Sabtu, 02 Desember 2017

Tips Mengajak Anak Agar Mau & Ikut Berpuasa Di Bulan Ramadhan


Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

Alhamdulillah, bulan Ramadhan yang suci dan penuh berkah telah tiba dan kita semua umat muslim diwajibkan untuk menjalankannya. Bagi orang dewasa, menjalankan ibadah puasa bukanlah hal berat dan menakutkan, sebab memiliki niat dan fisik yang kuat. Lalu bagaimana dengan bawah umur kita?.

Mengajarkan anak berpuasa perlu cara yang tepat, sehingga paling penting ialah bagaimana cara orangtua mengajak anak untuk ikut berpuasa di bulan bulan ampunan ini. Tapi jangan memaksakan kehendak jikalau sang anak belum siap berpuasa.

Sebagian orangtua mulai mengenalkan puasa ketika anak masih TK atau awal masuk sekolah dasar. Tidak salah, sebab ditinjau dari segi kesehatan, anak dapat diajarkan puasa secara efektif semenjak berusia 4 tahun.

Mengajarkan anak berpuasa semenjak umur 4 tahun tentunya sangat berkaitan dengan faktor tumbuh kembang anak. Usia itu seorang anak memiliki kondisi tumbuh kembang yang harus jadi pertimbangan utama orangtua dalam mengajarkan puasa.

Garis besarnya anak usia balita mengalami pertumbuhan dan perkembangan badan yang memerlukan asupan nutrisi (zat makanan) mencukupi untuk jadi materi dasar dan materi bakar proses tersebut. Kerja enzim yang diproduksi dalam kanal cerna anak berbeda fungsi dengan orang dewasa. Selain kerja sistem pencernaan, enzim yang terdapat dalam usus juga berfungsi untuk membantu proses tumbuh kembang yang ada.

Seorang pendidik di Banjarbaru, Isnaeni SE, mengungkapkan, sebaiknya mulai mengajarkan puasa itu secara bertahap. Misalnya puasa dari sahur sampai Zuhur lalu berbuka dan melanjutkan puasa kembali sampai Magrib sebab ini merupakan salah satu proses pembelajaran bagi anak.

“Anak akan mau dengan sendirinya untuk melaksanakan puasa jikalau orangtua sering menawarkan isu mengenai manfaat dan pengertian puasa,” ujar Kepala Sekolah MTsN Nurul Hikmah ini.

Saat mulai mengajarkan berpuasa pada anak, ajaklah dengan cara yang menyenangkan, pilihlah kata-kata yang positif, tidak menyuruh, tidak membentak dan jangan membuat anak terpaksa melakukannya.

"Boleh memotivasinya dengan cara memberi hadiah. Jika anak puasa setengah hari, dapat buku tulis. Jika melanjutkan puasa sampai sore hari, hadiahnya lebih besar lagi,” seloroh Isnaeni. (dea)

Semoga bermanfaat dan selamat menjalankan ibadah puasa :)

sumber: http://banjarmasin.tribunnews.com/read/artikel/2011/7/21/92352/Mengajarkan-Anak-Berpuasa-Sejak-Dini

Jumat, 01 Desember 2017

Pepaya untuk Makanan Pendamping ASI (Mpasi Bayi)

Salah satu buah yang baik untuk bayi 6 bulan ke atas yakni pepaya. Sebagai salah satu makanan bayi sehat, pepaya yakni buah populer yang umumnya ditanam di negara tropis. Buah pepaya dianggap sebagai salah satu buah terbaik dengan banyak manfaat kesehatan. Beberapa di antaranya termasuk perbaikan pencernaan, pencahar alami, khasiat anthelmintik atau penyembuhan cacingan, pengendalian tukak kulit dan penguatan sistem kekebalan tubuh. Ukuran buah umumnya berkisar antara 7 inci hingga 15 inci panjangnya dan 5 inci hingga 8 inci dengan diameter.

Pepaya diyakini berasal dari Amerika dan menyebar ke adegan lain dunia hanya setelah Columbus 'tiba di pantai Amerika. Saat ini, pepaya yakni salah satu buah yang sangat populer di dunia. Brasil menguasai produksi pepaya di dunia, dengan 1,7 mega ton produksi tahunan.

Manfaat Pepaya untuk bayi dan bawah umur
Ada banyak kesalahpahaman wacana pepaya menjadi abortifacient dan kontrasepsi. Ini benar hingga batas tertentu, karena buah mentah memiliki sedikit biokimia yang dapat menimbulkan pengguguran dan kontrasepsi. Tapi, ketika buahnya matang, tindakan biokimia abortifacient lenyap.

Pepaya yakni salah satu buah terbaik yang mampu diberikan kepada anak. Buah ini mengandung banyak manfaat kesehatan yang berasal dari vitamin, mineral dan biokimia aktif.

Pepaya baik diberikan pada bayi mulai dari umur 7 hingga 8 bulan. Seperti mangga , pepaya yakni buah-buahan tropis dengan beragam pendapat mengenai kapan waktu terbaik untuk dikenalkan pada bayi. Pepaya mungkin yakni makanan yang jago tetapi tidak begitu baik bila diberikan sebagai makanan pertama untuk bayi Anda.

Bagaimana bila bayi makan pepaya dan keluarnya juga pepaya ketika pup?
Jika situasi ini terjadi, maka kemungkinan pencernaan bayi belum cukup tepat untuk mencerna buah pepaya. Jika bayi tidak rewel, maka sumbangan pepaya mampu dihentikan untuk sementara dan tunggu hingga bayi cukup umur.

baca juga : Buah dan Sayur untuk Bayi 6 Bulan



Nutrisi pepaya
Pepaya tidak hanya manis, serba guna dan gurih, tetpai juga merupakan buah yang sangat sehat. Buah ini mengandung sejumlah besar vitamin C, Vitamin A (2516 IU's) dan bahkan Vitamin E. Pepaya juga merupakan sumber serat dan asam folat yang baik.

Database Gizi Nasional untuk Referensi Standar dari Departemen Pertanian AS, nilai gizi pepaya termasuk


Nilai gizi
Nilai per 100 g
Nilai gizi
Nilai per 100 g
air
88 g
Energi
43 kkal
Protein
0,47 g
Total lipid (lemak)
0,26 g
Karbohidrat
10.82 g
Total serat
1,7 g
Gula
7,82 g
Kalsium
20 mg
Besi
0,25 mg
Magnesium
21 mg
Fosfor
10 mg
Kalium
182 mg
Sodium
8 mg
Seng
0,08 mg
Vitamin C
60 mg
Thiamin
0,023 mg
Riboflavin
0,027 mg
Niasin
0,357 mg
Vitamin B-6
0,038 mg
Folat
37 ug
Vitamin A
950 ug
Vitamin E
0,3 mg
Vitamin K
2,6 ug




Manfaat kesehatan pepaya
Ada banyak manfaat kesehatan yang ditawarkan buah pepaya. Beberapa diantaranya termasuk

1. Meningkatkan Pencernaan:
Pepaya mengandung papain, enzim yang secara efektif memecah struktur makanan yang kompleks. Itulah salah satu alasan mengapa banyak koki menggunakan pepaya untuk melembutkan daging. Memberi makan pepaya pada bayi 2-3 ounce secara teratur dapat memperbaiki pencernaannya.

2. Meningkatkan Imunitas:
Sistem kekebalan bayi masih berkembang dan tidak sekuat orang dewasa. Bayi rentan terhadap infeksi dan penyakit yang tertular. Pepaya yakni sumber yang kaya akan vitamin C. Nutrisi penting membantu memperkuat sistem kekebalan bayi.

3. Menyembuhkan luka kulit:
Pepaya yakni gudang vitamin A, yang membantu melindungi kulit dari luka bakar, bisul, dan luka. Jika bayi mengalami luka bakar ringan atau ruam ringan, Ibu mampu menggunakan kulit pepaya atau bubur kertas secara alami untuk mengurangi sensasi terbakar.

4. Membantu Metabolisme:

Pepaya juga kaya akan folat, yang membantu mengubah homosistein menjadi asam amino. Homocysteine dapat merusak dinding pembuluh darah dan menimbulkan stroke. Menawarkan pepaya untuk bayi dapat melindungi si kecil dari penyakit kardiovaskular potensial di masa depan.

5. Mencegah Kanker Usus Besar:
Studi menunjukan bahwa kandungan antioksidan dan serat yang tinggi dalam pepaya dapat membantu mencegah kanker usus besar.

6. Menyembuhkan Konstipasi:
Jika bayi menderita sembelit, coba beri ia 2-3 ons pepaya tumbuk dua kali sehari. Pepaya kaya akan serat dan obat pencahar alami yang mampu membantu mengatur pergerakan usus bayi. Ini yakni obat rumah kuno untuk sembelit. Namun pada beberapa bayi, pepaya malah mampu menimbulkan sembelit.

7. Menghilangkan cacing usus:
Mengkonsumsi hanya dua sendok debu biji pepaya dengan madu setiap hari mampu membantu bayi menyingkirkan cacingan. Jangan mencoba obat rumahan ini untuk bayi yang usianya kurang dari satu tahun.

Baca juga: Mengatasi Sembelit Bayi

Perhatian beberapa hal sebelum memberi pepaya pada anak:
  • Hanya buah pepaya matang: Hanya buah pepaya yang matang yang dianjurkan untuk bawah umur dan bayi. Hal ini disebabkan adanya beberapa biokimia yang diketahui menimbulkan sakit perut dan kram. Hal ini juga berlaku untuk daun pepaya, biji dan getah. Sakit perut disebabkan oleh makan pepaya mentah secara berlebihan. Daun, biji dan getah juga mampu menimbulkan reaksi alergi pada beberapa orang
  • Waktu yang tepat untuk pengenalan pepaya: Pepaya dapat diperkenalkan ke dalam makanan anak ketika berusia di atas 7-8 bulan. Cobalah memberi makan tidak lebih dari 2-3 sendok teh di awal dan tingkatkan isinya sekitar ½ sendok teh hingga 1 sendok teh setiap minggu.
  • Tes 4 hari untuk makanan baru: Saat mengenalkan pepaya, pastikan untuk menguji bayi dengan tes 4 hari sebelum memberi pepaya psecara tertaur. Dengan metode ini, Ibu dapat memastikan apakah bayi alergi terhadap pepaya.
  • Jangan berlebihan:  Overfeeding pepaya dapat menimbulkan sakit perut pada anak-anak. Jadi, batasi jumlah buah pepaya.
  • Cystic Fibrosis: Hindari sumbangan papain atau pepaya mentah bila anak menderita Cystic fibrosis. Cystic fibrosis yakni kondisi serius di mana suatu kondisi yang dikenal dengan fibrosing colonopathy berkembang dan usus besar diserang oleh enzim. Dalam kasus ini dan dalam kasus di mana anak memakai obat pengencer darah dan gangguan malabsorpsi yang parah, hindari menunjukkan enzim pencernaan dan konsultasikan dengan dokter anak terlebih dahulu.
  • Bukan untuk wanita hamil: Wanita hamil tidak boleh mengkonsumsi pepaya mentah, karena diketahui menimbulkan aborsi. Buah masak mampu dikonsumsi, tapi dalam jumlah sedikit
  • Penggunaan Madu: Jangan tambahkan madu ke biji pepaya kering untuk bayi (di bawah 12 bulan). Ada risiko membuatkan botulisme bayi, karena madu mungkin terinfeksi spora botulism.

Baca juga : Bahaya Madu untuk Bayi di Bawah Setahun

Resep Puree Pepaya

Bahan:
•    Pepaya matang

Cara:
1.    Kupas dan buang bijinya.
2.    Potong menjadi beberapa bagian.
3.    Tuangkan buah ke dalam penggiling dan aduk untuk membuat pure halus.
Sajikan pure pepaya segar ini untuk bayi dan si kecil akan menyukainya.


Makanan Baik untuk dicampur dengan Pepaya untuk Bayi
•    Apel
•    Alpukat
•    Pisang
•    Blueberry
•    Mangga
•    Persik
•    Wortel
•    Butternut atau Acorn Squash
•    Zucchini atau Summer Squash
•    Ubi
•    Ayam
•    Babi
•    yogurt



Nangka Untuk Bayi dan Anak

Nangka memiliki banyak sekali manfaat kesehatan untuk anak-anak, termasuk kandungan serat, vitamin dan mineralnya. Selain itu, nangka juga kaya akan energi dan bebas dari lemak jenuh dan kolesterol.

Tetapi, bagaimana untuk bayi? Apakah nangka buah yang aman untuk balita?

Memperkenalkan Nangka ke bayi 
Di negara tropis, nangka merupakan makanan yang sangat umum. Bisa dimakan mentah sekaligus matang. Bisa juga dinikmati dengan dimasak dalam banyak sekali resep lezat.

Khusus untuk bayi, ada banyak pendapat mengenai sumbangan nangka ini. Satu hal yang pasti, ketika menunjukkan nangka, Ibu perlu melaksanakan tindakan pencegahan ekstrem dikala mengenalkannya. Hal ini alasannya ialah kandungan serat yang tinggi pada buah mampu menimbulkan bayi sakit perut. Banyak anak diketahui menderita diare dikala diperkenalkan dengan nangka. Selain itu, nangka juga mengandung gas dan alkohol sehingga tidak cantik untuk bayi.

Untuk alasannya ialah itu, dokter menyarankan sebaiknya menunggu hingga bayi makan padat untuk mengenalkan nangka. Beberapa dokter bahkan menyarankan untuk menunggu hingga bayi berusia minimal 2 1/2 tahun sebelum mengenalkan makanan ini.  Selain itu, ada beberapa sumber yang menyatakan

Manfaat Kesehatan Nangka untuk Anak
Nangka memiliki banyak manfaat kesehatan yang dapat membantu anak biar mampu berkembang dan tumbuh dengan baik. buah ini mengandung sejumlah besar nutrisi menyerupai vitamin, mineral, elektrolit, fitonutrien, karbohidrat, serat, lemak, dan protein.

Berikut ialah beberapa manfaat kesehatan dari nangka cemara anak Ibu.



Membantu membangun sistem kekebalan badan
Nangka kaya akan vitamin C yang membantu meningkatkan kekebalan badan anak. Vitamin C yang terkandung dalam nangka bertindak sebagai antioksidan alami yang membantu badan anak untuk  melawan radikal bebas.

Radikal bebas diproduksi ketika oksigen bereaksi dengan molekul dan tendangan tertentu memulai reaksi berantai yang merusak selaput sel dan bahkan DNA. Ini dapat meningkatkan kerentanan anak terhadap penyakit dan penyakit dan kondisi yang lebih parah menyerupai kanker dan tumor.

Nangka juga mampu meningkatkan kekebalan anak untuk melindungi dari penyakit umum menyerupai batuk, pilek, dan flu. Hal ini juga telah ditemukan untuk membentuk resistensi yang besar lengan berkuasa terhadap infeksi. Pencantuman nangka dalam makanan anak akan membantu ia memperoleh cukup jumlah vitamin C dari sumber makanan.

Meningkatkan Tingkat Energi
Nangka ialah sumber makanan yang kaya akan karbohidrat dan kalori. Namun, hampir tidak ada lemak yang menyertainya. Ada sejumlah gula sederhana menyerupai fruktosa dan sukrosa. Ini mudah dicerna oleh badan si kecil.

Gula yang ditemukan pada nangka termasuk dalam kategori "Slowly Available glucose" atau SAG. Gula dalam kategori ini melepaskan glukosa di badan anak secara terkendali. Hal ini mengurangi indeks glikemik nangka.

Kaprikornus anak mampu memiliki sumber energi yang mudah dicerna tanpa harus khawatir perihal kadar glukosa di tubuhnya.

Meningkatkan pencernaan yang sehat
Nangka sangat kaya akan serat makanan. Saat Ibu memotong buah, Ibu mampu melihat dengan terang serat lembut yang ada. Saat mengkonsumsi serat ini berkembang menjadi sejumlah besar serat pada perut anak.
Anak mampu menerima 1,5 gram serat bernafsu per 100 gram porsi nangka. Ini ialah jumlah yang sangat baik untuk meningkatkan gerakan usus sehat pada anak. Serat makanan dalam nangka membantu menambah curah ke tinja anak dan melembutkannya. Hal ini memungkinkan pergerakan usus halus dan sehat yang selanjutnya membantu pencernaan sehat pada anak.



Baca juga : Kolik pada Bayi

Perlindungan Mata
Buah nangka kaya akan vitamin A dan setara dalam bentuk Beta Carotene dan Lutein Zeaxanthin. Vitamin A sangat penting untuk melindungi mata si kecil. Vitamin A bertindak sebagai antioksidan yang membantu memperbaiki penglihatan anak. Ini juga membantu melindungi matanya dari radikal bebas berbahaya.

Hal ini juga dikenal untuk membantu menciptakan lapisan pelindung pada kornea dan memperkuat membran mucuus mata anak. Ini membantu melindungi mata bayi dari bisul virus dan bakteri.
Lutein Zeaxanthin hadir dalam nangka membantu melindungi mata anak dari gelombang cahaya yang intens dan berbahaya menyerupai sinar ultraviolet.

Membantu Memperkuat Tulang
Nangka mengandung kalsium dalam jumlah banyak. Kalsium sangat penting untuk perkembangan tulang yang sehat. Kalsium membantu badan anak untuk memiliki tulang yang besar lengan berkuasa dan mencegah penyakit terkait tulang terjadi.

Buah nangka juga mengandung jumlah potasium yang tinggi. Hal ini membantu mengurangi kehilangan kalsium dari tubuh. Ini juga membantu meningkatkan kepadatan tulang si kecil dan memperkuatnya.

Mencegah Anemia
Cegah anak dari anemia dengan memasukkan nangka ke dalam makanannya. Nangka kaya akan zat besi yang membantu melawan anemia pada anak. Vitamin C hadir dalam buah lebih lanjut membantu dalam perembesan zat besi di badan anak.

Dikatakan bahwa semua zat besi yang didapat bayi dari sumber makanan mampu lewat melalui tubuhnya tanpa diserap jikalau tidak ada Vitamin C di dalam tubuh. Mineral lain menyerupai tembaga dan magnesium dalam nangka meningkatkan kualitas darah.

Baca juga : Semangka untuk Bayi

Tindakan Pencegahan, Efek Samping dan Kerugian
Meskipun memiliki sejumlah manfaat kesehatan, namun nangka juga memiliki beberapa efek samping dan kerugian pada kesehatan, di antaranya:
  • Nangka dapat menimbulkan beberapa reaksi alergi terhadap anak terutama pada anak yang sensitif terhadap nangka. Buah nangka menimbulkan kepekaan pada belum dewasa yang menderita alergi tepung birch.
  • Konsumsi nangka harus dalam jumlah yang terbatas.
  • Karena sifat pencahar yang hebat, hal itu mampu menimbulkan diare pada anak-anak.

Buah nangka ialah buah yang sangat lezat dengan manfaat kesehatan yang luar biasa untuk anak kecil.
Untuk itu, amat bijak jikalau sebelum menunjukkan nangka, Ibu memahami dampak buruknya.  Jika memang Ibu ingin mencoba mengenalkan nangka, alangkah baiknya jikalau diperhatikan dahulu umur anak, kemudian berikan pada anak dengan porsi kecil.

Pemeriksaan Kehamilan / Periksa Ibu Hamil

Pemeriksaan kehamilan oleh dokter kandungan, dokter keluarga, atau bidan memiliki urgensi tinggi untuk dilakukan dengan segera kalau ibu mengalami terlambat datang bulan ataupun menerima hasil nyata pertama kali dari cara periksa kehamilan dengan test pack yang dilakukan sendiri, atau dengan kartu BPJS untuk USG (ultrasonografi) di bidan atau puskesmas dan rumah sakit atau ke dokter untuk diperiksa di laboratorium. Sahabat parentingIDN mampu juga mengetahuinya lebih lanjut dengan membaca-baca artikel atau makalah pdf / ppt mengenai periksa kehamilan lengkap dengan video leopold 14t 10 t. Pertama-tama tentunya ini dilakukan untuk memastikan kehamilan (apakah ibu benar-benar hamil atau tidak). Kemudian yang kedua, yaitu untuk memeriksa kesehatan ibu dan janin yang sedang dikandung.
Pemeriksaan kehamilan atau Ante natal care (ANC) ini wajib dilakukan. Karena dengan memeriksakan kehamilan, bidan atau dokter mampu melaksanakan memeriksa ibu maupun janin secara menyeluruh. Tujuannya untuk mengetahui perkembangan kehamilan, kesehatan kandungan, kondisi janin, dan penyakit/kelainan pada kandungan. Dengan begitu mampu dilakukan penanganan secara dini kalau terdapat sesuatu yang tidak normal.
Pemeriksaan kehamilan oleh dokter kandungan Pemeriksaan Kehamilan / Periksa Ibu Hamil

Kegunaan pemeriksaan kehamilan Ibu hamil secara teratur yaitu untuk:
  1. Mengetahui keadaan kesehatan dan status gizi ibu dan janin
  2. Mendeteksi adanya risiko kehamilan atau komplikasi
  3. Mengatasi permasalahan kehamilan lebih awal, menyerupai mual dan muntah secara berlebihan
  4. Mencegah beberapa problem menyerupai anemia dan hipertensi
  5. Meningkatkan kesejahteraan janin
Sementara waktu kunjungan pertama ibu hamil ke dokter atau bidan yaitu 2 s/d 3 ahad setelah tidak menerima menstruasi atau segera setelah kehamilan diketahui. Namun begitu, poin pentingnya yaitu semakin cepat dilakukan pemeriksaan akan semakin baik, terutama kalau ibu memiliki kondisi medis tertentu, memiliki problem dengan kehamilan di masa lalu, atau mengalami gejala menyerupai pendarahan vagina, nyeri perut, atau mual dan muntah.

Selain itu, penanganan penyakit dan obat yang diberikan kepada ibu hamil sangat berbeda dengan perempuan tidak hamil. Jika ibu hamil mengkonsumsi obat dengan sembarangan, ini mampu berimplikasi pada kondisi kesehatan ibu hamil maupun bayi dalam kandungan.

Pada kehamilan normal, sedikitnya ibu hamil melaksanakan pemeriksaan kandungan sebanyak 4 kali pada masa kehamilan. Yaitu 1 kali pada usia kandungan sebelum 3 bulan (usia kehamilan trimester pertama), 1 kali usia kandungan 4 - 6 bulan (usia kehamilan trimester kedua), dan 2 kali pada usia kandungan 7 - 9 bulan (usia kehamilan trimester ketiga).

Namun, sebaiknya ibu hamil segera konsultasi ke bidan atau dokter kandungan setiap kali mengalami keluhan pada kehamilan. Sebagaimana juga banyak praktisi yang menyarankan untuk melaksanakan pemeriksaan kehamilan yang lebih sering untuk memastikan kesehatan ibu dan janin dalam kandungan. Yaitu setiap 4 ahad hingga usia kehamilan 28 minggu, setiap 2 ahad sekali pada usia kehamilan 28-36 minggu, dan seminggu sekali ketika usia kandungan lebih dari 36 minggu.

Pemeriksaan kehamilan pertamakali mungkin akan memakan waktu yang cukup lama alasannya yaitu terdapat beberapa pertanyaan dan pemeriksaan yang harus dilakukan. Jika waktu tidak mencukupi, mampu juga dilakukan beberapa kali sesuai dengan kebutuhan. Berikut ini yaitu hal yang akan dilakukan bidan atau dokter ketika pemeriksaan kehamilan pada ibu hamil.

1. Pengumpulan isu awal kesehatan

Ibu hamil akan ditanyakan mengenai waktu haid terakhir dan tanda kehamilan untuk memastikan kehamilan, riwayat kesehatan ibu beserta keluarga dan riwayat kehamilan dan persalinan (kalau sudah pernah hamil).

2. Pemeriksaan fisik

Mengukur tinggi badan

Pengukuran tinggi tubuh cukup dilakukan satu kali ketika pertamakali periksa. Ini dilakukan untuk mengetahui ukuran panggul ibu. Pada ibu dengan tinggi tubuh kurang dari 145cm terdapat risiko panggul sempit dan kemungkinan sulit melahirkan secara normal (kemungkinan dilakukan caesar). Dengan mengetahui metode persalinan yang akan diterapkan sedari awal, ibu dan keluarga mampu mempersiapkan diri menghadapi persalinan dengan pengetahuan, materi, dan juga mental.

Mengukur berat badan

Penimbangan berat tubuh dilakukan setiap kali periksa biar perkembangan berat tubuh mampu terpantau. Sejak bulan ke-4 kehamilan, pertambahan berat tubuh paling sedikit 1 kg/bulan. Namun pertambahan yang terlalu ekstrim (diatas normal) juga sebaiknya dihindari alasannya yaitu mampu meningkatkan resiko kesehatan (misalnya kemungkinan operasi caesar), sementara penurunan tubuh sangat berbahaya bagi kesehatan bayi dalam kandungan. Pertambahan berat tubuh ibu selama kehamilan yang ideal yaitu dalam rentang 7,5kg hingga dengan 12,5 kg. Setelah mengetahui perkembangan berat badan, bidan atau dokter nantinya akan menunjukkan saran pertambahan berat tubuh ibu hamil menjadi normal.

Mengukur tekanan darah (tensi)

Pengukuran tekanan darah (tensi) dilakukan setiap kali periksa. Tekanan darah normal yaitu 120/80mmHg, bila tekanan darah lebih besar atau sama dengan 140/90mmHg, ada faktor risiko hipertensi (tekanan darah tinggi) pada kehamilan. Hipertensi ini mampu mengakibatkan pre-eklamsi.

Mengukur Lingkar Lengan Atas (LiLA)

Pengukuran Lingkar Lengan Atas (LiLA) dilakukan ketika pertamakali kehamilan, dan kalau dirasa perlu. Bila Lingkar Lengan Atas kurang dari 23,5cm, ibu hamil kemungkinan menderita Kurang Energi Kronis (Ibu hamil KEK) dan berisiko melahirkan Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR)

Pengukuran tinggi rahim, pemeriksaan letak dan posisi janin (presentasi janin) dan penghitungan denyut jantung janin

Pengukuran tinggi rahim harus dilakukan secara rutin setiap kali dilakukan pemeriksaan, yang memiliki kegunaan untuk melihat apakah pertumbuhan janin sesuai dengan usia kehamilan.

Pemeriksaan letak dan posisi janin (presentasi janin) sangat penting ketika kehamilan memasuki trimester 3. Apabila trimester III bab bawah janin bukan kepala atau kepala belum masuk panggul, kemungkinan ada kelainan letak atau ada problem lain.

Pemeriksaan denyut jantung janin memiliki kegunaan untuk mengetahui kesehatan bayi dalam kandungan. Bila denyut jantung janin kurang dari 120 kali/menit atau lebih dari 160 kali/menit, ini berarti janin dalam keadaan gawat. Pemeriksaan denyut jantung janin dilakukan dengan menggunakan stetoskop (denyut hanya didengar bidan) atau alat Doppler (denyut mampu didengar juga oleh ibu).

Selain itu juga dilakukan pemeriksaan dalam pada vagina dan verbal rahim (serviks) untuk memastikan normal dan tidak ada kelainan. pada pemeriksaan ini sering ditemukan polip di verbal rahim, namun ini tidak berbahaya.

Ultrasonografi (USG)

USG dilakukan hanya kalau terdapat indikasi tertentu ataupun atas impian ibu. Dengan melaksanakan USG, pemeriksaan kehamilan dan perkembangannya mampu lebih akurat.

3. Tes laboratorium

Tes pemeriksaan urine (air kencing).



Pemeriksaan urin dilakukan terutama untuk memastikan kehamilan. Selain itu (jika diperlukan), tes urin memiliki kegunaan untuk mengetahui fungsi ginjal, kandungan protein dalam urin, kadar gula darah, dan benjol jalan masuk kencing yang sering ditemukan pada ibu hamil. Jika protein dalam urin positif, ibu hamil berpotensi mengalami pre-eklampsia. Sementara kadar gula darah menunjukkan terdapat/tidaknya diabetes melitus ataupun kencing manis.

Tes pemeriksaan darah.

Tes darah biasanya dilakukan pada usia kehamilan 10 hingga 12 ahad dan pada usia kehamilan 28 minggu. Beberapa kegunaannya yaitu: tes golongan darah ( O, A, B, AB), untuk mempersiapkan donor bagi ibu hamil (bila diperlukan) dan tes hemoglobin, untuk mengetahui apakah ibu kekurangan darah (Anemia). Juga dilakukan pemeriksaan faktor Rhesus, dan bila ditemukan bahwa Rhesus negatif (jarang terjadi di Indonesia), dokter biasanya menunjukkan suntikan kalau ibu mengalami keguguran atau telah melahirkan (baik alami / operasi sesar). Selain itu, pemeriksaan darah (jika diperlukan) juga untuk tes alfafetoprotein (AFP), penyakit (malaria, HIV, Sifilis, hepatitis dan lain lain). Tes AFP yaitu untuk mengetahui kemungkinan gangguan jalan masuk saraf tulang belakang dan untuk mendeteksi otak janin (kemungkinan down syndrome).

Uji TORCH (Toksoplasma Rubella Cytomegalovirus Herpesimpleks) kalau diperlukan

Dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya benjol benalu menyerupai TORCH di dalam tubuh ibu hamil. Selain pemeriksaan fisik dan pengumpulan isu kesehatan, ibu hamil juga akan menerima penjelasan mengenai kehamilan, pemberian tablet tambah darah, pemberian imunisasi Tetanus Toksoid (TT) (jika diperlukan), dan juga pengobatan (jika sakit).

Konseling atau penjelasan

Bidan atau dokter akan memberi penjelasan secara bertahap pada ketika kunjungan ibu hamil. Yaitu mengenai perawatan kehamilan, pencegahan kelainan bawaan, persalinan dan inisiasi menyusu dini (IMD), nifas, perawatan bayi gres lahir, ASI eksklusif, Keluarga Berencana (KB), dan imunisasi pada bayi.

Pemberian tablet tambah darah

Bidan atau dokter akan menunjukkan tablet penambah darah. Karena sebaiknya semenjak awal kehamilan, Ibu hamil minum 1 tablet tambah darah setiap hari minimal selama 90 hari. Tablet tambah darah diminum pada malam hari untuk mengurangi rasa mual.

Penentuan status Imunisasi Tetanus Toksoid (TT)

Bilamana diperlukan, Ibu hamil juga akan menerima suntikan tetanus toksoid. Ini dilakukan untuk mencegah tetanus pada Ibu dan Bayi
Tabel jarak waktu pemberian imunisasi TT dan lama perlindungannya
Imunisasi TTSelang Waktu MinimalLama Perlindungan
TT 1Langkah awal pembentukan kekebalan tubuh terhadap penyakit Tetanus
TT 21 bulan setelah TT 13 tahun
TT 36 bulan setelah TT 25 tahun
TT 412 bulan setelah TT 310 tahun
TT 512 bulan setelah TT 4>25 tahun

Baca Juga : Manfaat dan Efek Samping Suntik Imunisasi TT (Tetanus Toksoid) pada Ibu Hamil

Pengobatan (jika sakit)

Bidan atau dokter juga akan menunjukkan pengobatan kalau ibu mempunyai problem kesehatan pada ketika hamil.

Sampai disini artikel mengenai Pemeriksaan Kehamilan / Periksa Ibu Hamil yang parentingIDN ambil dari Buku KIA dan Bidanku.com. Semoga mampu membantu anda yang sedang mencari pengetahuan, tips, dan hal lain seputar kehamilan. Untuk penjelasan lebih lanjut dilakan anda tanyakan ke bidan atau dokter kandungan dimana anda memeriksakan kehamilan. Anda juga mampu mencari di website ini dengan sumbangan mengetikkan kata kunci pencarian di kolom pencarian. Terakhir, selalu lakukan pemeriksaan kehamilan sesuai kegiatan pemeriksaan kehamilan untuk menjaga kesehatan ibu dan janin.

Manfaat Kembang Kol untuk Makanan Pendamping ASI Bayi

Salah satu materi makanan bayi sehat ialah kembang kol. Kembang kol terdiri dari dadih yang dapat dimakan dan memiliki daun pelindung tebal yang mengelilinginya. Daun kembang kol biasanya tidak dikonsumsi dan dibuang sebelum dimasak. Umumnya kembang kol ini berwarna putih.  Bila Ibu memilih kembang kol pastikan Ibu memilih sayur yang masih tertutup daun hijau alasannya dedaunan ini akan mampu mencegah memar pada permukaan sayuran.

Bolehkah bayi makan kembang kol?
Kembang kol ialah sayuran yang sangat sehat yang sarat dengan vitamin dan mineral ibarat Vitamin A, C, foliate dan kalsium. Kandungan seratnya juga tinggi, yang akan membantu dalam menjaga fungsi usus secara teratur pada bayi. 

Seperti brokoli, kembang kol bukanlah pilihan yang tepat untuk salah satu sayuran pertama bayi. Kembang kol mampu menjadikan gas dan mungkin juga agak sulit dicerna oleh bayi yang masih muda. Kembang kol paling baik diberikan kepada bayi berusia antara 8-10 bulan tapi Ibu juga mampu mencoba mengenalkannya lebih awal. Namun kalau bayi memiliki problem pencernaan, sebaiknya Ibu tidak menambahkan kembang kol ke makanan lebih awal.


Kebaikan Kembang Kol bagi Makanan Bayi:
Kembang kol (seperti sayuran cruciferous lainnya ibarat brokoli dan brussel sprouts) dikemas penuh dengan fitokimia yang dikatakan dapat membantu mencegah kanker.

Kembang kol (satu cangkir - direbus)

VITAMIN:

Vitamin A - 15 IU
Vitamin C - 54,9 mg
Niacin - .5 mg
Folat - 55 mcg
Tiamin - 0,05 mg
Asam pantotenat - .6 mg
Vitamin B6 - .21 mg
Lutein - 36 mcg
Berisi beberapa vitamin lain dalam jumlah kecil     MINERAL
Kalium - 176 mg
Sodium - 19 mg
Kalsium - 20 mg
Fosfor - 40 mg
Magnesium - 11 mg
Besi - .40 mg
Juga mengandung sejumlah kecil selenium, mangan, tembaga dan seng.


Cara memilih dan menyimpan kembang kol yang tepat untuk makanan bayi buatan sendiri 

Menurut EWG , kembang kol bukanlah salah satu dari "lusinan kotor" makanan yang paling terkontaminasi dengan pestisida  jadi pembelian organik ialah pilihan pribadi.

Ukuran kembang kol tidak menghipnotis rasa, sehingga antara membeli yang terbesa atau pun yang terkecil tidak akan membuat banyak perebdaan rasa. Hal yang paling penting untuk diperhatikan ketika membeli kembang kol ialah pilih sayur yang hampir terbungkus daun hijaunya. Daunnya melindungi dadih dari memar dan jamur dan semakin banyak daun, semakin banyak perlindungan.

Pilih sayur dengan kepala segar yang memiliki penampilan kepala putih bersalju atau lembut terasa berat di tangan. Jika Ibu melihat cacat ibarat permukaan garang dan kepala yang terpisah, ini menawarkan bahwa kembang kol sudah jatuh tempo. Jika Ibu melihat permukaan sayur berwarna kehijauan, penyebabnya mungkin alasannya paparan sinar matahari berlebihan.

Hindari kembang kol dengan permukaan berisi memar alasannya ini mengindikasikan penanganan kembang kol yang buruk. Jangan pula pilih sayur dengan bercak warna gelap alasannya mampu menampilkan penyakit jamur yang dikenal dengan jamur berbulu halus.

Simpan kembang kol dalam kantong plastik di kulkas dengan adegan batang di bawah. Bagian batang pada posisi ke bawah akan membantu menjaga kelembaban dari penyatuan pada dadih.

Pembekuan bubur kembang kol 

Pure kembang kol mampu dibekukan ibarat Ibu membekukan makanan lain untuk si kecil. Pure kembang kol mampu sedikit lembap ketika dicairkan.

Baca juga : Menyimpan / Membekukan Makanan Bayi


Cara Terbaik Memasak Kembang Kol bagi Makanan Bayi 

Saat memasak kembang kol, Ibu harus selalu mengukusnya untuk mempertahankan nutrisi. Memanggang kembang kol ialah pilihan lain. Kembang kol panggang mengagumkan tapi jarang dipanggang tersendiri, biasanya disatukan dengan resep lain.

Pastikan untuk tidak terlalu lama mengukus kembang kol atau Ibu akan menemukan sayuran merasakan yang lembek dan pahit.

Baca juga: Metode Memasak Makanan Bayi

Resep Kembang Kol untuk Makanan Bayi

Kembang kol - Purée Dasar

Bahan:
1 Kembang kol
Petunjuk:
  • Cuci kembang kol di bawah air dingin.
  • lepaskan daun hijau untuk hingga ke dadih
  • Potong dadih (bunga) menjadi bagian kecil sehingga Ibu akan menerima puree halus. Kukus hingga empuk.
  • Haluskan di blender atau food prosesor.
  • Tambahkan air secukupnya untuk mencapai konsistensi yang halus dan tipis.
________________________________________
Kembang kol, Apple & Zucchini

Bahan:
•    1 kembang kol kecil
•    1 buah apel yang dikupas dan dikupas
•    1 zucchini kecil - cincang
Petunjuk:
  • Cuci kembang kol di bawah air dingin.
  • kupas daun hijau hingga ke dadih dan potong kecil-kecil – Kukus hingga empuk.
  • Kupas dan buang biji apel dengan 1 zucchini cincang. Kukus hingga empuk
  • Haluskan ketiga bahan, lalu tambahkan air atau susu formula atau ASIP hingga konsistensi yang diperlukan. Atau, Ibu juga tidak perlu menambahkan cairan alasannya makanan ini sedikit berair.
  • Jika Ibu ingin mengukus semua 3 makanan bersama-sama, kukuslah kembang kol terlebih dahulu kurang lebih 15 menit, gres kemudian tambahkan apel dan zucchini. Kembang kol butuh waktu lebih lama untuk matang dari pada apel dan zucchini.

Makanan yang Baik untuk Dicampur dengan Kembang Kol:
•    Apel
•    Brokoli
•    Kacang hijau
•    Kacang kering
•    Kentang 
•    Kacang polong
•    Summer Squash - zucchini atau kuning / bengkok berleher
•    Beras merah
•    kacang-kacangan
•    Ayam
•    Daging sapi
•    Babi



Labu Sebagai Makanan Sehat untuk Bayi

Labu merupakan salah satu materi makanan yang sehat untuk bayi. Namun tahukah Ibu  bahwa Labu bersama-sama ialah buah?

Labu ialah sejenis squash dan merupakan anggota keluarga labu (Cucurbitacae). Keluarga ini juga termasuk squash, mentimun, gherkins, dan melon. Asal-usul labu tidak diketahui tapi ada bukti bahwa labu ditanam di Meksiko dan Amerika Utara sekitar 5000 hingga 7000 SM. Selain Meksiko, labu juga ditemukan hampir di semua benua kecuali Antartika. Saat ini, produsen labu terbesar ialah Amerika Serikat, Kanada, India, China dan Meksiko.

Labu untuk Makanan Bayi
Labu  sarat dengan vitamin A dan beta karoten. Beta Carotene ialah salah satu tanaman karotenoid yang ketika dimakan dan dicerna, menjelma Vitamin A dalam badan manusia. Beta Carotene mampu mengurangi risiko kanker sekaligus penyakit jantung. Zat ini juga mungkin mampu membantu untuk melawan atau menunda efek degeneratif penuaan.

Labu juga merupakan sumber potasium, protein, dan zat besi yang baik. Biji labu juga mengandung protein dan zat besi yang baik sehingga memakan biji memang memberi beberapa nilai gizi.. Labu sangat rendah lemak, rendah kalori tapi tinggi serat.

Labu juga merupakan buah pertama yang sehat untuk digunakan sebagai makanan bayi sehingga sudah mampu diberikan mulai umur 6 bulan.

Jangan berikan biji labu untuk bayi atau balita meski kaya protein dan zat besi. Alergi labu jarang terjadi, namun disarankan untuk meminta saran dokter sebelum mengenalkan makanan gres pada bayi.

baca juga : Semangka untuk Bayi

Kebaikan Nutrisi Labu 

PUMPKIN: (satu cangkir - dimasak)

VITAMIN:
•    Vitamin A - 12230 IU
•    Vitamin C - 11,5 mg
•    Vitamin K - 2.0
•    Folat (penting selama kehamilan) - 22 mcg
•    Niacin - 1,01 mg     MINERAL:
•    Kalium - 364 mg
•    Fosfor - 74 mg
•    Magnesium - 22 mg
•    Kalsium - 37 mg
•    Sodium - 2 mg
•    Besi - 1,40 mg
•    Juga mengandung sedikit seng, mangan dan tembaga.

Manfaat Kesehatan Labu Bagi Bayi
  • Pasokan nutrisi penting: Vitamin dan mineral yang ditemukan di labu sangat cocok untuk perkembangan bayi. Misalnya, kalsium dan magnesium membantu membangun tulang yang lebih kuat, perlindungan fosfor dalam fungsi otak, pencernaan, keseimbangan hormon, dll.
  • Melindungi kesehatan mata: Labu ialah gudang vitamin A, yang sangat berkhasiat untuk penglihatan yang baik. Memberi makan labu ke bayi juga akan memperbaiki penglihatan malam hari. Labu mengandung karotenoid, yang memberi warna oranye terang.
  • Membantu pencernaan: Labu ialah sumber serat yang sangat baik, yang mendukung pencernaan. Ini dapat membantu mengatur pergerakan usus bayi dan menjaga konstipasi.
  • Kaya anti oksidan: Beta-karoten hadir dalam labu ialah antioksidan, yang dapat mengurangi stres oksidatif pada banyak organ. Tubuh bayi juga mengubah bab beta karoten menjadi vitamin A.
  • Meningkatkan cahaya kulit: Labu mengandung karotenoid yang membantu menghilangkan radikal bebas, melawan stres oksidatif dan mencegah degenerasi makula dan penuaan. Sifat yang membantu mencegah kanker juga mampu menjaga kesehatan kulit.
  • Meningkatkan tingkat energi: Secangkir labu mengandung sejumlah besar potassium yang merupakan sumber energi yang hebat. Ini membantu menyeimbangkan elektrolit dalam badan dan memperbaiki fungsi otot.
  • Baik untuk sistem kekebalan tubuh: Labu mengandung vitamin C serta beberapa biokimia penting yang dapat membantu melindungi bayi dari flu. Mereka juga memiliki sifat antimikroba. Secangkir labu masak dapat menyimpan abses dan penyakit, alasannya ialah dapat meningkatkan kekebalan bayi.
  • Membantu bayi tidur lebih nyenyak: Labu mengandung tryptophan yang membantu badan memproduksi serotonin. Asam amino membantu menginduksi ketenangan dan rasa kantuk. Kandungan serotonin dalam labu akan membantu bayi rileks dan tidur lebih nyenyak.
  • Sifat Anthelmintic: Bayi tidka hanya rentan abses tetapi juga pada cacing dan organisme makroskopik lainnya. Labu, yang kaya akan khasiat antelmintik, mampu datang menyelamatkan bayi dari abses macam itu.

Memilih Labu untuk dimasak untuk Resep Makanan Bayi

Menurut EWG , labu bukanlah salah satu dari "lusinan kotor" makanan yang paling terkontaminasi dengan pestisida jadi  pembelian organik ialah pilihan pribadi.
Ada beberapa jenis labu yang tersedia di pasaran, menyerupai labu siam, labu kuning/parang, labu air, labu pahit/pare, labu ular/pare belut, oyong, mentimun dan semangka. Dari semua jenis tersebut, jenis labu yang cocok untuk diberikan pada bayi ialah labu kuning/parang/waluh.  Labu siam juga bagus, tetapi untuk segi gizi, masih lebih kaya labu parang. Pilihlah labu yang matang sehingga rasanya manis.

Baca juga : Kembang Kol untuk Bayi


Cara memasak labu.
Puree labu sederhana mampu dibuat dnegan mengukus labu hingga matang, dan kemudian menghaluskannya. Tambahkan air/susu formula/ASIP untuk meningkatkan konsistensi.

Labu juga cantik bila dicampur dengan materi berikut:

Makanan yang baik untuk dicampur dengan labu:
•    Apel
•    Pisang
•    Blueberry
•    Persik
•    Wortel
•    Butternut atau Acorn Squash
•    Ubi
•    Beras merah
•    kacang-kacangan
•    Ayam
•    yogurt

Aneka Resep Labu untuk Makanan Bayi

1. Puree Labu Sederhana


Ibu mampu membuat 28 ons pure dari labu dengan berat dua pon.

Ibu perlu:
  • Labu kuning
  • air
  • Sejumput bubuk kayu manis dan pala (pilihan)
  • Mentega (opsional)
 Bagaimana cara:
  1. Labu dimasak (bisa dikukus) kemudian blender hingga halus. Sajikan untuk bayi setelah menaburkan beberapa bubuk pala dan kayu manis.
  2. Ibu  mampu menambahkan sedikit mentega untuk krim ekstra.
  3. Tambahkan air, susu formula atau ASI untuk konsistensi yang diinginkan. 

2. Puree Apel dan Labu



Ibu akan perlu:
  • Labu Parang
  • Apel, kupas dan buang bijinya.
  • air
  • Sejumput bubuk kayu manis dan pala (pilihan)
Bagaimana cara:
  1. Potong labu menjadi dua, kupas dan buang bijinya. Potong menjadi kubus.
  2. Potong apel
  3. Kukus labu dan apel hingga matang dan lembut. angkat dan dinginkan.
  4. Haluskan labu dan apel, tambahkan bubuk kayu manis atau pala,
  5. Tambahkan cairan sesuai dengan konsistensi yang diinginkan.

3. Resep Apel, Labu dan Oatmeal



Ibu akan perlu:
  • ½ cangkir saus apel
  • ½ cangkir pure labu
  • 1 ½ cangkir oatmeal yang dimasak
  • Sejumput bubuk kayu manis dan pala (pilihan)
Bagaimana cara:
  1. Campurkan saus apel dan bubur labu. Tambahkan oatmeal dan aduk rata.
  2. Pastikan tidak ada gumpalan. Ibu mampu memadukan campuran dalam food processor untuk menerima konsistensi yang halus.
  3. Taburi bubuk pala dan kayu manis sebelum disajikan.

Jenis Beras yang Bagus untuk Bayi

Beras merupakan makanan pokok di negara kita, sehingga secara tidak langsung, juga menjadi pilihan makanan pertama untuk bayi. Beras sangat mudah dimasak juga mudah dicerna, sehingga kebanyakan Ibu selalu menyajikan bubur bayi yang berbahan beras setiap hari.

Nah, ada beberapa jenis beras yang tersedia di pasaran. Lalu, jenis beras mana yang indah untuk bayi?

Beras Putih

Ini yaitu jenis beras yang paling umum dan paling mudah disiapkan. Beras putih juga seringkali diperkenalkan pada bayi untuk pertama kalinya alasannya mudah dicerna. Beras ini serba guna, mampu dicampur dengan puree praktis, baik itu buah, sayur, ayam atau ikan.




Beras putih memiliki lapisan kulit yang sudah dibuang sebelumnya, alasannya itu warnanya putih bersih. Proses penggilingan membuat beras putih berkurang kandungan zat gizinya jikalau dibandingan dengan jenis beras merah atau hitam. Begitu juga dengan kandungan seratnya.

Beras Cokelat
Beras cokelat juga mengalami proses penggilingan, tapi tidak sama dengan beras putih, beras cokelat hanya menghilangkan lapisan terluarnya dan tidak menghilangkan lapisan tengah. Beras cokelat yaitu versi garang dari beras putih, dan memiliki sekitar 67% lebih banyak nutrisi, serat dan asam lemak dibanding  beras putih. Beras cokelat ini juga kaya akan vitamin B1, B3, B6, disertai dengan unsur-unsur ibarat magnesium, selenium dan mangan.  Total protein per 100 gram beras cokelat yaitu 7,2 gram. Lebih tinggi daripada 100 gram beras putih yang hanya mengandung sekitar 6,3 gram.



Beras coklat merupakan salah satu jenis beras yang cocok untuk bayi, hanya membutuhkan waktu lebih lama untuk dimasak, namun cenderung membuat bayi lebih kenyang lebih lama. Sebagian besar hidangan yang menggunakan beras putih juga mampu dibuat dengan beras cokelat, meski rasanya tidak netral ibarat beras putih.

Beras merah
Beras jenis ini memiliki bulir berwarna coklat kemerahan yang berbeda. Beras merah kaya zat besi dan antioksidan yang mengurangi peradangan dan alergi. Ini juga merupakan sumber kalsium, magnesium, selenium dan seng yang baik. Beras merah membutuhkan waktu lebih lama untuk dimasak daripada varietas padi lainnya dan akan memerlukan tekanan dikala dimasak.


Sebagai alternatif, beras merah juga merupakan jenis beras yang indah untuk bayi. Beberapa bayi mungkin kesulitan mencerna beras merah dibandingkan beras putih, jadi jenis beras ini hanya disarankan untuk bayi yang lebih renta (8 bulan ke atas).

Baca juga : Cara Membuat Tepung Beras untuk Bayi Mpasi


Beras Basmati
Basmati merupakan jenis beras putih khusus dari India. Beras jenis ini dikenal dengan butiran dan aroma yang panjang. Di India, basmati umumnya digunakan pada program meriah dan untuk hidangan spesial ibarat biryani atau pulao. Beras basmati kaya serat makanan, sekitar 20% lebih banyak dari varietas lainnya. Basmati mampu dimasak dengan cepat, tapi tidak lembek sehingga hanya cocok untuk bayi yang lebih tua. Aromanya mampu membuat beberapa bayi lebih suka jenis ini.



Beras Hitam
Beras hitam bukanlah makanan pokok yang umum, tapi tersedia di toko makanan khusus. Beras hitam kaya zat besi, vitamin E, serat makanan dan antioksidan. Cara terbaik untuk memberi makan beras hitam kepada bayi yaitu dengan membuat sajian manis dengan merendam beras semalam, masak sambil diaduk dengan pure buah untuk rasa manis. jenis ini juga hanya dianjurkan untuk bayi yang lebih renta dan tidak bermasalah dengan varietas padi lainnya.



Dalam beras hitam terdapat kandungan vitamin E yang cukup tinggi sehingga baik untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menangkal radikal bebas, dan memperbaiki kerusakan sel hati. Setidaknya, beras ini mengandung 20,1 gram serat, 7 gram protein, dan 1,8 gram zat besi dalam 100 gram beras hitam. 

American Academy of Pediatrics tidak membedakan antara sereal beras putih atau sereal beras merah, tapi malah merekomendasikan bahwa sereal yang baik untuk bayi yaitu yang diperkaya zat besi. Untuk itu, Ibu tidak perlu ngotot untuk menghindarikan bayi dari beras putih dan memilih jenis beras lainnya.

Sebaliknya, akan sangat baik jikalau kita memperlihatkan beberapa jenis beras secara berselang-seling. Beras merah berpotensi menjadikan sembelit, sehingga tidak indah jikalau diberikan setiap hari. Selain itu, sumbangan beras yang teksturnya keras, sebaiknya diimbangi dengan buah dan sayur dengan kandungan serat tinggi biar bayi tidak sembelit.

Baca juga : Bahan dan Merk Makanan untuk Bayi


Sudah Besar Kok Masih Manja?


Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

Saat anak mulai meninggalkan usia balitanya, terkadang mereka masih saja manja. Bahkan hingga usia tujuh tahun atau mereka sudah memiliki adik, terkadang mereka masih suka merengek menyerupai adiknya yang masih balita.

Anak manja biasanya sebab perlakuan orang tuanya yang terlalu berlebihan dalam menuruti semua permintaanya. Apa yang anak minta, orang renta selalu memenuhinya. Akibatnya jikalau orang renta hingga tidak memenuhi permintaanya maka anak pun merengek dan menangis.

Sifat manja anak juga terjadi dalam hal impian untuk selalu bersahabat dengan orang tua. Tidak jarang anak yang sudah dalam usia sekolah masih selalu berrebut dengan adiknya yang balita untuk menerima belaian dari ibunya.

Nah, apa yang harus dilakukan Anda sebagai orang renta untuk mengatasi anak yang manja?

  • Orang renta harus mempunyai kemauan untuk tidak lagi memanjakan anak. Perilaku manja salah satunya sebab selama ini apa saja yang mereka inginkan selalu dituruti.
  • Mulailah untuk tidak memanjakan anak dan ajarkan hidup berdikari dari hal-hal yang kecil. Misalnya biasakan anak mengambil baju seragam sendiri, mengambil makan atau minum sendiri.
  • Tindakan untuk tidak memanjakan anak seharusnya juga dilakukan oleh orang renta atau pengasuh yang lain, tidak hanya oleh satu orang saja.
  • Komunikasilah dengan anak, bahwa seharusnya untuk usia dikala ini mulai mempunyai tanggung jawab. Jelaskan mengenai prioritas, bahwa tidak semua yang diinginkan harus terpenuhi.
  • Jika anak masih mengabaikan perintah orang renta dengan merengek atau menangis, berikan pengertian bahwa tindakan itu tidak benar. Berikan pelukan dan tunjangan untuk menenangkan anak.
  • Orang renta harus konsisten untuk tidak memanjakan anak, tidak hanya satu atau dua hari saja lalu kembali menajakan mereka.
  • Berikanlah kebanggaan jikalau anak tidak lagi merengek dikala meminta sesuatu, sehingga anak mengerti bahwa orang renta senang dikala ia mulai berubah.

Jika anda memiliki pengalaman lain untuk mengatasi anak yang manja, sampaikan untuk disharing dengan teman-teman yang lain dibawah situ. Semoga bermanfaat.

Wassalam,

sumber:www.dechacare.com

5 Alasan Kenapa Bayi Tidak Membutuhkan Bantal Saat Tidur

Nyanyikan lagu pengantar tidur dan tepuklah bayi dengan lembut untuk membantunya tidur. Selain itu, jauhkan ia dari bantal!

Ada banyak manfaat bayi tidur tidak pakai bantal. Jadi, tidak menyerupai yang dipikirkan banyak orang, bantal ternyata tidak menjadi sebuah kebutuhan bagi bayi. Sebenarnya, ada baiknya Ibu tidak mengalasi kepalanya dengan bantal selama dua tahun pertamanya. Kenapa? berikut alasannya:

Bantal mampu menyebabkan bayi mati lemas:
Jika Ibu berpikir tidur bersandar di atas bantal akan membantu bayi Ibu tidur lebih nyenyak, Ibu salah. Kepala bayi yang masih lemas, mampu masuk ke bantal lembut sehingga meningkatkan kemungkinan mati jawaban lemas. Selain itu, lubang hidung bayi yang kecil dan lembut mampu ditekan oleh bantal sehingga membatasi pedoman udara ketika bayi menggerakkan kepala dari satu sisi ke sisi yang lain.

Bantal juga mampu meningkatkan risiko SIDS:

Selain sesak napas, bantal meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak atau SIDS dengan aneka macam cara. Jika bantal diisi dengan manik-manik spons atau thermocol, yang mampu keluar tanpa sengaja, mampu menyebabkan tersedak. Selain itu, bantal tapal kuda yang digunakan secara tradisional untuk menopang kepala mampu membatasi pergerakan pada bayi Ibu.

Baca juga : Bahaya Madu untuk Bayi di Bawah Satu tahun

Bantal juga mampu menyebabkan Panas yang Berlebih (overheating):

Bantal bayi yang paling mewah memiliki penutup yang biasanya terbuat dari poliester atau kain selain kapas. Hal ini mampu meningkatkan panas di bawah kepala dan menyebabkan fluktuasi suhu dalam tubuh. Keringat atau panas berlebih alasannya ialah sarung bantal mampu menimbulkan kondisi yang disebut hipertermia fatal dan mengancam nyawa.

Bantal mampu menyengat leher:
Sebagian besar bantal bayi berbulu dan tidak rata. Ini bahwasanya mampu menyengat leher bayi ketika tidur berjam-jam.


Bantal dapat menyebabkan sindrom kepala datar:
Tidur di bantal lembut terlalu lama dapat menyebabkan sindrom kepala datar pada bayi alasannya ialah tekanan konstan. Meskipun penting meletakkan bayi di episode belakang untuk mengurangi gejala SIDS, hal ini dapat menyebabkan cacat struktural di kepala ketika menggunakan bantal untuk tidur.

Bayi harus memiliki kontrol kepala dan leher untuk mengalihkan wajahnya dari bantal jikalau ia tidak mampu bernafas, jadi anak yang mengalami duduk perkara perkembangan mungkin tidak siap untuk bantal bahkan setelah ulang tahunnya yang kedua.

Baca juga : Bayi Susah Tidur? Obati dengan Pala

Ikuti aturan tidur yang aman di bawah ini:
  • Selalu membuat bayi tidur di dengan punggung di bawah, bukan tertelungkup.
  • Hindari menggunakan bantal hingga usia dua tahun.
  • Bila Ibu memilih bantal untuk balita, pastikan bantal kokoh dan rata.
  • Jika kepala bayi dalam posisi tertentu terlalu lama atau lebih dari dua jam, coba ganti posisi untuk menghindari sindrom kepala datar alasannya ialah tekanan.
  • Pastikan daerah tidur bayi diletakkan di samping daerah tidur Ibu dan jauh dari pemanas ruangan atau gadget elektronik lainnya. 
Hal yang sama juga berlaku dengan selimut. Sebaiknya hindarkan menggunakan selimut pada bayi hingga umurnya dua tahun, kecuali bayi selalu berada di bawah pengawasan Ibu. bayi yang aktif di malam hari, mampu dengan mudah terjebak dalam selimut sehingga mampu menyebabkan bayi jatuh, terantuk di daerah tidur dan bahkan frutrasi.

Untuk membuat bayi hangat di malam hari, maka disarankan untuk mengenakan piyama satu potong dengan kain katun.

baca juga : Berapa Lama Bayi Boleh Dibiarkan Menangis?

Tip Memilih Bantal untuk Bayi

Bila bayi sudah siap untuk tidur dengan menggunakan bantal (tentunya aman),  maka belilah bantal khusus untuk bayi, jangan menggunakan bantal dewasa. Bayi yang tidur dengan bantal cukup umur mampu menghirup akumulasi abu dan basil yang ada di bantal, sehingga mampu menyebabkan bayi sesak. Pilihlah bantal yang kecil dan kokoh,  tidak perlu lebih besar dari bantal berukuran 12 x 12 inchi. Pilih bantal dengan penutup yang dijahit dan diberi label hypoallergenic, bukan yang penuh dengan bulu.