Tampilkan postingan dengan label penyakit ibu hamil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label penyakit ibu hamil. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 April 2017

IUFD-Kematian Janin dalam Kandungan

IUFD(Intra Uterine Fetal Death) yakni kematian janin dalam kandungan yang terjadi ketika usia kehamilan lebih dari 20 ahad dimana janin sudah mencapai ukuran 500 gram atau lebih. Umumnya maut janin terjadi menjelang persalinan ketika usia kehamilan sudah memasuki 8 bulan. 

Penyebab maut janin pun ada bermacam-macam.Antara lain: 
  • Ketidak cocokan golangan darah, rhesus ibu dan bayinya
  • Gerakan bayi yang berlebihan
  • Berbagai penyakit pada ibu hamil
  • Kelainan kromosom 
  • Trauma ketika hamil
  • Infeksi pada ibu hamil
  • Kelainan bawaan bayi 
Pada prinsipnya apabila sudah didiagnosa terjadinya IUFD dan sudah dipastikan dengan USG,bayi yang ada di dalam kandungan tersebut harus segera dikeluarkan.Meskipun tidak ketika itu juga.Akan tetapi sebisa mungkin jangan hingga lebih dari 2 ahad alasannya yakni akan kuat pada kemampuan penggumpalan darah ibu.Sehingga kemungkinan pendarahan lebih banyak dan susah berhenti.
Selain itu juga untuk mencegah infeksi demi kesehatan sang ibu sendiri.

Proses melahirkan bayi yang sudah meninggal pun memakan waktu lebih lama daripada persalinan normal.karena,bayi yang sudah meninggal tidak lagi membantu memberi tekanan untuk keluar.Sehingga perlu diberi induksi rangsangan melalui obat.Baik diinfus maupun dipasang di rahim. 

Apabila saudara atau istri ada yang mengalami IUFD,hal yang bisa dilakukan oleh Anda antara lain:
-Sabar,dan jangan panik.
terkadang,karena tidak tahan sakit,ada yang meminta operasi pada dokter.Tetapi,demi kesehatan rahim si ibu,sebaiknya jangan dilakukan dan diusahakan lahir normal.
-Berikan sumbangan moril.
Akan tetapi sebaiknya tidak terlalu banyak orang yang menjenguk si ibu yang mengalami IUFD pada ketika sebelum melahirkan.Karena hal ini akan kuat pada psikis di ibu.
-Percayakan pada dokter dan berserah kepada Allah.

diolah dari aneka macam sumber.

Sabtu, 15 April 2017

Kehamilan Kosong atau Blighted Ovum (BO)

Blighted Ovum (BO) atau Kehamilan Kosong yaitu suatu kelainan kehamilan.Dikenal juga dengan kehamilan tanpa embrio.Pada dikala terjadi pembuahan,sel-sel tetap membentuk plasenta,namun telur yang dibuahi tidak berkembang.Pada kasus Blighted Ovum,kantung kehamilan tetap berkembang ibarat biasa,sehingga ibu hamil yang mengalaminya tidak sadar.Hal ini karena,ibu hamil yang mengalami BO tetap mengalami tanda-tanda kehamilan seperti biasa.Seperti muntah,pusing dsb.Tes kehamilan pun akan menyampaikan bahwa memang hamil karena kadar HCG tetap meningkat.

Biasanya ketika menginjak usia kehamilan 6-8 minggu,akan terdeteksi bila si ibu menjalanin tes USG.Jadi,BO gres akan diketahui setelah tes USG atau setelah pendarahan layaknya keguguran karena badan secara alami berusaha mengeluarkan konsepsi tidak normal.Sampai dikala ini penyebab kehamilan kosong belum terang diketahui.Bisa disebabkan karena kelainan kromosom,sel telur jelek dibuahi sel sperma normal atau sebaliknya,sel telur normal dibuahi sel sperma jelek.Blighted ovum tidak dapat dicegah atau dihindari.Yang mampu dilakukan setelah tertangkap tangan terjadi hanyalah mengeluarkan konsepsi gagal tadi dengan obat atau kuretase.

Blighted Ovum tidak mensugesti duduk perkara kesuburan.Jadi ibu hamil yang pernah mengalami BO atau kehamilan kosong masih mampu hamil lagi dengan normal.Tetapi apabila ibu hamil mengalami BO hingga berkali-kali,harus diperiksa ke dokter.Dikhawatirkan ada kelainan kromosom dari si ibu atau suami.

Untuk ibu hamil yang mengalami BO tetap bersabar dan berdoa kepada Tuhan.Karena segalanya mampu terjadi atas kehendak Nya.
 

Minggu, 29 Januari 2017

Berbahayakah Keputihan Saat Hamil?


Waspasdai keputihan ketika hamil berbahaya

Keputihan ketika hamil – Saat hamil, hormon di dalam badan wanita mengalami perubahan. Hal ini dapat memicu perubahan pada cairan vagina sehingga terjadi keputihan. Hal ini wajar terjadi dan dialami oleh hampir semua wanita hamil. Yang harus dipahami, yaitu apakah perubahan itu normal atau tidak?

Penyebab keputihan pada ibu hamil

Saat kehamilan ibu hamil mengalami perubahan hormonal yang menyebabkan terjadinya keputihan. Aliran darah akan meningkat ke kawasan kewanitaan ketika anda sedang hamil yang mensugesti cairan vagina menjadi lebih meningkat. Pada ibu hamil cairan vagina mempunyai manfaat untuk mencegah abses dari vagina menuju ke rahim. 

Akan tetapi, tidak semua cairan vagina menawarkan manfaat karena kalau telah terkontaminasi dengan bakteri, parasit, atau virus justru akan membuat pengaruh buruk dari terjadinya abses vagina. Ibu hamil rentan terhadap abses vagina karena kesulitan dalam membersihkan kawasan intimnya. Selain itu, ibu hamil sering kali ke kamar mandi sehingga kalau kebersihan tak terjaga, akan rentan mengalami keputihan.

Ciri-ciri Keputihan pada Ibu Hamil

Kebanyakan wanita Indonesia sering kali menganggap keputihan yaitu hal yang wajar. Keputihan pada ibu hamil dianggap normal, kalau memiliki cirri-ciri : tidak berwarna, tidak berbau dan tidak panas maupun gatal.


Sedangkan, kalau ibu hamil mengalami keputihan dengan ciri-ciri berikut, ibu hamil mengalami keputihan yang absurd :
  • Cairan berwarna putih kekuning-kuningan bahkan hingga kehijauan atau kekuningan
  • Cairan lebih kental dan lengket
  • Memiliki jumlah yang banyak
  • Rasa gatal yang tidak tertahankan
  • Berbau tidak sedap
  • Pada sekitar vagina berwarna kemerahan

Penyebab keputihan tidak normal pada ibu hamil dapat disebabkan oleh penyakit, abses kuman atau pun gangguan kehamilan. Keputihan jenis ini dapat menyebabkan bayi lahir prematur ataupun mempunyai problem kesehatan yang ringan maupun serius. Seperti gangguan pencernaan atau penglihatan. Infeksi ditimbulkan oleh bakteri, jamur, benalu atau virus. Adapun pada masa awal kehamilan hingga dengan terjadinya persalinan sering terjadi keputihan yang disebabkan  Jamur Candida sp yang  merupakan penyebab abses pada ibu hamil. Pada masa terakhir kehamilan merupakan kelembapan tertinggi yang menyebabkan jamur candida sp meningkat  berpeluang besar menyebabkan infeksi. Jamur candida sp dapat ditimbulkan karena penurunan imunitas. Selain jamur, Trichomonas vaginalis metupakan protozoa penyumbang abses yang menyebabkan berwarna kuning kehijauan, berbau tidak sedap, cairan kental dan menjadikan nyeri ketika berafiliasi dan ketika berkemih.

Adapun basil penyebab keputihan ketika hamil yaitu bakteriosis vaginalis (BV) ciri-ciri keputihan yang disebabkan basil ini yaitu cairan berwarna putih keabu-abuan, berbau tidak sedap, dan pada dasarnya mengalami nyeri pada kawasan kewanitaan. Virus juga dapat membuat anda mengalami keputihan , pada ibu hamil human papiloma virus (HPV) yang menyebabkan timbulnya kutil pada sekitar kawasan kemaluan

Bagaimana Cara Mencegah Keputihan Saat hamil?

Beberapa tips untuk mencegah terjadinya keputihan ketika hamil, yang dapat dilakukan antara lain :
  • Selalu menjaga kebersihan vagina
  • Keringkan adegan vagina sebelum memakai celana
  • Gunakan celana dalam terbuat dari materi katun
  • Jangan menggunakan pantyliners
  • Jangan terlalu sering menggunakan obat kewanitaan
  • Hindarilah melaksanakan douche vagina


Jika ibu hamil mengalami ciri-ciri keputihan yang abnormal, segera memeriksakan diri ke dokter. Tidak perlu merasa malu atau sungkan. Karena, kalau tidak ditangani akan berakibat berbahaya bagi janin yang sedang dikandungnya. Selalu kontrol kebersihan kawasan kewanitaan untuk mencegah keputihan ketika hamil.