Tampilkan postingan dengan label Puasa Ramadhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puasa Ramadhan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 29 November 2017

Mau Puasa Sehat? Jangan Lupa Buah dalam Menu Berbuka dan Sahur


Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

Setiap hari badan insan membutuhkan karbohidrat kompleks sebanyak 60%, protein sebanyak 10-15% dan juga lemak sehat. Meski berpuasa, kebutuhan asupan itu jangan hingga kekurangan semoga badan tak menjadi lemas. Apa saja kiatnya?

Dokter Ahli Gizi, Samuel Oetoro, mengatakan dalam Ramadan perbanyaklah makan buahan-buahan pada ketika berbuka dan sahur. Ketika berbuka, gunakan rasa manis yang terkandung dari buah-buahan dan jadikan buah-buahan atau minum jus buah menjadi penutup menu sahur harian, “Misalnya, minum teh tapi tak menggunakan gula, rasa manisnya dengan buah melon” tuturnya.

Buah-buahan yaitu salah satu jenis makanan yang memiliki kandungan gizi, vitamin dan mineral yang pada umumnya sangat baik untuk dikonsumsi. Ketika berbuka puasa meneguk segelas jus buah yang bisa meningkatkan kadar gula sehingga badan kembali bertenaga.

Ada banyak buah-buahan yang dianjurkan untuk dikonsumsi bagi orang yang berpuasa, pertama ialah kurma. Kurma merupakan makanan paling kaya kandungan gula glukosanya. Kurma mengandung sejumlah besar gula, berkisar antara 75–87%. Sekitar 55% gula dalam kurma berbentuk glukosa, sedangkan 45% lagi membentuk fruktosa.

Selain itu, ia mengandung sejumlah protein, lemak, dan beberapa vitamin, antara lain: vitamin A, B2, B12. Tak ketinggalan pula, kurma mengandung beberapa mineral, terutama kalsium, fosfor, potassium, sulfat, sodium, magnesium, cobalt, zinc, florin, kuningan, manganese, serta sejumlah selulosa.

Dengan sangat cepat, glukosa dalam kurma yang disantap ketika berbuka akan berkembang menjadi fructose, lalu pribadi diserap melalui sistem pencernaan untuk menyirami dahaga badan akan energi. Khususnya jaringan-jaringan yang secara esensial bergantung pada pasokan tinggi energi, seperti: sel-sel otak, sel-sel saraf, sel-sel darah merah dan sel-sel tulang belakang.

Lalu buah-buahan apa lagi yang dianjurkan hadir dalam menu ketika sahur dan berbuka. Berikut ini daftar menurut saran Samuel.

Pepaya. Buah tropis satu ini mengandung vitamin C dan provitamin A yang dapat membantu memecah serat makanan dalam sistem pencernaan dan membuat lancar akses pencernaan makanan. Bagi mereka yang berpuasa, buang air besar akan tetap lancar.

Pisang. Buah ini mengandung vitamin A, B1, B2 dan C yang dapat membantu mengurangi asam lambung. Pisang cocok bagi orang yang berpuasa alasannya yaitu bisa membantu menjaga keseimbangan air dalam tubuh.

Mangga. Inilah satu lagu buah yang mudah diperoleh di tanah air, mengandung vitamin A, E dan C yang dapat membersihkan darah. Bagi orang yang berpuasa, jus buah dapat dapat mengurangi dehidrasi. Namun sebaiknya berhati-bati bagi yang memiliki lambung sensitif. Pilihlah buah mangga matang alih-alih yang masih muda dan berasa masam.

Srawberry. Buah imut berwarna merah yang kaya vitamin A, vitamin B1, B dan C serta antioksidan, mengagumkan untuk melawan zat radikal bebas. Sehingga daya tahan badan orang yang berpuasa tetap terjaga dari virus.

Apel. Dari dulu manfaat buah ini memang sudah dikenal. Tak heran jikalau di Barat pun muncul slogan "One Apple a day, tak your doktor away'. Mengandung vitamin A, B dan C, apel dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah, mengatasi duduk perkara nafsu makan yang terlalu besar.

Jeruk. Buah identik dengan warna oranye ini mengandung vitamin A, B1, B2 dan C serta antikanker bagi tubuh. Jeruk juga dapat merangsang kekebalan tubuh, membersihkan lender ditenggorokan, rongga hidung akhir influenza. Namun, sekali lagi bagi pemilik lambung sensitif perlu berhati-hati mengonsumsi jeruk.

Belimbing. Inilah buah berbentuk bintang yang mengandung vitamin C dan provitamin A dengan manfaat dapat membantu memperlancar pencernaan makanan, menurunkan tekanan darah dan tingkat kolesterol dalam tubuh. Tak ada salahnya menghadirkan belimbing dalam hidangan jikalau ingin berganti menu buah.

Blewah. Sepupu melon ini kaya dengan vitamin A. Rasa manis yang terkandung dalam belewah mempunyai fungsi penyerapan atau melaksanakan penyerapan pada usus yang sering diakibatkan makan tergesa-gesa shingga makanan tak terkunyah dengan baik. Menyantap buah ini juga membantu menyerap zat-zat tak dibutuhkan dari makan makanan yang banyak berbumbu, endapan obat-obatan, bahkan mengatasi rasa mual alasannya yaitu rasa stress.

Selamat berpuasa dan berbuka puasa ya, wassalam :)

Sumber: republica.co.id

Selasa, 28 November 2017

Kiat Mengenalkan Ramadhan Pada Anak Lewat Cerita


Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

Menyambut Ramadhan, tentunya banyak stasiun TV yang mengiklankan tayangan-tayangan favorit ihwal Ramadhan jauh sebelum Ramadhan tiba. Mereka terus menerus menjajakan acara-cara religiusnya untuk mengisibulan Ramadhan. Oleh karena itu, jauh sebelum bulan Ramadhan tiba, Anda pun harus memiliki carakhusus untuk mempersiapkan putra-putri Anda.

Lalu, bagaimana caranya? Mudah saja, manfaatkan kebiasaan mendongeng atau bercerita yang biasa Anda lakukan. Hanya saja, temanya ialah segala sesuatu yang berkaitan dengan bulan Ramadhan. Pilih cerita-cerita Islam yang menggambarkan suasana puasa dan keutamaan bagi yang menjalankannya. Bisa juga dongeng mengenai kisah-kisah menarik seputar Ramadhan, baik mengenai sahabat atau Rasulullah yang berjuang di bulan Ramadhan.

Atau Anda dapat mengarang sendiri dongeng yang ada hubungannya dengan tema tersebut, selain menceritakan pengalaman kurun kecil Anda saat menjalani ibadah puasa. Ini akan lebih menarik minat anak, sebab, dongeng tersebut lebih hidup dan Anda leluasa berimprovisasi.

Prolog Ramadhan melalui dongeng ini dapat dimulai seminggu sebelum datangnya bulan Ramadhan. Diantara waktu bercerita tersebut Anda dapat mengajak anak untuk membuat rencana kegiatan selamabulan Ramadhan nanti, plus target yang ingin mereka capai.

Kemukakan juga keinginan apa yang Anda harapkan untuk mereka lakukan.Lewat dongeng ini, suasana Ramadhan sudah terbangun dalam alam pikiran anak; sehingga, dia akan mengharapkan kedatangan bulan ini dengan penuh semangat dan antusias.

Semoga bermanfaat, wassalam :)

Minggu, 26 November 2017

Tips Sederhana Membangunkan Anak Untuk Sahur

Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

Puasa Ramadhan telah beberapa hari kita lalui. Walaupun begitu, ternyata masih banyak lho, orang bau tanah yang susah membangunkan si kecil untuk sahur bersama termasuk saya sendiri ... hehehe. Tetapi jangan kuatir, kalau kita tabah dan terus mencoba aneka macam cara, InsyaAllah semua menjadi mudah dan menyenangkan. Dan alhamdulillah ini sudah saya lakukan dan berhasil.

Berikut beberapa tipsnya:
  • Setelah sholat Tarawih, di waktu istirahat (nonton tv di rumah), coba bisikkan kepada si kecil bahwa besok pagi ada menu yummy untuk sahur (jangan lupa benar² menyiapkan menu yang disukai si kecil kita) dan lain-lain.
  • Sebelum tidur, coba berpesan kepada si Kecil biar nanti tidak susah dibangunkan sahur. Karena mampu terlambat dan tertinggal.
  • Saat sahur biar si kecil tidak ngantuk ketika menyantap makanannya, suguhkanlah pada anak tontonan yang syarat manfaat wacana agama atau mampu juga dengan film kartun ibarat kisah-kisah nabi, dan lainnya. Ini akan menimbulkan suasana tersebut menjadi salah satu penyemangat berdiri sahur.
  • Saat membangunkan, lakukan ibarat hari-hari biasa. Dengan mencium-cium, mengusap, hingga menggelitiki si kecil. Ini berkhasiat biar mood-nya terbentuk dengan baik. Jangan hingga ia makan sahur dengan bete, misalnya alasannya dibangunkan dengan cara diteriaki atau dikagetkan ... hihihi ...
  • Jangan lupa beri penghargaan ibarat ujian dan hadiah untuk apa yang telah dilakukannya. Untuk hadiah, berikanlah ketika Hari Raya Idulfitri tiba sebagai kejutan untuknya.

Oke, sekiranya itu beberapa tips yang saya terapkan semoga mampu bermanfaat. Bila ada tips-tips lainnya, silahkan sharing di sini dan terima kasih.

Selamat sahur bersaman dan menunikan ibadah puasa ya .. :)
Wassalam,

Jumat, 24 November 2017

Anak Belajar Kejujuran Dengan Berpuasa

Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

Berpuasa di bulan Ramadhan dapat menjadi medium perkembangan diri untuk anak di bawah enam tahun. Kegiatan berpuasa untuk si kecil mencakup banyak sekali aspek, mulai spiritual, kesehatan, emosi, sosial, juga aspek moral. Dari sudut perkembangan psikologis, anak juga bisa mencar ilmu perihal kejujuran, disiplin, berempati, berbagi, dan mencar ilmu bekerja sama melalui berpuasa.

Psikolog dan Direktur Lentera Insan (Child Development and Education Center), Hj Fitriani F Syahrul, MSi menjelaskan, selama Ramadhan, orangtua bisa menanamkan kejujuran dalam diri anak, dengan mencakup tiga aspek penting dalam perkembangan anak.

* Aspek kognitif (knowing)
Kenalkan apa itu acara berpuasa, termasuk bagaimana aturan mainnya kepada anak. Caranya:
  • 1. Orangtua dapat mengenalkan acara berpuasa dan aturan mainnya dengan membahasakan, melabel, atau pun memverbalkan apa yang sedang dilaksanakan.
  • 2. Bacakan buku dongeng seputar kegiatan dan pesan tersirat bulan Ramadhan.

* Aspek afektif (feeling)
Ajak anak mengenali banyak sekali perasaan yang muncul terkait bulan Ramadhan. Caranya:
  • 1. Munculkan kegembiraan menyambut atau menjalani bulan puasa. Kegembiraan alasannya yaitu pahala yang bertaburan selama Ramadhan, alasannya yaitu dapat berkumpul dengan semua anggota keluarga ketika sahur dan berbuka puasa, atau alasannya yaitu makanan yang disiapkan merupakan kesukaannya.
  • 2. Kenalkan pada anak, rasa tidak nyaman, sedih, ketika harus menahan lapar.

* Aspek psikomotor (acting)
Selama Ramadhan, anak mulai dilatih untuk:
  • 1. Berpuasa sekuatnya, sesuai dengan usianya. Bagi belum dewasa yang berusia di bawah tiga tahun, cukup berlatih berpuasa 1-2 jam saja. Bagi anak usia 4-6, latihlah berpuasa setengah hari, dan selanjutkan bisa ditingkatkan satu hari penuh. Mengenai waktu berpuasa, orangtua perlu terbuka mendiskusikannya dengan anak-anak.
  • 2. Jika anak tidak sanggup merampungkan puasanya, orangtua perlu mengkomunikasikannya. Minta anak Anda memberikan apa adanya. Orangtua juga perlu memahami ketidakmampuan anak dalam tahap mencar ilmu ini.
  • 3. Katakan bahwa Anda sangat menghargai kejujuran si kecil. Jadi, ketika si kecil berbuka, latih ia untuk berbuka puasa sendiri di daerah yang tidak terbuka. Kaitkan aturan main ini dengan spiritualitas dan ketaatan. Anda bisa menjelaskan, bahwa Tuhan menyenangi anak yang jujur.

Selamat berpuasa, wassalam :)

Sumber: kompas.com

Senin, 20 November 2017

Kata Bunda, Ini Tanda-Tanda Lailatul Qodar

Assalamualaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

Kata bunda, malam Lailatul Qadar ialah malam dimana saat-saat yang penuh dengan kebaikan dan keutamaan serta pahala yang amat sangat berlimpah. Malam dimana para malaikat turun dari setiap langit dan dari sidrotul muntaha ke bumi dan mengaminkan doa-doa yang diucapkan insan hingga terbit fajar.

Para malaikat dan jibril as turun dengan membawa rahmat atas perintah Tuhan swt juga membawa setiap urusan yang telah ditentukan dan ditetapkan Tuhan di tahun itu hingga yang akan datang.

Lailatul Qodar ialah malam kesejahteraan dan kebaikan seluruhnya tanpa ada keburukan hingga terbit fajar,

Berikut tanda-tandanya:

  • Pada pagi harinya, matahari bersinar dengan redup, tidak terlalu panas
Dari Zura r.a, ia mendengar Ubay bin Ka'ab memberikan bahwa Ibnu Mas'ud berkata, “Barang siapa yang pada bulan Ramadhan tahun ini qiyâmullail setiap malam, pasti ia menerima Lailatul Qadar.” Ubay berkata, “Demi Dzat yang tidak ada Tuhan selain Dia, bersama-sama Lailatul Qadar itu terjadi pada bulan Ramadhan. Demi Allah, saya tahu bahwa Lailatul Qadar itu ialah malam yang Rasulullah memerintahkan qiyâmullail pada malamnya, yaitu malam ke-27, yang ketika paginya matahari bersinar dengan sinar putih, tidak dengan cahaya yang menyilaukan.” (H.R. Muslim)
  • Langit cerah, bulan muncul separo, bintang-bintang bermunculan dan tampak jelas
Abu Hurairah r.a. berkata, “Kami berdiskusi wacana Lailatul Qadar di depan Rasulullah saw., kemudian dia berkata, ‘Siapa di antara kalian yang ingat bahwa Lailatul Qadar itu ialah malam yang ketika itu muncul bulan dalam keadaan separo?’.” (H.R. Muslim)
Imam Nawawi mengomentari hadits ini. Ia berkata, “Bulan muncul dalam keadaan separo membuktikan bahwa Lailatul Qadar itu terjadi pada simpulan bulan. Bulan tidak akan tampak dalam keadaan separo, kecuali pada simpulan bulan.”
  • Cuaca sedang, tidak panas dan tidak dingin
Dari Jabir bin Abdullah, Rasulullah saw. bersabda, “Aku pernah diperlihatkan Lailatul Qadar, lalu saya dijadikan-Nya lupa. Lailatul Qadar itu terjadi pada sepuluh malam terakhir. Lailatul Qadar itu malam yang segar dan cerah, tidak panas dan tidak dingin.” Dalam riwayat Az Zayadi ditambahkan, “Pada malam itu bulan dan bintang-bintang terlihat dengan jelas.”
  • Malamnya turun hujan
Abu Sa'id Al Khudri r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. (setahun sebelumnya) beriktikaf pada sepuluh hari di tengah bulan Ramadhan hingga pada malam ke-21, yaitu malam yang ketika itu Rasulullah saw. selesai dari iktikafnya. Pada pagi harinya, dia bersabda, “Barang siapa yang telah beriktikaf denganku, hendaklah ia beriktikaf (tahun yang akan datang) pada sepuluh malam terakhir. Pada waktu itu, saya pernah diperlihatkan Lailatul Qadar, tapi saya lupa pada malam yang keberapa. Hanya saja, pada waktu itu, pagi-paginya saya ingat bahwa saya sujud pada air dan tanah lumpur. Maka, carilah malam tersebut pada sepuluh malam terakhir dan pada malam-malam yang ganjil. Pada malam itu (Lailatul Qadar yang Rasulullah lupa) turun hujan. Pada waktu itu, masjid berlantaikan tanah dan tergenang air.” Kata Abu Sa'id, “Pagi hari ke-21 Ramadhan, saya melihat ada bekas lumpur pada kening Rasulullah saw.” (H.R. Muslim)


Ada beberapa ciri Lailatul Qadar yang disebutkan oleh Imam Baihaqi dan Imam Thabari. Akan tetapi, ciri-ciri ini tidak terdapat di dalam hadits atau keterangan yang dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya. Ciri-ciri tersebut ialah sebagai berikut.
  • Pohon-pohon merunduk hingga hingga ke bumi, lalu pagi harinya kembali pada posisi semula.
  • Air laut pada pagi harinya menjelma tawar, lalu siangnya berubah lagi menjadi asin.
  • Pada Lailatul Qadar, anjing tidak ada yang melolong.
  • Malaikat turun dan menawarkan salam kepada orang yang sedang beribadah.
Wallahu A’lam

Catatan: Sebagian isi dirangkum dari buku "Misteri Energi Lailatul Qadar" karangan Maman Surahman Az Zuhri, Lc. yang diterbitkan oleh Penerbit Syaamil, 2007.