekitar 60 detik) setiap lima menit selama satu jam, sudah waktunya untuk pergi ke bidan atau dokter di rumah sakit atau klinik bersalin. Dalam kebanyakan kasus, kontraksi menjadi lebih sering dan balasannya terjadi setiap dua setengah hingga tiga menit, meskipun beberapa perempuan tidak pernah mengalaminya lebih sering daripada setiap lima menit, bahkan selama transisi.

Berapa Lama Persalinan Aktif Berlangsung

Bagi banyak wanita melahirkan untuk pertama kalinya, persalinan aktif akan berlangsung antara empat dan delapan jam, meskipun bisa lebih lama lagi atau sesingkat satu jam.Fase aktif cenderung berlangsung lebih cepat jikalau Ibu menerima oksitosin (Pitocin) atau pernah melahirkan secara normal. Jika Ibu memiliki epidural (bayi besar), mungkin bertahan lebih lama.

Kiat Mengatasi

Kebanyakan ibu memilih untuk mengkonsumsi obat penahan sakit menyerupai epidural, di beberapa titik selama fase aktif. Tapi banyak dari teknik administrasi menahan sakit dan relaksasi digunakan dalam persalinan alami - menyerupai latihan pernapasan dan visualisasi - dapat membantu Ibu selama persalinan.

Jika Ibu secara rutin mengikuti senam hamil, mungkin saja persalinan aktif ini berjalan lancar dengan hanya sedikit rasa sakit.

Ibu mungkin merasa baik-baik saja untuk berjalan, tetapi Ibu sebaiknya berhenti dan bersIbur selama setiap kontraksi. Ibu harus bisa bergerak di sekitar ruangan bebas setelah bidan atau dokter memeriksa Ibu, selama tidak ada komplikasi.

Jika Ibu lelah, cobalah duduk di bangku goyang atau berbaring di daerah tidur di sisi kiri. Mungkin ini ketika yang sempurna untuk meminta pasangan untuk memijat. Atau, Ibu bisa berendam hangat atau mandi.

3. Tahap Transisi

Bagian terakhir dari persalinan aktif - ketika serviks berdilatasi dari 8 cm hingga penuh 10 cm - disebut masa transisi sebab menIbui pergeseran ke tahap kedua persalinan. Ini ialah episode persalinan yang paling intens. Kontraksi biasanya sangat kuat, datang setiap dua setengah hingga tiga menit atau lebih dan berlangsung satu menit atau lebih, dan Ibu mungkin mulai gemetar dan menggigil.

Pada ketika leher rahim Ibu sepenuhnya melebar dan transisi berakhir, bayi Ibu biasanya telah turun agak ke dalam panggul. Ini ialah ketika Ibu mungkin mulai mencicipi tekanan rektum, seperti Ibu harus memindahkan perut Ibu. Beberapa wanita mulai mengejan spontan - untuk "mendorong" - dan bahkan mungkin mulai membuat bunyi mendengus dalam.

Seringkali banyak darah keluar dan Ibu mungkin merasa mual bahkan muntah sekarang. Beberapa bayi turun sebelumnya dan ibu mencicipi dorongan untuk mendorong sebelum ia sepenuhnya melebar. Sementara bayi lain tidak turun secara signifikan hingga nanti, dalam hal ibu dapat mencapai dilatasi penuh tanpa merasa tekanan dubur. Ini berbeda untuk setiap wanita dan dengan setiap kelahiran.

Jika Ibu sudah menerima suntikan epidural (anestesi atau penghilang rasa sakit ketika persalinan), apa yang Ibu rasakan akan tergantung pada jenis dan jumlah obat yang Ibu dapatkan dan seberapa rendah bayi dalam panggul Ibu. Jika Ibu ingin menjadi akseptor lebih aktif dalam tahap mengejan, mintalah dosis epidural yang rendah pada final transisi.

Berapa lama masa transisi berlangsung

Transisi bisa berlangsung dari beberapa menit hingga beberapa jam. Ini jauh lebih mungkin untuk menjadi cepat jikalau Ibu sudah memiliki persalinan normal.

Kiat Mengatasi

Jika Ibu yang mengejan tanpa epidural, ini ialah ketika Ibu mungkin mulai kehilangan kepercayaan pada kemampuan Ibu untuk menangani rasa sakit, sehingga Ibu akan membutuhkan banyak dorongan dan dukungan ekstra dari orang-orang di sekitar Ibu.

Pertimbangkan pijat. Beberapa wanita menghargai sentuhan ringan (effleurage), beberapa lebih suka sentuhan kuat, dan lain-lain tidak ingin disentuh sama sekali.

Kadang-kadang perubahan posisi menawarkan beberapa santunan - misalnya, jikalau Ibu merasa banyak tekanan di punggung bawah Ibu, merangkak dapat mengurangi ketidaknyamanan.

Kompres hambar di dahi atau di punggung Ibu mungkin membantu, atau Ibu mungkin merasa kompres hangat lebih nyaman.

Atau mungkin, sebab transisi membuat konsentrasi Ibu memusat, Ibu ingin dijauhkan dari semua gangguan - musik atau percakapan atau bahkan yang kain hambar atau pasangan Ibu yang penuh kasih sentuhan.

Ini mungkin berkhasiat untuk fokus pada fakta bahwa orang-orang membantu Ibu melaksanakan kontraksi semoga bayi keluar dari rahim. Coba bayangkan gerakan ke bawah dengan setiap kontraksi.

Kabar baiknya ialah bahwa jikalau Ibu sudah hingga sejauh ini tanpa obat, Ibu biasanya dapat dilatih melalui transisi - satu kontraksi pada suatu waktu - dengan pengingat konstan yang sedang Ibu melaksanakan pekerjaan yang besar dan bahwa kedatangan bayi Ibu sudah dekat.


Demikian goresan pena yang berjudul Kenali Tahap 1 Persalinan : Kontraksi dan Pembukaan ini. Semoga bisa membantu menambah pengetahuan Ibu dan Bapak yang sedang mencaritahu mengenai proses persalinan atau melahirkan seorang bayi.

Tulisan ini ialah episode dari artikel berjudul Tahapan Proses Persalinan dan Kelahiran. Untuk memahami tahap persalinan dan kelahiran secara lengkap bacalah dari artikel tersebut. Selain itu, baca juga kelanjutan goresan pena ini:

Tanda Bahwa Persalinan Sudah Dekat
Tahap 2 Persalinan dan Kelahiran: Mengejan
Tahap 3 Persalinan: Keluarnya Plasenta
Kenali 10 Tanda Bahaya Persalinan Ini

Source

Sabtu, 09 Desember 2017

Kenali Tanda Bahwa Persalinan Sudah Dekat

Berikut ialah mengambarkan / gejala bahwa hari kelahiran bayi Ibu semakin dekat. Jika teman parentingIDN sedang hamil atau sedang mendampingi ibu hamil, teman perlu mengetahui perihal seputar persalinan atau tepatnya gejala awal persalinan / tanda-tanda awal kelahiran sudah erat yang dirasakan ibu hamil.
 gejala bahwa hari kelahiran bayi Ibu semakin erat Kenali Tanda Bahwa Persalinan Sudah Dekat

Persalinan tentu ialah hari bahagia yang ditunggu-tunggu, yang alhasil harus dipersiapkan dengan baik semoga persalinan lancar. Sebagian ibu hamil terutama kehamilan pertama mungkin khawatir, takut, atau bertanya-tanya perihal kapan waktu persalinan, bagaimana rasanya, akan makan waktu berapa lama, dan umumnya apa tanda kelahiran sudah dekat.

Memang sulit untuk memprediksi jawaban pertanyaan tersebut, karena setiap kelahiran berbeda. Mayoritas calon ibu pada kehamilan pertamanya merasa tanda awal persalinan semakin erat pada beberapa ahad sebelum kelahiran, sementara pada kehamilan kedua dan seterusnya biasanya ibu mencicipi tanda awal persalinan mendekati persalinan sesungguhnya (satu ahad hingga dengan satu hari menjelang kelahiran). Namun begitu, mungkin saja ibu sama sekali tidak merasakan/ mengalami gejala-gejala ini, karena memang setiap kehamilan ialah unik. Berikut ini ialah beberapa dari tanda-tanda umum bahwa persalinan sudah erat yang mungkin dialami ibu hamil (mungkin juga tidak) yang parentingIDN kutip dari whattoexpect  dan NCT :

I. Pra-Persalinan: (1-4 Minggu Sebelum Persalinan)

1. Posisi bayi “turun"

Beberapa ahad sebelum persalinan dimulai, bayi Ibu akan mulai turun ke panggul Ibu (untuk ibu pertama kali, pada kelahiran setelahnya biasanya tidak terjadi hingga waktu persalinan benar-benar dekat). Bayi masuk ke posisi untuk jalan keluarnya: kepala ke bawah dan rendah. Ya, Ibu hamil mungkin merasa ingin sangat sering buang air kecil bahkan lebih dari yang telah dialami pada trimester pertama, karena kepala bayi mendorong ke bawah pada kandung kemih Ibu hamil juga. Tetapi kabar baiknya ialah Ibu hamil memiliki ruang untuk bernapas sedikit lebih lega, karena bayi bergerak menjauh dari paru-paru Ibu.

2. Serviks membuka dan menipis

Serviks juga mulai mempersiapkan kelahiran; Ini mulai membesar (membuka) dan menipis pada hari-hari atau ahad sebelum persalinan. Pada check-up mingguan, bidan mungkin mengukur dan melacak pelebaran dan penipisan melalui ujian internal. Tapi semua orang berlangsung berbeda, jadi jangan berkecil hati jikalau Ibu hamil perlahan atau sama sekali belum mengalaminya.

3. Lebih sering mengalami kram dan nyeri punggung semakin terasa

Terlebih pada kehamilan kedua dan seterusnya, Ibu hamil mungkin mencicipi keram dan rasa sakit di pangkal paha dan punggung sebagai gejala mendekati persalinan. Otot dan sendi mengalami peregangan dan pergeseran dalam persiapan untuk kelahiran.

4. Sendi lebih longgar / Nyeri sendi

Sepanjang kehamilan Anda, hormon relaksin akan melembutkan dan melonggarkan semua ligamen (inilah kenapa Ibu hamil sering merasa nyeri sendi pada trimester terakhir). Sebelum waktu persalinan, Ibu hamil mungkin mencicipi nyeri sendi pada seluruh tubuh karena sendi sedikit lebih longgar. Cara alami membuka panggul untuk jalan lahir ialah dengan lebih rileks.

5. Mengalami diare

Sama menyerupai otot-otot di dalam rahim Ibu hamil yang melonggar dalam persiapan untuk kelahiran, begitu juga otot-otot lain dalam tubuh - termasuk di rektum. Yang dapat menyebabkan pergerakan usus longgar. Meskipun menjengkelkan, ini ialah normal; tetapi tetap jaga kesehatan dan jangan hingga mengalami dehidrasi.

6. Berat tubuh berhenti naik atau menurun

Berat tubuh cenderung berhenti naik di selesai kehamilan. Beberapa calon ibu bahkan mengalami pengurangan berat badan. Hal ini normal dan tidak akan menghipnotis berat lahir bayi Anda. Dia masih menerima asupan makanan, kehilangan berat tubuh disebabkan oleh berkurangnya cairan ketuban. Usahakan untuk lebih banyak beristirahat.

7. Merasa sangat lelah atau sangat bersemangat

Ibu hamil mungkin akan merasa mengalami perjalanan mundur ke trimester pertama, dimana Ibu selalu ingin buang air kecil dan mengalami kelelahan. Ukuran perut yang semakin membesar dan kandung kemih yang tertekan mungkin membuat ibu hamil sulit (bahkan tidak mungkin) untuk tidur nyenyak di malam hari selama hari-hari terakhir dan ahad kehamilan.

Untuk itu sebisa mungkin ibu hamil harus tidur siang. Kecuali jikalau Ibu hamil justru merasa kebalikan dari lelah: beberapa ibu menerima ledakan energi pada ketika mendekati kelahiran, dan tidak mampu menahan harapan berpengaruh untuk membersihkan dan mengatur persiapan kehadiran bayi. Tidak apa-apa, selama acara itu tidak berlebihan!

8. Sering mengalami kontraksi rahim, yang menyerupai merasa perut mengeras atau sakit punggung, yang disebut kontraksi Braxton Hicks.

Kontraksi Braxton Hicks disebabkan oleh pengetatan otot-otot uterus (rahim) dalam persiapan untuk persalinan, yang mengapa mereka disebut praktek kontraksi, dan biasanya tidak menjadikan rasa sakit. Perempuan mungkin mulai merasa kontraksi Braxton Hicks sekitar pertengahan kehamilan mereka, meskipun mereka cenderung menjadi lebih terlihat pada selesai kehamilan.

Gejala Braxton Hicks datang dan pergi, dan kadang kala bahkan tidak terlihat. Perempuan mungkin mengalaminya selama atau setelah bekerjasama seks sebagai jawaban oleh produksi hormon oksitosin yang disebabkan oleh gairah seksual dan menyebabkan rahim berkontraksi.

Istilah kontraksi Braxton Hicks ini seringkali dijelaskan oleh bidan atau dokter dengan istilah “kontraksi persalinan palsu”. Untuk memastikannya, datang ke bidan atau dokter semoga mereka mampu memeriksa bidan leher rahim Ibu hamil untuk melihat apakah itu menyampaikan tanda-tanda perubahan (pelunakan dan dilatasi).

Ketika Ibu hamil memasuki persalinan dini, kontraksi akan terjadi lebih sering, berirama dan lagi, menyerupai leher rahim mulai melunak dan membuka (melebar). Kontraksi juga akan terjadi dengan intensitas yang semakin lama semakin cepat. Ibu hamil dapat membaca lebih lanjut perihal tahap persalinan (baca Tahapan Proses Persalinan dan Kelahiran).

II. Awal Persalinan: Waktu Sebelum Persalinan Dimulai

Tidak ada yang mengetahui secara sempurna apa tanda persalinan akan dimulai yang sesungguhnya. Kontraksi dikendalikan oleh hormon alami dalam tubuh Anda, terutama oleh oksitosin. Sementara itu, acara hormonal dapat dipengaruhi oleh emosi dan lingkungan eksternal ibu hamil. Misalnya saja ketika seorang ibu hamil mengalami rasa takut atau stres, tidak mungkin untuk memulai atau melanjutkan persalinan hingga ia merasa lebih kalem dan aman. Begitu pula dengan kondisi bayi dalam kandungan, posisi, dan tahapan perkembangan kehamilan juga dapat menghipnotis kemajuan persalinan. Berikut ini tanda-tanda persalinan sudah dekat.

9. Peningkatan dan perubahan warna keputihan

Pada hari-hari terakhir sebelum persalinan mungkin Ibu hamil akan mengalami keputihan yang semakin intens dan / atau menebal. Keputihan juga kadang kala disertai darah, yang merupakan merupakan indikasi bahwa persalinan sudah erat (meskipun tanpa kontraksi persalinan atau pelebaran 3-4 sentimeter, persalinan mungkin terjadi beberapa hari lagi).

10. Ibu mengalami mulas-mulas atau merasa menyerupai mau buang air besar yang timbulnya semakin sering dan semakin kuat.

Kontraksi mampu jadi ialah tanda awal persalinan aktif. Ibu hamil dapat mengalami kontraksi Braxton-Hicks selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan sebelum persalinan. Ibu hamil akan merasa cubitan mereka sebagai otot dalam rahim semakin kencang dalam persiapan untuk momen besar mereka (mendorong bayi yang keluar!). Bagaimana Ibu hamil mampu tahu perbedaan antara kontraksi persalinan konkret dan palsu? Berikut ini ialah beberapa tanda-tanda persalinan yang nyata:
  1. Kontraksi semakin berpengaruh jikalau Ibu aktif
  2. Jika Ibu mengubah posisi, kontraksi tidak hilang
  3. Rasa sakit kontraksi dimulai di punggung bawah dan bergerak ke perut episode bawah, dan mungkin kaki Ibu
  4. Kontraksi terus berkembang: intensitas meningkat (lebih sering kontraksi) dan lebih menyakitkan, dan kadang kala terjadi dalam pola waktu yang teratur

11. Keluar cairan ketuban yang berwarna jernih kekuningan dari jalan lahir

Janin mengambang dalam kantung berisi air ketuban yang melindunginya dari segala guncangan selama dalam kandungan. Kantung ketuban tersebut akan pecah sesaat sebelum kelahiran. Namun begitu, air ketuban yang pecah hanyalah salah satu tanda selesai persalinan yang terjadi pada kurang dari 15% persalinan (sebagian besar ibu hamil tidak mengalaminya). Kaprikornus jangan hanya mengandalkan “ketuban pecah” sebagai tanda persalinan.

Jika air ketuban berbau, segera ke rumah sakit karena mampu jadi ini ialah tanda resiko infeksi. Gunakan pembalut wanita untuk menyerap cairan ketuban yang keluar selama perjalanan.

Jika teman parentingIDN masih merasa menyerupai tidak akan tahu kapan waktu persalinan yang sebenarnya, cobalah untuk tidak stres perihal hal itu. Usahakan lebih sering bertemu dengan bidan atau dokter, dan mereka akan membantu teman melihat semua tanda-tanda penting persalinan.

Haruskah Ibu Hamil pergi ke klinik atau rumah sakit?



Menjelang selesai kehamilan, bidan atau dokter biasanya akan memberitahu Ibu hamil perihal apa yang harus dilakukan ketika Ibu hamil sering mengalami kontraksi. Sebagai tumpuan misalnya, “segera datang jikalau kontraksi terjadi sekitar lima menit dan berlangsung terus menerus selama satu jam”, atau saran lainnya.

Rentang kontraksi memang tidak akan terjadi secara sama persis, tetapi jikalau kontraksi semakin konsisten, saatnya untuk pergi ke bidan atau dokter. Jika Ibu hamil berpikir Ibu mungkin dalam persalinan tetapi tidak yakin, cobalah menelepon bidan atau dokter untuk menanyakan situasi yang terjadi. Tidak perlu merasa aib atau khawatir jikalau menelepon di luar jam kantor karena dokter atau bidan paham bahwa mereka sudah seharusnya siap sedia kapanpun keahliannya diperlukan.

Terdapat beberapa hal yang perlu ibu hamil ketahui:
  1. Proses persalinan biasanya berlangsung 12 jam semenjak terasa mulas. Kaprikornus ibu masih mampu makan, minum, ke kamar mandi, dan menuju ke rumah sakit atau klinik kandungan.
  2. Untuk menahan mulas, tarik nafas panjang melalui hidung dan keluarkan melalui mulut
  3. Ikuti anjuran dokter atau bidan kapan ibu harus mengejan waktu bayi akan lahir. Usahakan untuk tidak mengejan sebelum mendapat perintah.


Itulah artikel mengenai 11 tanda bahwa hari kelahiran bayi Ibu hamil semakin dekat. Jika Sahabat parentingIDN sedang hamil atau sedang mendampingi ibu hamil, cermati seluruh episode ini semoga teman memahami gejala awal persalinan / tanda-tanda awal kelahiran sudah erat yang dirasakan ibu hamil. Semoga bermanfaat untuk kita semua. Ibu hamil juga wajib mengetahui perihal Tanda Bahaya Kehamilan, dimana ibu hamil HARUS segera Ke Klinik Bersalin Atau Rumah Sakit.

Tulisan ini ialah episode dari artikel berjudul Tahapan Proses Persalinan dan Kelahiran. Untuk memahami tahap persalinan dan kelahiran secara lengkap bacalah dari artikel tersebut. Selain itu, baca juga kelanjutan goresan pena ini:

Tahap 1 Persalinan : Kontraksi dan Pembukaan
Tahap 2 Persalinan dan Kelahiran: Mengejan
Tahap 3 Persalinan: Keluarnya Plasenta
Kenali 10 Tanda Bahaya Persalinan Ini

Senin, 04 Desember 2017

Kenali Tahap Ke-3 Persalinan: Keluarnya Plasenta

Setelah membahas mengenai Tahap 1 Persalinan dan Kelahiran: Kontraksi dan Pembukaan dan Tahap 2 Persalinan dan Kelahiran: Mengejan, sekarang akan dibahas mengenai Tahap Ke-3 Persalinan: Keluarnya Plasenta. Beberapa menit setelah melahirkan, rahim Ibu akan mulai berkontraksi lagi. Beberapa kontraksi pertama biasanya memisahkan plasenta dari dinding rahim Ibu. Ketika bidan atau dokter melihat tanda-tanda perpisahan, ia akan meminta Ibu untuk mendorong untuk membantu keluarnya plasenta. Ini biasanya berlangsung sekitar lima hingga sepuluh menit dan cukup dilakukan dengan satu dorongan singkat yang sama sekali tidak sulit atau menyakitkan.
 Beberapa kontraksi pertama biasanya memisahkan plasenta dari dinding rahim Ibu Kenali Tahap Ke-3 Persalinan: Keluarnya Plasenta

Apa yang terjadi setelah Ibu melahirkan



Setelah Ibu mengeluarkan plasenta, rahim Ibu harus berkontraksi dan sangat tegas. Ibu akan dapat mencicipi puncak di dalam perut di sekitar tingkat pusar. Bidan atau dokter secara bersiklus akan memeriksa untuk melihat bahwa rahim Ibu tetap kuat, dan memijatnya kalau tidak. Hal ini penting sebab kontraksi rahim membantu memotong dan menutup pembuluh darah yang terbuka di kawasan di mana plasenta itu menempel. Jika rahim Ibu tidak berkontraksi dengan baik, Ibu akan mengalami pendarahan hebat.

Jika Ibu berencana untuk menyusui, Ibu dapat melakukannya kalau Ibu dan bayi Ibu berdua bersedia. Tidak semua bayi ingin menyusui di menit-menit setelah lahir, tetapi cobalah memegang bibir bayi Ibu akrab dengan payudara Ibu untuk beberapa waktu. Kebanyakan bayi jadinya akan mulai menyusu di jam pertama atau lebih setelah lahir kalau diberi kesempatan.

Menyusui sesaat setelah melahirkan yaitu awal yang baik untuk bayi Ibu dan dapat sangat memuaskan untuk Ibu. Terlebih lagi, menyusui akan memicu pelepasan oksitosin, hormon yang sama yang menimbulkan kontraksi, yang membantu Ibu dalam pemulihan rahim pasca melahirkan.

Jika Ibu tidak akan menyusui atau rahim Ibu tidak kuat, Ibu akan diberi oksitosin untuk membantu pemulihan. (Beberapa dokter atau bidan memberikannya kepada semua ibu pada ketika ini). Begitu pula kalau Ibu mengalami perdarahan berlebihan.

Kontraksi pada ketika ini relatif ringan. Sekarang fokus Ibu telah bergeser ke bayi Ibu, dan Ibu mungkin tidak menyadari segala sesuatu yang lain terjadi di sekitar Ibu. Jika ini yaitu bayi pertama, mungkin Ibu merasa hanya beberapa kontraksi setelah Ibu mengeluarkan plasenta. Jika Ibu sudah punya bayi sebelumnya, Ibu mungkin terus merasa kontraksi sesekali untuk satu dua hari setelahnya.

Ini disebut “nyeri tembuni” dan dapat merasa menyerupai kram menstruasi yang kuat. Jika ini mengganggu Ibu, boleh juga meminta obat penahan sakit. Ibu juga mungkin akan menggigil atau merasa sangat gemetar. Ini yaitu hal yang normal dan tidak akan berlangsung lama. Jangan ragu untuk meminta selimut hangat kalau Ibu memerlukannya.

Bidan atau dokter akan memeriksa plasenta untuk memastikan itu semua ada. Kemudian beliau akan memeriksa Ibu secara menyeluruh untuk melihat apakah terdapat robekan di perineum Ibu yang perlu dijahit.

Jika perineum robek atau menerima episiotomi (robekan perineum oleh dokter atau bidan untuk membantu persalinan), Ibu akan disuntik dengan bius lokal sebelum dijahit. Ibu mungkin ingin menggendong terus bayi Ibu ketika sedang dijahit, dan dapat menjadi gangguan besar. Jika Ibu merasa terlalu gemetar, mintalah pasangan Ibu untuk duduk di sisi Ibu dan menahan bayi.

Jika Ibu memiliki epidural, andal anestesi atau perawat anestesi akan datang dan menghapus kateter dari belakang Ibu. Ini hanya butuh satu detik dan tidak sakit.

Kecuali bayi Ibu membutuhkan perawatan khusus, pastikan untuk bersikeras menerima waktu damai bersama-sama. Obat tetes mata dan vitamin K dapat menunggu beberapa saat. Ibu dan suami akan menerima waktu khusus dengan satu sama lain sebab Ibu perlu untuk berkenalan dengan bayi gres dan bersenang-senang dalam keajaiban kelahiran.

Demikianlah artikel mengenai Tahap Ke-3 Persalinan: Keluarnya Plasenta ini. Semoga dapat bermanfaat untuk kita semua. Artikel ini yaitu adegan dari artikel berjudul Tahapan Proses Persalinan dan Kelahiran. Untuk memahami tahap persalinan dan kelahiran secara lengkap bacalah dari artikel tersebut. Selain itu, baca juga artikel terkait berikut ini:

Tanda Bahwa Persalinan Sudah Dekat
Tahap 1 Persalinan dan Kelahiran: Kontraksi dan Pembukaan
Tahap 2 Persalinan dan Kelahiran: Mengejan
Kenali 10 Tanda Bahaya Persalinan Ini

source

Rabu, 29 November 2017

Tahapan Proses Persalinan dan Kelahiran

Proses persalinan memang terkadang tampil sebagai sesuatu yang menakutkan. Ini terutama dikarenakan beberapa perempuan tidak mengetahui proses persalinan itu sendiri. Dengan memiliki pengetahuan awal yang cukup baik mengenai persalinan, Ibu hamil tentu lebih siap dalam menghadapi proses persalinan Dengannya diperlukan persalinan dapat berjalan dengan lancar, baik Ibu maupun Bayi sehat dan kuat. Untuk itulah kali ini parentingIDN akan membahas Proses melahirkan pada persalinan normal.

Proses persalinan memang terkadang tampil sebagai sesuatu yang menyeramkan Tahapan Proses Persalinan dan Kelahiran
Proses Persalinan / Melahirkan dan Kelahiran pada Persalinan Normal ini terdiri dari tiga tahapan, maka sering disebut juga sebagai Fase / Tahapan Persalinan Normal. Ketiga tahap tersebut yakni Kontraksi, Pembukaan, dan Kelahiran Bayi.

Tahap Pertama Persalinan

Tahap pertama dimulai dikala Anda mulai mengalami kontraksi yang mengakibatkan perubahan progresif pada serviks (leher rahim) dan berakhir dikala serviks Anda sepenuhnya melebar. Tahap ini dibagi menjadi dua tahap:
  1. Persalinan awal: serviks Anda secara bertahap menipis dan dilatasi (membuka).
  2. Persalinan aktif: serviks Anda mulai membesar lebih cepat, dan kontraksi yang lebih lama, lebih kuat, dan lebih cepat bersama-sama. Orang sering menyebut bab terakhir dari persalinan aktif sebagai transisi.

Tahap Kedua Persalinan

Tahap kedua persalinan dimulai dikala Anda sepenuhnya melebar dan berakhir dengan kelahiran bayi Anda. Ini oleh banyak pihak disebut sebagai "pembukaan".

Setiap kehamilan berbeda, dan ada variasi yang luas dalam lama persalinan. Untuk ibu yang gres melahirkan untuk pertamakali, persalinan sering membutuhkan waktu antara sepuluh hingga dengan 20 jam. Untuk beberapa wanita, meskipun, itu berlangsung lebih lama, sedangkan untuk orang lain itu lebih lebih cepat. Persalinan umumnya berlangsung lebih cepat untuk wanita yang pernah melahirkan secara normal melalui jalan lahir, yaitu sekitar 8 jam semenjak mules teratur. Ibu masih boleh berjalan, makan dan minum. Selama proses persalinan sebaiknya ibu didampingi suami dan keluarga.

Untuk mengatasi sakit selama proses persalinan, tarik nafas panjang lewat hidung, lalu keluarkan lewat mulut. Sementara jikalau terasa ingin buang air besar segera beritahu bidan/dokter. Bidan atau dokter akan mengarahkan/ memimpin ibu mengejan sesuai dengan dorongan rasa ingin mengejan yang timbul.

Tahap Ketiga Persalinan



Tahap ketiga dimulai setelah kelahiran bayi Anda dan berakhir dengan keluarnya plasenta. Biasanya plasenta menyusul keluar 15 menit setelah bayi lahir.

Setelah bayi lahir dan sehat segera lakukan inisiasi menyusu dini (IMD). IMD yakni segera meletakkan bayi di dada ibu (ada kontak kulit ibu dan kulit bayi sekurang-kurangnya 1 jam untuk menunjukkan kesempatan kepada bayi menyusu sesegera mungkin. IMD merangsang keluarnya ASI, memberi kekebalan pada bayi serta meningkatkan kekuatan batin antara ibu dan bayinya. IMD mencegah pendarahan pada ibu.

Ibu dapat segera dipasang IUD dalam waktu 10 menit setelah plasenta lahir bila ibu dan suami sepakat untuk mengikuti KB dengan metode AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim). Metode kontrasepsi IUD / AKDR ini yakni metode yang paling ampuh dalam mencegah kehamilan dan tidak mengakibatkan gangguan hormonal bagi ibu dan bayi.

Berikut ini yakni video animasi 3 Tahap Persalinan yang HamilBayi ambil dari Youtube



Karena artikel yang berjudul Proses Persalinan dan Kelahiran ini cukup panjang, maka dibagi dalam beberapa bagian. Untuk memahami tahap persalinan dan kelahiran secara lengkap baca juga artikel berikut ini:

Tanda Bahwa Persalinan Sudah Dekat
Tahap 1 Persalinan : Kontraksi dan Pembukaan
Tahap 2 Persalinan : Mengejan
Tahap 3 Persalinan: Keluarnya Plasenta
Kenali 10 Tanda Bahaya Persalinan Ini

Demikianlah artikel Proses Persalinan dan Kelahiran pada Persalinan Normal yang memuat rangkuman tiga tahapan persalinan normal ini. Semoga mendatangkan manfaat untuk kita semua. Jika Ibu masih memiliki keraguan atau hal yang ingin diketahui, tanyakanlah pada bidan atau dokter setiap kali kunjungan ke klinik atau rumah sakit. Ibu juga mampu membaca artikel lainnya dari situs ini.

Mengenali Anorexia Nervosa dan Bahayanya

Seseorang yang mengidap anorexia nervosa (sering disebut anoreksia saja) memiliki rasa takut yang berkelanjutan mengenai kenaikan berat badan. Seseorang dengan anoreksia selalu berfikir untuk membatasi makanan yang dimakan, meskipun tubuhnya sangat kurus.

Seseorang yang mengidap anorexia nervosa  Mengenali Anorexia Nervosa dan Bahayanya

Anorexia bukan sekedar bermasalah dengan contoh makanan, ini merupakan cara menahan untuk makan atau melaparkan diri untuk dapat merasa lebih memegang kendali atas hidup dan meredakan ketegangan, kemarahan, dan kecemasan. Kebanyakan pengidap anoreksia ialah perempuan, meski terdapat juga laki-laki. Seseorang yang memiliki Anoreksia dapat dicirikan setidaknya oleh gejala berikut ini:
  1. Memiliki berat tubuh atau tinggi tubuh dibawah normal
  2. Selalu menolak untuk menjaga berat tubuh normal
  3. Memiliki rasa takut berlebihan dan berkepanjangan terhadap berat badan
  4. Berpikir bahwa tubuhnya penuh dnegan lemak, bahkan meskipun bahwasanya badannya kurus
  5. Pada perempuan yang sudah datang bulan, seringkali terlambat datang bulan hingga dengan 3 periode menstruasi berturut-turut dan bahkan tidak mengalami menstruasi sama sekali.

Sebagian besar Anoreksia didapati pada perempuan (85-95 persen), dan juga dapat menghipnotis laki-laki. Sempat muncul perkiraan bahwa perempuan dengan budaya barat (budaya Amerika Serikat yang menghargai orang kurus) memiliki potensi yang lebih besar untuk mengalami Anoreksia. Sementara budaya lain menyerupai Afrika Amerika, Latina, Asia / Kepulauan Pasifik, dan Amerika orang asli India dan Alaska mengalami gangguan makan sebab pengaruh budaya Amerika. Latar belakang budaya di masa lalu yang berbeda dengan kondisi yang dialami seseorang sekarang ini dapat mengembangkan gangguan makan sebab sulit untuk menyesuaikan diri dengan budaya gres (teori "benturan budaya"). Stres sebab mencoba untuk hidup dalam dua budaya yang berbeda pada sebagian orang dapat menyebabkan gangguan makan berkembang.

Penyebab Anoreksia

Tidak ada penyebab tunggal anoreksia yang pasti. Gangguan makan dapat diobati sebagaimana penyakit lainnya secara medis baik pada tubuh maupun pikiran. Beberapa hal-hal ini dapat berperan sebagai penyebab anoreksia:

1. Budaya

Banyak perempuan berada di bawah tekanan konstan untuk menyesuaikan ideal tertentu kecantikan. Melihat gambar tanpa cacat, perempuan langsing di mana-mana membuat sulit bagi perempuan untuk merasa baik ihwal tubuh mereka.

2. Keluarga

Jika Anda memiliki ibu atau saudara perempuan dengan anoreksia, Anda lebih mungkin untuk juga memiliki anoreksia. Orang renta yang berpikir penampilan penting, diet sendiri, atau mengkritik tubuh belum dewasa mereka lebih mungkin untuk memiliki anak dengan anoreksia.

3. Perubahan dalam kehidupan atau peristiwa yang menyebabkan stres

Peristiwa traumatik (seperti perkosaan), serta hal-hal yang membuat stres (seperti memulai pekerjaan baru), dapat menyebabkan anoreksia.

4. Ciri-ciri kepribadian

Seseorang dengan anoreksia mungkin tidak menyukai dirinya, benci dengan penampilannya, atau merasa putus asa. Dia mungkin sangat murung, memiliki duduk perkara mengekspresikan kemarahan, atau memiliki waktu yang sulit mengendalikan perilaku impulsif.

5. Biologis

Gen, hormon, dan materi kimia di otak mungkin juga sebagai faktor pemicu anoreksia.

Tanda-tanda / Gejala Anoreksia

Seseorang dengan anoreksia mungkin terlihat sangat kurus. Dia dapat mengambil langkah-langkah ekstrem untuk menurunkan berat tubuh dengan:
  1. Mengkonsumsi pil diet, atau pil pencahar yang melancarkan buang air kecil atau buang air besar
  2. Tidak makan atau makan sangat sedikit
  3. Selalu memperhitungkan makanan dan kalori yang dimakan
  4. Makan dalam jumlah sedikit dari makanan tertentu saja
  5. Memakan yang bukan makanan utama, sementara makanan utama tidak dimakan
  6. Banyak berolahraga, bahkan dalam cuaca buruk atau ketika sedang sakit atau lelah
  7. Seseorang dengan Anoreksia mungkin juga menawarkan tanda-tanda muntah
  8. Seseorang dengan anoreksia juga mungkin memiliki citra tubuh yang terdistorsi, yang ditunjukkan dengan pikiran dirinya sendiri bahwa selalu terdapat lemak di tubuhnya, mengenakan pakaian longgar, menimbang berat badannya sendiri berkali-kali dalam sehari, dan takut berat badan.



Anoreksia juga dapat menyebabkan seseorang untuk tidak bertindak menyerupai dirinya sendiri. Dia mungkin membicarakan berat tubuh dan makanan sepanjang waktu, tidak makan di depan orang lain, menjadi murung atau sedih, atau tidak ingin pergi keluar dengan teman-teman. Orang dengan anoreksia juga mungkin memiliki penyakit kejiwaan dan fisik lainnya, termasuk depresi, kegelisahan, perilaku obsesif, penyalahgunaan zat, duduk perkara dengan jantung dan / atau otak, ataupun duduk perkara dengan perkembangan fisik.

Bahaya Dampak Kesehatan Anoreksia

Anoreksia membuat tubuh tidak cukup mendapatkan energi yang diharapkan dari makanan, sehingga pertumbuhan melambat. Berikut ini ialah pengaruh buruk anoreksia terhadap kesehatan.
  1. Otak dan saraf. Tidak mampu berpikir jernih, takut berat badan, sedih, murung, marah, memori buruk, pingsan, perubahan chesmistry otak
  2. Rambut menipis dan rapuh
  3. Jantung. Mengalami tekanan rendah darah, denyut jantung yang lambat, jantung berdebar-debar (palpitasi), gagal jantung
  4. Darah mengalami anemia dan duduk perkara darah lainnya
  5. Otot, sendi dan tulang. Lemah otot, abses sendi, tulang, osteoporosis
  6. Ginjal. Mengalami kerikil ginjal, gagal ginjal
  7. Cairan tubuh. Mengandung kalium, magnesium dan natrium yang kurang dari normal
  8. Usus. Mengalami sembelit, kembung
  9. Hormon. Berhenti datang bulan, mengalami duduk perkara pertumbuhan, kesulitan hamil. jikalau hamil, memiliki risiko tinggi keguguran, persalinan dengan caerar, bayi lahir dengan berat tubuh rendah, ibu rentan mengalami depresi post partum.
  10. Kulit. Mudah memar, kulit kering, pertumbuhan garis rambut di seluruh tubuh, mudah kedinginan, kulit kuning, kuku rapuh.

Mengobati Anoreksia

Seseorang dengan anoreksia mampu menjadi lebih baik. Tim perawatan kesehatan dokter, hebat gizi, dan hebat terapi akan membantu pasien menjadi lebih baik. Mereka akan:
  1. Membantu kembali ke berat tubuh normal
  2. Mengaitkan setiap duduk perkara psikologis dengan anoreksia
  3. Membantu menghilangkan setiap tindakan atau pikiran yang menyebabkan gangguan makan
  4. Mencegah anoreksia "kambuh"

Beberapa penelitian menawarkan bahwa penggunaan obat - menyerupai antidepresan, antipsikotik, atau penstabil mood - adakala kuat kasatmata untuk pengobatan pasien anoreksia. Diperkirakan bahwa obat-obatan ini membantu suasana hati dan kecemasan gejala yang sering berdampingan dengan anoreksia. Studi terbaru lainnya, bagaimanapun, menawarkan bahwa konsumsi antidepresan mungkin tidak mampu dihentikan untuk mencegah anoreksia kambuh. Juga, tidak ada obat yang terbukti bekerja 100 persen untuk memulihkan pasien ke berat tubuh yang sehat. Jadi, tidak terang apakah dan bagaimana obat dapat membantu pasien anoreksia menjadi lebih baik, namun penelitian masih berlangsung.

Beberapa bentuk psikoterapi dapat membantu membuat alasan psikologis untuk anoreksia yang lebih baik. Psikoterapi adakala dikenal sebagai "terapi bicara." Menggunakan cara yang berbeda untuk berkomunikasi dengan mengubah pikiran atau perilaku pasien. Terapi semacam ini berkhasiat untuk mengobati gangguan makan pada pasien muda yang belum memiliki anoreksia untuk waktu yang lama.

Konseling individu juga dapat membantu seseorang dengan anoreksia. Jika pasien masih muda, konseling mungkin melibatkan seluruh keluarga. Kelompok pendukung mungkin juga menjadi episode dari pengobatan. Dalam kelompok dukungan, pasien, dan keluarga bertemu dan membuatkan mengenai apa yang telah mereka alami.

Beberapa peneliti menawarkan bahwa resep obat-obatan dan menggunakan psikoterapi yang dirancang hanya untuk pasien anoreksia bekerja lebih baik untuk mengobati anoreksia hanya pada psikoterapi saja. Meskipun begitu, pengobatan masih tergantung pada orang yang terlibat dan situasinya. Sayangnya, tidak ada satu jenis psikoterapi selalu berhasil untuk mengobati orang sampaumur dengan anoreksia.

Konsumsi antidepresan untuk mengatasi anoreksia pada usia muda

Mungkin aman bagi orang berusia muda untuk diobati dengan antidepresan. Namun, obat antidepresan selalu dilengkapi label peringatan yang paling serius dari peringatan pada resep obat-obatan. Anti depresan mungkin membuat anak-anak, remaja, dan sampaumur muda lebih berpotensi untuk berpikir ihwal bunuh diri atau bunuh diri.

Rawat jalan dan rawat inap untuk pengobatan anoreksia

Dengan rawat jalan, pasien tinggal di rumah dan mendapatkan pengobatan setiapkali periksa anoreksia ke anggota tim perawatan kesehatan. Sementara beberapa pasien mungkin perlu "rawat inap parsial." Ini berarti bahwa siang hari pergi ke rumah sakit untuk pengobatan, tetapi pada malam hari tidur di rumah. Dan kadang-kadang, pasien harus menginap di rumah sakit untuk perawatan, yang disebut rawat inap. Setelah meninggalkan rumah sakit, pasien terus mendapatkan perlindungan dari tim kesehatan dan menjadi pasien rawat jalan.

Anoreksia dan kehamilan

Ketika seorang perempuan memiliki "anoreksia aktif," berarti ia ketika ini memiliki anoreksia, dan ia tidak mengalami haid dan biasanya tidak mengalami ovulasi, yang kemudian membuat sulit untuk hamil. Perempuan yang telah pulih dari anoreksia dan memiliki berat tubuh yang sehat memiliki kesempatan yang lebih baik untuk hamil. Jika Anda mengalami kesulitan untuk hamil, hubungi dokter.

Anoreksia dan bayi dalam kandungan

Perempuan yang menderita anoreksia ketika mereka hamil lebih mungkin untuk mengalami keguguran. Jika seorang wanita dengan anoreksia tidak keguguran, bayi cenderung akan lahir prematur, persalinan dengan operasi caesar, melahirkan bayi dengan berat tubuh rendah, dan mengalami depresi setelah bayi lahir.

Demikian artikel Mengenali Anoreksia Nervosa yang Berbahaya yang membahas mengenai pengaruh negatif Anoreksia terhadap kesehatan, kehamilan, maupun bayi beserta dengan gejala dan kemungkinan pengobatannya. Baca juga artikel yang berafiliasi dengan penyakit dari ganguan contoh makan berikut:

Gangguan Pola Makan Kehamilan
Mengenal Bahaya Bulimia Nervosa

Semoga dapat menambah pengetahuan dan bermanfaat untuk menjaga kesehatan kita semua.

Source

Mengenali Bulimia Nervosa dan Bahayanya

Bulimia nervosa (sering disebut bulimia saja) yaitu jenis gangguan makan dimana seseorang dengan bulimia dapat memakan banyak makanan dalam waktu singkat dan kemudian mencoba untuk mencegah kenaikan berat tubuh dengan menyingkirkan makanan itu dari tubuhnya. Menyingkirkan makanan mungkin dilakukan dengan cara dengan sengaja membuat diri untuk muntah, atau dengan mengkonsumsi obat pencahar (pil atau cairan yang mempercepat pergerakan makanan di dalam tubuh dan menyebabkan buang air besar).
 yaitu jenis gangguan makan dimana seseorang dengan bulimia dapat memakan banyak makanan  Mengenali Bulimia Nervosa dan Bahayanya

Seseorang yang memiliki bulimia merasa beliau tidak mampu mengontrol jumlah makanan yang dimakan. Juga, seseorang dengan bulimia mungkin akan melaksanakan berbagai olahraga, makan sangat sedikit atau tidak sama sekali, atau mengambil pil untuk buang air untuk mencegah kenaikan berat badan.

Tidak ibarat anoreksia, penderita bulimia mampu saja mendapati usia dan berat tubuh mereka dalam kisaran normal. Tapi sama ibarat orang-orang dengan anoreksia, pengidap bulimia mengalami ketakutan terhadap kenaikan berat badan, ingin (mati-matian) untuk menurunkan berat badan, dan sangat bahagia dengan ukuran dan bentuk tubuh mereka.

Banyak orang berpikir bahwa gangguan makan hanya terjadi pada orang muda, atau perempuan kelas atas. Memang benar bahwa sebagian besar penderita bulimia yaitu perempuan (sekitar 85-90 persen). Tapi bulimia juga terjadi pada orang-orang dari semua lapisan masyarakat, termasuk laki-laki, dan bahkan perempuan tua.

Beberapa jago berpendapat bahwa bulimia mungkin disebabkan oleh perbedaan latar belakang budaya dengan budaya dimana seseorang tinggal ketika ini. Gangguan makan dapat disebabkan oleh kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan budaya gres ("benturan budaya"). Kondisi stres karena mencoba untuk hidup dalam dua budaya yang berbeda dapat menjadi pemicu gangguan makan.

Penyebab Bulimia

Bulimia yaitu lebih dari sekedar duduk perkara dengan makanan, bulimia mampu saja dipicu oleh diet, stres, atau emosi tidak nyaman, ibarat kemarahan atau kesedihan. Mengeluarkan makanan kembali setelah masuk ke tubuh dan tindakan lain untuk mencegah kenaikan berat tubuh yaitu cara untuk orang dengan bulimia merasa lebih dalam mengendalikan hidup mereka dan mengurangi stres dan kecemasan. Bulimia Nervosa disebabkan oleh beragam faktor dan tidak ada penyebab dikenal tunggal bulimia, beberapa faktor berikut ini dapat berperan sebagai penyebab bulimia nervosa.

1. Budaya

Banyak perempuan berada di bawah tekanan konstan untuk menyesuaikan ideal tertentu kecantikan. Melihat gambar tanpa cacat, perempuan langsing di mana-mana membuat sulit bagi perempuan untuk merasa baik wacana tubuh mereka.

2. Keluarga

Jika Anda memiliki ibu atau saudara perempuan dengan bulimia, Anda lebih mungkin untuk juga memiliki bulimia. Orang renta yang berpikir penampilan penting, diet sendiri, atau mengkritik tubuh belum dewasa mereka lebih mungkin untuk memiliki anak dengan bulimia.

3. Perubahan dalam kehidupan atau peristiwa yang menyebabkan stres.

Peristiwa traumatik (seperti perkosaan), serta hal-hal yang membuat stres (seperti memulai pekerjaan baru), dapat menyebabkan bulimia.

4. Ciri-ciri kepribadian.

Seseorang dengan bulimia mungkin tidak menyukai dirinya, benci dengan penampilannya, atau merasa putus asa. Dia mungkin sangat murung, memiliki duduk perkara mengekspresikan kemarahan, atau memiliki waktu yang sulit mengendalikan perilaku impulsif.

5. Biologis.

Gen, hormon, dan materi kimia di otak mungkin juga sebagai faktor pemicu bulimia.

Gejala Bulimia

Seseorang dengan bulimia mungkin kelebihan berat tubuh kurus, atau memiliki berat tubuh normal. Juga, perilaku bulimia, ibarat muntah, sering dilakukan secara langsung (dengan bersembunyi dari orang lain, di kamar mandi misalnya) karena orang dengan bulimia merasa aib atau jijik. Ini membuat sulit untuk mengetahui apakah seseorang memiliki bulimia. Tapi ada tanda-tanda peringatan untuk mengetahuinya, kecuali oleh dirinya sendiri. Seseorang dengan bulimia dapat menggunakan langkah-langkah ekstrem untuk menurunkan berat tubuh dengan:
  1. Menggunakan pil diet, atau mengambil pil untuk buang air kecil atau buang air besar
  2. Pergi ke kamar mandi sepanjang waktu setelah makan (muntah)
  3. Banyak berolahraga, bahkan dalam cuaca buruk atau ketika sedang sakit atau lelah
  4. Seseorang dengan bulimia mungkin memperlihatkan tanda-tanda muntah, ibarat pipi atau tempat rahang bengkak, kapalan atau ukiran pada buku-buku jari (jika menggunakan jari untuk memicu muntah), gigi yang terlihat jelas, pembuluh darah pecah di mata.
  5. Orang dengan bulimia sering memiliki kondisi kesehatan mental lainnya, termasuk depresi, kegelisahan, dan penyalahgunaan narkotika.
  6. Seseorang dengan bulimia juga mungkin memiliki citra tubuh yang terdistorsi, yang ditunjukkan dengan pikiran selalu terdapat lemak di tubuhnya, membenci diri atau tubuhnya, dan takut berat badan.
  7. Bulimia juga dapat menyebabkan seseorang untuk tidak bertindak ibarat dirinya sendiri. Dia mungkin murung atau sedih, atau mungkin tidak ingin pergi keluar dengan teman-teman.

Bahaya Bulimia

Bulimia mampu sangat berbahaya bagi tubuh. Bulimia mensugesti hampir semua kesehatan organ tubuh manusia, berikut ini beberapa dampak bulimia tersebut.

  1. Otak. Mengalami depresi, ketakutan tubuh bertambahnya Berat, kecemasan, pusing, rasa malu, rendah diri.
  2. Pipi. Mengalami nanah dan nyeri.
  3. Mulut. Gigi berlubang, erosi enamel gigi, penyakit gusi, gigi sensitif terhadap makanan panas dan dingin.
  4. Tenggorokan & kerongkongan mengalami sakit, iritasi, mampu robek dan pecah, muntah darah
  5. Otot mengalami kelelahan
  6. Lambung mengalami nyeri, penundaan pengosongan, dan bahkan pecah.
  7. Kulit mengalami pengikisan pada buku-buku jari, dan kulit kering
  8. Darah mengalami anemia
  9. Jantung berdetak tidak teratur, otot jantung melemah, gagal jantung, denyut nadi dan tekanan darah rendah
  10. Cairan tubuh. Mengalami dehidrasi, kekurangan kalium, magnesium, dan natrium.
  11. Ginjal. Mengalami duduk perkara buang air kecil
  12. Usus mengalami sembelit, buang air besar tidak teratur, kembung, diare, dan kram perut
  13. Hormon. Terlambat datang bulan hingga dengan 3 kali berturut-turut, dan bahkan tidak mengalami datang bulan.

Pengobatan bulimia



Seseorang dengan bulimia mampu pulih ke keadaan yang lebih baik. Tim perawatan kesehatan dokter, jago gizi, dan jago terapi akan membantu pasien pulih. Mereka akan membantu penderita bulimia untuk berguru contoh makan yang sehat dan mengatasi pikiran dan perasaan mereka. Pengobatan bulimia menggunakan kombinasi pilihan. Jenis pengobatan tergantung pada pasien.

Untuk menghentikan seseorang dari ketakutan terhadap berat tubuh dan selalu muntah, dokter mungkin:

  1. Menyarankan pasien untuk mendapatkan saran gizi dan psikoterapi, terutama terapi perilaku kognitif / Cognitive Behavioral Therapy (CBT)
  2. Memberikan resep obat

CBT yaitu bentuk psikoterapi yang berfokus pada tugas penting berpikir bagaimana kita merasa dan apa yang kita lakukan. CBT yang telah diadaptasi untuk mengobati bulimia telah terbukti efektif dalam mengubah perilaku, dan sikap makan. Terapi untuk orang dengan bulimia mungkin berbasis individual dengan terapis atau berbasis kelompok.

Beberapa antidepresan, ibarat fluoxetine (Prozac), yang merupakan satu-satunya obat yang disetujui oleh Badan Pengawas Makanan Amerika Serikat / US Food and Drug Administration (FDA) untuk mengobati bulimia, dapat membantu pasien yang juga memiliki depresi dan / atau kecemasan. Prozac juga membantu mengurangi kecenderungan makan berlebihan dan perilaku memuntahkan kembali makanan, mengurangi kemungkinan kambuh, dan meningkatkan sikap makan yang baik.

Konsumsi antidepresan untuk bulimia pada usia muda

Mungkin aman bagi orang berusia muda untuk diobati dengan antidepresan. Namun, obat antidepresan selalu dilengkapi label peringatan yang paling serius dari peringatan pada resep obat-obatan. Anti depresan mungkin membuat anak-anak, remaja, dan berakal balig cukup akal muda lebih berpotensi untuk berpikir wacana bunuh diri atau bunuh diri.

Bulimia dan kehamilan

Bulimia aktif dapat menyebabkan perempuan tidak datang bulan selama beberapa periode, atau mungkin tidak pernah mendapatkan menstruasi. Jika ini terjadi, beliau biasanya tidak mengalami ovulasi, yang membuat sulit untuk hamil. Perempuan yang telah pulih dari bulimia memiliki kesempatan yang lebih baik untuk hamil setelah siklus bulanan kembali normal. Jika ibu mengalami kesulitan hamil, hubungi dokter.

Pengaruh bulimia terhadap kehamilan

Jika penderita bulimia aktif hamil, bulimia dapat menyebabkan keguguran, tekanan darah tinggi pada ibu, bayi lahir mati, bayi lahir dengan kaki terlebih dahulu, persalinan dengan operasi caesar, bayi prematur, berat tubuh lahir rendah, bayi cacat lahir ibarat kebutaan atau keterbelakangan mental, mengalami duduk perkara menyusui, ibu depresi setelah bayi lahir, dan ibu diabetes selama kehamilan

Jika ibu mengkonsumsi obat pencahar atau diuretik selama kehamilan, kesehatan bayinya akan terganggu. Karena itu merampas nutrisi dan cairan ibu sebelum kebutuhan makan dan pemeliharaan bayi tercukupi. Ini kemudian dapat berakibat pada cacat lahir juga, terutama jikalau obat pencahar digunakan secara teratur.


Demikian artikel Mengenali Bulimia Nervosa yang Berbahaya yang membahas mengenai pengaruh negatif bulimia terhadap kesehatan, kehamilan, maupun bayi beserta dengan gejala dan kemungkinan pengobatannya. Baca juga artikel yang berafiliasi dengan penyakit dari ganguan contoh makan berikut:

Gangguan Pola Makan Kehamilan
Mengenal Bahaya Anoreksia Nervosa

Semoga dapat menambah pengetahuan dan bermanfaat untuk menjaga kesehatan kita semua.

Source

Selasa, 28 November 2017

Kenali 10 Tanda Bahaya Persalinan Ini

Kebanyakan perempuan bisa melahirkan dengan selamat dan sebagian besar berlangsung dengan lancar. Namun begitu, terkadang ada sesuatu yang tidak normal terjadi ketika persalinan berlangsung ataupun menjelang persalinan. Pada kondisi ini ibu hamil harus segera menerima perawatan yang sempurna sesuai dengan kebutuhan untuk menyelamatkan ibu dan bayi dalam kandungan.
Kebanyakan perempuan bisa melahirkan dengan selamat dan sebagian besar berlangsung dengan  Kenali 10 Tanda Bahaya Persalinan Ini

Ibu hamil harus rutin melaksanakan pemeriksaan kehamilan untuk meminimalisir gangguan yang berdampak buruk bagi kesehatan ibu dan janin. Namun perhatian bukan hanya pada kehamilan, perhatian ekstra juga perlu diberikan pada ibu hamil hingga proses persalinan selesai. Sebab, problem seringkali muncul justru dikala proses persalinan berjalan.

Anda mungkin merencanakan persalinan di klinik bersalin atau puskesmas yang bersahabat dengan kediaman, yang bertujuan semoga lebih mudah menjangkaunya, biaya relatif lebih murah, lebih nyaman, dan alasan lainnya. Namun begitu, terkadang persalinan berjalan diluar impian dan klinik atau puskesmas tidak memiliki peralatan maupun kemampuan yang memadai untuk membantu persalinan ibu hamil sehingga harus di rujuk ke rumah sakit dimana perlengkapan persalinan lebih memadai.

Jangan sekalipun meremehkan problem tersebut dikala persalinan alasannya yaitu dapat membahayakan ibu dan bayi. Namun begitu, bila ibu hamil tidak bisa dengan segera hingga ke rumah sakit, lebih baik ibu hamil pergi ke bidan terdekat untuk menerima santunan awal yang diharapkan ibu, dan gres kemudian pergi ke rumah sakit terdekat.

Berikut yaitu beberapa tanda-tanda ancaman dan ibu harus segera menerima santunan medis yang parentingIDN rangkum dari Tahapan Proses Persalinan dan Kelahiran. Untuk memahami tahap persalinan dan kelahiran secara lengkap bacalah dari artikel tersebut. Selain itu, baca juga kelanjutan goresan pena ini:

Tanda Bahwa Persalinan Sudah Dekat
Tahap 1 Persalinan : Kontraksi dan Pembukaan
Tahap 2 Persalinan dan Kelahiran: Mengejan
Tahap 3 Persalinan: Keluarnya Plasenta

Sampai disini artikel yang berjudul Kenali 10 Tanda Bahaya Persalinan Ini yang membahas mengenai tanda ancaman pada persalinan. Semoga bisa membantu anda yang sedang mempersiapkan diri menjelang persalinan.

Tanda Penting Pasca Melahirkan

Kebanyakan orang menganggap bahwa ancaman hanya terdapat dikala ibu hamil dan dikala melahirkan saja. Padahal, terdapat juga ancaman pada ibu pasca melahirkan, bahkan infeksi setelah persalinan merupakanpenyebab tertinggi Angka Kematian Ibu (AKI) yang disebabkan antara lain perdarahan, infeksi, dan eklamsi.
Sejak persalinan/ melahirkan hingga sekitar 8 ahad (42 hari) setelah melahirkan / pasca persalinan, jalan masuk produksi ibu hamil berproses hingga kembali menyerupai sebelum hamil. Ini disebut dengan masa nifas. Pada rentang waktu ini, ibu akan mencicipi bebrapa perubahan yang bekerjsama normal. Seperti meningkatnya urin dan peningkatan suhu badan hingga dengan 0,5 derajat celcius (tidak lebih dari 38 derajat celcius).
Kebanyakan orang menganggap bahwa ancaman hanya terdapat dikala ibu hamil dan dikala melahirkan Tanda Penting Pasca Melahirkan




Ibu hamil dan keluarga perlu mengetahui gejala apa saja yang tidak normal dan berbahaya bagi ibu hamil. Sehingga duduk perkara kesehatan ibu pasca melahirkan ini mampu diketahui lebih dini dan mendapat penanganan yang cepat dan sempurna untuk menghindari komplikasi pasca persalinan semakin berkurang. Jika ibu hamil dan keluarga mendeteksi terdapat tanda-tanda ancaman pada masa nifas berikut ini, segera pergi ke kemudahan kesehatan (Klinik bersalin, Puskesmas atau Rumah Sakit). Berikut ini beberapa tanda yang harus juga diperhatikan pada Ibu setelah melahirkan yang parentingIDN kutip dari BabyCenter.

Hubungi penyedia layanan kesehatan Ibu segera jika:

  1. Ibu mencicipi kesedihan tingkat ekstrim atau keputusasaan atau memiliki delusi atau pikiran menyakiti diri sendiri atau bayi Ibu .
  2. Perdarahan tidak kunjung berhenti, terus menjadi merah terperinci setelah empat hari pertama, dilanjutkan setelah melambat, berisi gumpalan besar dari seperempat, atau memiliki anyir busuk.
  3. Ibu demam, bahkan meski hanya demam ringan. Demam ringan mungkin sesuatu yang tidak berbahaya, tetapi juga mampu menjadi tanda hamil infeksi serius, sehingga sebagai jalan terbaik segeralah ke puskesmas/rumah sakit.
  4. Ibu sakit parah ataupun persisten (kadang sakit kadang tidak) di mana saja, menyerupai di perut atau panggul, atau sakit cenderung memburuk dibanding membaik.
  5. Rasa sakit atau nyeri yang memburuk berlangsung di luar beberapa ahad pertama, atau kemerahan (ruam), bengkak, atau bernanah pada bekas sayatan bedah caesar.
  6. Ibu mencicipi sakit atau keadaan yang memburuk pada jalan lahir atau perineum (daerah badan antara anus dan jalan lahir), berbau busuk keputihan, atau nanah atau keluar cairan dari situs episiotomi (lokasi bekas sayatan pada perineum meliputi selaput lendir vagina, cincin selaput dara, jaringan pada septum rektovaginal, otot-otot dan fascia perineum dan kulit depan perineum) atau bekas sobekan dikala melahirkan.
  7. Ibu mencicipi sakit atau nyeri di satu area payudara yang tidak berkurang dengan dikompres air hangat dan perawatan lainnya, atau pembengkakan atau kemerahan di satu daerah, mungkin disertai dengan gejala menyerupai flu atau demam.
  8. Ibu mencicipi sakit atau terbakar dikala buang air kecil; Ibu merasa sering sering buang air kecil tapi tidak keluar banyak; urin Ibu gelap dan minim atau berdarah; atau Ibu memiliki kombinasi gejala-gejala tersebut. (sakit setelah urin keluar dan sakit pada robekan bekas melahirkan yaitu normal.)
  9. Ibu mengalami sakit parah atau persisten atau sensitif dan merasa panas di satu tempat dari kaki Ibu, atau satu kaki lebih nanah dari yang lain.
  10. Ibu mengalami sakit kepala yang parah atau persisten.
  11. Penglihatan berkunang-kunang , pandangan yang buram atau meredup, atau merasa silau terhadap cahaya.
  12. Ibu muntah parah atau berkelanjutan.
  13. Ibu merasa sakit, perih, atau meradang pada lokasi bekas infus.

Segera hubungi ambulans/bawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk layanan darurat jika:

  1. Ibu mengalami sesak napas atau nyeri dada, atau batuk darah.
  2. Ibu mengalami pendarahan.
  3. Ibu menyampaikan tanda-tanda syok, termasuk pusing, lemas, detak jantung yang cepat atau palpitasi (detak jantung yang tidak normal), napas terengah-engah, kulit lembab dan dingin, gelisah atau kebingungan.

Untuk tahu lebih jauh mengenai apa saja yang harus dijaga Ibu di masa nifas, baca juga artikel berikut:

Cara Menjaga Kesehatan Ibu di Masa Nifas
Pantangan Ibu Selama Nifas
Waspadailah Tanda Bahaya Pasca Persalinan Ini

Kenali Tahap ke 2 Persalinan dan Kelahiran: Mengejan dan Mendorong

Setelah membahas mengenai Tahap 1 Persalinan : Kontraksi dan Pembukaan, kali ini akan dibahas mengenai Tahap ke 2 Persalinan dan Kelahiran, yaitu Mengejan dan Mendorong. Setelah leher rahim Ibu sepenuhnya melebar, tahap kedua persalinan dimulai: pembukaan final dan kelahiran bayi. Pada awal tahap ini, kontraksi mungkin sedikit lebih jauh terpisah, memperlihatkan Ibu banyak kesempatan untuk istirahat yang sangat diharapkan pada jeda kontraksi.
 Setelah leher rahim Ibu sepenuhnya melebar Kenali Tahap ke 2 Persalinan dan Kelahiran: Mengejan dan Mendorong

Banyak ibu merasa kontraksi di tahap kedua lebih mudah untuk ditangani daripada kontraksi dalam persalinan aktif alasannya yaitu dukungan yang membantu, meski sebagian Ibu tidak suka dengan sensasi mendorong spontan.

Jika posisi bayi sangat rendah di panggul Ibu, Ibu mungkin merasa dorongan untuk mendorong awal tahap kedua (dan kadang kala bahkan sebelum). Tapi jikalau bayi Ibu masih relatif tinggi, Ibu mungkin akan tidak memiliki sensasi ini segera.

Sejalan pelebaran dan penipisan rahim, bayi bergerak menuruni jalan lahir. Kaprikornus jikalau semuanya berjalan dengan baik, Ibu mungkin ingin melakukannya secara perlahan-lahan dan membiarkan rahim Ibu bekerja hingga Ibu mencicipi dorongan untuk mendorong. Menunggu beberapa ketika mungkin meringankan kerja dan frustrasi. Namun begitu, di banyak rumah sakit masih terdapat praktek rutin untuk melatih perempuan untuk mendorong pada setiap kontraksi dalam upaya untuk mempercepat keturunan bayi, jadi sebaiknya Ibu memberi tahu pada bidan atau dokter jikalau Ibu lebih memilih untuk menunggu hingga Ibu mencicipi dorongan spontan.

Jika Ibu telah menerima suntikan anestesi epidural (bius lokal dari pinggang ke bawah untuk menghilangkan rasa sakit), hilangnya sensasi dapat menumpulkan dorongan untuk mendorong, sehingga Ibu mungkin tidak merasakannya hingga kepala bayi Ibu telah sedikit turun. Pada beberapa kasus, Ibu pada hasilnya memerlukan pengarahan yang terang untuk membantu Ibu mendorong secara efektif.

Keluarnya Bayi Ibu

Keluarnya bayi mungkin cepat atau mungkin bertahap, terutama jikalau ini yaitu persalinan normal pertamakali. Dengan setiap kontraksi, kekuatan rahim Ibu - dikombinasikan dengan kekuatan otot perut Ibu jikalau Ibu secara aktif mendorong – memberi tekanan pada bayi Ibu untuk terus bergerak turun melalui jalan lahir. Ketika kontraksi selesai dan rahim Ibu santai, kepala bayi Ibu akan surut sedikit dalam jenis perkembangan "dua langkah maju, satu langkah mundur". Coba posisi yang berbeda untuk mendorong hingga Ibu menemukan posisi yang terasa benar dan efektif untuk Ibu.

Sekilas Pertama Bayi Ibu



Setelah beberapa saat, akan nampak tonjolan pada perineum Ibu (jaringan antara vagina dan anus) ketika setiapkali mendorong, dan tak lama kulit kepala bayi akan semakin terlihat - ketika yang sangat menarik dan tanda bahwa selesai persalinan sudah di depan mata. Ibu dapat meminta cermin untuk sekilas melihat penampakan pertama bayi Ibu, atau Ibu mungkin ingin mengulurkan tangan dan menyentuh adegan atas kepalanya.

Sekarang dorongan untuk mendorong menjadi lebih menarik. Dengan setiap kontraksi, semakin banyak kepala bayi Ibu menjadi terlihat. Tekanan dari kepala pada perineum Ibu terasa sangat intens, dan Ibu mungkin mencicipi sensasi menyengat sebagai akhir dari meregangnya jaringan Ibu.

Pada titik tertentu, bidan atau dokter mungkin akan meminta Ibu untuk mendorong lebih lembut atau berhenti sama sekali sehingga mendorong kepala bayi Ibu memiliki kesempatan untuk secara bertahap meregangkan lubang vagina dan perineum. Dorongan lambat, dan pengeluaran yang terkendali dapat membantu menjaga Ibu dari robeknya perineum. Sekarang, dorongan untuk mendorong mungkin begitu berpengaruh bahwa Ibu akan dilatih untuk meniup selama kontraksi untuk membantu menghadapinya.

Munculnya Kepala Bayi

Kepala bayi Ibu terus keluar dengan setiap dorongan hingga adegan terluas dari kepalanya hasilnya terlihat. Kegembiraan di ruang bersalin akan tumbuh seiring wajah bayi mulai muncul: dahinya, hidungnya, mulutnya, dan, akhirnya, dagunya.

Setelah kepala bayi Ibu muncul, dokter atau bidan akan hisap lisan dan hidungnya dan memeriksa apakah lehernya terlilit tali sentra (Jika tali sentra berada di sekitar leher bayi Ibu, bidan atau dokter akan memindahkannya ke atas kepala atau, jikalau perlu, menjepit dan memotongnya)

Kepala bayi Ibu kemudian berubah ke samping sejalan dengan memutarnya pundak dalam panggul Ibu untuk masuk ke posisi keluar. Dengan kontraksi berikutnya, Ibu akan dilatih untuk mendorong sebagai bahunya muncul, satu per satu, diikuti oleh tubuhnya.

Akhirnya; Kelahiran Bayi

Setelah bayi Ibu menyentuh atmosfer, ia harus tetap hangat dan segera dikeringkan dengan handuk. Dokter atau bidan secepat mungkin menghisap lisan dan hidung bayi lagi jikalau terlihat banyak lendir.

Jika tidak ada komplikasi, bayi akan diangkat ke perut telanjang Ibu sehingga Ibu dapat menyentuh, mencium, ataupun hanya mengaguminya dengan memandang. Kontak kulit-ke-kulit akan menjaga bayi Ibu tetap hangat, dan ia akan ditutupi dengan selimut hangat dan mungkin diberikan topi pertamanya untuk mencegah dingin.

Bidan atau dokter akan menjepit tali sentra di dua kawasan dan kemudian dipotong antara dua klem - atau suami mungkin menerima kehormatan untuk memotongnya.

Ibu mungkin merasa aneka macam emosi sekarang: euforia, kagum, bangga, percaya, kegembiraan, dan, tentu saja mengucapkan terima kasih pada semua perlindungan intens yang diberikan bidan atau dokter. Ibu juga mungkin kelelahan dan tertidur, atau justru sebaliknya, Ibu juga mungkin mencicipi ledakan energi, dan pikiran untuk tidur menghilang untuk sementara waktu.

Berapa lama tahap kedua berlangsung

Seluruh tahap kedua dapat berlangsung dari beberapa menit hingga beberapa jam. Tanpa suntikan epidural, durasi rata-rata sekitar satu jam untuk persalinan pertamakali dan sekitar 20 menit jikalau Ibu sudah pernah melahirkan normal sebelumnya. Jika Ibu sudah disuntik epidural, tahap kedua mampu berlangsung lebih lama.

Demikian artikel berjudul Kenali Tahap ke 2 Persalinan dan Kelahiran: Mengejan dan Mendorong yang membahas bagaimana persalinan aktif hingga kelahiran. Semoga menambah pengetahuan bagi Ibu yang dalam waktu erat akan melahirkan, ataupun untuk yang lain yang ingin mengetahui bagaimana proses persalinan berlangsung.

Artikel ini yaitu adegan dari artikel berjudul Tahapan Proses Persalinan dan Kelahiran. Untuk memahami tahap persalinan dan kelahiran secara lengkap bacalah dari artikel tersebut. Selain itu, baca juga artikel yang bekerjasama dengan ini:

Tanda Bahwa Persalinan Sudah Dekat
Tahap 1 Persalinan : Kontraksi dan Pembukaan
Tahap 3 Persalinan: Keluarnya Plasenta
Kenali 10 Tanda Bahaya Persalinan Ini

source

Senin, 27 November 2017

Kenali Perbedaan baby blues, Depresi Melahirkan, dan Postpartum Psikosis

Seorang ibu mengalami berbagai perubahan dalam hidup, baik dikala hamil, persalinan, maupun setelah melahirkan. Ini terjadi terutama pada bentuk tubuh, perubahan hormon, perubahan aktiitas keseharian di rumah atau di kantor, maupun perubahan secara psikologis. Karena itulah banyak ibu yang mengalami depresi setelah melahirkan. Ini normal, kecuali hingga ada pikiran untuk menyakiti diri sendiri ataupun sang bayi. Sementara itu, mengenai depresi setelah melahirkan terdapat tiga jenis, yaitu; "baby blues, ;depresi pasca melahirkan; dan postpartum psikosis. Artikel ini akan membahas mengenai perbedaan antara ketiganya dan kapan ibu dan keluarga harus membawa ibu ke dokter sesegera mungkin yang diambil dari situs WomensHealth.
Seorang ibu mengalami berbagai perubahan dalam hidup Kenali Perbedaan baby blues, Depresi Melahirkan, dan Postpartum Psikosis

1. Baby Blues

Banyak perempuan mengalami “baby blues” pada hari-hari setelah melahirkan. Jika Ibu memiliki baby blues, Ibu mungkin mengalami hal-hal ibarat berikut ini.
  1. Mengalami perubahan suasana hati
  2. Merasa sedih, cemas, atau kewalahan
  3. Memiliki menangis mantra
  4. Kehilangan nafsu makan Ibu
  5. Mengalami kesulitan tidur
Pada kebanyakan perempuan pascapersalinan, baby blues akan berlalu begitu saja dalam beberapa hari atau minggu. Kebanyakan gejala tidak parah dan tidak memerlukan pengobatan.

2. Depresi Pasca Melahirkan

Sementara gejala-gejala depresi setelah melahirkan (pascapersalinan / postpartum) bertahan lebih lama dan lebih parah. Depresi pascapersalinan dapat mulai kapan saja dalam tahun pertama setelah melahirkan. Jika Ibu memiliki depresi pascamelahirkan, Ibu mungkin memiliki salah satu dari gejala depresi yang tercantum di atas. Gejala juga dapat mencakup:
  1. Pikiran untuk menyakiti bayi
  2. Pikiran untuk menyakiti diri sendiri
  3. Tidak memiliki kepentingan ataupun kasih sayang terhadap bayi

Oleh sebab itulah depresi postpartum harus segera menerima penanganan dari dokter.

3. Postpartum Psikosis

Sementara postpartum psikosis (seye-KOH-suhss) jarang terjadi. Postpartum psikosis terjadi pada sekitar 1 hingga 4 dari setiap seribu kelahiran. Postpartum psikosis biasanya dimulai pada 2 ahad pertama setelah melahirkan. Perempuan yang memiliki gangguan bipolar atau persoalan kesehatan mental lain yang disebut gangguan schizoafektif memiliki risiko lebih tinggi untuk juga mengalami postpartum psikosis. Gejala postpartum psikosis yang mungkin nampak adalah:
  1. Merasa melihat hal-hal yang tidak ada
  2. Merasa bingung
  3. Memiliki suasana hati yang cepat berubah
  4. Mencoba untuk menyakiti diri sendiri atau bayi

Kapan Harus Ke Dokter?



Sebagaimana yang telah diungkap di awal, baby blues akan pergi setelah beberapa hari. Namun kalau tak kunjung pergi atau kalau menemukan gejala depresi pasca melahirkan, dan postpartum psikosis sebagaimana yang disebut diatas, segera hubungi dokter. Hubungi dokter termasuk pada gejala berikut:
  1. Bayi Blues Ibu tidak pergi setelah 2 minggu
  2. Muncul gejala depresi lebih banyak dan lebih intens
  3. Gejala depresi dimulai setiap dikala setelah melahirkan, bahkan berbulan-bulan kemudian
  4. Ibu mengalami kesulitan untuk melaksanakan tugas-tugas di daerah kerja atau di rumah
  5. Ibu tidak dapat merawat diri sendiri atau bayi
  6. Ibu memiliki pikiran yang merugikan diri sendiri atau bayi


Dokter dapat mengajukan pertanyaan kepada Ibu untuk menguji depresi. Dokter juga dapat merujuk Ibu ke dokter kesehatan mental profesional yang mengkhususkan diri dalam mengobati depresi.

Beberapa perempuan tidak memberitahu siapa pun ihwal gejala mereka. Mereka merasa malu, malu, atau bersalah ihwal perasaan tertekan ketika mereka seharusnya bahagia. Mereka khawatir mereka akan dilihat sebagai orang renta tidak layak. Setiap perempuan mungkin mengalami depresi selama kehamilan atau setelah melahirkan. Ini tidak berarti Ibu yaitu buruk atau "tidak bersama-sama" ibu. Ibu dan bayi Ibu tidak harus menderita. Percayalah bahwa akan selalu ada perlindungan untuk mengatasi persoalan ibu.

Sampai disini artikel yang membahas mengenai perbedaan antara "baby blues," depresi pasca melahirkan, dan postpartum psikosis. Semoga mampu menambah pengetahuan ibu, suami dan keluarga dan membantu untuk menemukan cara yang sempurna untuk mengatasinya. Untuk bacaan lebih lanjut, baca juga artikel seperti:
1. Faktor Depresi Selama dan Setelah Kehamilan
2. Cara Mengatasi Depresi dan Pengobatan Depresi

Silahkan menshare artikel ini ke media umum melalui tombol mengembangkan yang tersedia di episode bawah semoga informasi ini juga diketahui oleh banyak orang.

Minggu, 26 November 2017

Peran Suami persiapan Persalinan / Melahirkan

Biasanya bidan atau dokter akan memberi tahu perkiraan tanggal kelahiran ketika anda memeriksakan kehamilan. Satu atau dua ahad sebelum tanggal kelahiran tersebut sebaiknya baik ibu / istri, bapak / suami dan juga anggota keluarga lainnya telah mempersiapkan segala sesuatu kebutuhan persalinan. Peran suami ketika melahirkan snagat penting. Tentunya ibu hamil akan lebih bahagia dan mungkin saja persalinan dapat lebih lancar bila ketika ibu melahirkan anak ditemani suami dan keluarga. Dan mungkin saja persalinan mampu lebih sulit bila ibu melahirkan anak tanpa ditemani suami dan keluarga. Berikut ini ialah hal-hal yang juga mampu dilakukan suami / mitra lahir di beberapa ahad terakhir dalam persiapan kelahiran bayi, seperti:
  1. Menyimpan daftar nomor telepon yang diharapkan termasuk bidan dan klinik bersalin serta rumah sakit.
  2. Menyiapkan kendaraan untuk persalinan, termasuk rute tersingkat dan tercepat ke rumah sakit, atau menyiapkan nomor telepon perusahaan taksi/ supir taksi/ kendaraan beroda empat sewaan.
  3. Mencaritahu apakah klinik / rumah sakit tersebut mendapatkan asuransi yang dimiliki dan bagaimana prosedur mengenai hal itu.

  4. Mencaritahu apakah klinik / rumah sakit tersebut mendapatkan debit dengan kartu atm atau kartu kredit, dan bila tidak persiapkan uang cash untuk biaya persalinan.
  5. Pastikan baterai telepon dan mungkin juga kamera diisi atau memiliki powerbank dan baterai cadangan biar dapat menghubungi/dihubungi kerabat dan juga untuk merekam video istri melahirkan.
  6. Memberikan perlindungan dukungan ketika persalinan: dukungan emosi, menyapu keringat, mengompres ibu dengan air hangat / dingin, membantu mencari posisi yang tepat, berkomunikasi dengan perawat / bidan / dokter, memegang bayi nantinya setelah kelahiran, dan bahkan sekedar pelukan atau genggaman tangan yang membuat ibu nyaman.
  7. Yang paling penting, mitra lahir harus mencoba dan bersabar, hening dan mendukung. Selalu dengarkan ibu hamil alasannya ialah beliau ialah orang yang tahu yang terbaik apa yang beliau butuhkan.



Itulah beberapa hal yang mampu dilakukan mitra bersalin / suami dalam persiapan melahirkan ataupun ketika persalinan. Semoga mampu membantu suami yang sedang resah wacana apa yang mampu dilakukannya dalam proses persalinan yang panjang dan melelahkan bagi ibu.