Tampilkan postingan dengan label Batuk. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Batuk. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Desember 2017

Jamu untuk Mengobati Batuk pada Balita

Mau sedikit sharing nih mommy. Seminggu belakangan, Cuta sedang batuk karena ketularan kakeknya. Selain itu, faktor cuaca juga mempengaruhi, karena di puncak trend hujan ini, cuaca di denpasar sangat tidak menentu. Kadang dingin, kadang panas. Malamnya dingin, siangnya luar biasa panas. Tidak heran sih, apalagi Cuta sedang berguru jalan jadi agak susah dikontrol kalau mau main, senangnya main ke depan rumah padahal debu dan polusi. Karena itu, dia menderita batuk dan pilek plus demam mencapai 39 derajat celcius.

Batuknya lumayan parah. Cuta tipe anak yang kalau batuk, pasti muntah. Makara setelah minum susu atau makan, kalau batuk maka semua yang ia minum dan makan akan keluar lagi. Karena kasian, maunya aku kasih obat. Cuman aku tidak stock obat batuk, hanya stock parasetamol. Berhubung dia mulai batuk di pagi hari dan dokter anaknya hanya buka di sore hari, home treatment yang ini tidak mampu dilaksanakan karena Cuta anak yang susah disuruh diam, jadi mana dia mau cium-cium uap air gitu, maka keluarlah resep andalan neneknya untuk membantu melancarkan tenggorokannya.

Resep mengobati batuk balita ini berupa resep jamu sederhana yang berbahan dasar kunyit putih. Jamunya juga tidak menggunakan takaran. Kunyit putih dicuci bersih terlebih dahulu, lalu dipotong tipis-tipis. Setelah itu direbus sampai air rebusan berwarna kecoklatan. Rasanya agak pahit, jadi untuk penawarnya, berikan pada balita dalam kondisi hangat ditambahkan madu. Penambahan madu juga berkhasiat untuk menunjukkan nutrisi yang kurang pada dikala anak batuk.

Entah kenapa yang digunakan itu kunyit putih. Saya sih pernah baca, untuk mengobati batuk, mampu digunakan obat herbal berupa kunyit, madu, jeruk nipis dan jeruk lemon. Jeruk nipis tentu agak sedikit mengerikan mengingat tingkat asamnya yang tinggi, karena itu kunyit dan madu merupakan obat herbal untuk batuk yang tepat. Tentang bolehkah anak dibawah 1 tahun minum jamu kunyit, aku belum tahu jelas. Lebih baik dikonsultasikan ke dokter untuk amannya (walau Cuta pernah dikasi kunyit tanpa sepengetahuan aku sama neneknya waktu umurnya kurang dari 1 tahun, hikss). Dari websitenya Frisian Flag, ada sih artikel yang menyebut perihal derma kunyit pada bayi. Bunyinya ibarat ini:

Jika Anda sedang menyusui, oleskan sejumput abu kunyit pada payudara sebelum menyusui. Jika Anda menggunakan botol, campurkan sejumput abu kunyit dalam susu. Berikan dua kali sehari pada bayi.

Satu hari, jamu ini diberikan satu hinga tiga kali. Kunyit mengantung antioksidan dan antibiotik alami sehingga efektif mengobati batuk yang disebabkan oleh bakteri.

Karena obat herbal, tentu saja manfaatnya tidak mampu diperoleh dalam jangka satu hari konsumsi. Untuk orang terpelajar balig cukup akal ibarat kita tentu mampu menahan rasa gatal di tenggorokan, namun balita mana bisa?! Berhubung juga panasnya naik turun, maka sorenya aku ajak ke dokter seorang hebat anak. Oleh dokter, aku dikasi obat. Sering sih aku baca kalau sakit tidak harus minum obat, apalagi batuk dan pilek. Kebanyakan obat buat balita tentu tidak indah bagi ginjal dan juga tubuhnya, namun sebagai ibu apakah tahan mendengar anak batuk-batuk, muntah lalu menangis dalam jangka waktu yang lama?

Saya tidak. Makanya aku ke dokter. Saya relakan Cuta dikasi obat dan antibiotik. Mengenai derma antibiotik ini, aku memang ragu. Namun aku langganan radang tenggorokan, jadi tahu bagaimana rasanya kalau tenggorokan terkena radang. Saya relakan Cuta mengkonsumsi antibiotik untuk ketiga kalinya.

Dari dokter aku menerima informasi yang sangat berharga. Mommy tidak perlu stock obat batuk ternyata di rumah. Alasannya batuk berupakan gejala penyakit yang timbul akhir nanah atau penyakit lainnya sehingga kalau anak batuk, lebih baik anak diajak ke dokter untuk tahu apa penyebab batuknya. Pemberian obat batuk yang tidak sempurna mampu berakibat kelebihan dosis obat namun batuk tidak berhenti. Jangan membeli obat batuk sembarangan, apalagi terpengaruh iklan. Karena itu tadi, batuk harus diketahui dahulu apa penyebabnya.

Alasan kedua, batuk bukanlah penyakit yang mampu membunuh dalam satu hari. Berbeda dengan panas atau demam yang kalau tidak diobati segera maka mampu menjadikan kejang dan kematian. Membiarkan anak batuk menunggu sampai sore bukanlah hal yang membahayakan. Makara daripada stock obat batuk, lebih baik Mommy stock parasetamol dan kunyit serta madu.

Berbicara perihal DSA, DSA aku kali ini patut diacungi jempol. Sudah hampir setahun aku ganti-ganti DSA terus untuk mencari Dokter anak yang indah di Denpasar. Ga banyak yang yang dicoba, paling hanya 5 DSA, DSA terakhir direkomendasikan oleh SPOG yang dulu. Dan ternyata, aku dan suami merasa cocok dengan DSA yang ini. Penjelasan mengapa dia menunjukkan pengobatan masuk akal, selain juga ramah dan komunikatif. Hanya saja, ramenya itu loh. Harus antri agak lama. Bagi mommy yang butuh, japri aja ya. hehehhehe....

Sekarang, batuknya Cuta sudah membaik. Panas juga sudah turun dan tidak naik-naik lagi. Keringatnya sudah masam lagi (bagi aku tanda bahwa kondisinya sudah membaik). Hanya saja dia sedang susah makan, GTM lagi. Duh, walau kemarin udah hampir 3 bulan berperang dengan GTM, sekarang menghadapi GTM jadi repot juga. Aduh....

Minggu, 17 Desember 2017

Obat Herbal untuk Mengatasi Batuk pada Balita

Kali ini, saya mau share sedikit problem obat herbal. Pertama kali jadi ibu, saya memang bertekad untuk tidak ketergantungan dengan obat dokter. Maklumlah, begitulah newbie yang belum berpengalaman, menduga semuanya gampang dan mudah diatur. Hingga ketika si cuta tiba tiba sakit, barulah saya kalap. Apalagi sakitnya tidak sembuh sembuh yang menyebabkan saya terpaksa membawanya ke dokter. Sejak dikala itu, saya rasanya parno setiap si kecil sakit, terutama panas. Saking takutnya ia panas, sering saya cek suhu tubuhnya setiap bangkit tidur. Pernah ketika ia lewat setahun, ia demam. Begitu paniknya kami, sampai gres paginya panas, sorenya sudah saya ajak ke dokter. Waktu kami berpikir, semakin cepat dibawa ke dokter semakin baik. Padahal, dokter sendiri bukan yang kuasa yang begitu pasien datang eksklusif tahu penyakitnya apa.

Jadilah obatnya mubasir. Waktu itu dikasi antibiotik, padahal penyebab panasnya ialah virus yang membuatnya demam tinggi hampir empat pulih derajat selama lima hari. Berarti si cuta percuma minum antibiotik. Yah, itulah pengalaman. Pengalaman sekali ternyata tidak bikin jera. Kenapa? Karena gres seminggu sembuh, ia demam tinggi lagi. Ke dokter lagi, antibiotik lagi padahal penyakit yang bergotong-royong ialah virus apa itu namanya yang sejenis campak namun lebih ringan. Well, berbekal dua kali antibiotik nyasar itu Lah alhasil saya mulai berpikir bahwa sakit anak itu sebaiknya jangan panik. Terutama sekali kalau demam. Demam bukanlah penyakit, melainkan gejala sebuah penyakit. Jika demam gres sehari, dokter seberpengalaman apapun belum mampu membuat diagnosis kalau tidak disertai batpil. Dulu, cuta demam karena imunisasi saja saya takutnya minta ampun, padahal demamnya paati akan berhenti. Kaprikornus memang ya ketenangan itu perlu banget biar anak tidak malah minum obat secara berlebih. Eh, kok malah ngelantur.


Saya posting hari ini cuman mau share cara ngatasin batuk anak tanpa obat kimiawi alias herbal. Resepnya simple banget, kencur diparut dan diambil airnya. Kalau ga dapat airnya, dicampur dengan dua sdm air lalu saring. Campur dengan sedikit garam dan mulailah cekoki. Yang punya madu, mampu juga ditambahkan. Saya berikan sekali sehari sih. Resep ini saya dapat dari forum TUM alias the urban mama. Saya dua kali praktekan dan berhasil walau tidak seketika. Mungkin khasiat tidak tidak sama untuk batuk yang disebabkan penyakit kronis. Sekian dulu sharingnya ya mom.

Sabtu, 09 Desember 2017

Mengenali Batuk pada Bayi

Batuk yaitu cara badan untuk  melindungi diri sendiri. Batuk berfungsi sebagai metode yang digunakan badan untuk menjaga kebersihan akses udara, membersihkan dahak di tenggorokan, postnasal drip (lendir hidung yang menetes ke adegan belakang tenggorokan), atau kepingan makanan yang salah masuk.
Untuk menjalankan fungsi itu, ada dua jenis batuk yaitu:

  • Batuk kering: Jenis batuk yang terjadi saat bayi merasa  cuek atau alergi. Batuk jenis ini membantu membersihkan postnasal drip atau iritasi akhir sakit tenggorokan.
  • Batuk basah: Jenis batuk ini yaitu hasil dari penyakit pernapasan yang disertai infeksi bakteri. Ini menyebabkan dahak atau lendir (yang mengandung sel-sel darah putih untuk membantu melawan kuman) untuk membentuk di akses udara bayi. 

Bayi berumur kurang dari 4 bulan biasanya tidak sering batuk, jadi saat batuk itu menimpa bayi umur 0-4 bulan maka itu artinya serius. Pada kondisi dingin, jikalau bayi ibu batuk keras mampu jadi yaitu respiratory syncytial virus (RSV), infeksi virus berbahaya bagi bayi.

Kemudian berdasarkan penyebabnya, ibarat dilansir oleh ayahbunda.co.id, batuk mampu disebabkan oleh dua hal:

Batuk alergi.
Salah satu alergen untuk akses napas disebut inhalan, karena zat-zat yang beterbangan di lingkungan terhirup oleh tubuh. Inhalan yang paling banyak mengakibatkan alergi yaitu bubuk rumah, yang biasanya mengandung tungau (sejenis kutu kecil) bubuk rumah, partikel dari asap rokok, serpihan kulit binatang, serbuk sari tumbuhan, dan zat-zat kimia yang disemprotkan (obat nyamuk, minyak wangi, dan hairspray). Namun, alergen juga dapat berupa makanan, misalnya makanan ringan yang mengandung zat pewarna atau zat pengawet.

Jika anak kebetulan alergi dan mengisap inhalan, maka selaput lendir pada akses pernapasannya akan terangsang untuk menghasilkan lendir lebih banyak dari biasanya. Akibatnya? Terjadi pembengkakan (edema). Ujung-ujung saraf dalam selaput lendir menjadi terangsang, dan batuklah ia.

Jika pembengkakan terjadi pada akses pernapasan atas, yaitu di hidung, maka hidung akan tersumbat dan balita pun pilek. Biasanya, sih, disertai juga bersin-bersin. Sebaliknya, jikalau pembengkakan pada akses pernapasan bawah, yaitu akses di paru-paru secara menyeluruh, maka terjadi penyempitan akses pernapasan. Akibatnya, anak uhuk-uhuk, sesak, dan napasnya berbunyi (mengi) alias asma.

Batuk non-alergi. 
Batuk jenis ini disebabkan infeksi kuman, terutama jenis virus dan bakteri. Proses pembengkakannya hampir sama dengan batuk alergi. Begitu kuman penyakit masuk, selaput lendir pada akses pernapasan membengkak dan rusak. Akibatnya, produksi lendir berlebihan, hidung tersumbat, dan muncullah batuk.

Batuk non-alergi biasanya disertai demam dan gejala lainnya. Jenis basil yang sering jadi biang keladi infeksi akses pernapasan atas akut (ISPA) yaitu Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae. Tidak jarang, batuk yang bersifat kronis dikarenakan jenis basil penyebab penyakit tuberkulosis (TBC).

Cara Alami mengatasi Batuk pada Anak
Kadnag, jikalau dibawa ke dokter, anak akan diberi antibiotik. beberapa orangtua biasanya mengurangi penggunaan antibiotik, sehingga lebih memilih obat biasa atau bahkan obat tradisional.

Yang sering saya lakukan untuk mengatasi batuk anak dengan ramuan tradisional yaitu dengan kencur, jeruk nipis dan madu.

Kencur diperas, kemudian diperas di atas saringan teh. Baru kemudian campurkan dengan perasan jeruk nipis dan madu. Kadang anak memuntahkannya kembali karena rasa kencur yang pedas, untuk menyiasatinya tambahkan madu yang banyak jadi rasanya manis.

Kenali Croup pada Bayi dan Anak


Apa itu Croup?
Croup atau yang sering disebut dengan Laryngotracheobronchitis adalah penyakit pernapasan umum di mana pita bunyi (laring) dan kawasan tenggorokan (trachea) meradang. Croup biasanya disebabkan oleh virus, menyerupai virus parainfluenza, adenovirus, atau respiratory syncytial virus (RSV). Croup dikaitkan dengan batuk keras, batuk menggonggong dan pernapasan yang berisik. Croup terjadi paling sering pada simpulan trend dingin, terutama pada belum dewasa antara usia 3 bulan dan 5 tahun. 

Gejala dan Tanda Croup
Croup biasanya dimulai eperti flu biasa dengan pilek dan demam. Setelah beberapa hari, bunyi anak akan tampak serak dan anak akan mengalmai batuk yang keras. Suara batuknya sendiri terdengar menyerupai gonggongan anjing laut. 

Anak juga mungkin memiliki duduk perkara menarik udara ke paru-paru karena peradangan di terusan napas. Suara berisik yang terjadi ketika menghirup disebut stridor. Batuk dan kesulitan bernafas terjadi paling sering di malam hari atau di di tengah malam. Dalam kasus croup spasmodik, anak mungkin tidak memiliki gejala flu sebelum batuk dimulai, tapi batuk dan gejala pernapasan yang sama menyerupai pada anak dengan Croup menular. 



Anak-anak yang lahir prematur atau belum dewasa dengan asma yang diketahui bisa mengalami  gejala Croup yang lebih parah. Secara umum, bagaimanapun, croup hilang dalam beberapa hari, meskipun gejala sesekali dapat menjadi parah. Kadang-kadang seorang anak yang mengalami kesulitan bernafas bisa emnderita batuk yang cepat, nafas tersengal-sengal atau dikombinasikan dengan batuk yang menggonggong. Warna kulit anak mungkin pucat dan biru di sekitar verbal karena kekurangan oksigen. Jika ibu melihat gejala serius ini, maka cepatlah bawa anak ke dokter.

Cara Mencegah Croup
Sulit untuk mencegah anak dari terserang Croup mengingat virus flu umum juga bisa menjadikan Croup. Sering  mencuci tangan dan menghindari kontak akrab dengan orang yang sakit dapat mengurangi risiko infeksi. 

Pengobatan untuk Croup
Antibiotik tidak membantu karena croup biasanya disebabkan oleh virus, bukan oleh bakteri. Jika anak menderita croup untuk pertama kalinya, hubungi dokter segera jikalau ada tanda-tanda kesulitan bernapas, dehidrasi, demam tinggi, air liur, dan ketidakmampuan untuk menelan air liur. Ini mungkin merupakan tanda dari epiglottitis akut, abuh yang jarang namun berpotensi mengancam nyawa dari epiglotis. 
 
kondisi larink dikala menderita Croup
Jika anak menderita croup sebelum dan ibu mengenali gejala-gejalanya, cobalah langkah-langkah ini:
  • Berikan anak banyak cairan.
  • Topang anak di tempat tidur dengan bantal dan menjaga badan episode atas terangkat sehingga dia akan bernapas lebih mudah.
  • Beberapa anak merasa lebih baik ketika mereka menghirup udara hambar dan basah. Membawa anak ke jendela yang terbuka atau membuka pintu freezer.
  • Anak-anak lain membaik setelah menghirup hangat, udara beruap. Bawa anak ke kamar mandi setelah mengisi kolam dengan air hangat selama 10 menit. Minta anak menghirup uang lembab secara pribadi atau melalui handuk basah. Jika menggunakan handuk basah, bisa juga dilakukan di kamar.

Tidurlah cukup akrab untuk anak sehingga Ibu bisa mengamati perjalanan penyakit. Gejala dapat meningkatkan di siang hari, tetapi memperburuk lagi untuk dua atau tiga malam. 

segera hubungi dokter jikalau anak tidak juga bisa bernapas dengan lebih mudah setelah perawatan di atas. Anak mungkin butuh oksigen, obat-obatan untuk membuka jalur napas dan cairan infus.

(sumber : parents.com)

Kamis, 07 Desember 2017

Mengenali Jenis dan Gejala Batuk pada Bayi

Makanan bayi sehat – Penyakit apa yang paling sering diderita oleh bayi? Iya, batuk. Kadang disertai pilek. Batuk pilek merupakan penyakit gabungan, yang kadang datang bersama-sama, bergantian atau pun terpisah.

Batuk, meskipun kadang suaranya sangat memprihatinkan, tetapi lebih sering bukan sebuah gejala penyakit yang serius. batuk pada bayi juga menjadi salah satu mekanisme penting untuk membersihkan susukan udara di dalam dada dan tenggorokan. Untuk kasus-kasus ringan, Ibu mampu menggunakan solusi sederhana untuk menghilangkan batuk. Khusus untuk kondisi yang lebih serius, maka Ibu perlu mencari pemberian dokter.

Kemungkinan Penyebab Batuk pada Bayi


Batuk Kering
Batuk kering sering merupakan indikasi alergi atau hambar pada bayi. Batuk semacam ini dapat membantu menghilangkan iritasi yang dirasakan oleh bayi yang menderita infeksi tenggorokan.

Batuk berair / berdahak
Batuk berair seringkali menjadi iindikasi penyakit pernapasan yang berasal dari infeksi bakteri. Batuk semacma ini dapat menghasilkan pembentukan lendir atau dahak di susukan napas bayi. Sel darah putih yang memerangi kuman dapat ditemukan dalam lendir atau dahak.

Batuk Barky (barky: menyalak)
Pembengkakan pada episode atas dari trakea atau laring mampu menjadikan terjadinya batuk barky. Alasan untuk pembengkakan ini biasanya Croup, di mana susukan udara kecil anak menjadi infeksi sehingga membuatnya sulit untuk bernapas. Penyebab Croup termasuk infeksi basil atau alergi.

Croup dapat disebabkan oleh alergi, perubahan suhu pada malam hari, dan yang umum yakni infeksi susukan napas atas. Ketika susukan napas anak mengalami inflamasi, akan terjadi pembengkakkan bersahabat atau di bawah pita suara, membuat anak sulit bernapas. Anak di bawah usia 3 tahun cenderung terserang croup karena batang tenggoroknya sempit.

Croup dapat terjadi tiba-tiba, di tengah malam dikala anak tidur. Sering disertai bunyi keras ketika anak menarik napas.

Batuk Rejan
Merupakan salah satu ciri dari penyakit pertusis, penyebab batuk rejan yakni basil dengan nama Bordetella Pertussis. Penyakit ini ditandai dengan batuk yang diakhiri dengan bunyi keras dikala anak menarik napas. Batuk rejan biasanya disertai dengan gejala ibarat bersin-bersin, demam ringan dan pilek. Walaupun pertusis dapat terjadi pada semua usia, umumnya terjadi pada balita di bawah usia 1 tahun yang tidak diimunisasi. Vaksin pertusis yang merupakan episode dari imunisasi DPT (Difteri, Tetanus, Pertusis) rutin diberikan dalam 5 dosis sebelum anak berusia 6 tahun. Penting untuk mengikuti jadwal imunisasi yang disarankan oleh dokter.

Pertusis sangat menular. Bakteri dapat menyebar antar insan di udara melalui percikan cairan dari hidung atau ekspresi orang yang terinfeksi, yang dapat keluar karena bersin, batuk atau tertawa. Orang lain dapat juga terinfeksi karena menghirup percikan atau menyentuh ekspresi atau hidung yang terkena percikan.

Batuk Rejan dengan Napas berbunyi (mengi)
Batuk yang disertai bunyi napas mampu menjadi tanda dari bengkkanya susukan napas bawah paru-paru anak. Suara mengi terjadi ketika bayi mengembuskan napas dikala batuk. Asma atau bronkitis yakni alasan untuk jenis batuk

Batuk Malam hari
Banyak batuk bertambah buruk di malam hari karena penyumbatan dalam hidung dan sinus yang mengalir sepanjang tenggorok dan menjadikan iritasi ketika anak berbaring. Ini menjadi duduk perkara kalau anak sulit untuk tidur. Asma juga dapat memicu batuk di malam hari karena susukan napas cenderung menjadi sensitif dan mudah teriritasi pada malam hari.

Batuk Siang hari
Alergi, asma, dingin, dan infeksi pernapasan dituding sebagai penyebab batuk di siang hari. Udara hambar dan acara yang berat dapat memperparah batuk ini, namun biasanya akan mereda di malam hari ketika anak beristirahat. Perlu untuk meyakinkan bahwa di rumah tidak ada satu pun yang membuat anak batuk ibarat pengharum ruangan, binatang peliharaan, dan asap (terutama asap tembakau)

Batuk dengan Demam
Batuk yang disertai demam dan hidung berair biasanya terjadi karena flu. Namun kalau demam melewati 39 derajat celcisus, dapat berarti pneumonia, terutama kalau anak terlihat lesu dan bernapas dengan cepat. Pada keadaan ini, segera hubungi dokter anak.

Batuk dengan Muntah

Umumnya anak batuk karena dipicu oleh refleks penyumbatan. Ini bukan hal yang berbahaya, kecuali kalau muntah tidak berhenti-berhenti. Anak yang menderita batuk disertai flu atau asma dapat muntah kalau terlalu banyak lendir mengalir ke dalam perut dan menjadikan mual.

Batuk Menetap / Persisten
Batuk mampu berlangsung selama berminggu-minggu kalau disebabkan oleh infeksi sinus, alergi atau asma. Batuk yang disebabkan flu dapat hilang dalam seminggu, kecuali anak anda mengalami flu lagi setelahnya. Batuk yang berlangsung lebih dari 3 ahad menjadi batuk menetap dan harus diperiksa oleh dokter.

Kapan Harus Menghubungi Dokter Anak?
Kebanyakan batuk pada anak tidak perlu dikhawatirkan. Namun konsultasikan dengan dokter kalau anak anda:
•    Sulit bernapas
•    Bernapas lebih cepat dari biasanya
•    Bibir, wajah atau pengecap berwarna kebiruan
•    Demam tinggi (terutama pada bayi atau keadaan hidung berair; hubungi dokter anak anda kalau bayi di bawah usia 3 bulan mengalami demam)
•    Bayi (usia 3 bulan atau kurang) yang batuk lebih dari beberapa jam
•    Bunyi keras ketika bernapas setelah batuk
•    Batuk berdarah
•    Terdengar bunyi nyaring ketika menarik napas
•    Berbunyi ketika mengembuskan napas (kecuali Ibu telah mengetahui cara mengontrol asma dari dokter anak)
•    Terlihat lesu dan kesakitan

Pengobatan Medis
Salah satu cara mendiagnosa batuk yakni dengan mendengar. Dokter anak akan menentukan pengobatan berdasarkan bunyi batuk yang terdengar.

Karena lebih banyak didominasi penyakit pernapasan disebabkan oleh virus, umumnya dokter tidak meresepkan antibiotik untuk batuk. Jika dokter mencurigai adanya infeksi bakteri, beliau akan meresepkan antibiotik. Beberapa penyakit yang berkaitan dengan batuk akan berkembang dengan sendirinya kemudian.

Kecuali batuk anak anda mengganggu tidur, penggunaan obat batuk tidak diperlukan. Jika anda memilih obat batuk bebas yang menekan batuk, konsultasikan dengan dokter untuk meyakinkan dosis yang sempurna karena setiap obat memiliki efek samping dan mungkin dapat berbahaya bagi bayi dan anak-anak.

Bagaimana menangani batuk pada bayi
 
•    Menjaga anak tetap terhidrasi yakni penting, jadi memberi anak jus merupakan wangsit yang baik. Namun hindari jus jeruk karena mampu mengiritasi tenggorokan. Meningkatkan asupan susu dan juga memberi makan mampu membantu menenangkan tenggorokan yang menambah cairan yang dibutuhkan anak untuk memerangi infeksi.
•    Membuat udara di kamar biar tetap lembab mampu membantu anak tidur nyenya. Atau, bawa bayi ke udara terbuka mampu juga mengatasi batuk, tetapi Ibu tetap harus memastikan untuk membatasi perjalanan bayi di luar ruangan.
•    Istirahat yang banyak penting untuk meringankan gejala batuk pada bayi.
•    Uap dapat menjadi metode yang efektif untuk menghilangkan gejala batuk pada bayi. 
•    Khusus untuk asma. Anak-anak yang menderita asma harus dibawa ke dokter untuk mendapat pengobatan yang tepat.
•    Berikan obat dengan hati-hati. Periksa label sebelum memberi obat bebas, pastikan obat tersebut memang untuk anak-anak.

Rabu, 06 Desember 2017

Manfaat Telur Puyuh untuk Bayi dan Anak

Apakah Mommy sering menyampaikan telur puyuh sebagai menu makanan sehat bayi?

Yap, ternyata itu tindakan cantik loh, Mom. Kenapa? Karena telur puyuh mengandung aneka macam manfaat kesehatan untuk bayi dan anak. Selain itu telur puyuh juga dianggap sebagai alternatif yang sehat untuk belum dewasa yang alergi terhadap telur ayam.

Telur puyuh dianggap sebagai makanan mukjizat untuk pertumbuhan dan perkembangan belum dewasa pada segala usia. Tidak menyerupai telur ayam biasa, telur puyuh menunjukkan risiko yang lebih rendah yang berkaitan dengan alergi dan dengan demikian itu yakni alternatif yang lebih aman.
Mulai kapan bayi bisa diberikan telur puyuh?

Telur puyuh bisa diperkenalkan mulai umur 9 bulan. Mommy bisa mencoba mulai dari menunjukkan hanya kuning telur. Setelah bayi berumur satu tahun, gres berikan telur utuh, dengan takaran satu butir per hari.  Anak-anak berusia antara 3 sampai 7 tahun bisa mengonsumsi telur puyuh 2-3 telur puyuh per hari, tergantung pada kapasitas pencernaan masing-masing. Anak-anak di atas 7 tahun dapat mengonsumsi sekitar 3-5 telur puyuh.

Manfaat kesehatan Telur Puyuh untuk Anak

Karena kandungan nutrisi penting, telur puyuh menunjukkan banyak manfaat kesehatan untuk anak.

Meningkatkan Kekebalan & Memory
Telur puyuh dikenal bisa membantu anak untuk menumbuhkan sistem pertahanan yang berpengaruh dan kekebalan. Telur ini membantu meningkatkan tingkat hemoglobin dan juga membantu badan anak untuk menyingkirkan racun dan setiap senyawa logam lainnya. telur puyuh juga bisa menjaga ginjal, hati dan kandung empedu anak.

Telur puyuh juga dikenal untuk meningkatkan acara otak dan meningkatkan rasa memori. Memperkenalkan telur puyuh dalam makanan anak bisa membantu mereka untuk meningkatkan kemampuan berguru di kelas.

Kaya Vitamin & Mineral:
Salah satu alasan utama mengapa dokter anak di seluruh dunia menyarankan orang bau tanah untuk menunjukkan telur puyuh untuk belum dewasa mereka yakni karena telur ini kaya akan vitamin dan nutrisi yang sehat. Kandungan protein yang sangat tinggi dari telur puyuh akan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan si kecil. Selain itu, telur puyuh juga tinggi vitamin B1 yang sangat penting bagi perkembangan awal anak. Bahkan, kandungan vitamin B1 telur puyuh lebih dari jumlah vitamin B1 yang tersedia di ayam.

Menyembuhkan batuk dan asma:
Apakah anak terus menerus menderita batuk dan asma? Maka sudah saatnya Mommy berkonsultasi dengan dokter anak dan meminta saran dokter dalam memperkenalkan telur puyuh untuk anak. Telur puyuh mengandung nutrisi penting yang akan membantu anak melawan duduk perkara batuk dan asma yang berulang. Kandungan protein tinggi telur puyuh juga membantu dalam meningkatkan kekebalan badan secara keseluruhan.
manfaat telur puyuh untuk anak


Baca: Jamu untuk Mengatasi batuk pada Balita

Meningkatkan pembentukan Sel Darah Merah:
Makanan kaya zat besi alternatif menyerupai telur puyuh misalnya, bisa pembentukan sel-sel darah merah pada anak. Selain itu, kehadiran mineral penting menyerupai potasium dalam telur puyuh pada dasarnya bisa membantu anak untuk mempertahankan tingkat pertumbuhan yang sehat dari tulang, gigi dan kuku.

Mengurangi Kemungkinan Penyakit Terminal:
Telur puyuh memang makanan super untuk anak kecil karena telur puyuh bisa mengurangi potensi anak terkena penyakit terminal menyerupai penyakit jantung, arthritis dan bahkan kanker. Hal ini disebabkan oleh asupan kalium yang tinggi dari telur puyuh, sehingga mengurangi kemungkinan adanya penyakit ini.

Sebuah solusi gizi untuk anak yang alergi telur ayam :
Banyak anak menderita alergi terhadap telur ayam, sehingga badan mereka kekurangan vitamin B1. Telur puyuh merupakan alternatif untuk belum dewasa dengan alergi ini. kenapa? Karena kehadiran protein yang disebut ovomucoid, telur puyuh tidak hanya mencegah kemungkinan alergi, tetapi juga pada ketika yang sama itu akan membantu anak untuk melawan tanda-tanda formasi alergi potensial dalam tubuh.


Lalu bagaimana caranya menyampaikan telur puyuh pada bayi?
Mommy bisa mencampurkan kuning telur yang sudah direbus ke bubur bayi. Hindarkan mencampur kuning telur pribadi pada ketika pembuatan bubur karena bisa membuat bubur menjadi amis.
Baca

baca juga : Mengenalkan Kuning Telur pada Makanan Bayi 

Perhatian: Sebelum Memperkenalkan Telur Puyuh untuk anak

Meskipun anak memiliki kemungkinan alergi telur puyuh lebih kecil ketimbang terhadap telur ayam, maka dianjurkan untuk memperkenalkan telur puyuh )walaupun kuning saja) setelah umur 1 tahun. terutama kalau orang bau tanah memiliki riwayat alergi ini. konsultasi dengan dokter untuk mengetahui resiko-resiko yang kemungkinan terjadi.

Selasa, 05 Desember 2017

Manfaat Minyak Zaitun untuk Bayi

Seperti kita tahu, minyak zaitun terkenal alasannya yaitu manfaatnya untuk kesehatan, kulit, dan rambut. Sejak lama, minyak zaitun telah menjadi episode dari beberapa dapur rumah di seluruh dunia. Hal ini mampu membuat kita percaya bahwa aman digunakan untuk bayi juga.

Apa itu minyak zaitun?

Minyak zaitun yaitu lemak yang diperoleh dengan mengolah seluruh buah zaitun, yang merupakan buah dari tanaman pohon tradisional di Cekungan Mediterania, diberi nama olea europaea.

•    Minyak yang diproduksi dengan cara mekanis dan tanpa perawatan kimia disebut minyak perawan
•    Minyak zaitun extra virgin murni tanpa materi kimia embel-embel atau perawatan suhu. Ini diambil dari buah pohon zaitun, yang terbebas dari penyakit, dipanen pada waktu yang tepat, dan segera diproses.

Beberapa postingan sudah memuat wacana manfaat minyak zaitun terutama untuk Mpasi atau makanan bayi. Manfaat itu mampu dilihat di:


Apa itu Extra Virgin Olive Oil (EVOO)
Penambahan Minyak/Butter/Lemak pada Makanan Bayi
Berbagai Bahan dan Merk Makanan untuk Bayi

Nah, kali ini mari mari kita bahas minyak zaitun secara menyeluruh.




Konstituen Dan Nilai Nutrisi Minyak Zaitun
Menurut USFDA, satu sendok makan minyak zaitun mengandung:
•    Kalori: 119
•    Lemak: 13.50gm
•    Karbohidrat: 0
•    Lemak jenuh: 2gm
•    Serat: 0
•    Protein: 0
•    Vitamin E: 1,8mg
•    Vitamin K: 8,1 mikrogram

Minyak Zaitun terdiri dari ester trigliserida campuran asam oleat, asam palmitat, dan asam lemak lainnya, selain bekas sterol dan squalene. Fenol termasuk tirosol, oleocanthal, hydroxytyrosol, dan oleuropein adalah:

FATTY ACIDPERCENTAGE
Oleic acid55 to 83%
Linoleic acid3.5 to 21%
Palmitic acid7.5 to 20%
Stearic acid0.5 to 5%
α-Linolenic acid0 to 1.5%
Manfaat Minyak Zaitun untuk Bayi

Selain dari urusan gizi minyak zaitun untuk Mpasi Bayi, ada pula manfaat lainnya, yaitu:

Minyak Zaitun Untuk Pijat Bayi

Pijat bayi yaitu waktu yang berkualitas untuk memperkuat ikatan orang bau tanah dengan bayi (bonding). Pijat menenangkan si kecil dan memperbaiki kualitas tidur, pertumbuhan, dan kesehatannya.

Aspek penting dalam pijat bayi yaitu adalah pemilihan minyak yang tepat. Banyak orang bau tanah telah menggunakan minyak zaitun untuk pijat bayi tanpa dilema atau keluhan. Berikut yaitu beberapa manfaat pijat minyak zaitun untuk bayi:

•    Minyak zaitun diketahui membuat kulit bayi halus, berkilau, dan sehat. Minyak ini yaitu lotion manikur yang rupawan dan pelembab tepat untuk kulit bayi.
•    Minyak memiliki kekuatan regeneratif di atas jaringan kulit dan membantu menjaga kulit tetap kencang.
•    Karena minyak zaitun kaya akan lemak sehat, vitamin E, anti-oksidan fenolik, asam squalene dan oleat, pijat biasa dapat membantu mempertahankan warna kulit yang baik, meningkatkan kesehatan tulang dan otot.
•    Minyak zaitun mampu digunakan baik dalam cuaca hambar maupun panas.


Minyak Zaitun Dalam Makanan Bayi

Mengingat nilai nutrisinya yang kaya, minyak zaitun merupakan pilihan terbaik untuk memasak. Tapi apakah aman untuk disertakan dalam makanan bayi?

•    Dianjurkan untuk menggunakan minyak zaitun dalam makanan bayi setelah enam bulan seusia mereka.
•    Termasuk minyak zaitun extra virgin  dalam makanan bayi mampu bermanfaat dalam meningkatkan kesehatan dan perkembangan otak mereka.
•    Konsumsinya membantu melindungi bayi terhadap aterosklerosis  dan hiperkolesterolemia
•    Namun, jangan menggunakan lebih dari 1/4 sendok teh minyak zaitun dalam makanan bayi seharga dua ons. Konsumsi berlebihan menimbulkan diare.


Minyak Zaitun Untuk Konstipasi Pada Bayi

Salah satu tip alami untuk mengurangi sembelit pada bayi atau menenangkan bayi kolik yaitu dengan menggosokkan minyak zaitun hangat ke perut bayi dengan gerakan searah jarum jam. Cara ini yaitu untuk mencegah gas dan memastikan tidur si bayi menjadi nyenyak.

Penambahan minyak zaitun dalam makanan bayi juga membantu dalam mengatasi sembelit. Banyak orang bau tanah menggunakan minyak zaitun sebagai pencahar untuk menyembuhkan sembelit. Namun, pemakaian minyak zaitun sebagai obat ini belum didukung oleh penelitian sehingga sangat dianjurkan untuk meminta saran dokter untuk mengatasi sembelit pada bayi.

Baca: Cara Mengatasi Susah BAB (Sembelit)  pada Bayi

Minyak Zaitun Untuk Cradle Cap

Minyak zaitun ternyata efektif dalam menyembuhkan cradle cap, yaitu suatu bentuk ketombe yang menimbulkan terbentuknya lapisan kulit kering dan terkelupas di kepala bayi. Sifat menghidrasi minyak zaitun akan menjadi obat alami dalam menghilangkan lapisan ini pada kepala bayi. Cara penggunaannya adalah:

•    Oleskan minyak zaitun ke kulit kepala bayi.
•    Pijat dengan kain lap atau sikat lembut dan biarkan selama 10 hingga 20 menit.
•    Jika kerak tebal, biarkan minyak meresap ke dalamnya dalam semalam.
•    Kemudian, basuh kulit kepala secara menyeluruh dengan menggunakan sampo ringan dan air hangat.
•    Gunakan sisir untuk menghapus kerak yang dilonggarkan dengan lembut dari kulit kepala bayi.

Selain itu, mengoleskan minyak zaitun mampu membantu menguatkan rambut bayi, selain melembutkan rambut yang kasar.

 Minyak Zaitun Untuk Ruam Popok

Menggunakan campuran minyak zaitun ternyata juga bermanfaat untuk menjaga ruam popok.

•    Campuran ini dibuat dengan mencampur dua sendok makan minyak zaitun dengan satu sendok makan air.
•    Gosokkan pada telapak tangan dan usapkan secara perlahan pada alat kelamin dan bokong bayi.
•    Jika masalahnya tidak mereda, hubungi dokter.

Minyak Zaitun Untuk Bayi ketika Batuk

American Academy of Pediatrics menyarankan dokter untuk merekomendasikan pengobatan rumah alami untuk batuk pada bayi . ketika bayi sakit, ASI yaitu pengobatan yang terbaik. Tambahannya, Ibu mampu membantu penyembuhan dengan menggunakan minyak zaitun sebagai minyak gosok.

•    Campur tiga hingga empat sendok teh minyak zaitun dengan dua hingga tiga tetes rosemary, eucalyptus, dan minyak peppermint.
•    Gosokkan campuran di dada dan punggung bayi.
•    Lakukan sebelum bayi tidur semoga tidurnya nyenyak.

Minyak Zaitun Untuk Bayi prematur

Uji klinis telah menemukan bahwa minyak zaitun, kalau dikombinasikan dengan minyak kedelai, memiliki profil lipid yang serupa dengan ASI, dan memiliki kegunaan sebagai nutrisi parenteral (intravena) untuk bayi prematur.
Dokter merekomendasikan minyak zaitun untuk bayi dengan berat lahir rendah atau bayi dengan kesulitan menyusui.

Senin, 04 Desember 2017

Manfaat kencur untuk Batuk pada Bayi dan Balita

Salah satu manfaat kencur untuk bayi ialah sebagai obat batuk. Saya sering menggunakan materi ini untuk meredakan batuk, terutama batuk berdahak karena kencur bermanfaat sebagai pengencer dahak.
Namun untuk bayi, tentu sulit menggunakan materi ini karena bayi biasanya tidak menyukai rasa kencur yang pedas.

Karena anak aku sudah bukan bayi lagi, aku mampu memperlihatkan kencur ini sebagai obat batuk. Sebagai pengurai rasa pedas, aku gunakan madu.

Kencur aku parut, kemudian peras airnya. Karena hasil parutannya pasti sedikit, maka aku memeras dengan menggunakan saringan teh. Parutan kencur aku taruh di saringan, kemudian tekan-tekan dengan menggunakan sendok. Airnya akan jatuh ke dalam gelas.

Kemudian, aku peras jeruk nipis ke parutan kencur di saringan dan kembali ditekan-tekan. Terkadang aku tambahkan sedikit air biar ekstrak kencur yang didapat semakin banyak.

Campuran antara kencur, jeruk nipis kemudian ditambahkan madu. Pemberian madu tentunya hanya dianjurkan untuk bayi di atas umur setahun ya. Agar rasanya lebih mampu diterima, madu aku tambahkan dalam jumlah yang lebih banyak.

Saya tidak pernah menggunakan takaran pasti untuk memanfaatkan kencur sebagai obat batuk ini. namun untuk menerima ekstrak kencur yang banyak, aku juga gunakan banyak kencur. Jamu ini kemudian aku berikan dua kali sehari. Biasanya dalam waktu dua hari, batuknya akan mereda.

Baca juga : Mengenali Batuk pada Bayi

Apakah Kencur aman untuk bayi  di anak-anak 6 bulan?

Menurut dr. Citra Roseno (seperti yang dimuat di website klikdokter.com),  kencur memang mengagumkan untuk mengurangi gejala batuk, tetapi untuk orang remaja dan anak-anak yang lebih besar. Nutrisi dan obat alami terbaik untuk bayi usia sampai 6 bulan hanyalah Air Susu Ibu atau ASI eksklusif.

 Menurut beliau, batuk serta pilek pada bayi pada umumnya disebabkan oleh nanah virus. Infeksi virus akan sembuh sendiri (self limiting disease) dan umumnya akan berlangsung antara 3-14 hari tergantung daya tahan badan anak dan tergantung ada tidaknya penderita flu di rumah atau orang yang sering berkontak dengan anak. Jika memang ada penderita flu di sekelilingnya, maka anak akan sangat potensial untuk sering mengalami batuk-pilek. Kemungkinan kedua penyebab batuk pilek pada bayi ialah alergi.

Jika selama 7-10 hari  sejak sakit, tidak tampak adanya perbaikan gejala pada anak, bila memang anak juga sudah semakin sulit bernapas dan ingus atau dahak menjadi semakin kuning-kehijauan, atau kalau perlindungan ASI terganggu atau tidak dapat maksimal, maka disarankan biar memeriksakan buah hati ke dokter seorang andal anak untuk pemeriksaan fisik dan terapi yang paling tepat.

Selain untuk batuk, minum perasan kencur juga mampu membantu anak untuk mempertahankan kekebalan badan dan meningkatkan nafsu makan.


Baca juga : Menambah Nafsu makan anak dengan madu

Kamis, 30 November 2017

Manfaat dan Cara Mengolah Kunyit untuk Bayi

Apakah Ibu berpikir untuk memasukkan kunyit dalam makanan bayi tapi khawatir hal itu mampu membahayakannya? Apakah Ibu ingin tahu seberapa rupawan kunyit untuk bayi?

Kunyit memperlihatkan sejumlah manfaat kesehatan bagi anak. Kunyit membantu dalam meningkatkan kekebalan anak, membantu anak ketika jatuh sakit. Selain itu, kunyit ialah anti oksidan yang ahli dan membantu anak pulih dari segala bentuk kerusakan jaringan. Kunyit juga merupakan biro anti-mikroba alami yang melawan mikroorganisme dari sistem anak  dan membuatnya tetap sehat. Selain itu, kunyit juga membantu anak untuk melawan flu.

Apakah Kunyit Aman Untuk Bayi?

Kunyit aman dikonsumsi oleh bayi. Tapi, bayi tidak butuh kunyit untuk pertumbuhan optimalnya. Jadi, batasi jumlah kunyit yang Ibu berikan pada bayi. Konsultasikan dengan dokter bayi kalau Ibu ingin memberi makan kunyit. Bumbu ini mampu mengganggu daya kerja obat-obatan tertentu dan juga menimbulkan komplikasi kalau bayi Ibu menderita persoalan medis tertentu.

Karena kunyit memiliki khasiat penyembuhan luka, pengaplikasian luar  dianggap aman untuk bayi. Bila dicampur dengan susu atau krim, kunyit mampu digunakan untuk menjaga kelembutan kulit bayi dan sebagai obat alami. Tapi yang terbaik ialah bertanya kepada dokter bayi sebelum menggunakan kunyit untuk bayi dalam bentuk apa pun, baik itu melalui makanan atau sebagai aplikasi topikal.

Begitu bayi Ibu cukup bau tanah untuk mengonsumsi makanan padat, Ibu mampu mengenalkan kunyit kepadanya melalui makanan. Tapi lakukan hanya kalau tidak ada komplikasi atau risiko pada anak karena adanya asupan obat atau kondisi medis.


 Baca juga : Manfaat kencur untuk Batuk pada Bayi dan Balita

Memberikan Kunyit untuk Anak

Kunyit dapat diberikan kepada anak dalam banyak cara dan bentuk. Ini mampu ditambahkan sebagai bumbu makanan dan membuat makanan enak. Menambahkan kunyit ke ayam dan ikan akan membuat anak menyukai hidangan tersebut. Kunyit tidak hanya akan meningkatkan rasa daging tapi juga pada ketika bersamaan akan membantu anak mencernanya lebih cepat.

Kunyit juga mampu ditambahkan dalam susu. Ibu mampu membuat anak minum susu dengan kunyit secara teratur. Minum susu kunyit akan menghindarkannya dari segala jenis gangguan pencernaan dan di ketika yang sama akan memberi perubahan pada rasa.

Kunyit mampu dibuat menjadi pasta dan dioleskan secara topikal pada kulit anak. Ini membantu menyembuhkan luka bakar atau luka bakar. Pasta harus cukup tebal dan kering di kawasan yang terkena. Penggunaan topeng kunyit juga mampu meningkatkan kualitas kulit anak. Ini akan membantu menjaga kelembutan kulit

Manfaat Kesehatan Kunyit Bagi Bayi:

Kunyit memiliki banyak manfaat kesehatan yang didapat baik melalui konsumsi maupun pemakaian dari luar:
  • Curcumin ialah salah satu komponen bioaktif kunyit dan dianggap berkhasiat untuk memperlihatkan kelegaan dari gangguan neurodegeneratif menyerupai multiple sclerosis, penyakit Alzheimer, dan penyakit Parkinson. Ini juga membantu melawan depresi.
  • Sifat antioksidan yang kuat dari kunyit dapat mendukung perawatan kanker. Kunyit membantu meringankan geja-gejala sakit di kulit, usus besar, prostat dan dan kanker payudara. Aplikasi topikalnya membantu meningkatkan perawatan kanker kulit.
  • Kunyit memiliki khasiat anti-inflamasi dan oleh karena itu sangat membantu selama pengobatan osteoarthritis
  • Kunyit juga memiliki khasiat antimikroba dan melindungi badan dari nanah virus dan bakteri.
  • Hal ini juga baik untuk kesehatan hati dan memperbaiki pencernaan. Kunyit juga mampu menyembuhkan borok peptik dan memperbaiki pergerakan usus. 
  • Meningkatkan Pencernaan. Konsumsi kunyit, secara teratur, mampu meningkatkan kapasitas pencernaan anak. Sifat anti oksidan rempah cenderung melindungi lapisan perut anak. Ini mencegah cairan pencernaan melukai lapisan perut.
  • Meningkatkan Imunitas.Kunyit ialah penguat kekebalan yang hebat. Ini akan melindungi anak dari segala jenis penyakit. Penyakit umum menyerupai flu dapat dicegah kalau anak mengonsumsi kunyit secara teratur. Kunyit akan melindungi sistem pernapasan anak. Oleh karena itu, kalau Ibu berencana menambahkan bumbu lezat ini dalam makanan anak, kemungkinan besar ia akan jatuh kurang sakit.
  • Melindungi Peluruhan Gigi. Kecanduan anak terhadap permen dapat menimbulkan persoalan serius dengan giginya. Dalam kasus tersebut, memijat gigi dengan kunyit panggang membantu mencegah pembusukan. Kunyit juga mampu menyembuhkan sakit dan gusi berdarah, pada anak-anak.
  • Mengobati Asma. Bahan kimia dan enzim yang ada dalam kunyit dikenal karena sifat anti-inflamasinya. Itulah sebabnya kunyit sangat kuat terhadap penyakit dan penyumbatan basil yang ditemukan di susukan pernapasan anak. Dengan cara ini kunyit dapat menyembuhkan asma dengan membersihkan segala jenis persoalan yang ditemukan pada persoalan pernapasan anak.

 

Efek Samping Dari Kunyit Untuk Bayi:

Berlatihlah berhati-hati untuk menggunakan kunyit untuk bayi . Beberapa efek samping yang mampu dipicu antara lain:
  • Kunyit mengganggu obat tertentu menyerupai pengencer darah dan obat-obatan untuk mengurangi produksi asam lambung. Beberapa obat pengencer darah yang umum ialah Aspirin, Ibuprofen, Warfarin, Clopidogrel, dan lain-lain. Obat untuk mengurangi asam lambung mampu termasuk Cimetidine, Omeprazole, Famotidine, Ranitidine dan lain-lain. Jadi, kalau Ibu sedang menyusui dan minum obat ini, hindari mengkonsumsi kunyit. Tindakan pencegahan yang sama berlaku kalau anak Ibu menggunakan obat untuk kondisi medis yang sama.
  • Hindari kunyit kalau bayi sedang mendapat pengobatan untuk kandung empedu atau diabetes. Jika bayi dijadwalkan menjalani perawatan bedah, hindari memberi makan kunyit karena mampu mengganggu sifat pembekuan darah. Dalam kasus tersebut, ibu yang sedang menyusui anak mereka juga harus menghindari mengkonsumsi kunyit. 
Salah satu penemuan paling menarik ihwal kunyit dalam hal nutrisi bayi adalah, kunyit mampu membantu mencegah leukemia pada masa kanak-kanak . Seperti yang dijelaskan pada artikel tahun 2004 dari www.leukaemia.org, kemungkinan kekerabatan antara kunyit dan tingkat leukemia anak yang lebih rendah ditemukan setelah para ilmuwan memperhatikan bahwa belum dewasa di Asia memiliki insiden penyakit yang jauh lebih sedikit. Seperti diketahui, kunyit memang jauh lebih banyak digunakan dalam kuliner Asia daripada kuliner barat - dan para periset menyarankan bahwa kunyit dapat membantu mencegah leukemia dengan membatasi kerusakan yang disebabkan oleh polutan lingkungan dan faktor risiko lainnya.

Menggunakan kunyit pada resep makanan bayi

Meski kunyit mampu dianggap bermanfaat dalam mengurangi reaksi alergi, ini tidak berarti bahwa itu mungkin bukan alergen itu sendiri!

SEMUA makanan - termasuk bumbu dan rempah - berpotensi memicu reaksi alergi, jadi penting
  • Bicaralah ke dokter sebelum mengenalkan kunyit pada bayi
  • Perlakukan kunyit menyerupai halnya makanan gres dan perkenalkan ke bayi dengan menambahkannya ke makanan yang aman untuk dikonsumsi bayi. Amati aturan empat hari dan jangan sekali-kali mengenalkan makanan gres lainnya. dengan begitu akan mudah untuk mengetahui apakah kunyit telah menimbulkan reaksi alergi atau gangguan perut pada anak. 

Kunyit sebagai Obat Batuk untuk Bayi

Ibu mampu menggunakan kunyit sebagai obat batuk alami untuk bayi. Penggunaanya juga cukup mudah. Dilansir dari netralnews.com, untuk bayi usia 6 bulan ke bawah, cukup oleskan larutan kunyit di seluruh permukaan puting ibu ketika bayi akan menyedot ASI.

Sementara untuk bayi yang lebih bau tanah (enam bulan ke atas), dapat diberikan ramuan kunyit dari campuran setengah sendok kunyit abu dan air hangat secukupnya, lalu dituangkan ke dalam satu botol susu berisi larutan susu formula atau ASI.

Kedua cara tersebut mampu dilakukan dua kali sehari, hingga batuk mereda.

Untuk menghalangi dan mengurangi lendir dahak, kompres episode dada dan hidung, atau kening bayi dengan air hangat. Lakukan kompres ini sekurang-kurangnya tiga kali dalam sehari, pagi, siang dan sore atau malam hari.

Cara lain ialah dengan menambahkan madu untuk bayi yang lebih tua. Madu akan membantu meluruhkan dahak pada batuk bayi, sementara kunyit akan memperlihatkan agresi antibiotik untuk melawan basil menyebab batuk. Campuran materi ini mampu diberikan pada bayi dalam bentuk jamu buatan sendiri.

baca juga : Mengenali Batuk pada Bayi